
Dua bulan telah berlalu tepat hari ini adalah ulang tahun pernikahan kanaya dan juga zayn, awalnya mama elva mau mengadakan pesta tetapi karena kondisi kesehatan dan juga perasaan kanaya yang belum stabil pasca kecelakaan maka dari itu tidak ada pesta apapun di rumah.
Di kamar kanaya tengah duduk di balkon, sebelum berangkat ke kantor zayn sempat memberikan hadiah untuk nya namun kanaya tidak bersemangat membuka hadiah nya.
Drtt... Drtt...
Kanaya melihat ponselnya lalu menjawab panggilan video dari zayn, “Kamu masih duduk di sana? Apa kamu sudah sarapan?”
“Sudah,” bohong nya.
“Benar?” Kanaya hanya diam.
“Kamu selalu jawab seperti itu tiap kali aku bertanya kamu sudah makan atau belum, apa kamu mau membuat aku selalu khawatir kanaya?”
“Iya nanti aku sarapan, oh ya ada apa? Tumben kamu video call aku?”
Selalu seperti ini jika di beri tau, batin zayn.
Zayn menghela nafas nya, “Aku hanya ingin tau apa kamu suka dengan hadiah nya?”
“S-suka aku sangat menyukainya, terima kasih sayang.”
“Syukur lah jika kamu suka, mama loh yang mendesign nya.”
Mama yang mendesign, berarti antara gaun atau perhiasan tapi jika melihat kotak nya sih seperti nya perhiasan.
“Kalau begitu aku juga harus berterima kasih kepada mama karena mendesign nya khusus untuk ku, hadiah nya sangat indah sekali.”
“Ya sudah aku mau lanjut kerja, jangan lupa sarapan aku akan tanya bibi nanti.”
“Iya.”
“Bye sayang,” zayn melambaikan tangan nya kanaya tersenyum lalu melambaikan tangan nya juga.
Setelah mengakhiri panggilan telepon itu kanaya bersandar di kursi sambil menatap langit, “Aku harus semangat tidak boleh larut dalam kesedihan ku, bukan hanya aku yang kehilangan tapi zayn juga, tapi dia selalu menyembunyikan kesedihan nya jika di hadapan ku,” gumam nya.
Kanaya keluar dari kamar nya untuk sarapan, walaupun dia tidak bernafsu tetapi kanaya tetap berusaha untuk menghabiskan makanan nya selepas itu dia berjalan ke halaman samping untuk mencari udara.
Kanaya berjalan menuju gazebo dan duduk di sana tidak lama bi lena datang membawakan air dan juga obat untuk kanaya minum, “Terima kasih bi,” bi lena mengangguk sebelum dia masuk ke dalam bi lena memberikan sebuah buku kepada kanaya.
Kanaya mengambil ketiga buku yang masih terbungkus plastik itu, lalu dia membuka salah satu novel bergenre romantis dan membaca nya.
Kanaya begitu larut dalam cerita hingga tidak terasa dia sudah menyelesaikan satu buku, “Cerita nya sangat indah,” gumam nya, Kanaya mengambil ponsel nya lalu mengetikan pesan untuk suami nya.
Kanaya :
Terima kasih atas buku nya aku sangat suka karena jalan cerita nya begitu indah, dari mana kamu tau cerita sebagus ini?
Tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan balasan dari zayn.
Zayn :
Nesya memberitahuku jika kamu sedang sedih selain ngemil kamu akan membaca novel romantis jadi aku mencarinya di toko buku, lalu aku bertanya kepada karyawan di sana dan dia menyarankan dua novel itu.
Kanaya :
Oh seperti itu, tapi zayn kenapa kamu juga membeli cerita horor?
Zayn :
Ah itu saat aku sedang mencari novel yang lain aku tertarik dengan buku itu, setelah membaca sinopsis nya seperti nya bagus maka dari itu aku membeli nya, lagi pula buku itu sedang ada diskon 20% lumayan kan?
Kanaya :
Haha ternyata kamu penyuka diskonan juga, terima kasih ya sayang aku mencintaimu.
Zayn :
Ya sama-sama sayang aku juga sangaaat mencintaimu, sudah dulu ya aku ada rapat nanti aku akan menghubungi mu lagi.
Kanaya :
Ya, selamat bekerja.
Karena tidak ada balasan lagi dari zayn kanaya meletakan kembali ponsel nya lalu membaca novel yang satu nya lagi, sejenak dia melupakan kesedihan nya sebab cerita di buku itu begitu menghibur nya.
...°°°°...
Sore hari nya mama elva baru saja tiba sehabis dari butik, dia masuk ke dalam rumah mencari menantu nya itu tetapi dia tidak menemukan nya bahkan di dalam kamar juga tidak ada.
“Apa dia sedang keluar?”
Waktu sedang mencari mama elva melihat bi lena sedang membuat makan malam di dapur, “Bi, lihat kanaya?” tanya mama elva.
“Non kanaya ada di halaman samping nyonya.”
“Oh, terima kasih ya bi,” bi lena mengangguk lalu melanjutkan memasak nya.
Mama elva menghampiri kanaya yang masih saja asik dengan buku nya hingga dia tidak menyadari kalau mama elva sudah ada di sebelahnya.
“Serius sekali sampai mama ada di sini tapi kamu tidak menyadarinya.”
Kanaya sedikit terkejut tapi kemudian dia tersenyum, “Mama sudah lama berdiri di sana?”
__ADS_1
“Tidak mama juga baru saja tiba, sedang apa sih?” mama elva duduk di sebelah kanaya.
“Aku sedang membaca buku saja.”
“Mama ke sini sebenarnya hanya ingin memberikan ini saja,” mama elva memberikan sebuah kotak persegi kepada kanaya.
“Apa ini ma?”
“Buka saja.”
Kanaya membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah gaun yang indah berwarna navy, “Cantik sekali.”
“Kamu suka?” kanaya mengangguk.
“Syukurlah, kalau begitu mama ke dalam dulu ya, kamu juga masuk lah dan istirahat bukan kah kalian berdua akan dinner nanti malam?”
“Dinner?”
“Ya, dia bilang ingin mengajak mu kencan nanti malam memang nya zayn belum memberitahu mu?” kanaya menggeleng.
“Dasar anak itu, oh ya selamat ulang tahun pernikahan sayang semoga kebahagiaan selalu menyertai pernikahan kalian.”
“Terima kasih ma,” mereka berdua pun berpelukan.
...°°°°...
Malam nya kanaya bergegas membersihkan tubuh nya setelah selesai mandi dan mengenakan gaun pemberian mama elva tadi kanaya duduk di depan meja rias untuk memakai make up, selepas urusan wajah selesai dia membuka gulungan handuk yang ada di kepala nya dan memulai mengeringkan lalu dia mencatok rambut nya agar terlihat sedikit bervolume.
Kanaya mengambil hadiah dari zayn lalu membuka nya, “Dia memang sangat tau dengan selera ku,” kanaya memakai kalung dengan permata kecil itu pada leher jenjang nya.
Tidak lama pintu kamar terbuka, “Apa kamu sudah siap?” tanya zayn menghampiri kanaya.
Zayn sedikit terdiam saat melihat wajah kanaya, sebab semenjak menikah kanaya memang jarang sekali memakai riasan, “Kamu sangat cantik,” puji nya.
Kanaya tersenyum, saat kanaya mau memakai heels nya zayn langsung menggantinya dengan yang lebih pendek, “Tapi zayn yang ini warna heels nya tidak senada dengan gaun ku,” protes kanaya.
“Besok aku akan membelikan sendal dengan hak pendek yang warna nya senada dengan semua gaun mu.”
Zayn melihat wajah kanaya yang sedikit kesal lalu dia bersimpuh di hadapan kanaya untuk memasangkan sandal itu ke kaki istrinya.
“Aku melarang mu memakai sandal itu karena kaki mu masih terasa sakit kan? Kamu tau kanaya walaupun alas kaki mu tidak senada dengan gaun yang kamu kenakan, tapi kamu tetap sangat cantik kanaya.”
Wajah kanaya langsung memerah, “A-apa sih, sudah aku bisa memakai nya sendiri.”
Zayn langsung berdiri sebab kanaya ingin memakainya sendiri, “Nah kan kamu tetap cantik,” goda zayn.
“Zayn jangan terus menggoda ku seperti itu!”
Zayn mencium tengkuk kanaya hingga membuatnya memejamkan mata karena merasakan sensasi aneh pada tubuh nya “Bagaimana kalau kita berangkat sekarang? Sebab aku tidak yakin akan mampu menahan nya lagi,” ucap zayn dengan suara yang sedikit serak.
Mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni anak tangga sambil bergandengan hingga membuat mama elva tersenyum melihatnya, setelah berpamitan mereka berdua langsung menuju tempat untuk dinner.
...°°°°°°
...
Suasana begitu romantis namun nampak nya kanaya tidak bersemangat untuk merayakan anniversary satu tahun pernikahan mereka, “Ada apa?” tanya zayn.
Kanaya menggeleng, “Apa kamu tidak suka makanan nya?”
“Aku suka.”
Zayn meletakan alat makan nya lalu mengelap mulut nya, “Kenapa?” tanya kanaya heran.
“Aku sudah kenyang,” sahut zayn.
“Tapi kamu baru memakan nya satu suapan saja?”
“Apa kamu mau ke tempat lain?” tanya zayn.
“Ti-tidak zayn, aku suka kok tempat ini.”
“Maaf, seharusnya aku bertanya dulu ke kamu sebelum menentukan tempat kencan kita.”
“Aku tidak apa-apa zayn, aku hanya tidak nafsu makan saja.”
Zayn meminum air nya lalu dia memanggil pelayan restoran itu, setelah membayar zayn langsung mengajak kanaya keluar dari sana.
Di dalam mobil kanaya begitu merasa bersalah, “Maaf zayn,” namun zayn tidak menjawab hingga membuat kanaya sangat sedih.
Zayn mengemudikan mobil nya dan berhenti di depan kedai makanan yang berada di pinggir jalan, “Nesya yang memberitahuku kalau kamu lebih suka makan di tempat ini dari pada di restoran,” jelas zayn seakan tau apa yang hendak di tanyakan oleh kanaya.
Zayn mengajak kanaya untuk makan di tempat itu setelah memesan makanan nampak kanaya terus memperhatikan zayn, “Ada apa?”
Kanaya menggeleng, “Maaf ya, aku hanya ingin makan malam romantis dengan mu tetapi aku malah tidak tau kalau kamu tidak suka tempat nya.”
“Kenapa kamu yang minta maaf? aku yang minta maaf seharusnya aku menghargai usahamu tapi aku malah bersikap seperti tadi.”
Tidak lama pelayan meletakan beberapa pesanan di meja mereka dan mereka pun menikmati makanan nya dalam diam.
“Apa kamu mau memesan lagi?” tanya zayn saat melihat kanaya menghabiskan makanan nya.
“Tidak, aku sudah kenyang,” tolak nya.
__ADS_1
Zayn mengambil tissue lalu mengelap mulut kanaya, “Seharusnya kita memakai baju biasa saja agar tidak mencolok seperti ini,” ucap zayn dengan berbisik.
“Kenapa memang nya? Apa kamu malu makan di tempat ini?”
“Bukan seperti itu sayang, tapi pakaian kita ini mengundang perhatian banyak orang.”
“Tidak apa-apa sebab ini sangat menyenangkan.”
Zayn tersenyum, “Setelah ini kamu mau kemana lagi?”
“Aku ingin ke toko buku.”
“Baiklah, habiskan minum mu.”
Setelah membayar pesanan mereka zayn mengajak kanaya ke toko buku, terlihat kanaya begitu antusias memilih beberapa judul buku, sambil menunggu kanaya memilih novel romantis nya zayn melihat beberapa buku tentang bisnis di rak yang lain.
Kanaya menghampiri zayn sambil membawa beberapa buku di tangan nya, “Sudah?” tanya zayn.
Kanaya mengangguk, lalu mereka berdua menuju kasir untuk membayar nya, di perjalanan pulang kanaya hanya diam menatap jalan di depan nya. “Kita sudah lama tidak liburan, bagaimana kalau bulan depan kita liburan ke luar negeri?”
“Tidak zayn, aku sedang malas kemana-mana.”
“Kalau begitu bagaimana kalau kita ke rumah Nesya untuk melihat si kembar?”
Kanaya langsung bersemangat, “Baiklah besok kita lihat si kembar ya,” kanaya mengangguk dengan senang.
...°°°°°
...
Kanaya dan zayn turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah, tetapi kondisi rumah begitu sepi padahal biasa nya mama elva masih menonton televisi bersama ART nya.
“Kenapa sepi sekali?” ujar kanaya.
Tidak lama mama elva keluar dari kamar nya dengan raut wajah yang begitu sedih, “Ma, ada apa?” tanya zayn.
“Ka-kalian sudah pulang?”
“Ada apa ma?” tanya zayn lagi.
Mama elva menghampiri kanaya dan memeluk nya, “Ma,” panggil kanaya.
“Kanaya,” nampak mama elva begitu bingung ingin mengatakan nya bagaimana.
“Ma katakan ada apa? Jangan membuat kita berdua khawatir,” lagi-lagi zayn bertanya.
“Kalian duduk dulu,” mama elva mengajak anak menantunya untuk duduk di sofa.
“Begini, tadi jia li menghubungi mama karena ponsel kanaya tidak aktif,” mama elva sedikit ragu untuk melanjutkan ucapan nya.
Mama elva menghela nafas nya, “Kanaya oma sudah tidak ada.”
Kanaya terdiam seakan mencerna ucapan mama elva tapi tidak terasa air mata nya langsung jatuh begitu saja, “Ma katakan ini hanya bercanda saja,” tubuh kanaya begitu lemas.
“Tadi tiba-tiba saja kondisi oma memburuk, denilson bergegas membawa oma ke rumah sakit tetapi oma menghembuskan nafas terakhir nya saat dalam perjalanan.”
Kanaya menangis di pelukan zayn, “Zayn antar kan aku ke rumah sakit,” pinta kanaya.
Zayn mengajak kanaya dan juga mama nya menuju rumah sakit tetapi saat hendak berangkat tante jia memberitahu kalau mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.
Sepanjang jalan kanaya terus menangis terisak dia begitu sedih karena kehilangan oma, padahal baru sebentar dia merasakan kasih sayang oma.
Setibanya di kediaman oma, kanaya melihat kursi sudah berjejer rapi dan orang-orang pun sudah berdatangan ke rumah duka, Sambil di bantu suami nya kanaya masuk ke dalam untuk melihat oma untuk yang terakhir kali nya.
“Oma,” kanaya bersimpuh di depan peti oma dia juga tidak kuasa menahan tangis nya.
“Oma jangan tinggalin kanaya, oma bilang akan terus sama kanaya tapi kenapa oma pergi?” zayn memeluk kanaya dan menenangkan nya.
Om denilson yang ada di dekat nya pun hanya menatap sendu ke arah ibu nya, rasa nya begitu sesak ingin sekali dia meluapkan nya dengan menangis tetapi dia tidak bisa.
Zelvin mengajak tante jia menjauh dari sana karena ada sesuatu yang ingin di tanyakan, “Ma, apa tante zeline sudah di kasih tau?”
“Sudah, tapi dia bilang dia tidak dapat pulang sebab sedang berada di luar negeri.”
“Apa tante zeline benar-benar tidak perduli dengan oma?” kesal nya.
Kanaya begitu terpukul akan kepergian oma hingga akhirnya kanaya terjatuh tidak sadarkan diri, zayn dengan sigap menahan tubuh kanaya lalu menggendong nya ke dalam kamar di bantu mama elva dan juga tante jia.
Selepas memberikan minyak angin kepada zayn mama elva mengajak tante jia keluar dari kamar, “Aku turut berduka jia.”
“Terima kasih kak.”
“Kapan ibu mu di makam kan?”
“Seperti nya lusa.”
“Lalu bagaimana dengan adik ipar mu?”
“Siapa? Zeline, aku yakin dia hanya akan datang saat pembacaan surat wasiat saja.”
“Apa dia belum juga berubah.”
“Entahlah aku juga tidak mengerti dengan pola pikir dia semenjak mengenal suami nya sikap nya semakin menjadi, tadi saja alasan nya saat ini dia sedang berada di luar negeri padahal kalau dia berniat datang apapun alasan nya dia akan kesini menemui ibu untuk yang terakhir kali,” nampak sekali tante jia sangat kesal sebab dari dulu sampai sekarang mertua nya selalu memikirkan zeline tetapi anak nya seakan acuh kepada nya bahkan tidak pernah sedikitpun menanyakan kabar ibu nya.
__ADS_1