Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 19


__ADS_3

Dokter itu pun pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah dinginnya.


Dara pun tidak mau terlalu berlaraut dalam kekecewaannya dan berusaha kuat agar tidak putus asa.


Dia pun yang telah di tinggalkan jauh dibelakang oleh sang Dokter itu pun dengan segera berlari menyusulnya hingga ke tempat parkir.


Melihat sang dokter yang akan segera memasuki mobilnya Dara pun dengan segera menghentikannya.


" Dok tolong beri saya satu kesempatan satu kali lagi saya mohon" Ucap dara dengan nada yang sangat mengharapkan hatinya akan tergerak dan mau mendengarkannya.


" Maaf saya harus segera pergi" jawab dokter itu tanpa memperdulikannya ataupun kasihan terhadapnya.


" kalau bapak tidak memberikan saya waktu saya juga tidak akan membiarkan anda pergi " Ucap Dara yang terus menerus menghentikan dokter itu.


Dengan berani menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya agar pak dokter tidak bisa pergi, entah apa yang membuatnya menjadi orang yang pemberani seperti ini padahal dia adalah orang yanh sangat pemalu jangannya berani berbicara lantang pada orang lain menatapnya sekalipun dia tidak berani.


akan tetapi akhir- akhir ini dia benar- benar menjadi lebih berani dan bertindak di luar gudaan.


" maaf anda jangan halangi beliau" ucap pengawal dokter itu yang terus berada di sampingnya.


" tidak saya tidak akan pergi dari sini" jawab Dara dengan berani dan teguh akan pendirianya.


" terserah kamu saja maunya apa tapi beliau akan tetap pergi" ucap pengawal itu lagi.


Dara pun berlari ke depan mobil itu dan duduk di atasnya. dia menjadi lebih menggila daripada sebelumnya di bahkan nekat melakukan hal yang sedikit berbahaya.


kalau saja mereka benar- benar tidak punya hati nurani Dara bisa saja di tabraknya tanpa di perdulikan sama sekali.


Pak dokter yang sudah berada di dalam mobil itu pun tidak merespon sama sekali, wajahnya masih datar saja tanpa ada ekspresi apapun.


Dara yang masih kekeh dengan dirinya tidak membiarkan mereka bergerak sedikit pun.


" nakk saya mohon jangan mempersulit saya disini atau saya akan benar- benar akan bertindak di luar kendali" ucap pengawal itu yang masih menahan emosinya karena perbuatan onar si Dara.


" saya tidak perduli sebelum tuan kalian memberikan waktunya sebentar pada saya, saya tidak akan berubah pikiran saya akan terus berada di sini" jawan Dara dengan tegas.


mereka pun bercekcok dengan sengit disana selama beberapa waktu dan masih tidak mendapat hasil apapun.


Setelah lama beradu mulut dengan pengawal dokter itu akhirnya hal yang di tunggu - tunggu pun tiba.


Dokter yang tadinya berdiam diri di dalam mobil itu akhirnya memutuskan untuk keluar.

__ADS_1


" saya lihat kamu cukup gigih dalam hal ini" ucap dokter itu sembari melangkahkan karinya keluar dari mobil itu.


" saya mohon pada anda tolong kasih saya waktu sedikit saja" jawab Dara sembari menghampiri dokter itu.


" tapi sayannya hari ini saya harus pergi dan saya tidak punya banyak waktu" ucap Dokter itu lagi


" saya mohon cuma sepuluh menit saja sudah cukup untuk saya" jawab Dara sambil memohon diberikan waktu padanya.


" tapi waktu saya hanya tersisa lima menit saja" ucap Dokter itu dengan datar


" tidak malasah lima menit juga sudah cukup" jawab Dara lagi dengan adanya antusias dalam dirinya.


" baiklahh karena kamu sangat gigih jadi saya beri kamu waktu lima menit yaa" ucap Dokter itu dengan menganggung nganggukkan kepalanya.


" terima kasih dok terima kasih banyak" jawab Dara dengan sangat senang dan menjabat tangannya dengan sangat erat.


" baiklah jadu apa yang ingin kamu tanyakan" ucap dokter itu lagi.


" gini dok saya ingin bertanya tentang suatu masalah tentang praktik bedah Dok" ucap Dara dengan menjelaskan.


" baikkk jadi masalahnya apa? " tanya Dokter itu.


*


*


*


setelah itu Dokter itu pun kembali memasuki mobilnya dan berangkat menuju tunjuannya dan meninggalkan Dara di tempat parkir itu.


Dengan senang Dara melihat Dokter yang pergi dan ia pun tersenyum dengannya karena telah memberinya kesempatan.


Setelah beberapa saat dan mereka telah usai bernegosiasi munculah Deyon yang tertinggal jauh di belakang karena Dara yang terlalu antusias tergadap dokter itu.


Dengan wajah yang sedikit kecewa karena ia berpikir tidak bisa menepati janji terhadapnya.


" Darr maaf yaa aku gak bisa nepatin janji aku buat ketemu sama dia kamu pasti kecewa banget sama aku yaa" ucap Deyon dengan nada sedih dan kecewa.


" kenapa harus minta maaf" jawab Dara dengan biasa saja.


" kamu boleh marah sama aku kamu pasti benar- benar kecewa " ucap Deyon lagi dengan wajah yang semakain lesu dan merasa bersalah.

__ADS_1


" aku seharusnya bilang terima kasih tauu" jawab Dara dengan nada yang senang.


" haahhh maksudnya" balas Deyon dengan wajah kebingungannya.


" taraaa" ucap Dara dengan memperlihatkan buku catatan kecil yang ada di tangannya dengan sangat gembira dan tersenyum lebar.


" haahhh beneran" jawab Deyon yang ikut senang untuknya.


" iyaaa aku berhasil" balas Dara lagi dengan sangat amat senang hingga melompat- lompat kecil.karena tak sadar saking senangnya mendapat apa yang telah dicarinya selama ini.


Dia pun dengan seketika memeluk erat pria yang ada di depannya dengan sangat erat dan juga senang, Deyon yang begitu kaget yang tiba- tiba saja di peluk oleh Dara matanya terbuka lebar dan sekujur tubuhnya menjadi kaku.


akan tetapi lama kelamaan tubuhnya mulai membaik dan muncul senyuma di sudut bibinya itu, Deyon pun membalas pelukan yang diberikan Dara kepadanya dengan senang hati.


*


*


*


Setelah berpelukan beberapa saat Dara pun sadar akan dirinya yang memeluk erat pria itu, Dengan segera dia melepas pelukannya dan mulai menjadi salah tingkah.


keduanya pun menjadi salah tingkah dan bersikap malu- malu sambil tersenyum tipis di sudut bibir keduanya.


" yaa udahh balik yukk" ucap Dara yang mengajak Deyon pulang dengan masih sedikit malu.


" yaa udahh ayukk" balas Deyon yang mempersilahkannya berjalan terlebih dahulu.


mereka berdua pun benjalan bersama sambil mencari- cari taxi yang lewat.


sambil berbincang- bincang santai dengan keadaan hati yang sudah membaik dan juga merasa senang.


" kamu tauu gakk hari ini aku seneng bangett" ucap Dara dengan nada sumbringah sambil terus menatap jalan lurus kedepan.


" oohhh yaa seneng kenapa" jawab Deyon yang penasaran.


" hari ini aku merasa telah melakukan hal yang luar biasa, ini baru pertama kalinya aku bertindak sesuai kata hati aku, aku merasa seperti benar- benar hidup" ucap Dara yang terus saja menatap kedepan.


" aku dulunya belum pernah seberani ini, aku biasanya hanya bertindak sesuai keinginan orang lain jangankan bisa bergaul dengan orang lain teman pun aku tidak punya" ucap Dara lagi yang meratapi dirinya dan masih terus menatap kedepan.


Deyon yang tersenyum padanya dan mendengarkn keluh kesah yang ada dalam dirinya dengan senang hati.

__ADS_1


**********


__ADS_2