
" papah.... Deyon... apa yang sedang terjadi..." tanya Dara yang masih bingung melihat semua ini.
" gak ada apa-apa.." jawab Ayahnya dengan singkat
namun raut wajahnya terlihat berbeda tidak seperti awal tadi yanb terlihat marah namun sekarang terlihat membaik.
" yaa udahh papah mau lanjut kerja dulu kalian ngobrol aja..." ucap ayahnya lagi yang memberikan waktu berdua kepada mereka
Dara pun menjadi semakin bingung dengan semua ini
" ada apa sihhh sebanarnya...? kamu gak papa kan..?" tanya Dara kepada Deyon ketika ayahnya telah meninggalkan ruang tamu.
" iyaaa aku gak papa kok..." jawan Deyon dengan tersenyum dan mengelus kepala Dara.
" beneran gak papa... tadi papah ngomongin apa.." tanya Dara lagi yang masih penasaran dengan pembicaraan mereka berdua.
" gak ngomongin apa- apa..." jawab Deyon dengan santainya yang menggoda Dara dengan senyuman tengilnya.
" masakk iyaa..." ucap Dara yang curiga dan juga tidak percaya.
namun tidak marah hanya menggodanya saja.
" iyaaa... udahh gak usah mikir yang macem-macem.." jawab Deyon dengan usilnya yang mengacak- acak rambut Dara dengan sangat senang.
" intinya papah kamu udah setuju kalau kita menikah..." ucapnya lagi dengan sangat bahagia memberitaukan kabar kembira kepada Dara.
" benarkahh... astaga... kok bisa.." jawab Dara yang seketika menjadi sangat senang, terkejut, dan juga masih belum bisa percaya dengan semua ini.
hal yang mustahil baginya jika ayahnya setuju begitu saja dengan pernikahannya, namun semua itu adalah kenyataan sehingga membuatnya sangat senang dan tidak mampu lagi berkata- kata.
" iyaa benar..." jawab Yang meyakinkan Dara bahwa semua itu adalah kenyataan.
" kok bisa sihh.... aku senang bangett..." ucap Dara yang specles dengan semua ini hingga terharu menangis bahagia dan langsung memeluk Deyon dengan erat.
Deyon pun membalas pelukan hangat itu dan juga turut bahagia dengan restu yang telah di berikan oleh orang tua Dara.
" pokoknya setelah acara kelulusan nanti.. kita langsung atur acara pernikahan kita yaa.." ucap Deyon yang masih memeluk erat Dara.
"hmmm iyaaa.." jawab Dara dengan lembut menyetujui rencananya.
" eehhh tapi bagaimana dengan mamah kamu yanh masih belum setuju dengan pernikahan kita.." ucap Dara lagi yanh masih teringat dengan ibunya Deyon yang masih menentang hubungannya.
__ADS_1
" kamu tenang yaa... akan aku pikirkan caranya.." jawab Deyon yang membelai lembut wajah Dara dan berusaha membuatnya lebih tenang.
" hmmm.." Jawab Dara mengangguk dan menyerahkan semuanya kepada Deyon.
" yaa udahh kalau gitu aku pulang dulu yaa.." ucap Deyon yang berpamitan untuk pulang.
"iyaa kamu hati- hati yaa.." jawab Dara dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Dara pun mengantar Dara hingga depan pintu rumah karena Deyon tidak mengizinkannya mengantar hingga depan pintu gerbang.
" udahh sampai sini aja yaaa.." ucap Deyon
" yaa udahh kamu hati- hati yaa pulangnya.." jawab Dara dengan lembut.
Deyon pun mencium kening Dara dengan begutu mesra dan penuh kasih sayang sebelum ia benar- benar meninggalkan rumahnya
" kamu masuk gihhh.." ucap Deyon setelah mencium mesra Dara.
Dara pun masuk ke dalam rumah dan Deyon pun pergi setelah Dara memasuki rumahnya.
Setelah beberapa menit kemudian Deyon pun telah sampai di rumahnya
" oohhh masih berani pulang yaa kamu..." ucap ibunya dengan begitu marah.
" mahh..." jawab Deyon sopan.
" berani kamu yaaa memperlakukan mamah dan juga Dea seperti itu.." ucapnya lagi dengan nada yang tinggi.
" bagaimana dengan mamah yang memperlakukan Dara dengan begitu jahat maahh..." jawabnya dengan melakukan perlawakan karena kenyataan dan juga kebenaran.
" itu semua mamah lakukan demi kamu... kamu itu cocoknya sama Dea bukan sama Dara.." ucapnya lagi dengan terus mengungkit masalah perjodohan.
" mahh... aku itu gak suka sama Dea kenapa mamah gak bisa ngerti sihh..." jawab Deyon yang hanya melakukan pembelaan dan mengutarakan isi hatinya saja.
" kalau mamah hanya ingin aku bersama dengan Dea hanya karna bisnis mamah... maaf mahh keputusan aku tetap sama aku gak bisa sama Dea.." ucap Deyon lagi yang sudah bulat dengan keputusannya.
Suasana pun menjadi sangat kacau ibu dan anak menjadi bertengakar hebat
namun untungnya Deyon cepat pergi dan lebih memilih menghindar daripada terus ribut dengan ibunya itu.
"kamu... kamu benar- benar yaa.." ucap ibunya dengan begitu kesal karena ia di acuhkan begitu saja.
__ADS_1
" Dasar anak itu..." gumam ibunya yang masih merasa kesal.
Di dalam kamarnya Deyon pun merenung sambil memikirkan cara agar hubunganya bisa berjalan dengan lancar dan juga mendapat restu dari orang tuanya.
Tidak hanya Deyon pun memikirkan hal yang sama ia terus berpikir bagaimana caranya agar ia bisa mendapat restu dari orang tua Deyon lebih tepatnya restu ibunya.
hingga suatu ketika ia memberanikan diri untuk bertemu dengan ibunya dan berbicara empat mata dengannya.
belajar dari Deyon yang selalu menanggung semua beban sendirnya dan juga yang selalu berani berjuang demi hubungannya
sehingga Dara pun berpikir mulai hari ini ia tidak akan membiarkannya berjuang sendirian lagi dan ia juga harus lebih berani menghadapi masalah bersama- sama
*
*
*
di sebuah cafe Dara dan ibunya Deyon bertemu untuk membicarakan hal yang seharusnya di selesaikan.
" sebelumnya saya minta maaf nante... tapi maksud saya mengajak nante bertemu hari ini adalah untuk Deyon.." ucap Dara yang menjelaskan tujuannya bertemu hari ini.
ibunya Deyon pun masih bersikap tak acuh kepada Dara.
" dan terima kasih juga tante sudah menyempatkan waktu untuk datang..." ucap Dara lagi dengan sopan.
" yaa semua ini demi anak saya..." jawab ibunya Deyon dengan sedikit ketus.
" saya tau nante sebenarnya sangat baik dan perduli kepada Deyon tetapi Deyon sudah dewasa dan punya pilihannya sendiri.. dan tante sebagai orang tuanya juga seharusnya lebih memahami anak tante daripada saya sendiri..." ucap Dara yang dengan berani mengutarakan maksudnya itu dan ingin berusaha menyelesaikan semuanya agar Deyon juga tidak berada dalam posisi yang sulit lagi.
" maksud kamu apa..." jawab ibunya Deyon yang mengeluarkan nada tinggi dan belum memahami maksud Deyon itu.
" tante tau sendiri kan apa yang paling di inginkan Deyon dan tante tentu saja sebagai ibunya seharusnya memberikan dukungan di saat- saat dia paling sulit..." ucap Dara dengan begitu menghayati.
" meskipun ia terlihat tegar dan selalu melawan tapi sebenarnya ia sangat terluka dan membutuhkan dukungan dari kita sebagai orang yang di cintainya.." ucap Dara lagi yang menjelaskan dengan begitu panjang agar ibunya Deyon mengerti dan mau membuka hatinya untuk hubungan mereka berdua.
" ia sudah terlalu banyak menderita dan terluka karena saya dan mulai hari ini saya tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.." ucap Dara lagi dengan begitu optimis.
" dan meskipun tante terus mengalahi hubungan kami dan tante meminta saya menjauhi Deyon.... maaf tante saya tidak akan pernah melakukan itu..." ucap Dara lagi yang dengan tegas memberitaukan bahwa ia tidak akan menyerah dengan hubunganya.
...****************...
__ADS_1