
Siang itu zayn dan joe berada di sebuah restoran untuk bertemu dengan seorang client yang bilang ingin bekerja sama dengan perusahaan nya, tapi sudah tiga puluh menit berlalu orang itu belum juga terlihat batang hidung nya.
“Tau begini gue tidur dulu tadi, untung kita sudah makan tadi.”
“Kita tunggu sepuluh menit lagi, jika belum datang batalkan saja.”
“Serius? Tumben banget lu mau menunggu, biasa nya telat satu menit saja lu langsung pergi.”
“Sudah terlanjur menunggu lama,” sahut nya seraya meminum air mineral.
“Padahal tadi bilang nya sebentar lagi sampai ke sini, maka dari itu gue langsung bilang ke lu, tapi dia malah ngerjain kita.”
Tidak lama seorang gadis menghampiri mereka, “Maaf tuan aldrich saya telat, saya tidak menyangka ada kendala tadi di jalan,” ucap nya dengan nada menggoda.
Zayn bangun dari duduk nya, “Kamu?”
Siapa yang sangka client yang dari tadi mereka tunggu adalah wanita yang mencium nya di depan kanaya waktu itu, “Wah aku tidak tau jika kamu yang akan aku temui di sini,” ujar gadis itu begitu senang.
“Oh,” sahut zayn datar.
“Hay joe, bagaimana kabar mu? Sudah lama kita tidak bertemu.”
“Aku sangat baik, lalu bagaimana dengan mu stevany?”
“Aku juga sangat baik, apalagi setelah aku bertemu dengan kalian.”
“Baguslah silakan duduk dulu! Kamu mau pesan apa?”
“Tidak terima kasih.”
“Baiklah, bagaimana jika kita mulai saja membahas masalah pekerjaan kita,” saran joe sedangkan zayn hanya diam saja.
“Kenapa terburu-buru sekali sih, bagaimana kalau kita berbincang-bincang dulu.”
“Mohon maaf, tapi kita masih banyak pekerjaan lain jadi dari pada buang-buang waktu untuk membahas hal tidak penting, lebih baik kita mulai sekarang,” sahut zayn.
Stevany nampak cemberut, akhirnya mereka bertiga mulai membicarakan tentang pekerjaan mereka, walaupun beberapa kali stevany terus saja menatap zayn hingga membuat zayn sangat risih.
Setelah selesai zayn langsung berdiri dari duduk nya, setelah bersalaman zayn bergegas keluar dari restoran itu di ikuti joe dari belakang.
“Zayn tunggu!” panggil stevany.
“Ada apa?” sahut nya.
“Bisakah kita berbicara berdua saja?” tanya stevany.
Zayn meminta joe untuk menunggu nya di mobil, “Katakan dengan cepat jangan membuang waktu ku!”
“Aku tau kamu pasti hanya pura-pura tidak mengenaliku saat kita bertemu pertama kali,” ucap nya riang seraya mendekap tangan zayn.
Zayn segera melepaskan nya, “Tolong jangan sentuh aku!”
“Kenapa kamu terus saja berpura-pura zayn? Apa semua karena wanita yang mengaku sebagai istri mu itu?”
“Aku katakan kepadamu dan dengarkan baik-baik, aku tidak pernah berpura-pura dan aku tau nama mu pun setelah joe memanggil mu, dan andaikan aku tau nona stevany yang di maksud adalah dirimu sampai kapan pun aku enggan bertemu walaupun itu masalah pekerjaan sekalipun dan wanita itu memanglah istriku.”
__ADS_1
“Kenapa kamu menikah dengan nya? Bukankah kamu sudah berjanji untuk bersama dengan ku terus, lalu setelah kita dewasa kita akan menikah,” ucap stevany hampir menangis.
“Itu hanyalah ucapan anak berusia delapan tahun, lagi pula yang mengatakan itu semua adalah kamu bukan aku.”
“Tapi kamu pernah bilang saat aku bersedih karena ibu ku meninggal, kamu tidak akan meninggalkan aku tapi nyata nya?”
Zayn seakan mengingat masa lalu, “Bukan kah kamu sendiri yang pergi bersama ayah mu ke kota lain?”
“Zayn,” stevany memegang tangan zayn.
“Tolong lepaskan aku tidak ingin orang yang melihat akan menjadi salah paham, lagi pula aku sudah menikah dan sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang ayah, jadi aku mohon jangan pernah muncul di hadapan ku lagi.”
Zayn hendak pergi meninggalkan stevany yang tengah menangis, “Kamu itu milik ku zayn, aku akan memisahkan kalian apapun yang terjadi! Tidak perduli mau kalian sudah menikah atau pun belum,” teriak nya hingga membuat orang-orang yang lewat melihat mereka karena kebetulan restoran itu dekat dengan jalan.
Zayn nampak sangat kesal, “Walaupun kamu berhasil memisahkan aku dengan istriku, tidak akan membuatku memilihmu,” zayn pergi meninggalkan stevany yang menangis, gadis itu seakan tidak perduli kalau semua orang menatap aneh dirinya.
“Kamu akan menyesal zayn,” gumam nya.
...°°°°°...
Zayn masuk ke dalam mobil dengan kesal sedangkan joe menatap bingung sahabat nya, banyak sekali pertanyaan yang ingin dia katakan namun dia urungkan sebab melihat wajah zayn saja dia sudah tau kalau lelaki itu sangat marah.
Zayn menghela nafas nya kasar, “Kenapa sih lu?” tanya joe akhirnya.
“Tidak,” sahut zayn.
Joe mengendari mobil nya menuju ke suatu tempat karena ada urusan lain, “Lu yakin tidak apa-apa?”
“Ya.”
“Ngomong-ngomong lu kenal stevany sudah lama zayn?”
“Oh, pantas saja dia sangat senang sekali waktu bertemu di kampus, tapi dia bisa ingat ya sama wajah lu?”
“Entah, oh ya joe tolong jangan bilang masalah ini sama kanaya sebab mood dia sedang tidak stabil apalagi selama dia hamil kanaya jadi sering menangis walaupun penyebab nya karena puding susu yang dia simpan di lemari es gue makan,” joe nampak terkekeh.
“Tenang saja gue itu pandai menjaga rahasia.”
“Sebenarnya ini bukan rahasia sebab gue sama dia tidak ada hubungan apapun, lebih tepat nya gue malas saja mendengar omelan mama karena menantu kesayangan nya gue buat nangis.”
Selepas urusan pekerjaan selesai zayn dan joe kembali ke kantor, baru saja masuk ke dalam gedung menjulang tinggi itu seorang karyawan nya memberitahu jika kanaya sudah ada di dalam ruangan nya.
Zayn bergegas menuju ruangan nya untuk menemui kanaya, setibanya di dalam ruangan dia melihat kanaya sedang duduk di sofa, “Hay zayn,” sapa kanaya tersenyum.
“Kenapa tidak bilang kepadaku kalau kamu mau ke kantor?” tanya zayn menghampiri kanaya.
“Sengaja untuk memberikan kejutan, oh ya habis dari mana kamu?”
“Habis bertemu dengan client tadi, kamu mau makan apa sayang biar aku pesankan?”
“Tidak aku sudah makan tadi sebelum ke sini.”
“Tumben sekali kamu ke kantor?”
“Apa kamu lupa hari ini di rumah ada acara otomatis bi kena memasak banyak sekali makanan, maka dari pada aku mual mencium bau masakan jadi aku meminta tolong pak rudi untuk mengantarkan aku ke sini.”
__ADS_1
“Maaf ya, aku lupa kalau teman-teman mama mau datang.”
“Tidak apa, oh ya zayn apa client yang kamu temui itu seorang wanita?”
“I-iya, kok kamu bisa tau.”
“Iya ada bau parfum wanita lain di jas mu, apa dia wanita yang sama dengan orang yang mencium mu dulu?” tentu saja zayn terkejut bagaimana kanaya bisa tau.
“Kamu pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa tau kan?”
Nampak kanaya menghela nafas agar tidak terbawa emosi, “Sebelum aku ke sini aku mampir dulu ke restoran karena haus, jadi aku meminta pak rudi membelikan aku minuman tapi tidak lama aku melihat kamu keluar besama kak joe lalu di ikuti wanita itu.”
“Kamu bahkan meminta kak joe kembali ke mobil terlebih dahulu untuk mengobrol dengan nya,” nampak mata kanaya sudah berkaca-kaca.
“Ini tidak seperti yang kamu lihat kanaya, dengarkan cerita ku dulu,” zayn memegang tangan kanaya.
“Kenapa tidak dari awal saja kamu menceritakan hal ini dengan ku? Kenapa setelah aku bertanya kamu baru mau menjelaskan? Apa kamu ingin merahasiakan ini dariku?”
“Tidak bukan seperti itu, astaga bagaimana aku menceritakan nya kepada mu,” terlihat sekali zayn kebingungan.
“Kamu bilang kamu tidak mengenalnya, tapi yang aku lihat tadi menunjukan jika kamu sangat kenal dengan wanita itu, kenapa kamu harus bohong dengan ku zayn?” kanaya menutup wajah nya menangis.
“Aku tidak berniat seperti itu kanaya, aku hanya tidak mau kamu akan kesal jika aku menceritakan wanita itu.”
“Setidaknya jika kamu yang cerita kesal ku hanya sebentar, tapi kalau seperti ini aku bukan hanya kesal tapi aku juga kecewa kepada mu zayn.”
Kanaya mengambil tas nya lalu bergegas pergi dari ruangan itu seraya menghapus air mata nya, tetapi baru saja dia ingin membuka pintu tiba-tiba saja perutnya terasa kram, kanaya memegang perut nya dan terduduk di lantai.
Melihat istrinya kesakitan zayn langsung menggendong tubuh kanaya dan membawa nya keluar, kanaya terus merintih merasakan sakit dengan perutnya membuat zayn semakin panik.
“Kamu tahan ya sayang, “ zayn menenangkan kanaya.
Mengetahui kondisi kanaya yang tidak baik-baik saja joe mengikuti zayn dari belakang, “Kenapa lift ini lambat sekali!” marah zayn.
“Lu tenang dulu zayn.”
“Gimana gue bisa tenang kalau istri gue kesakitan seperti ini joe?”
“Apa dengan lu marah-marah lift ini bisa berjalan lebih cepat?”
Setibanya di parkiran joe membuka pintu mobil untuk zayn, setelah itu dia ikut masuk juga lalu bergegas menuju rumah sakit.
Setibanya di sana kanaya langsung di periksa oleh dokter, walaupun sudah di tangani di dalam zayn masih saja terlihat khawatir, beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan.
“Bagaimana dengan kondisi nya dok?” tanya zayn menghampiri dokter itu.
“Kondisi si ibu baik-baik saja begitupun dengan kandungan nya, tetapi jangan sampai membuat si ibu jadi stress apalagi menangis berlebihan karena itu dapat membahayakan janin, buat istri bapak selalu merasa nyaman dan jangan sampai kelelahan juga.”
“Syukurlah, terima kasih dok.”
Karena sudah di perbolehkan pulang zayn mengajak kanaya untuk kembali ke rumah dan dia meminta joe untuk mengurus masalah kantor sebab zayn ingin menemani kanaya di rumah.
Setibanya di rumah zayn memapah tubuh kanaya masuk ke dalam kamar, “Apa kamu mau diambilkan sesuatu?” tanya zayn.
Akan tetapi kanaya hanya diam saja, “Maafkan aku kanaya, aku tidak bermaksud menyakiti mu,” lagi-lagi kanaya hanya terdiam.
__ADS_1
Karena kanaya tidak menjawab zayn lebih memilih untuk keluar dari kamar, “Kalau butuh sesuatu panggil saja aku,” zayn membuka pintu dan terkejut saat melihat mama elva sudah berdiri di hadapan nya.
“Tolong temani kanaya sebentar ma,” pinta zayn, mama elva mengangguk dan menyemangati putra nya itu.