Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 59


__ADS_3

Setelah mendapat telpun Dara langsung segera keluar dari rumah seperti ada sesuatu yang sangat penting.


Dara pun pergi ke taman komplek di dekat rumahnya dia berdiam diri di sana seperti sedang menunggu seseorang.


Tidak kemudian seseorang pun turun dari mobil dan seperti menghampiri Dara, mungkin dia lah orang yang menelpunnya tadi


dia adalah seorang wanita yang berbadan ramping dan juga sangat tinggi.


tidak di sangka- sangka oranh itu adalah Dea, mengapa Dea bertemu Dara malam- malam begini dan apa yang sebenarnya yang ia rencanakan lagi.


" ada apa kamu ngajak bertemu malam- malam begini..?" tanya Dara yang penasaran hal apa lagi yang ingin ia sampaikan lagi.


" lebih baik kita bicara di cafe aja biar lebih enak aja ngomongnya.." jawab Dea dengan gayanya yang begitu anggkuh layaknya orang yang sangat penting.


" kamu tenang aja nanti aku antar kamu pulang..." ucap Dea lagi yang memberikan penawaran.


Dara pun setuju dengan perkataanya karena ia juga ingin tau hal penting apa yang sebenarnya ingin ia katakan.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Dea dan langsung pergi ke tempat tujuan.


Setelah sampai di cafe itu mereka pun saling menatap dengan begitu serius,


" baiklahh apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan.." ucap Dara yang mengawali pembicaraan dan sekaligus ingin tau mengapa Dea mengajaknya bertemu.


" aku langsung ke intinya aja yaa..." ucap Dea dengan nada yang tegas dan tatapan yang mendalam.


" aku mau kamu tauu kalau sebenarnya aku dan Deyon sudah di jodohkan oleh orang tua kami jadi kamu jangan berharap lagi denganya.." ucapnya lagi yang begitu meperingato Dara seolah- olah bahwa Deyon itu adalah miliknya.


" apaaaa di jodohkan.." jawab Dara yang langsung terkejut mendengar semua perkataanya itu.


" iyaaa orang tua kami sangat lah dekat dan kami juga sudah di jodohkan sejak kecil jadi aku harap kamu masih tau malu dan jangan jadi orang ketiga di antara hubungan kami.." ucap Dea lagi yang sangat sadis kata- katanya begitu kejam sehingga Dara sangat terpukul dengan omonganya itu.


" aku sebenarnya tidak mau bilang tapi aku rasa kamu juga harus tau kebenarannya.. bahwa aku dan Deyon selalu bersama saat berada di luar negeri dan hubungan kami sangatlah dekat dan ketika Deyon kecelakaaan aku selalu menemaninya sepanjang waktu dan dia juga sudah mulai membuka hatinya untukku, namun ketika ia kembali mengapa kau muncul lagi dan mengacaukan semuanya.." ucap nya lagi yang begitu menjelaskannya dengan sangat rinci.

__ADS_1


entah yang di katakannya kebenaran ataukah kebohonga masih tidak ada yang tau.


" tapi dulu dia itu memang adalah pacarku sebelum ia lupa ingatan dan melupakanku dan kalau bukan demi kesehatannya aku juga tidak mau menghindarinya seperti sekarang.." jawab Dara yang juga melakukan pembelaan terhadap dirinya.


"dulu dia memang pacarmu namun apa kau yakin bahwa dia mencintaimu.." ucap Dea yang membuat keadaan menjadi memanas.


" apa maksudmu..?" tanya Dara penasaran.


" jadi apa kamu tau waktu ke luar negeri ia pergi bersamaku dan apa dia memberitaumu tentang semua ini..." ucap Dea lagi dengan senyum jahatnya yang membuat Dara semakin panas.


" itu mungkin karena dia tidak sempat pasti bukan karena dia tidak mau memberitau.."Jawab Dara yang berusaha memberikan pembelaan.


" kamu yakin..? apa kamu cuma berusaha membohongi dirimu sendiri.." ucap Dea yang membuatnya semakin berpikir yang tidak- tidak.


Dara pun menjadi tidak bisa berkata apapun lagi dengan semua perkataannya itu


" aku harap kamu pikirkan baik- baik.. kalau kamu masih punya malu jangan pernah dekati Deyon lagi. dan jangan rebut tunanganku..." ucap Dea lagi yang memberikan peringatan dengan begitu jelas kepada Dara


" okeee.. cuma itu aja yang ingin aku sampaikan dan camkan baik- baik perkataanku barusan.." ucapnya lagi..


Setelah itu Dea langsung pergi dengan wajah kejamnya meninggalkan Dara sendirian di cafe itu yang masih terdiam membisu.


Dengan perlahan air mata Dara pun menetes tanpa henti dia benar- benar terpukul dengan apa yang terjadi barusan.


Dengan menghela nafas dalam Dara berusaha berhenti menangis dan mengelap air matanya dan bergegas untuk segera pulang.


"apa yang di katakan Dea itu benar..." ucap Dara dalam hatinya.


Sesampainya di rumah lagi- lagi Dara kembali dengan kesedihan namun kali ini Dara merasa semua telah berakhir.


Deyon yang mulai mengabaikannya sekarang du tambah lagi dia yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya


hal itu benar- benar membuatnya sangat terpukul dan kisah asmaranya telah usai.

__ADS_1


" apa aku telah membuat keputusan yang salah.." ucap Dara pada dirinya sendiri yang mempertanyakan sikapnya saat ini apakah sudah tepat atau kahhh malah sebaliknya.


"apa aku sudah salah sejak awal.." ucapnya lagi yanh merasa bingung denga situasi saat ini.


Dara pun kembali merenung di dekat jendela untuk menatap bintang- bintang di langit namun kali ini ia menatap dengan penuh beban dan penyesalan.


bagahaian yang awalnya terpancar dalam wajahnya kini telah sirna karena ulah wanita yang selalu ingin merebut kebagaiannya namun ia juga tidak tau harus berbuat apa lagi.


Semalaman ia merenungkan semua masalah yang telah terjadi dan ingin memperbaiki semua kesalahan yang telah ia lakukan dan berhenti berusaha menyelesaikan semua masalah seorang diri.


Karena ia mulai sadar bahwa setiap masalah harus di diskusikan kepada orang bersangkutan karena jika hanya memendamnya sendiri dan hanya melakukan apa yang menurut kita benar namun orang lain malah tersiksa itu bukanlah sebuah solusi melainkan hanya menambah masalah di setiap orangnya.


Dengan semangat dan tekat yang baru Dara kembali memulai hari dengan pikiran yang jernih dan juga lebih baik dari sebelumnya.


"huuuhhhh......." menghela nafas dalam


" semangat Dara kamu pasti bisa.." ucapnya yang mulai bersemangat.


dengan langkah yang berani ia berangkat ke kampus dengan semangat yang baru saja ia bangun dengan susah payah.


dengan semangatnya itu Dara pun mengawali paginya dengan menghampiri Deyon terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah sebelumnya.


" aku... aku mau ngomong bentar..." uacapnya yang sedikit ragu namun ia harus melakukannya.


" baiklahh.."jawab Deyon yang masih terlihat cuek kepadanya.


" kita bicara di sana saja.." ucap Dara lagi yang mengajaknya ke tempat yang lebih tenang.


Deyon pun hanya mengangguk dan mengikutinya untuk berbicara dengannya.


berbicara sambil duduk dengan tenang agar bisa mendiskusikan masalah dengan kepala dingin.


" sebelum aku mau minta maaf terlebih dahulu.." ucap Dara yang mulai mengawali pembicaraan untuk menuju ke inti percakapan.

__ADS_1


" minta maaf untuk apa.." jawab Deyon yang langsung menatapnya ketika mendengar kata maaf dari mulutnya.


...****************...


__ADS_2