Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 66


__ADS_3

Setelah adegan yang begitu mesra meraka akhinya memutuskan untuk pulang dan beristirahat karena sangat sebuk seharian ini jadi tentunya mereka juga lelah.


Deyon pun mengantar Dara pulang kerumah dengan mobil mewahnya itu, namun ketika mereka sampai di ruman dan sangat kebetulan Deyon mampir ke rumahnya


karena haus dan ingin meminta minum dan hal yang tidak di sangka pun terjadi, tiba- tiba orang tua Dara sudah berada di rumahnya dan tengah duduk di ruang tamu.


alangkah terkejutnya mereka melihat orang tua Dara yanh sudah berdiam diri di ruang tamu dengan wajah yang marah.


" pa... papah... mamah..." ucap Dara dengan gugup dan panik ketika melihat orang tuanya sudah nerada di rumah.


" kalian kapan pulang ... kok gak bilang- bilang kalau mau pulang.." ucap Dara lagi yang masih gugup dengan kehadiran orang tuanya yang secara tiba -tiba apalagi di saat kondisi seperti ini.


" duduk... papah mau bicara sama kamu..." jawab ayah Dara dengan nada yang tegas dan terlihat begitu galak.


" hallo om ... tante..aku Deyon.." ucap Deyon yang memberi salam sopan kepada orang tua Dara dan juga memperkenalkan dirinya.


" mmm.." hanya jawaban singkat yang terdengar dari mulut ayah Dara.


Dara pun dengan gugup duduk di dekatnya yang juga di temani dengan Dara.


" siapa yang menyuruhmu duduk..." ucap ayah Dara lagi yang menunjuk Deyon ketika ia akan duduk.


Deyon pun langsung terkejut dan langsung berdiri dan tidak berani duduk.


" berita sebesar ini kamu gak mau ngasi tau papah dan mamah..." ucap ayah Dara dengan marah.


" papah sudah tau..? " tanya Dara yang terkejut ketika orang tuanya sudah mengetahui semua masalahnya.


" kalau bukan karena sumua ini mana mungkin papah pulang begitu cepat.." jawab ayahnya dengan penuh emosi.


" apa kalau papah dan mamah gak tau sendiri kamu tidak berencana memberitau papah.." bentaknya lagi.


" kamu merencana merahasiakannya sampai kapan..? " tanyanya dengan penuh emosi.

__ADS_1


"gakk gitu pahh... aku bisa jelasin.." jawab Dara dengan panik dan juga bingung harus menjelaskan darimana karena begitu rumit dan tiba- tiba.


" om ini semua bukan salah Dara... ini semua salah saya om... saya yang menyebabkan semua ini.." sambung Deyon yang ingin membela Dara di depan orang tuanya.


" kalian ini benar- benar keterlaluan.... kalian itu masih kecil tau apa soal menikah.... mau jadi apa nantinya kalian ini..." ucap ayahnya dengan membentak dan penuh emosi.


" saya janji akan membahagiakan Dara om.. dan saya juga sudah menyiapkan semuanya saya yakin keputusan saya tepat dan juga bisa untuk bertanggung jawab untuk keluarga saya nantinya.." sahut Deyon dengan menjelaskan dengan panjang lebar dan berharap mendapat restu dari orang tua Dara.


" kamu tau kan Dara itu anak saya satu- satunya.." ucap ayah Dara lagi dengan menatap Deyon dalam - dalam selayaknya seorang ayah yang ingin putrinya selalu bahagia.


" iyaa om... saya janji akan membahagian Dara seumur hidupnya.." jawab Deyon yang yakin dengan dirinya dan juga cintanya.


hhhuummmm.... ayah Dara menghela nafas dalam.


" Dara kamu lebih baik ke atas dulu dengan mamahmu.... papah mau bicara empat mata dengan Deyon.." ucap ayah Dara yang ingin bicara berdua dengan calon mantunya itu.


Dara pun ragu- ragu dan tidak mau meninggalkan Deyon disana dengan ayahnya karena takut Deyon akan di persulit oleh ayahnya.


" ayoo nak..." ajak ibunya Dara yang langsung memebawa Dara pergi ke kamarnya dan membiarkan mereka berdua berbicara empat mata.


Tatapan ayah Dara ke Deyon pun menjadi sangat tajam seperti ingin memakan orang saja.


suasana menjadi tegang dan juga canggung,Deyon tidak tau harus memulai dari mana namun ia memberanikan diri untuk menghadapi ayah Dara.


" kamu tau keputusan kamu ini sangatlah gegabah..." ucap Ayah Dara dengan begitu ketus namun masih tidak terlalu jahat.


"iyaq om .. saya tau ini terlalu terburu- buru, namun saya sudah sangat matang dengan keputusan saya ini.." ucap Deyon dengan memberanikan diri.


" lalu bagaimana dengan orang tuamu apa mereka sudah tau dan setuju dengan semua ini.... saya tidak mau kedepannya anak saya akan mederita..." ucap Ayah Dara yang hanya menginginkan yang terbaik untuk putrinya.


" iyaaa om.... meski mamah saya belum setuju tapi saya pasti akan menjaga Dara dengan sepenuh hati.... dan juga akan membujuk mamah saya .." jawab Deyon yang tetap yakin dengan keputusannya.


"hmmmm Dara dari kecil sangatlah kekurangan kasih sayang dari kami sebagai orang tuanya, dan dia sebenarnya anak yang baik dan selalu menyembunyikan kesedihannya agar bisa selaly terlihat ceria..namun sebenarnya ia sangatlah sensitif..." ucap Ayah Dara yang menjelaskan sifat Dara dengan penuh penghayatan dan juga penyesalan karena sebagai orang tua belum bisa memberikan yang terbaik.

__ADS_1


" jadi saya harap kamu bisa membahagiakan Dara lebih dari apa yang dia harapkan dan juga kami harapkan..." ucap ayah Dara lagi yang ingin menyerahkan putrinya itu pada pria yang di cintainya.


" saya pasti akan membahagiakan Dara dan tidak akan membuatnya menderita sedikitpun.." jawab Deyon dengan percaya diri dan berani dan berjanji di hadapan ayah Dara.


" baik... saya pegang kata- kata kamu tapi kalau kamu sampai menyakiti Dara kamu akan berhadapan langsung dengan saya.." ucap ayah Dara lagi yang dengan tegas membuat kesepakatan dengan calon mantunya itu.


Dan juga memberikan restu kepada mereka dan mempercayakan semuanya kepada Deyon karena dari kepribadiannya ia merasa Deyon merupakan anak yang baik.


" baik om... terima kasih atas kepercayaanya.." jawab Deyon dengan penuh semangat menjabat tangan ayah Dara dengan hati yang lega karena mendapat restu darinya.


Di sisi lain Dara yang pergi ke kamarnya bersama ibunya itu merasa sangat panik dan tidak bisa tenang sedikit pun


karena takut Deyon akan mengalami kesulitan menghadapi ayahnya dan juga penasaran yang apa yang di bicarakannya.


" maahhh... apa papah akan mempersulit Deyon.." ucap Dara yang khawatir dengan keadaan Deyon.


" udahhh kamu tenang aja... papah kamu gak akan ngapa- ngapain Deyon kok..." jawab ibunya yang berusaha menenangkan.


" jadi biarkan papah kamu menyelesaikan kewajibannya yaa.." ucap ibunya lagi


" tapi mah..." jawan Dara yang masih belum bisa tenang.


" udahhh kamu tenang yaa.." sahut ibunya lagi


" aku gak bisa diam disini terus... aku harus kebawah melihat mereka.." jawab Dara yang sudah tidak bisa tinggal diam membiarkan mereka begitu saja.


hatinya selalu merasa tidak tenang dan juga khawatir sehingga dengan terburu- buru Dara berlari menuju lantai satu untuk melihat apa yang terjadi dengan mereka.


namun ketika sampai di bawah ia melihat Deyon dan ayahnya yang sedang berjabat tangan dengan tatapan yang dalam.


hal itu membuatnya merasa aneh dan bingung apa yang sebenarnya telah terjadi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2