Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 39


__ADS_3

Dara pun pingsan di dalam rangkulan Jayson, hal itu di karenakan dia yang telah menariknya tadi.


Melihat Dara yang pisang dengan tiba- tiba membuat si Jasyon panik dan juga bingung.


dia terus menerus menggoyang- goyangkan bandannya dan juga menepuk- nepuk pipinya agar dia tersadar.


Namun hal itu tidak menghasilan apapun, Dara masih saja belum sadar dari pingsannya.


Karena tidak sadarkan diri sejak dari tadi dengan terpaksa Jayson pun harus menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Tidak lama kemudian setelah sampai di rumah sakit Dara pun telah sadarkan diri dan dokter bilang dia tidak kenapa- napa hanya syok dan kecapean saja.


Dokter juga menyarankan untuk lebih banyak istirahat dan juga jangan terlalu banyak pikiran karena itu tidak baik untuk kesehatan.


Setelah itu mereka pun sudah di ijinkan untuk pulang karena tidak ada yang perlu di khawtirkan.


"makasii yaa udah nolongin aku..." ucap Dara dengan wajah yang masih murung.


" sebenarnya terpaksa sii...kalau gak di tolongin nanti di kiranya aku ngapa- ngapain kamu lagi... lagian ngapain siih malem- malem gini kamu di bandara mana masih pakaian gini lagi.." ucap Jasyon dengan panjang lebar memberi ceramah pada Dara yang biasanya dia bersikat sok cool tapi hari ini dia terlihat cerewet dan juga suka bergaul.


" iiss " desah Dara yang mengeluh kesal.


" hhmm tapi sekali lagi makasi yaa udah nolongin aku... ternyata kamu masih punya hati nurani juga yaa bisa kamu gak seburuk yang aku pikir.." ucap Dara yang mungucap terima kasih dengan sangat tulus kepadanya.


" mmm... " jawabnya singkat masih seperti biasanya.


" oohh yaa ngomong- ngomong kamu pulangnya gimana?" tanya Jayson yang merasa khawatir dengan kondisinya.


" oohh aku di jempur supir... palingan bentar lagi tiba.." jawab Dara yang sambil menoleh-noleh melihat sopir yang di tunggunya.


" oohh yaa udahh aku temenin tunggu dehh.." ucapnya yang sambil mencuri- curi pandanganya.

__ADS_1


" gak usahh kamu pulang aja.. aku bisa sendiri kok... tapi makasii udah khawatir sama aku.." jawab Dara yang merasa tidak enak hati dan juga sedikit kepedean itu.


" iihh siapa juga yang khawatir sama kamu.. aku cuma gak mau kamu pingsan lagi terus ngerepotin orang aja terus aku di kira gak bertanggung jawab lagi karena aku yang bawa kamu kesini.." ucap Jayson lagi yang mengelak perkataan Dara dan melontarkan kata- kata yang tidak enak di dengar.


" iihh tak kira udah berubah ternya masih sama aja" gumam Dara dengan kesal.


" ngomong apa kamu.." tanya Jayson yang mendengar keluhannya.


" gakk.. gak ngomong apa- apa" jawab Dara yang mengelak dan memalingkan pandanganya.


Meskipun begitu mereka yang selalu saja bertengkar setiap kali bertemu, tetapi Jayson masih menemaninya menunggu supir menjempunya karena tidak tega meninggalkannya sendirian disana apalagi dengan kondisinya yang masih kurang stabil.


Tanpa saling berbicara dan curi- curi pandang Jayson masih terus berada di sampinya menemaninya sampai supir menjemputnya.


akan tetapi sudah menunggu lumayan agak lama pak supir masih belum juga tiba, mungkin itu karena pak supir masih terjebak macet yang parah.


Hari sudah semakin larut dan cuacanya cukup dingin, Dara yang hanya mengenakan baju tidur saja sudah tentu dia kedinginan apalagi dengan kondisinya yang sekarang.


" niihh pakek..." ucap Jayson dengan melempar jaket kearahnya dengan nada yang ketus.


" bisa kalii ngasinya gak usah ngelempar.." jawab Dara yang kesal namun tetap mengambil jaket itu karena kedinginan dan tidak ada pilihan lain lagi.


" bawel banget sii tinggal pakek aja.." ucapnya ketus lagi.


Dara pun memakai jaket itu dengan terpaksa, meskipun kesal tetapi dia tidak bertenaga untuk marah- marah saat ini.


" supir kamu mana siihh kok masih belum datang juga...?" tanya Jayson yang sudah mulai bosan menunggu lumayan lama.


" mungkin bentar lagi... kalau kamu mau pulang yaa pulang aja... aku gak papa kok... makasiii udah nemenin.." ucap Dara yang merasa kasihan melihat Jayson sudah lama berdiri dari tadi.


" yaa udahh aku anterin aja kamu ke rumah" ucap Jayson dengan nada yang singkat.

__ADS_1


" gakk usahh... gak papa jadi ngerepotin" jawab Dara yang merasa tidak enak dengan tawarannya.


" yaa dari tadi juga udah ngerepotin...dan jangan gr yaa aku mau nganterin kamu juga sekalian buat nagih hutang" ucap Jayson dengan gayanya yang sok cool dan juga sinis itu.


" haa hutang apa? kapan?" tanya Dara yang bingung dan juga penasaran.


" hhmmm ini nii... pura- pura lupa tukang ojek yang tadi nunggu di depan bandara siapa coba yang pesen... kalau gak punya uang gak usah naik ojek.." ucap Jayson yang mengingatkan Dara tentang kejadian tadi.


" haaa oohh iyaa aku lupa bayar ojeknya.. soalnya buru- buru banget.." jawab Dara yang terkejut ketika mengingatnya.


" udahh inget kan sekarang...yaa udaahh aku anterin aja sekalian nagih hutang " ucap Jayson dengan alasan itu agar bisa mengantarnya pulang karena dia kasihan melihatnya tengah malam di luar sendirian.


" iyaaa yaaa.. yaa udahh nanti aku bayar sekalian sama ongkos udah anterin aku" jawab Dara dengan kesal dan juga setuju dengan perkataanya, yang sebenarnya Dara juga sudah lelah berdiri disana sejak tadi.


Dara pun akhinya pulang dengan di antar oleh Jayson sampai di depan rumahnya dengan selamat.


" yaa udahh tunggu sini yaa aku ambil uangnya dulu" ucap Dara yang turun dari mobil Jayson dengan wajah yang lemas yang juga sedikit kesal.


" gakk usahh besok aja .. aku juga buru- buru ada urusan.. kamu masuk aja.." jawab Jayson dengan alasannya yang sok sibuk karena tujuannya hanyalah mengantar Dara pulang dan bukan demi uang.


" tadi katanya mau nagih hutang.." ucap Dara lagi yang sedikit bingung.


" aku pergi dulu ada urusan" jawan Deyon lagi dengan wajah dingin dan ketusnya itu langsung tancap gas dan pergi begitu saja.


Dara yang masih berdiri di depan rumahnya merasa bingung dengan sikap orang itu, suka berubah- ubah dan sulit di mengerti. terkadang terlihat baik dan juga perduli dengan orang lain namun juga terkadang sangat angkuh dan juga cuek terhadap orang lain.


Benar- benar orang aneh dan sulit untuk di mengerti.


Karena dia sudah pergi Dara pun akhirnya masuk ke dalam rumahnya dan memberitau supirnya kalau dia sudah berada di rumah dan tidak perlu menjempunya.


Setibanya ia di kamar dan akan tertidur ia merasa ada yang aneh di dalam dirinya seperti ada yang di lupakannya.

__ADS_1


************


__ADS_2