KANAYA

KANAYA
35. Zelvin datang.


__ADS_3

Nesya mendengarkan cerita kanaya, beberapa kali dia tidak bisa menahan tawa nya, “Haha, pasti kamu sangat kesal sekali kan?”


“Sudah lah kak, kenap kakak malah tertawa di atas kekesalan ku?”


“Haha, iya iya maaf habisnya kalian lucu sekali.”


“Kak sudah dong jangan mentertawakan aku lagi.”


“Baiklah-baiklah aku akan diam, oh ya jadi kalian menikah bulan depan?”


“Tidak jadi, zayn mempercepat pernikahan kita menjadi dua minggu lagi, untung saja saat itu jadwal ku sedang kosong walaupun ada juga masih bisa di gantikan oleh yang lain,” gerutu kanaya.


“Kenapa memangnya?”


“Tidak tau, kemarin dengan tiba-tiba saja dia merubah semua nya secara mendadak, entah berapa banyak uang yang dia keluarkan agar pernikahan kita bisa di percepat sampai-sampai keluarga ku bingung dengan nya.”


“Sudah tidak tahan sekali sepertinya calon suami mu itu,” goda nesya.


“Senang sekali ya kakak menggoda ku?”


“Lalu bagaimana dengan pekerjaan kamu yang di luar kota?”


“Aku pergi keluar kota kan seminggu setelah menikah, jadi sekalian bulan madu kata nya.”


“Wah asik dong setelah pekerjaan selesai, langsung pergi bulan madu.”


“Sepertinya tidak seindah yang di bayangkan kak, melihat dia kemarin begitu kesal nya karena aku asik mengobrol dengan kak david, aku takut dia akan semakin kesal di saat melihatku menjadi model video clip nanti.”


“Masa sih? Aku sangka dia orang yang sangat cuek ternyata dia cemburuan.”


“Iya, padahal aku hanya mengobrol tidak seperti dia yang di cium wanita lain di depan ku,” kesal kanaya.


“Oh ya? Siapa sih wanita itu, berani sekali dia membuat adik ku kesal.”


“Haha, kenapa kakak jadi ikutan kesal? Ingat loh kak sama dede bayi.”


“Habisnya mendengar nya saja membuatku emosi, kalau joe yang di cium seperti itu akan aku tarik rambut wanita nya dan aku seret dia.”


“Siapa sih yang mau di tarik? Apa ada orang yang membuat mu sampai kesal seperti ini?” tanya joe yang baru saja sampai dan langsung duduk di samping istri nya.


“Loh tumben kamu sudah pulang, biasa nya kan sampai malam.”


“Iya, sebab orang yang biasa mengajak ku lembur ada di sini.”


“Siapa?” tanya nesya.


“Siapa lagi kalau bukan calon suami nya kanaya.”


“Zayn ada di sini kak?” tanya kanaya.


“Iya tuh tapi dia masih ada di luar, sepertinya dia sedang sangat kesal.”


“Kesal kenapa lagi sih orang itu?”


“Tadi ada seorang wanita yang mengganggu nya terus.”


“Perempuan? Apa kakak mengenalnya?”


“Ya, wanita itu adalah teman kuliah kita dulu di bilang akrab juga tidak sebab dia hanya berkuliah selama enam bulan saja setelah itu dia langsung pindah ke luar negeri,” joe menjelaskan.


“Oh begitu.”


Apa dia orang yang sama waktu kita di restoran?


“Yuk pulang,” ajak joe.

__ADS_1


“Joe boleh kah aku menginap di sini? Aku sangat malas sekali pulang ke rumah mami,” rengek nya.


“Lalu aku tinggal di mana? Tidak enak sayang dengan mami lagi pula aku sudah menemukan apartemen sekitar sini.”


“Sungguh? Kita pindah sekarang saja ya.”


“Di bersihkan dulu dong, kamu tidak sabar sekali sih,” joe mengacak rambut istrinya gemas dan ingin mencium nya.


“Ekhm, lihat-lihat juga kali masih ada orang lain ini di sini,” ucap kanaya.


“Ya lagian di luar ada calon suami nya kenapa tidak ditemui?” sahut nesya.


“Biarkan saja, kenapa aku harus menemui dia.”


Tidak lama terlihat zayn datang menghampiri mereka kemudian duduk di sebelah nya.


“Mau apa kamu?” tanya kanaya sebal.


“Duduk,” jawab nya santai seraya memejamkan mata nya.


“Kanaya aku pulang dulu ya,” pamit nesya begitu juga dengan joe.


Setelah mengantar mereka berdua kanaya duduk kembali ke sofa, “Jadi kamu ke sini hanya untuk tidur saja?”


“Iya.”


“Kalau mau tidur lebih baik pulang saja sana!” usir kanaya.


“Diam lah dulu, aku sedang pusing sekarang.”


“Kalau pusing ya minum obat dong!” zayn diam tidak menyahut.


“Zayn,” panggil kanaya.


“Kenapa kamu mempercepat pernikahan kita?” tanya kanaya tetapi zayn hanya melirik ke arah kanaya sekilas saja.


“Zayn aku itu sedang berbicara dengan mu.”


Zayn menghela nafas nya kemudian dia merubah posisi duduk nya menjadi tegap, “Kenapa? Apa kamu tidak mau menikah dengan ku?” zayn malah balik bertanya.


“Bukan begitu, tapi bagiku waktu sebulan saja sudah sangat cepat apalagi berubah menjadi dua minggu,” protes kanaya.


“Apa kamu sangat ingin tau alasanku mempercepat pernikahan kita?”


“Ya.”


“Itu karena aku tidak suka laki-laki lain mendekatimu, maka dari itu aku ingin menikahi mu secepat mungkin bahkan jika kamu mau aku kan menikahi mu hari ini juga.”


“Tidak, jangan rubah lagi.”


Zayn merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan mata nya lagi, “Zayn, apa kamu memiliki hubungan dengan wanita itu?” tanya kanaya ragu.


“Tidak.”


“Kalau tidak kenapa dia berani mencium mu saat itu?”


“Entahlah, mungkin dia tidak waras, sudah ya aku ingin istirahat sebentar.”


“Kalau kamu mau istrirahat kenapa malah datang ke rumah ku?”


Zayn bangun dan langsung mendorong tubuh kanaya hingga posisi kanaya berada di bawahnya sekarang, perlahan dia mendekatkan wajahnya lalu mencium lembut bibir kanaya.


Karena refleks kanaya lantas mendorong tubuh zayn menjauh, “Kenapa kamu mencium ku?” tanya kanaya.


“Karena kamu berisik, ya sudah aku pulang dulu ya nanti kalau aku sudah di rumah aku akan menghubungimu,” pamit zayn, sebelum pergi dia mencium bibir kanaya sekilas membuat wajah kanaya memerah.

__ADS_1


Saat hendak keluar rumah kanaya memanggil nya, “Zayn tunggu!” zayn menoleh ke arahnya.


Kanaya menghampiri zayn lalu mencium bibir zayn sekilas setelah itu dia memeluk zayn untuk menyembunyikan wajah nya di dada bidang zayn.


“Aku mencintaimu,” gumam kanaya pelan tetapi zayn masih dapat mendengarnya, zayn tersenyum lalu mencium kepala zayn sambil membalas pelukan kanaya.


“Aku jadi ingin menikah dengan mu hari ini,” goda zayn.


“Tidak, sudah sana pulang!” kanaya melepaskan pelukan zayn.


“Baiklah, aku pamit ya."


...°°°°°°


...


Cukup lama setelah zayn pergi kanaya masih tersenyum saat mengingat kejadian tadi, tidak lama terdengar suara bel kanaya bergegas membukakan pintu, “Zelvin, vero silakan masuk,” kanaya menyuruh nya untuk duduk di sofa.


“Apa kamu sakit? Wajah mu memerah?”


“Ti-tidak, oh ya aku senang sekali kalian datang jadi aku tidak kesepian di rumah ini,” sahut nya riang.


“Oh ya?” goda zelvin.


“A-apa sih, oh ya vero mari aku antar ke kamar kamu pasti sangat lelah,” ajak kanaya meninggalkan zelvin yang kesusahan membawa koper sendirian.


Zelvin meletakan koper nya di kamar setelah itu dia pergi untuk membuat secangkir kopi di dapur, “Zelvin buatkan aku juga ya,” ujar kanaya yang baru saja datang ke dapur.


“Enak saja, buat dong sendiri.”


“Perhitungan ya kamu.”


“Oh ya kanaya, kenapa pernikahan kalian malah di percepat?” tanya zelvin.


“Tidak tau, kamu tanya kan saja sendiri dengan orang yang seenaknya mengubah semua.”


“Berarti dia sudah tidak sabar kalau harus menunggu lama,” ejek nya.


“Kamu menyebalkan zelvin.”


“Berarti tidak jadi dong kamu tinggal di apartemen?”


“Tidak.”


“Ya bagus dong, lagi pula rumah ini juga kan punya banyak kamar kenapa kamu malah ingin tinggal di apartemen?”


“Tapi kan sekarang rumah ini milik kamu, ya aku juga tidak enak dengan vero.”


“Kenapa? Vero justru senang ada teman mengobrol, kecuali kamu tidur sekamar dengan kita baru tuh tidak enak.”


“Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu?” tanya zelvin lagi.


“Ya aku tetap bekerja sampai kontrak nya selesai.”


“Oh begitu, Memangnya tidak apa-apa ya kamu menikah saat kontrak masih berjalan?”


“Tidak apa sih, sebab kontrak ku juga tinggal beberapa bulan lagi tapi seperti nya aku harus menunda kehamilan sebab tidak mungkin aku bisa bekerja dalam keadaan hamil kan?”


“Apa kamu sudah membicarakan nya dengan zayn?”


“Aku belum membicarakan nya dengan zayn kalau masalah itu, sebab dia juga masih sangat sibuk dengan urusan bisnis nya.”


“Sesibuk apapun kalian komunikasi itu sangat penting loh, apalagi kalian sebentar lagi akan menikah pasti akan ada sedikit masalah yang datang, aku sih mendo’akan yang terbaik untuk kalian.”


“Iya, terima kasih.”

__ADS_1


__ADS_2