
Semua siswa pun kembali ke kelas dengan rasa kecewa tidak sedikit dari mereka yang mengeluh dengan suara yang keras agar yang lain mendengar kekecewaan yang di alaminya.
ruangan itu pun seketika menjadi sepi hanya tinggal mereka berdua yaitu Dara dan Deyon.
Dara yang masih terdiam dan gemetar atas apa yang terjadi barusan, tidak berani bergerak dan berkata apapun.
hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih dan juga merasa tidak enak hati kepada yang lainnya karena telah mengacaukan kegiatannya hari ini.
Tetapi dia hanya berusaha menguratakan apa yang ada dalam hatinya, berusaha memjadi sedikit lebih berani dari sebelumnya, tidak ada maksud sedikit pun untuk mengacaukan semuanya.
Deyon yang menatapnya langsung saja menghampirinya dan menepuk pundaknya dengan tersenyum.
" udah gak papa" ucapnya dengan menenangakan si Dara yang sedang sedih seolah dia tau apa yang ada di dalam hatinya.
" aku.. aku minta maaf atas kejadian barusan, aku benar- benar gak bermaksud untuk mengacaukan semuanya " ucap Dara dengan nada yang sedih dan merasa bersalah.
" udahh jangan nyalasih diri sendiri" ucap Deyon dengan menenangkannya lagi.
" tapi semua ini gara- gara aku semua orang jadi marah dan kecewa " ucapnya dengan menahan mendungan besar di matanya.
" benar kata yang lain aku emang tidak pantas ada disini, aku orang yang tidak berguna" ucapnya lagi dengan meneteskan air mata karena sudah tidak sanggup lagi menahan bendungan besar itu.
" heeyyy jangn ngomong gitu kamu pantas ada disini, kamu juga pantas begabung bersama mereka" ucap Deyon yang terus berusaha menghiburnya.
" tapi aku gak tau harus gimana lagi semua orang udah marah dan gak suka sama aku" jawab Dara yang terus meneteskan air matanya tanpa henti.
" kalo kamu buat mereka gak marah lagi sama kamu yaa kamu harus buktiin sama mereka kalo kamu itu layak dan pantas ada disini dan apa yang kamu bilang tadi itu bisa kamu lakuin dan kamu wujudin dengan baik " ucap Deyon dengan memberi solusi agar dia tidak putus asa.
" tapi gimana caranya" tanya dara yang masih saja bersedih.
" aku yakin kamu pasti bisa, aku pasti bantu kamu mencari solusinya" jawab Deyon dengan ketulusan untuk membantunya. memegang kedua pundahnya dan mengangukam kepala memberi kepercayaan dan kekuatan padanya.
Dara yang mulai punya keyakinan dalam dirinya mulai menghapus air matanya dan menghela nafas memeberi semangat pada dirinya sendiri.
" kamu bener aku harus buktiin pada temen- temen kalo aku bisa, aku pasti berusaha memperbaiki kesalahan yang telah aku buat" ucap Dara yang mulai bersemangat.
" nahhh gitu dong semangat jangan nangis lagi jelek tau" ucap Deyon yang mendukungnya sekaligus menggodanya.
__ADS_1
Dara yang tersenyum malu kepadanya membuat si Deyon ikut salah tinggkah untuk pertama kalinya dia tersenyum padanya tanpa ada rasa takut.
" makasi yaa kamu udah bantuin aku" ucap Dara dan tersenyum lagi padanya.
" iyaa,,, kamu tau gakk masalah ini ada hikmahnya juga tauu" jawab Deyon yang membalas senyuman itu
" haahh .. apa? " jawab Dara yang kebingungan.
" kamu" ucap Deyon dengan tersenyum dan menatapnya Dalam.
" hahh maksudnya..." jawab Dara yang masih bingung
" kami sadar gak siih kalo kamu itu udah gak ngehindarin aku lagi dan mulai ngobrol tanpa ada rasa takut lagi sama aku" ucap Deyon dengan ekspresi wajah yang senang
" aku berharap kita bisa kayak gini terus" ucapnya lagi dan menatapnya dengan mengeluarkan senyuman yang menghanyutkan itu.
seketika Dara memalingkan wajahnya dan terseyum malu- malu
" iyaa yaa aku juga gak tau kenapa bisa gak gugup lagi mungkin karena sudah mulai terbiasa" jawabnya yang sudah mulai santai
" yaa udaahh aku balik ke kelas dulu" ucapnya lagi
akan tetapi ketika sampai di depan pintu kelas perasaan takut itu muncul lagi, takut semua orang membencinya dan menyalahkannya.
Dia berusaha menenangkan dirinya dan membuka puntu itu dengan perlahan- lahan.
Benar saja ketika ia membukanya sorotan mata yang tajam tertuju padanya, memperhatikan dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya.
Dara pun memberanikan diri masuk ke dalam kelas itu meskipun suasananya sudah seperti neraka yang siap menenggelamkannya, dia terus bejalan di tengan orang- orang yang melototinya dengan sinis.
" orang seperti dia apa masih pantas ada disini" ucap salah satu siswa itu yang menyinggungnya dengan kata- kata yang pedas.
" apa sihh hebatnya dia yang membuatnya begitu di bela oleh senior itu" ucap yang lainnya dengan kesal
Dara pun berusaha tidak memperdulikan semua itu dan duduk di tempatnya dengan perasaan yang sudah tidak nyaman
Satu kelas itu udah bergemuruh setiap sudutnya selalu menyindirnya dan menghinanya karena kesal dengan.
__ADS_1
Dari awal mereka semua memang sudah tidak menyukainya di tambah lagi dengan kejadian hari yang membuatnya semakin di benci oleh mereka.
akan tetapi Dara masih beruntung karena salah satu dari mereka masih ada yang mau memperdulikannya.
dia adalah Sinta salah satu siswa fakultas kedokteran itu dia bisa di bilanh salah satu siswa yang cantik dan juga baik.
" kamu yang sabar yaa.." ucap Sinta pada Dara yang menghampinya dan duduk di sampingnya.
Dara hanya menatap wanita itu tanpa bisa berkata- kata dan berpikir ternyata masih ada orang yang perduli di saat seperti ini.
" semua pasti akan membaik seiring berjalanya waktu" ucap nya lagi dengan tersenyum.
" makasii yaa kamu masih mau baik sama aku" jawab Dara yang merasa lebih baik ketika ada orang yang masih baik di dunia ini.
"parasnya yang cantik dan hatinya juga baik dia benar- benar bagaikan malaikat yang di kirim tuhan ke dunia " ini pikir Dara dalam hati.
" iyaa sama- sama yaaa udah aku keluar dulu yaa kamu mau ikut gakk" ucap Sinta dengan lembut kepada Dara.
" ee gakk usahh aku disini aja" jawab Dara
" yaa udahhh aku duluan yaa" ucap Sinta dengan melambaikan tangan dan pergi.
Dara yang terus merenung dengan apa yang di alaminya sambil mecari- cari solusi,
" sepertinya aku harus lebih banyak informasi tentang ilmu kedokteran dehh" pikir Dara dalam hatinya.
Dara pun segera bergegas memcari beberapa info melalui internet menggunakan laptop yang dibawanya.
untuk pertama kalinya ia sangat antusias dalam mengerjakan suatu hal, bahkan untuk hal yang dia tidak suka ia lakukan dengan serius.
demi membuktikan kepada yang lainnya bahwa ia mampu dan layak berada disana.
mencatat beberapa informasi untuk di jadikan referensi atas masalah yang akan di bahasnya.
tidak ingin mengecewakan orang- orang yang telah berkorban untuknya dan orang yang masih perduli padanya dan mendukungnua sepenuh hati.
itu semua adalah salah satu hal yang membuatnya semangat menjalani semua ini dengan tegar.
__ADS_1
*******