
Siang hari di sebuah kantor zayn tengah menikmati makan siang nya tetapi tiba-tiba saja dia merasakan mual yang amat sangat saat mencium bau amis dari ikan yang dia makan, bau itu begitu menyengat indra penciuman nya.
Dia bergegas ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan nya, “Lu beli makanan di mana joe? Kenapa bau amis sekali?” Zayn meminum segelas air.
“Di tempat biasa.”
“Lu habiskan saja joe!”
“Lu masuk angin kali zayn, orang makanan enak begini.”
“Mungkin,” zayn memilih keluar dari ruangan itu, meninggalkan joe yang menatap bingung ke arah nya, sudah hampir satu minggu zayn bertingkah aneh selain mood nya yang mudah berubah, nafsu makan nya juga terkadang naik dan turun.
Zayn mengendarai mobil nya mencari makanan untuk mengganjal perut nya, “Astaga kenapa aku jadi sering lapar? Tapi aku juga selalu mual setiap kali makan.”
Dia terus mengemudikan mobil nya menelusuri jalan sampai dia melihat penjual rujak di pinggir jalan “Seperti nya enak,” gumam nya.
...°°°°°°...
...
...
Joe menyiapkan semua berkas yang di perlukan untuk rapat dengan para pemegang saham nanti, dia terus saja melihat jam yang melingkar di tangan nya, “Kemana dia? Ponsel nya juga tidak bisa di hubungi, apa dia lupa kalau hari ini ada rapat?” tidak lama zayn masuk ke dalam ruangan hingga membuat joe terkejut.
“Dari mana aja sih lu?” kesal joe.
“Masih ada waktu lima belas menit lagi, lu mau?” tawar zayn.
Zayn membuka bungkusan rujak yang dia beli tadi, “Sejak kapan lu suka makan rujak?”
“Tidak tau.”
“Tingkah lu aneh zayn, akhir-akhir ini lu keliatan seperti orang ngidam.”
“Masa sih?”
“Kalau lu engga percaya lu tanya aja sama karyawan lu yang lain.”
“Entah lah," zayn menghabiskan rujak buah itu, "Semua dokumen sudah lu siapkan?" joe mengangguk.
"Ya sudah kita ke ruang rapat sekarang," zayn berjalan terlebih dahulu meninggalkan joe yang masih bingung dengan tingkah zayn.
...°°°°°°...
Di rumah kanaya sedang membereskan mainan rainer dan juga merapikan kamar, tidak lama rainer datang sambil berlari mendekati nya.
“Mama,” Panggil rainer.
“Iya ada apa?” tanya kanaya.
“Lihat mama, rain dapat lima bintang,” rainer menunjukan hasil gambar nya kepada kanaya.
“Wah hebat,” puji kanaya.
“Kamu sudah makan?” tanya kanaya.
“Belum mama.”
“Kamu mau makan apa? Nanti akan mama buatkan.”
“Hmm, apa ya?” rainer nampak berpikir.
“Aku mau makan sosis boleh ma?” Tanya rainer.
“Boleh, tapi kamu harus makan sayur juga ya.”
“Iya mama.”
“Oke kamu tunggu ya di sini mama buatkan dulu , jangan bermain di tangga.”
“Iya ma, aku main di kamar rain saja ya?”
“Iya,” kanaya tersenyum.
...°°°°°...
...
...
Kanaya pergi ke dapur hendak membuatkan makan siang untuk putra nya, dia memotong sayuran dan menyiapkan bumbu lain nya.
“Sedang masak apa kamu?” tanya mama elva yang keluar dari kamar karena mencium aroma masakan.
“Buat sup ayam sosis untuk rainer ma, apa mama perlu sesuatu?”
“Tidak, mama hanya mau mengambil minum saja.”
“Oh.”
“Rainer di mana?”
__ADS_1
“Ada di kamar nya sedang melukis.”
“Ya sudah mama ke kamar rainer dulu ya.”
“Iya ma,” kanaya melanjutkan memasak nya.
Setelah masakan nya siap kanaya memanggil rainer untuk makan siang, rainer begitu lahap menyantap makanan nya hingga tidak tersisa.
Sore nya zayn baru saja tiba di rumah, dia melangkahkan kaki nya dengan pelan karena tubuh nya begitu lelah di tambah perut bagian bawah terasa sedikit sakit, Mungkin karena aku terlalu banyak makan rujak, maka dari itu perut ku sedikit sakit.
“Papa,” rainer berlari begitu riang ke arah zayn dan memeluk nya.
“Iya, nanti ya hari ini papa sangat lelah sekali.”
“Papa di mana cat ku?” tanya rainer mencari pesanan nya.
“Cat? Untuk apa?” tanya zayn bingung, rainer langsung cemberut lalu menghentakkan kaki nya kesal.
“Zayn, kamu sudah janji ingin membelikan rainer cat untuk melukis hari ini kan? Padahal sebelum berangkat kerja sudah aku ingatkan supaya tidak lupa,” ujar kanaya.
Zayn langsung memukul pelan kening nya, “Maaf sayang tadi pekerjaan papa sangat banyak jadi papa lupa membelikan kamu cat,” zayn mensejajarkan tinggi nya dengan rainer.
Rainer yang sudah terlanjur merajuk pun langsung berlari ke dalam kamar nya, saat zayn akan menyusul kanaya menahan nya, “Biarkan dulu, nanti aku yang akan bujuk dia agar tidak marah lagi, lebih baik kamu mandi dan istirahat sebab kamu terlihat sangat lelah.”
Zayn mengangguk dia pergi ke dalam kamar lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, sedangkan kanaya memilih untuk menemui rainer di kamar.
Kanaya mengetuk pintu kamar, “Apa mama boleh masuk?”
Rainer menatap ke arah kanaya dan mengangguk, “Kamu marah?” rainer mengangguk.
“Sayang,” kanaya memeluk putra nya itu.
“Papa tidak membawa cat untuk rainer, aku kan mau cat untuk menggambar mobil.”
“Bukan nya pensil warna kamu masih ada?” tanya kanaya.
“Tapi rainer mau pakai cat.”
Kanaya menghela nafas nya, “Untuk sementara kamu pakai pensil warna dulu ya, besok baru kita pergi beli cat, bagaimana?” bujuk kanaya.
“Baiklah."
“Apa kamu masih marah?”
“Tidak mama,” sahut nya sambil menggelengkan kepala nya.
“Kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam, mama sudah menggorengkan nugget dan ayam goreng untuk mu.”
Rainer mengangguk, kanaya menggendong rainer sampai meja makan lalu mendudukan nya di kursi, tidak lama zayn datang menghampiri mereka semua.
...°°°°°°
...
Pagi nya zayn terbangun karena merasa sangat mual hingga dia berlari ke wastafel untuk memuntahkan nya, mendengar suara bising dari kamar mandi kanaya bergegas menghampiri zayn.
“Kamu kenapa?” tanya kanaya saat melihat zayn sudah duduk lemas di lantai dengan wajah yang sedikit pucat.
“Tidak tau, tapi perut ku terasa seperti di aduk-aduk,” sahut nya lemah, kanaya membatu suami nya lalu memapah nya keluar dari kamar mandi namun baru dua langkah zayn berlari lagi ke wastafel dan Hooeekk.
Zayn merebahkan tubuh nya di tempat tidur, hari ini dia tidak pergi ke kantor karena merasa kurang sehat, “Aku sudah membuatkan bubur untuk mu, makan lah habis itu istirahat, aku pergi antar rainer ke sekolah dulu ya,” pamit kanaya hanya di balas anggukan oleh zayn.
Sebelum berangkat kanaya menghubungi joe terlebih dahulu untuk mengabari kalau suami nya sedang kurang sehat, kanaya mengecek tas rainer untuk melihat apa tidak ada yang tertinggal setelah itu dia meminta pak rudi untuk mengantar mereka.
“Memang papa sakit ya ma?” tanya rainer.
“Iya sayang.”
Setelah sampai di sekolah, kanaya mengantarkan putra nya sampai gerbang, “Jangan keluar dari gerbang sebelum, mama atau oma jemput ya.”
“Iya mama.”
“Belajar yang giat jangan bertengkar dengan teman mu.”
“Iya mama.”
“Kalau begitu mama pulang ya,” pamit kanaya.
Setelah melihat putra nya masuk ke dalam sekolah baru lah dia naik ke mobil, “Pak rudi nanti mampir ke mini market dulu ya.”
“Iya non.”
Kanaya mengambil ponsel nya di tas kemudian dia menghubungi dokter memintanya untuk datang ke rumah memeriksa kondisi zayn setelah itu dia membaca beberapa pesan yang di kirimkan guru nya rainer dan menyadari sesuatu.
Tunggu, aku baru ingat kalau bulan ini aku telat dua minggu dari tanggal biasa aku datang bulan, apa mungkin aku hamil? Tapi kalau aku hamil masa aku tidak merasa mual sama sekali seperti saat aku hamil anak pertama ku dan rainer?
Setibanya di mini market dia membeli beberapa bungkus nugget dan juga dua bungkus roti tawar karena stok roti di rumah sudah habis, saat dia hendak membayar dia melihat alat tes kehamilan yang ada di dekat kasir maka dari itu dia sekalian membeli nya.
...°°°°°
...
__ADS_1
Kanaya turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah, “Apa dokter sudah datang bi?” tanya kanaya.
“Belum non.”
“Ya sudah, aku ke dalam dulu ya bi.”
“Iya non.”
Sebelum masuk ke kamar kanaya memasukan beberapa bungkus nugget itu ke dalam lemari es sedangkan roti tawar dia letakan saja di meja makan, lalu dia bergegas masuk ke dalam kamar nya sambil membawa alat tes kehamilan itu, “Bagaimana keadaan mu?” tanya kanaya.
“Sudah lebih baik.”
“Syukur lah.”
Kanaya masuk ke dalam kamar mandi untuk mencoba alat itu, walaupun ini bukan kali pertama tetapi kanaya tetap berdebar-debar menunggu hasil nya.
Setelah menunggu beberapa detik perlahan alat itu mulai menunjukan hasil nya, seketika senyuman terukir pada wajah nya, “Aku hamil,” gumam nya.
Kanaya keluar dari kamar mandi dengan riang, saat dia hendak memberitahukan nya kepada zayn tidak lama terdengar suara ketukan pintu, "Apa dokternya sudah datang?" kanaya bergegas membuka pintu kamar nya dan benar dugaan nya.
...°°°°°°°°
...
...
...
Beberapa saat setelah dokter memeriksa mereka berdua, “Jadi hal seperti ini wajar terjadi?” Tanya zayn, kanaya menganggukkan kepalanya.
“Dokter bilang ini disebut dengan sindrom Couvade, atau kehamilan simpatik, jadi kamu juga ikut merasakan mual,muntah,perut kram, perubahan mood, selera makan berubah,kelelahan, Yaaa merasakan semua yang di rasakan wanita hamil biasa nya, tapi ini hanya sementara saja kok paling saat kehamilan aku berada di trimester pertama dan ketiga," Ucap kanaya menjelaskan kembali apa yang dokter katakan tadi.
“Jadi kehamilan kamu yang ketiga aku yang merasakan mual nya?” Tanya zayn, kanaya menganggukkan kepalanya lagi.
“Oh ya rainer di jemput siapa?” Tanya zayn.
“Mama, kata nya sekalian membelikan rainer cat untuk melukis.”
“Oh.”
...°°°°°°°...
Rainer masuk ke dalam rumah sambil berlari dengan riang, “Mama aku pulang,” ujar nya.
“Selamat datang sayang,” kanaya memeluk putra nya, “Kamu habis dari mana?”
“Rainer habis membeli itu dengan oma.”
“Ya ampun ma, kenapa membelikan rainer alat melukis? Bukan kah dia hanya meminta cat saja?” ujar zayn yang baru turun dari kamar nya.
“Ya tidak apa-apa dong, kan rainer itu cucu kesayangan mama.”
“Mama itu selalu memanjakan rainer,” ucap zayn.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya mama elva.
"Ya, hanya badan ku saja masih terasa lemas."
“Mama, oma bilang kalau rain akan punya adik, benar kan ma?” tanya rainer antusias.
“Iya sayang,” kanaya tersenyum sambil mengusap lembut kepala rainer.
“Hore, rain punya adik,” riang nya sambil melompat kegirangan.
“Oke lompat lompat nya sudah, kita ganti pakaian dulu ya,” zayn menggendong rainer dan mengajak nya ke kamar.
"Papa aku akan punya adik."
"Iya papa tau."
“Papa aku mau melukis pemandangan,” pinta nya.
“Iya.”
“Papa kapan kita pergi melukis pemandangan?” Tanya rainer.
“Nanti ya,” jawan zayn.
“Nanti, kapan papa?”
“Ya kalau papa libur.”
“Tapi kan hari ini papa libur.”
“Tapi papa kan sedang tidak enak badan.”
“Jadi kapan papa libur?” tanya nya lagi.
“Astaga kenapa kamu bawel sekali ya?”
“Aku tidak bawel papa, aku kan hanya bertanya.”
__ADS_1
Mama elva terkekeh mendengar cucu nya tidak henti bertanya kepada zayn, sedangkan kanaya hanya tersenyum memperhatikan mereka sambil mengusap perut nya yang masih rata.
..._TAMAT BENERAN_...