
Dengan terkejut melihat Deyon yang tiba-tiba muncul disampinya setelah tadi menghilang
menyodorkan sebotol minun dengan wajah yang dingin sama seperti minuman yang dibawanya.
" nihh ambil" ucapnya yang sok cool
" haahhh buat aku " jawab Dara yang masih tidak yakin
" gakk buat manekinnya.. yaa buat kamu lahh" ucapnya sedikit kesal dan memalingkan penglihatannya
" iyaa makasii,, tapi kok kamu bisa beliin aku minum sii" jawabnya pelan sembari mengambil minuman yang ada di tangan Deyon
" itu dikasi sama temen karena aku gak haus jadi baut kamu aja jadi jangan gr, jangan kira aku sengaja beliin itu buat kamu" balasnya dengan nada salah tingkah dan mengelak pembicaraan.
" ee enggak kok" ucap Dara menundukkan kepala.
" aku pergi dulu" ucapnya lagi dengan masih menundukkan kepalanya.
berjalan dengan jalan yang agak cepat dan kepala yang masih menunduk karena merasa malu dan gugup.
eehhh...
suara panggilan dari belakang
brakkkk
belum sempat mengatakan apa pun Dara keburu menabrak pintu yang ada didepannya karena berjalan tanpa melihat kearah depan.
" hati-hati" ucapnya pemperingatkan tapi sudah terlambat Dara tetap saja menabrak pintu itu.
Dara yang kesakitan memegangi kepalanya yang sudah memerah.
tapi rasa sakit itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan rasa malunya.
Dengan segera ia pergi berlari tanpa menoleh kesekelilingnya dengan memegangi kepalanya yang masih sedikit nyut-nyutan
lagi-lagi Deyon tersenyum jahil melihat tingkah aneh Dara benar-benar beda dari yang lainnya.
***
karena merasa bosan Dara memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan yang ada di kampus itu,
merasa kagum melihat perpustakaan yang sangat besar dan buku yang begitu banyak tersusun dengan rapi di setiap rak, tidak seperti waktu sma yang bukunya berantakan dimana-mana.
__ADS_1
melihat-lihat dengan menelusuri setiap rak men menyentuhnya dengan jarinya yang kecil dan mungin itu.
mengambil beberapa buku untuk dibaca lalu duduk disebuah meja yang kosong di paling pojok.
Dengan asik membaca dengan suasana yang tenang dan damai membolak balikan selembar demi selembar halaman buku itu dengan sangat serius.
Tiba-tiba saja Deyon sudah muncul didepannya dan ikut duduk bersamannya dengan wajah yanh datar dan tidak tau malu dia langsung saja mengambil salah satu buku yang dibawanya lalu membacanya tanpa sepatah kata pun.
Dara yang melihat sikapnya itu merasa sedikit heran dan tak habis pikir mengapa ada orang yang tidak tau malu seperti itu.
Deyon memang merupakan anak yang pintar dan populer dikampusnya salah satu mahasiswa yang paling dikagumi oleh semua orang bahkan para guru sifatnya yang ramah dan humble membuat orang sangat menyukainya.
bahkan para gadis sangat tergila-gila padanya tetapi semua gadis itu bukanlah wanita idamannya dan sama sekali tidak menarik dimatanya beda halnya dengan Dara gadis pemalu yang tidak suka bergaul dengan orang lain itu dan sedikit ceroboh itu malah sangat menarik perhatiannya.
setiap hari selalu mecari cara agar bisa bersamanya meskipun dengan selalu mengganggunya dan memepersulitnya.
Dara yang melihat gayanya sok cool itu merasa sedikit risih dan tidak nyaman
beranjak dari tempat duduknya dan akan pergi dari tempat itu karena tidak nyaman jika berhadapan dengan lawan jenis.
ketika hendak pergi Deyon menggenggam tangan Dara dan menariknya hingga dia kembali terduduk
terkejut hingga membuatnya melotot dan termangap saat tangannya ditarik mengeluarkan suara rintihan yang hampir tak terdengar.
jantung Dara yang berdebar lebih kencang dari biasanya membuat ia segera melepaskan genggamannya dan memalingkan wajahnya dengan cepat.
segera terburu-buru ia pergi dari tempat itu tapi lagi-lagi ia menabrak salah satu meja yang ada di sana karena panik.
Entah apa yang ada dipikiran pria ini yanh selalu saja mengggangu hari-hari Dara sepertinya dia sangat suka melihat Dara yang salah tingkah ketika berhadapan dengannya.
lagi-lagi Dara berlari menghindari pria itu dengan perasaannya yang sudah kacau semenjak dia muncul didalam hidupnya.
" aduhh kenapa sii dia selalu aja muncul dimana-mana heran dehh" gumamnya sedikit kesal
" kenapa di setiap sudut sekolah dia selalu mucul Siiihhhhh" gumamnya lagi dengan geram dan mengepalkan kedua tangannya.
hhuuuhhhh
menghela nafas dalam dan menenangkan dirinya.
*
*
__ADS_1
*
Dara yang sudah pulang membuka gerbang rumahnya dengan perlahan dan melihat ayahnya dengan sebuah koper besar ditangannya dan beberapa lagi sudah dimasukkan ke bagasi mobil oleh supir pribadinya.
sepertinya akan bepergian yang jauh dan waktu yang lama.
merasa sedih dan segera menghampirinya
"Papah mau kemana" tanyanya dengan raut wajah yang sedih
" papah mau ke singapura ada bisnis disana" jawanya sambil memegang pundak anaknya yang terlihat sedih itu
" berapa lama pahh" tanyanya lagi
" mungkin dalam kurun waktu yang lama dan tidak bisa dipastiakan, kamu jaga diri baik- baik yaa selama papah pergi dan sekolah yang bener jangan ngecewain papah" jawabnya dengan mengelus elus pundaknya dan menenangkannya.
tak kuasa menahan air mata Dara langsung saja memeluk sang ayah sebelum pergi meninggalkannya.
" hati-hati yaa pahh" memeluknya dengan erat
" yaa udahh papah pergi dulu yaa" melepas pelukannya lalu mengelus kepalanya
setelah itu pergi meninggalkan rumah besar itu dengan menaiki mobil merah berwarna hitam itu dengan dibukakan pintu oleh sang supir.
mobil melaju dengan kecepatan standar dan yang masih berdiri menyaksikan kepergian ayahnya dengan melambaikan tangan dan raut wajah yang masih sedih.
setelah mobil sudah tidak terlihat lagi Dara pun memasuki rumah besar itu dengan lesu dan tak bersemangat.
" lagi-lagi aku sendirian kapan aku bisa berkumpul dan menikmanti keluarga yang hangat dan lengkap" keluhnya dengan raut wajah yang sedih.
benjalan menelusuri anak tangga yang ada di rumahnya yang begitu besar dengan mulut yang terus gergumam tanpa henti meratapi hidupnya yang menyedihkan.
***
malam hari tiba dimana ia sendirian lagi dirumah yang begitu besar karena merasa bosan ia pergi ke sebuah balkon rumahnya untuk mencari udara segar dan menikmati malam yang dipenuhi bintang-bintang.
menghirup udara yang sejuk dan menikmati hembusan angin malam membuatnya menjadi berhalusinasi yang dimana pikiranya dipenuhi oleh pria itu dan terbayang-bayang akan wajahnya yang tampan tanpa sadar dia pun menjadi senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
dengan segera menggelangkan kepala dan mengetuk-ngetuknya berulang kali ketika menyadarinya.
" aduhh apaan sii kenapa dia bisa muncul dipikiranku sihhh" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya.
" udahh mendingan aku tidur aja " ucapnya lagi dan langsung masuk kedalam kamarnya lalu menutup tirai yang terpasang di pintu kaca balkon itu.
__ADS_1
********