
Dara yang masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang senang setelah di lamar oleh Deyon, senyum- senyum malu ketika mengingat semua kejadian ketika Deyon melamarnya.
saking senangnya ia sampai berguling- guling di atas kasur dan tertawa cekikikan senang sehingga membuat orang- orang yang berada di rumahnya terheran.
" non Dara kenapa yaa..." ucap pembantunya yang mendengar suara tawa nonanya itu hingga ke lantau satu.
" apa jangan- jangan non Dara kesurupan lagi.." pikir pembantunya yang sembarangan.
namun pembantunya tetap fokus menlanjukan tugasnya memasak, untuk menyiapkan makan malam.
karena hari sudah larut Dara pun turun ke bawah untuk makan malam, di wajahnya masih terlihat begitu berseri- seri tampaknya seperti bahagia sekali.
" masak apa hari ini bik..." tanya Dara yang nada yang begitu senang.
" hari ini bibi masak makanan sekukaan non Dara dan juga tuan..." jawab sang bibi yang merasa aneh dengan sikap Dara.
" oohhh papah masih di rumah tak kira sudah balik keluar kota lagi..." ucap Dara yang masih terlihat senang.
dia langsung menuju meja makan untuk segera menyantap makanan yang telah di sediakan.
" gak nunggu tuan sama nyonya dulu non..." tanya si bibi yang melihatnya langsung makan begitu saja tanpa menunggu kedua orang tuanya.
" palingan papah sama mamah pulangnya malem bi.." jawab Dara yang sudah tau persis kebiasaan orang tuanya itu.
Dara pun lanjut makan dengan lahap dan langsung kembali ke kamar setelahnya,karena tidak sabar untuk menghubungi Deyon untuk meluapkan rasa rindunya.
Dara pun menelpun Deyon untuk bisa mendengar suaranya walaupun hanya sebentar saja.
Berbicara di telpun dengan begitu manis dan mesra di tambah lagi pernikahan mereka yang sudah semakin dekat.
hal itu membuat Dara tidak bisa tidur dengan nyenyak di pikirannya selalu muncul tentang bagaimana ia akan mempersiapkan dirinya pada saat itu.
keesokan paginya Dara pun bersiap untuk berangkat ke kampus seperti biasanya dengan wajah yang berseri ia berjalan menuju kelasnya.
namun di tengah- tengah itu ia bertemu Dea dengan wajah yang masan dan menghentikannya.
" aku dengar kamu mau menikah dengan Deyon..?" tanya Dea dengan begitu dingin.
" iyaa... aku akan segera menikah dan tidak ada lagi yang bisa menghalangi hubungan kami lagi termasuk kamu.." jawab Dara dengan begitu tegas dan berani karena pikirnya Dea akan melakukan hal yang tidak terduga lagi jadi ia harus memastikan semua itu tidak terjadi lagi.
__ADS_1
" kamu tenang aja aku tidak akan mengganggu hubungan kamu dan Deyon lagi.. aku mengaku kalah ..." jawabnya dengan tertawa kecil yang merasa lucu dengan kata Dara yang dengan nada tinggi.
" kamu tauu dari awal aku tidak pernah menyukai Deyon aku hanya ingin semua kepopulerannya saja dan semua yang aku inginkan harus aku dapatkan tapi... siapa sangka aku kalah dari gadis kecil seperti kamu..." ucap Dea lagi yang sudah merasa dirinya kalah dari permainannya sendiri.
" jadi kamu gak usah khawatir lagi aku gak akan mengacau lagi lagian aku juga mau keluar negeri sebentar lagi..." ucapnya lagi dengan sikap yang begitu ketus dan dingin namun masih bisa di maklumi.
" padahal aku berharap pada awalnya kita bisa berteman dengan baik.." jawab Dara yang sudah memaafkan semua kesalahannya dan juga melupakan masa lalu.
dia tau bahwa sebenarnya Dea adalah orang yang baik hanya saja ia terlalu terobsesi dengan keingginya yang berlebihan sehingga mengambil jalan yang salah.
" siapa juga yang mau berteman denganmu..." jawab Dea dengan berpura- pura cuek dan cool
Setelah berkata seperti itu Dea pun langsung pergi, meskipun Dea tidak mengucapkan kata maaf secara langsung namun Dara mengerti maksud dari semua perkataanya itu adalah untuk meminta maaf padanya.
Dara pun menuju kelas setelah itu duduk di mejanya dengan perasaan senang, menyapa teman- temannya dengan wajah yang gembira..
" haii... tumben pagi- pagi udah di kelas aja .." ucap Dara kepada Jayson yang melihatnya sudah berada didalam kelas mendahuluinya.
" iyaa.." jawabnya singkat.
" tumben.. ada apa sihh... serius amat.." tanya Dara yang penasaran melihatnya begitu serius.
" gak ada apa- apa.." jawabnya singkat lagi.
Dara pun fokus untuk belajar di sampingnya tanpa bertanya apapun lagi.
namun ketika Dara diam saja tiba- tiba Jayson memulai percakapan dengannya.
" oohh yaa ... aku dengar kamu kamu menikah yaa dengan Deyon..?" tanya Jayson yang akhirnya memberanikan diri untuk bertanya tentang berita yang di dengarnya itu.
" iiyaa aku akan menikah... Deyon sudah melamarku.." jawab Dara dengan begitu bersemangat ketika di tanya tenang pernikahannya.
Jayson pun menjadi murung ketika mengetahui semua itu adalah kebenaran dan perasaannya terhadap Dara pun harus di kubur dalam- dalam.
" apa kamu yakin dengan keputusanmu dan sudah memikirkannya baik- baik.." ucap Jayson yang ingin tau isi hatinya.
" iyaa aku sudah sangat yakin.." jawab Dara tanpa ada rasa keraguan sedikitpun.
hal itu membuat Jayson sadar bahwa selama ini tidak pernah ada dirinya di sedikit pun di dalam hatinya.
__ADS_1
" baguslah kalau kamu yakin... aku ikut senang kalau kamu senang... selamat yaaa.." ucap Jayson dengan nada yang lesu namun masih berpura- pura tegar dan bahagia.
" iyaa makasii yaa..." jawab Dara dengan tersenyum senang tanpa tau perasaan Jayson yang sesungguhnya.
Setelah berbincang- bincang mereka pun kembali melanjutkan pelajarannya dengan serius dan juga tanang.
*
*
*
Beberapa hari kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Dara dan juga Deyon yang di tunggu- tunggu sejak lama.
dimana pernikahan yang di adakan menggunakan gaya midern ala orang barat.
Sebuah gedung yang di hias dengan sangat merah dan juga panggung pernikahan yang sangat megah.
pengantin wanita yang terlihat sangat cantik mengenakan gaun putih yang terurai panjang dengan seikat bunga mawar putih yang di bawanya.
dan juga pengantin pria yang mengenakan pakaian sebar putih yang begitu menawan dan juga tampan sehingga membuat orang terkesima.
melaksanakan pernikahan dengan begitu mewah dengan di iringi alunan musik yang indah dan taburan bunga yang semerbak.
pengantin wanita yang berjalan menuju pengantin pria dengan suasana yang haru pengantin pria memasangkan cincin ke jari manis Dara dan begitu juga sebaliknya.
Mengucapkan janji suci pernikahan dan juga adegan berciuman selayaknya yang tercantum dalam acara pernikahan itu.
semua undangan bertepuk tangan yang meriah dan juga turut bahagia dengan pernikahan mereka begitu juga dengan orang tua mereka yang turut bahagia dengan pernikahan ini.
Semua orang terharu bahagia terutama sang pengantin yang telah lama menantikan semua ini, kini semua penderitaan telah berakhir dan mereka bisa hidup dengan bahagia.
Tamat.....
...****************...
Thank you sudah mengunjungi karya ku🥰
__ADS_1
Jangan lupa baca juga karyaku yang lainnya
See you.......