KANAYA

KANAYA
41. Positif.


__ADS_3

Kanaya terbangun dari tidur nya karena merasa sangat mual dia berlari ke kamar mandi, setelah memuntahkan semua nya dia kembali ke tempat tidur.


Dia melihat jam di atas nakas, “Masih jam empat pagi, tapi aku sudah tidak mengantuk sekarang,” kanaya melihat ke arah zayn yang masih tertidur pulas.


Oh iya lebih baik aku memakai alat itu sekarang.


Kanaya mengambil kantong plastik yang berisi alat tes kehamilan lalu dia pergi ke kamar mandi, setelah membaca cara penggunaan nya kanaya langsung mencoba ke lima alat itu.


Dia menunggu beberapa detik untuk mengetahui hasil nya, jantung nya berdegup begitu cepat namun setelah mengetahui hasil nya senyum di bibirnya mengembang, “Dua garis terang, apa ini artinya aku sedang hamil?” kanaya terlihat sangat bahagia.


Dia bergegas keluar dari kamar mandi sambil membawa kelima alat tes kehamilan itu, kanaya naik ke tempat tidur lalu membangunkan zayn.


“Kenapa?” gumam nya.


“Cepat bangun zayn, aku ingin memberitahu kamu sesuatu.”


Zayn melihat jam lalu memejamkan mata nya kembali, “Zayn bangun lah dulu.”


“Aku baru saja tidur sejam yang lalu, apa tidak bisa nanti siang saja kamu memberitahu aku?” gumam nya lagi.


“Tidak, kamu harus bangun sekarang dan dengarkan yang ingin aku katakan pada mu, lalu memangnya siapa yang menyuruh kamu bergadang semalam?”


Zayn menghela nafas, “Bukan nya kamu yang membuat aku begadang semalam?”


...°°°°...


Malam itu kanaya terbangun dari tidur nya, entah kenapa dia ingin sekali makan mangga muda maka dari itu dia ingin meminta tolong zayn untuk mencarikan nya.


“Zayn bangun dulu,” kanaya membangunkan zayn.


“Aku sangat lelah kanaya, kamu ingin apalagi?”


“Zayn tolong carikan aku mangga muda, aku ingin sekali memakan nya,” rengek kanaya.


“Jangan minta yang aneh-aneh ya, jam segini mana ada yang jual mangga muda?” zayn merebahkan tubuh nya kembali namun dengan sigap kanaya langsung menarik nya.


“Aku tidak menyuruh mu membeli, aku ingin kamu mengambilkan mangga yang baru saja di petik dari pohon,” kanaya terus saja merengek kepada zayn.


“Sepertinya kamu memiliki dendam pribadi dengan ku, kenapa kamu senang sekali mengerjai ku akhir-akhir ini?” protes zayn.


“Zayn aku mohon,” kanaya menatap zayn sambil memasang wajah memelas.


“Aku tidak akan menuruti keinginan mu walaupun kamu menangis kanaya.”


Tapi pada akhirnya dia pun keluar dari kamar untuk pergi mencari mangga muda pesanan kanaya, “Bahkan dia sampai tau kalau di dekat pos security ada pohon mangga yang buahnya lebat, padahal aku yang dari kecil tinggal di sini bahkan tidak tau hal itu,” gerutu nya.


“Apa aku perlu menanam pohon mangga di sini, agar dia tidak mengerjai ku seperti ini?”


“Loh tuan, mau kemana tengah malam seperti ini?” tanya pak rudi yang masih menonton televisi bersama penjaga keamanan rumah nya.


“Mau ke depan ada urusan,” sahut zayn.


“Biar saya antar kan tuan.”


“Tidak usah kalian lanjutkan saja, oh ya pak rudi apa saya boleh pinjam motor nya sebentar?”

__ADS_1


“Boleh tuan,” pak rudi memberikan kunci motor nya.


Zayn mengendarai motor ke pos security di depan, setibanya di sana zayn melihat sekeliling mencari pohon mangga yang ternyata berada di rumah salah satu warga perumahan.


“Aku sangka di dekat pos, ternyata malah di sana pohon mangga nya bagaimana aku meminta nya? Pasti mereka juga sudah tidur kan,” gumam nya.


“Loh Pak zayn sedang apa malam-malam di sini? Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu security itu.


“Oh begini, istri saya sedang ingin mangga muda tapi sepertinya pemilik rumah itu sudah beristirahat.”


“Istrinya sedang mengidam ya pak?” tanya seorang laki-laki yang datang menghampiri zayn.


“Ngidam? Mungkin sebab dia ingin sekali makan mangga muda, tapi saya juga belum tau sih dia sedang ngidam atau tidak.”


“Kalau bapak mau biar saya ambilkan, kebetulan saya pemilik pohon ini,” ucap laki-laki itu dengan ramah.


“Syukur lah, terima kasih pak.”


“Tidak perlu sungkan seperti itu pak.”


Akhirnya malam ini zayn berhasil mendapatkan beberapa mangga muda pesanan kanaya, setibanya di rumah zayn membawa masuk mangga itu ke kamar dan memberikan nya kepada kanaya.


“Sudah ya.”


“Terima kasih, oh ya zayn di mana sambal nya?” tanya kanaya.


“Sudahlah makan seperti itu saja juga enak.”


“Tidak mau, mana enak makan mangga muda tanpa sambal,” rengek nya.


Saat zayn ingin keluar membuatkan sambal kanaya memanggilnya, “Zayn tolong cuci lalu kupas kulit nya dan iris -iris jangan terlalu tipis ya.”


“Baik nyonya,” sahut zayn lalu keluar dari kamar menuju dapur selepas itu dia mencari bahan-bahan untuk membuat sambal setelah mendapatkan resep nya dari internet.


Bi lena terbangun dari tidurnya sebab mendengar suara bising dari dapur, “Tuan ingin membuat apa dengan cobek itu?” tanya nya.


“Aku ingin membuat sambal untuk mangga muda bi, sebab kanaya ingin sekali memakan itu.”


“Apa jangan-jangan non kanaya sedang hamil?”


“Aku kurang tau bi, tapi sepertinya tidak bi sebab dia baru saja selesai datang bulan beberapa minggu yang lalu.”


“Ya bisa saja tuan, sebab pertanda hamil muda terkadang memang seperti itu.”


“Oh begitu ya bi, baiklah besok aku akan membawa nya periksa ke dokter.”


“Iya tuan, nah sambal nya sudah siap.”


“Terima kasih bi, maaf zayn merepotkan malam-malam seperti ini.”


“Iya tuan.”


Zayn membawakan pesanan kanaya ke kamar, “Ini makan lah.”


“Terima kasih sayang kamu memang suami ku yang terbaik.”

__ADS_1


Kanaya menggigit buah mangga itu hanya dua gigitan saja itu pun tanpa mencolek sedikit pun sambal yang dia inginkan tadi, “Tolong simpan di kulkas saja zayn, aku sudah tidak ingin aku juga sangat mengantuk,” ucap kanaya seraya meninggalkan zayn yang masih duduk mematung di sofa.


“Sepertinya kanaya benar-benar memiliki dendam dengan ku, lihat lah setelah dia membuat kantuk ku menghilang dia meninggalkan aku begitu saja, lalu untuk apa dia meminta ini semua?” gerutu zayn.


...°°°°°°...


Kanaya tertawa saat mengingat kejadian semalam, “Maafkan aku zayn.”


“Sudahlah, jadi kamu membangunkan aku sekarang untuk apa lagi? Jangan bilang kamu ingin mangga muda lagi? tidak akan aku berikan soalnya kamu belum sarapan.”


Kanaya menggelengkan kepala nya, lalu dia memberikan kelima alat tes kehamilan kepada zayn, “Apa ini?” zayn mengambil kelima benda itu dari tangan kanaya.


“Menurut keterangan di bungkus nya sih itu berarti aku sedang hamil sekarang,” jelas kanaya sambil tersenyum.


Nampak zayn melamun sebentar untuk mencerna apa yang istrinya katakan, “O-oh begitu syukurlah,” lalu zayn memejamkan kedua mata nya lagi.


“Apa kamu tidak senang dengan berita kehamilan ku?” tanya kanaya murung.


Zayn menghela nafas dia bangun dari tidur nya lalu memeluk kanaya, “Aku sangat bahagia kanaya, akhirnya kita akan menjadi orang tua tapi saat ini aku sedang mengantuk sekali, jadi apa aku boleh tidur sebentar saja agar besok pagi kita dapat pergi ke dokter kandungan, ya.”


Zayn merebahkan tubuh nya kembali dan langsung terlelap, “Sepertinya dia mengantuk sekali, ya sudah lah aku ingin ke bawah saja.”


Kanaya berjalan menuruni anak tangga lalu mendudukkan tubuh nya di sofa, dia melihat beberapa art yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


“Loh nona kanaya sudah bangun?” sapa bi lena.


“Iya bi.”


“Apa nona ingin dibuatkan sesuatu?”


“Tidak bi, bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi.”


“Baik nona, oh ya nyonya baru saja tiba dan baru saja masuk ke kamarnya.”


“Benarkah, ya sudah biarkan mama istirahat dulu.”


Selepas berbincang dengan nya, bi lena izin pergi ke dapur untuk membuat sarapan, di saat bi lena menumis bumbu tiba-tiba ada rasa bergejolak di perut nya.


Kanaya langsung berlari ke kamar mandi sambil menutup mulut, dia begitu mual tetap tidak ada apapun yang keluar dari mulut nya.


“Non kanaya kenapa?” bi lena mengetuk pintu kamar mandi dengan begitu khawatir.


Kanaya membuka pintu kamar mandi, “Tidak apa-apa bi hanya sedikit mual saja,” tidak lama dia menutup mulut nya lagi lalu masuk kembali ke kamar mandi.


Bi lena langsung mematikan kompor, lalu dia mengantarkan kanaya ke kamar nya, saat bi lena hendak mengetuk pintu ternyata zayn sudah membukanya terlebih dahulu.


“Loh istri saya kenapa bi?”


“Nona kanaya muntah-muntah tuan,” sahut nya dengan wajah begitu khawatir.


“Ya sudah biar saya yang urus , bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi.”


“Baik tuan.”


Zayn mengajak kanaya ke dalam kamar lalu dia merebahkan tubuh istrinya ke tempat tidur, zayn menuangkan air ke dalam gelas dan memberikan kepada kanaya.

__ADS_1


Sambil di bantu zayn kanaya meminum air itu, “Istirahatlah, nanti kita ke dokter,” zayn menyelimuti tubuh kanaya lalu mengecup kening istrinya.


__ADS_2