Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
episode 57


__ADS_3

Deyon pun mengantar Dea dengan keterpaksaan karena tidak mungkin dia membiarkannya dalam keadaan terluka.


Deyon menemaninya disana sampai petugas yang disana datang.


tidak lama kemudian petugas pun datang dan memeriksa luka Dea tersebut.


Perugas pun bilang bahwa Dea baik- baik saja hanya saja kakinya terkilir namun tidak ada yang serius.


"kamu baik- baik saja kan.." ucap Deyon kepada Dea yang sudah terlihat membaik.


" aduhhh tapi kaki aku masih sakit bangett... aku mohon anterin aku pulang yaaa.." jawab Dea yang berusaha terlihat begitu menderita agar Deyon kasihan kepadanya.


Karena Deyon tidak tega melihatnya dengan terpaksa harus mengantarnya pulang.


Deyon pun membantunya berjalan dengan memapahnya karena ia tidak bisa berjalan dengan sendirinya.


ketika mereka berjalan menuju tempat parkir, tidak di sengaja mereka pun bertemu dengan Dara yang sedang menunggu supirnya.


Dengan perasaan yang canggung mereka tidak saling menyapa dan hanya lewat bagaikan orang asing.


Dara yang sebenarnya sangat sedih karena Deyon terlihat sangat dekat dan juga perhatian kepada Dea sedangkan Deyon yang merasa Dara telah menjauhinya tidak mau membuatnya menjadi lebih canggung lagi ketika bertemu dengannya.


alhasil mereka menjadi perang dingin dan tidak saling menyapa, sama- sama melukai diri sendiri demi hal yang tak beralasan.


Dea yang memanfaatkan kesempatan untuk membuat Dara semakin jauh dengan Deyon, iya berpura- pura sangat kesakitan saat berjalan dan hampir terjatuh sehingga Deyon memegangnya lebih erat dan terlihat sangat mesra.


" aduhhh sakit bangett.." ucap Dea yang berpura- pura kesakitan.


" kamu gak papa.." jawab Deyon yang memegangnya lebih erat.


" iyaaa..." jawab Dea dengan begitu lembut.


Dara yang melihatnya sudah sangat tidak tahan bahkan matanya sudah memerah dan hampir menangis.


Namun beruntungnya pak supir segera tiba sehingga Dara tidak perlu menyaksikan kemesraan mereka lebih lama lagi.


Dara pun dengan segera langsung masuk ke dalam mobil dengan keadaan yang penuh emosi tanpa basa basi langsung memerintahkan pak supir untuk segera pergi.


Mobil pun melaju dengan kencang, Deyon yang memperhatikannya merasa khawatir namun juga membiarkannya


Deyon tau bahwa Dara sedang merasa cemburu terlihat dari sorot matanya.


namun Deyon membiarkannya agar dia tau sampai kapan ia akan terus berpura- pura tidak perduli dan terus menghindar.

__ADS_1


Dea yang di anggurkannya setelah terus melihat Dara yang telah pergi itu pun merasa sangat kesal dan tidak terima.


" aduhhh kaki aku sakittt... Deyon ayoo dong kita segera pulang.." ucap Dea yang merintih kesakitan agar Deyon kembali fokus kepadanya.


" iyaa.. iyaa.." jawab Deyon yang langsung membantunya msuk ke dalam mobil dan segera mengantarnya pulang.


Setelah beberapa perjalanan mereka pun sampai di rumah Dea dan Dea pun langsung turun dari mobil Deyon.


" Deyon.. masuk dulu yukk.." ucap Dea yang memberikan tawaran untuk mampir kerumahnya sebelum pulang agar dia bisa lebih lama berduan dengan Deyon.


" gakk usahh aku langsung baik aja.." jawab Deyon dengan cuek dan dingin.


" ayokk mampir dulu kamu capek pasti capek kan.." ucap Dea yang terus memaksanya.


" gakk usahh aku sibuk.." jawab Deyon dengan sangat dingin.


Dengan sikapnya yang begitu cuek Deyon langsung pergegas pergi setelah mengantar Dea sampai rumahnya.


Di sisi lain Dara yang selalu terbayang dengan hubungan antara Deyon dan juga Dea, meskipun ia bisa membohongi orang lain namun ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri.


ia sangatlah tidak terima dengan semua ini hatinya sangat sakit dan juga tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.


Keesokan harinya ia menjalani aktivitasnya seperti biasa, ia datanh ke kampus sebagaimana mestinya.


Dara yang terlihat panik dengan terburu- buru ingin melarikan diri untuk menghindari Deyon lagi.


namun ketia ia hendak pergi dengan sigap Deyon langsung menarik tangannya dan menghentikannya.


" kamu kenapa menghindar terus.." tanya Deyon yang sudah tidak tahan di abaikan olehnya.


" gakk papa kok... aku buru- buru ada tugas soalnya.." jawab Dara yang menyangkal semua itu.


" gak usah bohong aku tauu kamu berusaha menghindar dari aku.." ucap Deyon lagi yang terus mempertanyakan penjelasannya.


" apa aku membuatmu marah sehingga kamu menjauh dariku.." ucao Deyon lagi yang benar- benar ingin tau kebenarannya.


" gakk adaa kok.. kamu gak salah apa- apa.." jawab Dara yang menjawab dengan kepala yang merunduk.


" yaa terus kenapa..?" tanya Deyon dengan nada yang nyelekit.


" kamu gak salahh.. tapi aku yang salah karena membuatmu menderita.." jawab Dara dengan nada yang samar- samar terdengar.


" maksud kamu apa..?" tanya Deyon yang sangat bingung dengan maksud perkataanya.

__ADS_1


" gak papa... mulai sekarang kita gak usah deket lagi." jawab Dara dengan tegas dan mengangkat kepalanya dengan berani mengungkapkan semua itu.


meskipun ia tau bahwa itu akan menyakiti perasaan Deyon namun semua ia lakukan demi kebaikannya juga.


" maksud kamu apa.... bukankahh selama ini kita baik-baik saja.. terus kenapa sekarang kayak gini.." jawan Deyon yang menginginkan kebenarannya.


" okee kalau itu yang kamu mauu.. aku akan turutin... mulai sekarang aku gak akan ganggu kamu lagi.." ucap Deyon lagi dengan penuh kekecewaan atas pengakuan Dara yang menyakitinya.


Deyon pun langsung pergi dengan keadaan penuh emosi meninggalkan Dara yang juga sangat sedih dengan apa yang telah ia ucapkan namun ia tidak punya pilihan lain lagi.


air matanya pun menetes dengan begitu deras ketika Deyon telah pergi meninggalkannya.


" semua sudah berakhir..." ucap Dara yang sambil menangis sesegukan..


" semua sudah berakhir.."ucapnya lagi yang terus menangis tanpa henti.


Dengan kesedihan yang masih membelenggu di hatinya Dara berjalan dengan tatapan yang kosonh kembali ke dalam kelas.


karena pikirannya begitu kosong ia menjadi tidak bisa fokus dan menabrak semua orang yang berada di sekitarnya.


braakkkk...


Suara buku berjatuhan karena Dara yang menabrak Jayson yang tengah membawa banyak buku untuk di bawa ke perpustakaan.


" maaf yaa.. maaf aku gak sengaja.." ucap Dara yang langsung meminta maaf ketika menabrak orang yang sedang sibuk.


Dara dengan sigap langsung membantu mengambil buku yang jatuh berantakan itu.


" Daraaaa.." ucap Jayson yang terkejut ketika mengetahui orang yang menabraknya itu adalah Dara.


" Jaysonn.. itu kamu maaf yaa aku benar- benar gak sengaja.." Jawab Dara yang lagi- lagi meminta maaf karena merasa bersalah.


" kamu kenapa bisa nabrak gitu sihh... terus kenapa mata kamu bengkak.. kamu pasti habis nangis kan..." ucap Deyon lagi dengan mempertanyakan kondisi Dara karena ia sangat khawatir.


" iyaa aku cuma kurang fukus aja mungkin karena aku kecapean soalnya kemarin begadang." jawab Dara yang menyangkal semua itu dan menutupi kebenarannya.


" terus kenapa kamu menangis.." ucao Jayson yang masih tidak percaya.


" gakk aku gak nangis cuma kelilipan aja kok..." jawab Dara yang lagi- lagi menyangkalnya dan berpura- pura tersenyum dan menahan air matanya.


Jayson yang tentu saja tidak percaya dengan jawabannya tentu sudah merasa geram dan marah bahwa tau ia sedang dalam masalah dan semua ini pasti ada hubungannya dengan Deyon.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2