Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 64


__ADS_3

" aku harus gimana biar nante maafin aku.." ucap Dara yang meminta maaf dengan tulus agar ibunya Deyon tidak marah lagi kepadanya.


" kamu pungut dan beresin pecahan gelas itu sekarang juga.." jawab ibunya Deyon dengan ketus dan memerintahkan hal yang kurang pantas apalagi di depan umum.


"mahhh... kenapa mamah keterlaluan sihh.." bentak Deyon yang tidak setuju dengan permintaan ibunya itu.


" kamu gak usahh bersihin semua itu.." ucap Deyon kepada Dara dengan manarik tangannya dan menghentikan Dara melakukan semua itu.


" kamu gak usah belain dia lagi.." ucap Ibunya Deyon yang juga dengan nada tinggi.


" dan kamu bersihin sekarang juga.." ucap ibunya lagi kepada Dara dengan memerintahkannya lagi dengan tatapan yang kejam.


Dara pun membungkuk untuk membereskan semua itu dan di sisi lain Dea yang melihatnya sangat lah senang dan puas melihat pemandangan yang menyenangkan itu.


Namun dengan sigapnya Deyon langsung menarik tangan Dara dan membawanya pergi dari tempat itu.


" aahhh .." Dara pun berteriak terkejut karena Deyon tiba- tiba menariknya begitu saja.


" mauu kemana kamu.." teriak ibunya Deyon yang melihatnya pergi begitu saja.


Hal itu sangatlah membuatnya marah dan kesal, merasa dirinya di permalukan dan tidak di hormati sebagai orang tua.


" nante... gimana niihh... masak Deyon ninggalin aku sih.." ucap Dea dengan manjanya di hadapan ibunya Deyon yang kesal dan juga tidak terima dengan semua perlakuan ini.


Dea merasa semua ini adalah penghinaan baginya dan ia benar- benar tidak terima Deyon lebih menyukai Dara di bandingkan dengannya.


" iyaa... kamu sabar yaa nanti biar tante yang ngomong sama Deyon.." jawab Ibunya Deyon yang menenangkan Dea yang lagi kesal.


" iyaaa tante... pokoknya aku Deyon pisah sama Dara secepatnya.." ucap Dea yang mengeluh kesal dan mengancam ibunya Deyon.


Karena ibunya Deyon merupakan wanita karir yang sangat sukses dan di perusahaannya itu ada campur tangan ayahnya Dea dan juga merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


dan jika Dea tidak bisa mendapat apa yang di inginkaknya maka ia akan mengadu pada ayahnya untuk mencabut semua sahamnya di perusahaan ibunya Deyon itu.

__ADS_1


Di sisi lain Deyon yang berlari bersama Dara karena Deyon sudah tidak tahan lagi orang yang di cintainya di perlakukan tidak baik di dalam sana.


"tunggu... aku capek.." ucap Dara dengan begity ngos- ngosan karena di bawa berlari dengan sangat cepat oleh Deyon.


Sebenarnya tidak terlalu berlari juga namun karena kaki Deyon yang panjang sehingga langkahnya juga panjang sedangkan Dara langkahnya sangat kecil dan menjadi kesulitan untuk mengikutinya.


Deyon pun berhenti dan menatapnya..


"aku capek..: kenapa kita lari... bagaimana dengan ibumu yanb masih berada di dalam sana dia pasti marah sekarang karena kita pergi begitu saja..." ucap Dara lagi yang dengan suara yang agak terbata- bata karena lelah.


" yaaa aku gak mau kamu di perlakukan seperti tadi ..." jawab Deyon dengan penuh emosi karena tidak terima ia di perlakukan seperti ini.


" iyaaa... tapi aku gak papa kok.." sahut Dara yang berusaha menenangkan Deyon dan juga tidak mau hubungan antara ibu dan anak menjadi renggang.


" yaa tetap saja aku gak mau kamu menderita dan tertekan..." ucap Deyon yang hanya ingin membelanya saja.


"tapi bagaimanapun juga dia tetap ibu kamu.." ucap Dara lagi yang berusaha bersikap dewasa.


Mereka pun saling berpelukan dengan hangat dan juga bahagia.


" yaa udahh kita beli makan yukkk... aku tauu kamu belum makan apa- apa sejak tadi..." ucap Deyon lagi yang dengan nada bicara begitu bahagia mengibur Dara dari kesedihan dan melupakan kejadian barusan itu.


"mmmm ayukkk.." jawab Dara dengan bersemangat.


Dara pun langsung menggandeng tangan Deyon dengan penuh senyumam kebahagian, mereka pun berjalam mencari tempat makan yang tidak ada kekacauan dan hanya mereka berdua saja.


Setelah makan siang mereka pun kembali ke kampus karena jam kampus masih belum usai.


ketika sampai di kampus mereka bertemu lagi dengan Dea yang juga sudah kembali ke kampus setelah kejadian itu.


" Daraaa ... aku mau minta maaf sama kamu.." ucap Dea yang terlebih dahulu menyapa dan meminta maaf


" aku benar- benar merasa tidak enak atas kejadian tadi itu.." ucapnya lagi dengan nada yang merasa bersalah di hadapan mereka.

__ADS_1


"iyaaa gak papa kok...yang harusnya minta maaf itu aku lagii.." jawab Dara yang juga meminta maaf dan merasa kejadian itu adalah salahnya.


" kamu gak papa kan...." ucap Dea yang langsung memegang kedua tangan Dara yang berpura- puea khawatir dengan keadaannya.


" iyaa aku baik- baik saja kok.." jawan Dara dengan rendah hati dan merasa Dea itu tulus minta maaf padanya.


" aku juga minta maaf yaa sama kamu Deyon.." ucap Dea lagi yang dengan wajah bersalahnya meminta maaf kepada Deyon agar bisa dekat lagi denganya.


Namun Deyon tidak memperdulikannya dan hanya mengangguk saja karena ia masih tidak percaya bahwa ia tulus baik pada Dara.


" oohh yaa Deyon kita kan harus segera selesaikan acara persiapan wisuda dan akan berlangsung beberapa hari lagi..." ucap Dea yang mengingatkan akan hal itu dan berharap dapat kesempatan untuk dekat dengannya.


" iyaaa aku pasti selesaikan kok.." jawab Deyon dengan sedikit ketus dan dingin.


"yaaaa udahhh aku balik ke kelas dulu yaa... kamu lanjutin ajaa tugas kamu..." sahut Dara yang tidak ingin mengganggu tugas Deyon dan ia juga ingin menjadi lebih dewasa dan selalu percaya dengan pacarnya itu.


"yaaa udahh kalau gitu aku pergi dulu yaa..." jawab Deyon dengan memegang kedua pipinya untuk berpamitan dengan manis.


"mmmm.." Dara pun mengangguk tersenyum.


Deyon pun pergi bersama dengan Dea ke ruang aula untuk mempersiapan acara yang masih belum selesai itu.


Dara yang melihat mereka pergi bersama dan akan bersama seharian ini pun sebenarnya merasa cemburu dan rela namun ia berusaha untuk selalu percaya kepada Deyon bahwa ia akan menjaga hatinya.


Dara pun menghela nafas dalam dan memutar badannya untuk kembali ke kelasnya dan menyibukan diri selama tidak bersama dengan Deyon.


Sesampainya ia di kelas dengan wajah yang terlihat senang itu membuat Jayson bertanya- tanya.


" kelihatannya kamu senang bangett...." ucap Jayson yang heran melihat perubahan dalam diri Dara itu yang selalu berubah- ubah.


Kemarin ia menangis hingga tersedu- sedu dan sekarang ia malah terlihat sangat senang sekali, hal itu membuatnya bingunh dan tidak mengerti jalan pikiran seorang wanita.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2