
"Karena kamu sudah hamil, maka aku memutuskan untuk melangsungkan pernikahan kalian bulan depan.”
Keputusan mami gretta tentu membuat joe dan nesya terkejut, “Bulan depan? Mami serius?” tanya joe.
“Ya suka ataupun tidak mami sudah mengambil keputusan, lagi pula jika kita terus menundanya perut wanita ini akan semakin terlihat, kamu mau buat mami digunjing orang-orang?”
“Baiklah,” pasrah joe.
Setelah berdiskusi mengenai pesta dengan mami gretta, joe mengantar nesya pulang, “Maaf ya, mami memang seperti itu tetapi jika sudah kenal dengan nya mami orang nya baik kok.”
“Iya.”
Di dalam mobil nesya hanya diam saja dia merasa sangat lelah hari ini apalagi setelah mendengar keputusan mami nya joe mengenai dia harus menjadi seorang ibu rumah tangga dan tinggal bersama orang tua nya.
Apa prasangka ku atau memang mami nya joe menerima ku hanya karena anak ini saja.
“Joe,” panggil nesya ragu.
“Ya,” sahutnya singkat tetapi nesya hanya diam tidak melanjutkan ucapan nya.
“Ada apa? Kamu lapar?”
“Tidak, aku hanya lelah saja.”
“Ya sudah istirahatlah, jika sudah sampai aku akan membangunkan mu,” nesya mengangguk.
...°°°°°°...
Setibanya di rumah kanaya sudah menunggu di luar dengan cemas, “Kakak baik-baik saja kan? Kenapa tadi kakak menangis?” kanaya nampak begitu cemas.
Nesya tersenyum mengajaknya masuk ke dalam terlebih dahulu, lalu dia langsung menceritakan semua yang terjadi hari ini, tentu saja berita mengejutkan ini membuat kanaya terkejut.
“Kakak serius? Kakak benar sedang hamil sekarang?” tanya kanaya menutup mulut nya tidak percaya.
“Ya, aku tidak menyangka akan hamil di saat aku belum menikah dan aku pun sangat takut dengan reaksi orang lain terutama ibu ku setelah mengetahui jika anak nya tidak bisa menjaga diri nya di kota, tetapi aku juga tidak bisa menyembunyikan perasaanku jika aku sangat bahagia mengetahui bahwa aku akan menjadi seorang ibu.”
“Selamat ya kak nesya aku turut bahagia mendengar kabar ini,” kanaya mengucapkan nya dengan tulus seraya mengelus perut nesya yang masih rata itu.
“Sebentar lagi aku akan menjadi seorang tante.”
“Terima kasih sayang.”
Raut wajah kanaya yang awalnya ceria menjadi murung seketika, “Ada apa?” tanya nesya.
“Berarti setelah kakak menikah, kita akan jarang bertemu ya? Di tambah kakak juga mau berhenti bekerja, aku akan sendirian lagi,” kanaya menunduk sedih.
“Aku akan tetap menemanimu sampai kontrak yang sudah kamu tanda tangani selesai sambil mencarikan orang yang akan menggantikan ku nanti, tapi walaupun aku tidak bekerja dengan mu lagi kita kan masih bisa bertemu, sudah dong jangan menangis seperti ini,” nesya menghapus air mata kanaya dan memeluknya.
“Tapi sepertinya setelah kontrak selesai, aku tidak akan melanjutkan nya lagi.”
“Loh kenapa?”
“Tante jia memaksa ku untuk bekerja di toko sekalian mengajarkan aku bagaimana membuat kue agar aku dapat melanjutkan usaha milik bunda.”
“Ya memang sudah seharusnya seperti itu kan?”
“Iya sih, tapi sangat berat untuk ku melepaskan pekerjaan yang sudah menemani bertahun-tahun, yang awalnya aku hanya di jadikan model pakaian untuk berjualan live di media sosial hingga seperti ini sekarang,” kanaya tersenyum kecut.
“Bukan hanya kamu kanaya, aku pun merasa sedih meninggalkan pekerjaan ku, tetapi mau bagaimana lagi mami nya joe yang meminta nya dan aku juga tidak mungkin bisa bekerja seperti dulu dengan keadaan hamil seperti ini.”
Kanaya terdiam, “Oh ya kak, apa aku boleh bertanya sesuatu?”
__ADS_1
“Tanya apa?” sahut nesya seraya membaca email yang masuk.
“Begini, kak nesya kan baru beberapa bulan saja berpacaran dengan kak joe lalu setiap hari bukan kah kita selalu bersama?”
“Iya lalu?”
“Ya aku hanya bingung tiba-tiba aku dengar kabar kalau kakak sedang hamil, memang sejak kapan kakak membuat nya?”
Nesya tidak menyahut, dia langsung melemparkan bantal sofa kearah kanaya yang sudah berlari menjauh sambil tertawa.
“Jangan tertawa kamu, suara mu menyeramkan!” nesya mengusap perut nya.
“Kakak jahat ih bilang suara aku menyeramkan, oh ya kak setelah menikah kakak tinggal di mana?”
“Ya tinggal di rumah mami nya.”
“Kenapa tidak tinggal di sini saja?”
“Ini kan rumah kamu.”
“Ini rumah kakak juga tau, mungkin setelah kakak menikah aku akan kembali tinggal di apartemen.”
“Lalu rumah ini bagaimana?”
“Rumah ini terlalu besar untuk ku, mungkin aku akan menjualnya ke zelvin.”
“Zelvin sepupu kamu itu?”
“Ya iya kak memang zelvin siapa lagi, zelvin bilang dia sedang mencari rumah sebab dia akan menetap di sini bersama istrinya.”
“Zelvin sudah punya istri?”
“Kakak sangka dia masih sendiri, gagal dong rencana kakak untuk mendekati dia.”
“Aku laporin sama kak joe nih!”
“Haha aku hanya bercanda saja, ya sudah kakak mau istirahat dulu ya.”
“Iya kak aku juga mau istirahat, lelah banget hari ini.”
Mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
...°°°°°°°°...
Di tempat lain joe sedang memberitahu kabar ini dengan mama elva dan juga zayn, “Pantas saja kamu jadi jarang ke rumah joe, ternyata lagi berkembang biak,” celetuk mama elva.
“Astaga tante bahasa nya yang enak dikit kek, bereproduksi gitu.”
“Sama saja kan artinya.”
“Ya tapi kan terdengarnya lebih halus dari pada berkembang biak.”
“Iya iya, jadi kalian menikah bulan depan?”
“Iya.”
“Tapi kok mami mu belum kasih tau kabar ke tante ya?”
“Mungkin mami sedang sibuk mempersiapkan semua nya tante.”
“Kalau butuh sesuatu bilang saja ya joe.”
__ADS_1
“Iya tante, kalau begitu joe pamit dulu ya tante.”
“Oke, hati-hati sampaikan salam tante ke mami mu.”
“Iya tante.”
Selepas joe pergi zayn langsung masuk ke dalam kamar, dia berjalan lesu menuju balkon kamar dan berdiri di sana, “Joe sebentar lagi akan menikah, pasti mama akan meminta ku menikah juga,” zayn menghela nafas.
“Jangan kan untuk menikah, sekarang saja cinta ku sudah bertepuk sebelah tangan,” gumam nya.
Tidak lama terdengar suara pintu kamar di buka, terlihat mama elva menghampiri zayn, “Kamu kenapa zayn? Apa luka mu sakit lagi?”
“Tidak ma, luka ku sudah membaik.”
“Lalu kenapa kamu terlihat murung seperti itu? Akhir-akhir ini kamu terlihat sedih, mama perhatikan kamu juga jadi sering menghela nafas, memang nya apa sih yang mengganggu pikiran mu?”
“Tidak apa-apa ma, hanya masalah kantor saja di tambah joe mau mengambil cuti dadakan, jadi aku harus bereskan beberapa berkas agar saat joe libur aku tidak terlalu pusing.”
“Benar hanya karena masalah kantor saja?”
“Iya ma.”
Kini giliran mama elva yang menghelakan nafas, “Kamu itu anak mama, mama sangat tau jika kamu sedang ada masalah? Kamu bisa berbagi cerita dengan mama jangan kamu simpan sendiri semua masalah mu.”
Zayn terlihat ragu, “Aku, aku hanya teringat dengan kakak saja ma.”
“Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita ke mama, kamu harus banyak istirahat agar kamu cepat pulih jika kamu butuh sesuatu panggil mama saja,” mama elva tersenyum lalu keluar dari kamar.
Mama elva menuruni anak tangga dengan lesu, “Nyonya ada apa?” tanya bi lena.
“Apa saya bukan mama yang baik untuk zayn ya bi? Sebab setiap kali zayn ada masalah dia tidak pernah mau memberitahu saya dan memilih memendamnya sendirian, saya jadi merasa selama ini saya belum sepenuhnya mengerti mengenai anak saya sendiri.”
“Kenapa nyonya berkata seperti itu, nyonya adalah orang tua paling baik.”
Mama elva tersenyum, “Kalau begitu saya mau ke butik dulu ya.”
“Baik nyonya.”
Mama elva memilih pergi ke butik untuk menenangkan hati nya, tidak lama setelah mama elva pergi zayn keluar dari kamar mencari mama nya.
“Loh, mama kemana bi?”
“Baru saja pergi tuan.”
“Pergi kemana?”
“Nyonya bilang dia mau ke butik tuan, tapi sebelum pergi nyonya terlihat sangat sedih bahkan nyonya mengatakan kalau dia bukanlah mama yang baik.”
“Astaga,” gumam nya.
Zayn hendak pergi menyusul mama elva, “Tapi tuan belum begitu pulih kata dokter tuan harus banyak istirahat.”
“Tidak apa-apa bi, biar pak rudi yang mengantarku.”
Zayn bergegas pergi ke butik, tetapi ternyata mama nya tidak datang hari ini, “Mama kemana sih, ponselnya juga tidak aktif,” tidak lama ponsel nya berbunyi.
Kanaya :
Zayn ini aku kanaya, tante elva sekarang ada di rumah ku.
Zayn menyimpan kembali ponselnya di saku, dia meminta pak rudi untuk mengantarkannya ke rumah kanaya, sesampainya di sana zayn langsung masuk ke rumah itu dan benar saja dia melihat mama elva sehabis menangis.
__ADS_1