
Dara yang hanya berdiam diri di sana mendengar perkataan yang tidak menyenangkan itu pun merasa sangat kesal dan juga malu, seperti Dea sengaja mendekatinya untuk menaikkan popularitasnya dan hanya ingin membuat Dara merasa malu dan berada jauh di bawahnya.
" eee aku udah selesai... aku duluan yaa..." ucap Dara yang merasa canggung dengan situasinya dan segera pergi dari tempat itu.
Dea yang hanya sendirian di sana hanya menatapnya tanpa sepatah kata apapun karena Dara pergi begitu saja.
Dara pun tiba di dalam kelasnya dengan merasa kesal dan juga malu dengan apa yang di alaminya barusan.
karena merasa sudah tidak tahan lagi Dara pun akhirnya menagis tersedu- sedu di dalam kelas akan tetapi suara tangisannya tidak terdengar karena ia menutupinya kepalanya dengan jaket yang di bawanya.
Setelah beberapa menit ia menangis ia pun terbangun dan mengusap- usap air matanya agar tidak ada yang tau kalau ia habis menangis.
menghela nafas dalam dan menenangkan dirinya, merapikan dirinya dan juga mejanya yang sedikit berantakan itu.
" huhhhh aku gak boleh lemah... aku gak boleh seperti dulu lagi.." ucap Dara pada dirinya sendiri dan berusaha menguatkan dirinya.
Tidak lama setelah itu jam pelajaran pun di mulai, para siswa lain telah memasuki ruang kelasnya masing- masinng dan dosen pembimbing pun telah Datang ke kelas yang akan di dampinginya.
hari ini dosen pembimbing di kelas Dara pun telah tiba dan suasana kelas pun menjadi hening kembali.
akan tetapi ada hal yang mengejutkan hari ini, yaitu adanya perubahan jadwal magang yang akan di lakukan para siswanya.
jadwal magang kali ini akan di laksanakan lebih cepat dari hari yang telah di tentukan, dan dosen pembimbing itu pun memberitaukan bahwa praktik yang langsung terjun ke rumah sakit secara langsung akan di laksanakan dalam 2 hari lagi.
para siswa pun sangat terkejut mendengar pemberitahuan tersebut karena mereka merasa terlalu cepat dan para siswa pun ingin waktu awal yang di tetapkan lebih di setujui.
akan tetapi Dosen sudah memutuskannya dan tidak bisa di ngangu gugat lagi.
karena dia berkata sebagai calon dokter yang baik harus siap siaga dalam situasi apapun karena itu menyangkut nyawa seseorang.
jadi itu salah satu langkah awal mengusi kesiapan dan mental para siswa apakah mereka mampu menghadapi masalah dalam situasi apapun.
__ADS_1
Di antara para siswa yang paling terlihat panik tidak lain dan tidak bukan adalah si Dara, bagaimana tidak panik karena hari itu adalah hari dimana Deyon sang kekasihnya itu juga akan pergi ke luar negeri.
jika hari itu ia harus melaksanakan tugasnya bagaimana bisa ia menemaninya ke bandara pada hari itu. karena pasti lah sangat sibuk pada saat itu.
" pak apakah boleh di undur satu hari saja pak...?" ucap Dara dengan memberanikan diri bertanya hal yang tidak mungkin pada sang dosen.
" di undur?" jawab dosen itu marah.
" kamu pikir ini hal yang mudah, jika kamu ingin menentukan waktu sesuka hatimu kenapa kamu tidak buat kampus sendiri saja dan juga jika itu rumah sakit kamu sendiri yaa kamu bisa bebas datang kapan saja kamu mau." ucap dosen itu lagi dengan nada yang tinggi dan juga ketus.
" jika kamu ingin jadwalnya di ubah silahkan urus segala sesuatunya sendiri dan bapak tidak akan bertanggung jawab akan hal itu." ucap dosen itu lagi dengan menegaskannya sekali lagi.
Dara pun hanya terdian dan hanya bisa menyetujuti perkataan sang dosen dengan suasana hati yang kecewa.
Dalam perjalanan pulang....
di dalam mobilnya Dara hanya melamun sepanjang perjalanan karena suasana hatinya sedang tidak baik, tidak berkata sepatah kata pun dan bahkan ketika di tanya pak supir Dara tidak menjawab apa pun.
" non... non Dara.... apa mau mampir dulu atau tidak non..?" tanya pak supir pada Dara.
" non Dara kenapa yaa...kenapa dari tadi melamun terus apa dia ada masalah yaa...? " ucap pak supir dalam hati.
" non...non..." ucap pak sopir yanv memanggil- manggil Dara berkali- kali.
"haaaa... kenapa pak?" tanya Dara yang tiba- tiba terkejut karena pak supir terus memanggilnya.
" tadi saya tanya mau mampir dulu apa gakk non...?" tanya pak sopir kembali.
" oohh gak usahh pak langsung pulang aja" jawab Dara dengan nada yang terdengar lesu dan tak bersemangat.
" baik non.." jawab pak sopir.
__ADS_1
mobil pun kembali melaju dengan kecepatan yang sedang dan di dalamnya Dara masih saja melamun dan tatapan kehampaanya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, Dara turun dari mobil dengan wajah yang murung.
pak supir yang melihatnya merasa kasihan terhadap majikannya itu namun dia juga tidak tau apa yang harus di lakukannya.
Dara naik ke atas dengan keadaan yang lemas seperti tidak bertenaga.
si bibi yang melihatnya dari dapur merasa agak aneh dengan sikapnya hari ini karena ketika di panggilnya untuk makan siang terlebih dahulu Dara malah tidak menjawab apapun dan mengabaikannya, tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat ketika pulang dari kampus.
" non Dara kenapa yaa" ucap si bibik yang terus melihatnya.
" iyaa yaa non Dara kenapa yaa dari tadi melamun terus.." jawab pak supir yang tiba- tiba berada di samping si bibi.
" astagaaa monyong.." ucap si bibi spontan karena terkaget melihat pak sopir tiba- tiba muncul di sampinya.
" iihhh kamu ngapain tiba- tiba disini? kapan datangnya? bikin kaget aja" ucap si bibi lagi yang melontarkan pertanyaan bertubi- tubi dan juga terheran.
" saya mahh udah dari tadi di sini kamu aja yang gak lihat dasar gak peka" ucap pak sopir kepada si bibi yang memberikan sebuah kode.
" kopi satu yaa.." ucap pak sopir lagi yang menggoda si bibi dan masih sempat- sempatnya ngelawak.
" iihhh dasar yaa... buat aja sendiri sana..." jawab si bibi dengan malu- malu kucing dan langsung pergi meninggalkan pak supir di dapur sendirian dengan tersenyum malu- malu.
Di sisi lain Dara yang berada di kamarnya langsung termenung sedih menatap ke arah luar jendela namun tatapanya masih tetap kosong.
ketika ia sedang melamun tiba- tiba ia teringat akan membuat hadiah kecil yang akan di berikan kepada si Deyon.
" oohh yaa aku kan mau buat hadiah untuk Deyon kenapa bisa lupa yaa..." ucap Dara yang tiba- tiba menjadi antusias kembali ketika mengingatnya.
Dara pun terburu- buru mengambil semua peralatan yang telah di belinya kemarin bersama Masya yang di simpannya di dalam lemarinya.
__ADS_1
Dengan semangat Dara pun mulai merajut dengan perlahan- lahan dari ujung ke ujung dengan sangat teliti.
*****************