Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 55


__ADS_3

Adegan itu pun membuat Deyon terngiang akan masa lalunya, namun ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas karena kepalamya menjadi sangat sakit.


Deyon menjadi sangat kesakitan dan juga begitu menderita, hal itu langsung membuat Dara dangat khawatir dan juga panik.


" Deyon...Deyon kamu kenapa..?" tanya Dara dengan begitu panik.


" Deyonnnn... kamu kenapa...?" tanyanya lagi yang sambil memegang kedua pundaknya dengan panik.


Deyon pun tidak menjawab apapun dan hanya terus memegang kepalanya yang sangat sakit.


" Deyonn... ayoo kita kerumah sakit.. " ucap Dara lagi yang sangat panik dan tidak tau harus bagaimana.


Tidak lama setelah itu keadaan Deyon sudah membaik dan kepalanya sudah tidak terlalu sakit lagi.


" gakk usahhh.. aku gakk papa kok.." jawab Deyon yang ketika Dara akan memanggil taksi untuk membawanya ke rumah sakit.


" kamu beneran gak papa..apa kita kerumah sakit aja.." ucap Dara yang masih merasa khawatir dengan kondisi Deyon,


" iyaa aku gakk papa...tadi cuma agak pusing aja tapi sekarang udah baik- baik aja kok.." jawab Deyon yang terus bilang bahwa dirinya baik- baik saja.


" beneran udahh mendingan " ucap Dara lagi yang memastikannya sekali lagi.


Deyon pun mengangguk bahwa dirinya telah baik- baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi.


Mereka pun akhirnya duduk kembali di meja itu dengan menikmati makanan yang telah di pesannya,


namun ketika sedang makan Dara terus saja memandang Deyon dengan perasaan kebingungan dan juga khawatir yang berlebih.


Kejadian baru san itu membuatnya teringat kembali dengan kata- kata Dea waktu itu.


Dara merasa semua yang di katakan oleh Dea adalah kebenaran sehingga hal itu membuat hati Dara semakin sakit.


Dia menjadi sangat bingung dengan apa yang harus di lakukaknya, sehingga ia berpikir apakah dengan menjauhi Deyon bisa membuat dirinya menjadi lebih baik.


Dara juga tidak mau orang yang di cintainya menderita karenanya.


" kamu kenapa bengong...?" tanya Deyon yang memperhatikannya sejak tadi hanya melamun saja.


" haaahh iyaa gakk papa kok.." jawab Dara yang langsung terkejut mendengar suara dari Deyon.


" beneran gak papa.." tanya Deyon lagi.

__ADS_1


" terus kenapa makanannya hanya di aduk- aduk aja.." ucap Deyon lagi yang melihatnya hanya sedikit makan padahal ia yang sudah lapar sejak tadi.


"mmm iyaaa aku makan kok.." jawab Dara lagi yang langsung menyantap makanannya agar dirinya terlihat baik- baik saja.


Tidak lama setelah makan di cafe itu mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya.


Namun di sepanjang perjalanan Dara terlihat sangat aneh dia terus saja melamun dan tidak berbicara sepatah kata pun.


Hal itu membuat Deyon sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi padanya.


" Darr... kamu gak papa kann.." tanya Deyon lagi yang merasa tidak tenang melihatnya seperti ini.


" haaaaa ee iyaaa aku gak papa kok.." jawab Dara yang lagi- lagi terkejut mendengar suara Deyon.


Hal itu menandakan bahwa pikiranya kosong dan dia sedang tidak fokus dengan hal di sekelilingnya.


" kenapa kamu diam ajaaa..kenapa kamu gak fokus kayak gitu " tanya Deyon lagi yang sangat ingin tau ada apa dengan dirinya.


" iyaa aku baik- baik aja kok.. mungkin karna habis makan jadinya agak kurang fokuss...." jawab Dara yang terus mengelak dan menyatakan dirinya baik- baik saja dan berusaha tersenyum karena ia juga tidak mau membuat Deyon khawatir apalagi dengan kondisinya saat ini.


" eehhh aku turun di depan sana yaa.." ucap Dara yang mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di rumahnya.


Mobil pun berhenti tepat di depan rumah Dara dan Dara pun langsung turun dari mobil itu dengan menggandeng sebuah tas kecil di tangannya.


" makasii yaa udah anterin aku..." ucap Dara yang membungkukan badannya dan berpamitan lewat kaca pintu mobilnya.


" iyaa sama- sama" jawab Deyon yang mengangguk tersenyum.


" yaaa udahh kalau gitu aku masuk dulu yaa... bye.. " ucap Dara yang melambaikan tanganya dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Setelah itu Deyon pun langsung menjalankan mobilnya untuk segera pergi setelah mengantar Dara.


Dara yang masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan yang masih sedikit lesu dan juga sedikit sedih karena kejadian yang baru saja di alaminya.


ia pun langsung termenung berdiam diri duduk di dalam kamarnya sambil memikirkan kesehatan Deyon yang kurang baik itu.


Dara menjadi sangat bingung langkah apa yang harus di ambilnya di tambah lagi ucapan Dea yang selalu terngiang- ngiang di pikirannya.


Dia sangat sedih dengan semua ini namun ia juga tidak boleh egois hanya memikirkan kebahagian sendiri.


Meskipun hatinya tidak rela namun Dara sudah memutuskan untuk menjauhi Deyon demi kebaikannya.

__ADS_1


Dia tidak mau orang yang di cintainya terus menerus menderita karena masalah ini, Dara berpikir mungkin ini adalah hal yang terbaik untuknya dan Dara juga berharap setelah ia tidak lagi mengganggunya Deyon akan baik-baik saja seperti yang di katakan Dea waktu itu.


Keesokan harinya ketika di kampus Deyon langsung saja menghampirinya.


" mau makan siang bareng gakk..?" tanya deyon dengan basa basi dan juga ingin lebih dekat dengan Dara meskipun ia belum bisa mengingat masa lalunya dengan Dara namun ia sudah merasa sangat nyamam denganya.


Dan berpikir meskipun ia tidak bisa lagi mengingat semuanya ia akan tetap menyukainya. tidak perduli dulu maupun sekarang ia merasa ia ingin terus bersamanya apapun yang terjadi.


" maaff gakk bisa aku masih ada urusan soalnya.." ucap Dara yang menolaknya dengan beberapa alasan karena ia sudah bertekat menjauhinya.


" ooohhh gtu yaaa..." jawab Deyon dengan nada yang kecewa.


"kalau gitu aku pergi dulu yaaa.." ucap Dara yang langsung pergi dengan buru- buru karena ia menghindari Deyon.


Deyon pun yang masih berdiam diri di sana merasa aneh dengan sikap Dara hari ini, ia terlihat berbeda dari biasanya.


Namun Deyon pun berusaha berpikir positif mungkin ini hanya kebetulan saja tidak mungkin Dara menghindarinya.


Dara yanh terburu- buru pergi pun memutuskan untuk kembali ke dalam kelasnya dan berdiam diri di sana.


meskipun sebenarnya ia sangat lapar namun ia sudah menolak ajakan dari Deyon dan hal itu tidak mungkin membuatnya untul datang ke kantin untuk makan siang.


Dara pun termenung di dalam kelasnya seorang diri sambil memegang perutnya yang tengah lapar.


Ketika itu tiba- tiba sebuah kotak makanan muncul di hadapannya karena baunya sangat harum Dara pun langsung menoleh.


" nihhh buat kamu... aku tau kok kamu belum makan.." ucap Jayson yang tiba- tiba menyodorkan makanan kepadanya.


" kamu tauu aja aku laper.." jawab Dara dengan semangat dan langsung mengambil makanan itu.


" iyaa tadi aku gak liat kamu di kantin jadi aku beliin makanan dehh." ucap Jayson lagi dengan tersenyum.


Dia sangat lah baik dan juga sangat perhatian terhadap Dara dan dia juga seperti layaknya seorang pahlawan untuk Dara karena ia selalu muncul di saat Dara sedang mengalami kesulitan.


dia selalu muncul di saat yang tepat dan menjadi penopang untuk Dara.


" makasiii yaaa.." ucap Dara dengan tersenyum senang dan segera membuka makanan itu lalu memakannya dengan lahap.


Jayson yang melihanya makan dengan begitu lahap membuatnya sangat senang karena orang yang ia perdulikan baik- baik saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2