
Di sisi lain Deyon yang kembali ke rumahnya dengan terburu- buru setelah mengantar Dara pulang.
Sesampainya Deyon di rumahnya masih melihat orangnya tuanya yang menunggu di ruang tamu dengan wajah yang begitu masam.
" maahh... pahh..." ucap Deyon yang menyapa..
"Duduk kamu..." jawab ibunya yang masih merasa sangat kesal.
"kamu ini apa- apaan siihhh bisa- bisanya kamu bilang mau menikah...lalu bagaimana dengan Dea mau taruh dimana muka mamahh..." ucap ibunya lagi dengan nada yang begitu tinggi dan ekspresi yang kesal.
" mahhh..tapi aku cinta sama Dara mahh dan keputusan aku udahh bulat mau nikah sama dia .." ucap Deyon yang menjelaskan kepada orang tuanta bahwa ia sudah memutuskannya.
" tauu apa kamu tentang cinta... kamu itu masih kecil dan belum tau apa- apa soal menikah.." jawab ibunya dengan kesal dengan keputusan anaknya itu.
" tapi aku sudah dewasa mahh dan aku juga punya keputusan sendiri. .." jawab Deyon yang bersikeras.
"apa kamu yakin kedepannya bisa menghidupi Dara dan keluarga kecil kamu nantinya.." ucap ayahnya yang mulai berargument yang dari tadi hanya mendengar ocehan mereka berdua.
ucapan ayahnya yang begitu bijak dan memikirkan kebaikan anaknya kelak, ayahnya bukannya melarang anaknya ingin berhubungan dengan siapa saja namun untuk urusan menikah dirasanya terlalu terburu- buru dan gegabah tanpa ada rencana yang matang.
" aku tauu ini terlalu terburu- buru dan juga sudah memikirkan masa depan aku dan keluarga kecilku nantinya.. setelah aku wisuda beberapa hari lagi aku sudah mempersiapkam semuanya pahh.." ucap Deyon dengan bangga menjelaskan kemampuan dirinya dalam menata masa depan.
Diam- diam sejak awal Deyon sudah merencanakan karirnya dan juga masa depannya dengan begitu matang dan tidak ada seorang pun yang tau.
Deyon pun menjelaskan beberapa rancangan yang telah ia buat selama ini dan juga rencana masa depannya dengan nanti, mendiskusikannya dengan baik- baik kepada orang tuanya.
Ayahnya yang melihat semua itu merasa bangga kepada anaknya juga percaya bahwa anaknya telah tumbuh dewasa dengan baik.
dan juga menyetujui setiap keputusannya dan berharap kedepannya tidak terjadi hal- hal yang tidak di inginkan.
Namun ibunya yang masih saja tidak setuju dan memasang wajah yang masam.
Karena ibunya hanya ingin Deyon bersama dengan Dea orang yang di pandangnya lebih baik daripada Dara
" mahhh..." ucap Deyon yang membujuk ibunya itu
" gakk mamah tetap tidak setuju.... apa kamu latar belakang dia.. sudah pasti Dea yang lebih baik.." jawab ibunya yang masih menentang hubungannya.
__ADS_1
" maahh bagaimana mamah bisa berbicara seperti itu sedangkan mamah belum mengenal Dara mahh..." ucap Deyon yang membela Dara
" kamu masih melawan mamah..siapa tau dia itu cuma manfaatin kamu.." jawab ibunya dengan menggeliat kesal.
" mahhh... gak mungkin Dara kayak gitu.. dia adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal.." ucap Deyon dengan ngebantah semua perkataan ibunya itu dan masih terus membela Dara.
" pokoknya mamah gak setuju.." jawab ibunya dengan sangat kesal dan tetap menentang keputusannya dan langsung pergi ke dalam kamarnya dengan keadaan marah.
Deyon pun hanya terdiam di tempat dan tidak tau harus berkata apa lagi setelah berselisih dengan ibunya itu.
" sudahh lahh... biarkan ibumu tenang dulu.." ucap ayahnya dengan begitu tenang setiap mengahadapi masalah dan menepuk pundah anaknya untuk meredakan amarahnya.
Deyon pun mengangguk dan menghela nafas dalam untuk meredakan emosinya itu.
Ayahnya pun kemabali dudul di sofa dengan sebuah koran di tanganya dan membacanya dengan begitu tenang seolah- olah tidak terjadi apapun.
Deyon pun keluar sejenak untuk mencari udara segar untuk meredakan emosinya.
Keesokan harinya di kampus Dara dan Deyon berjalan bersama bergandengan tangan dengan sangat bahagia sehingga membuat iri para penghuni kampus.
Untuk mencari perhatian Dea pun menghubungi ibunya Deyon untuk meminta bantunya agar mereka menjadi lebih dekat, karena ia tau ibunya sangat menyukainya dan selalu mendukungnya.
Dara pun langsung menelpun ibunya Deyon untuk mencari- cari perhatian.
" hallo tante..." ucapnya di telpun dengan nada yang seperti di sakiti dan teraniaya.
" iyaa sayang... ada apa..? " jawab ibunya Deyon di telpon dengn sangat lembut kepadanya.
(percakapan di telpun yang sangat manis dan rencana untuk menjauhkan Dara dan Deyon)
Tidak lama setelah itu Dea pun menutup telpunnya dan langsung tersenyum jahat dan langsung pergi dengan mengibaskan rambutnya yang panjang terurai.
di sisi lain Dara dan Deyon yang masih bermesraan di pagi hari dengan begitu bahagia tiba- tiba Deyon mendapat sebuah telpun dari ibunya untuk datang ke sebuah restaurant yang telah di pesanya.
" Darr... mamah minta aku datang ke restaurant nanti siang kamu ikut yaa.." ucap Deyon kepada Dara dengan memegang kedua tanganya dengan tulus mengharapkan Dara dan ibunya bisa menjadi lebih dekat.
" gak papa kalau aku ikut... gimana kalau mama kamu gak suka.." jawab Dara dengan takut dan ragu untuk bertemu dengan ibunya itu.
__ADS_1
" kamu tenang aja yaa.. ada aku.." jawab Deyon yang ingin Dara percaya kepadanya dan berjuang bersama untuk hubunganya.
Deyon pun juga ingin Dara tau bahwa ia sangatlah penting dalam hidupnya sehingga hal apapun yang ia hadapi asalkan Dara bersamanya ia pasti mampu melakukan semuanya.
Dara pun mengangguk setuju untuk ikut bersamanya untuk bertemu dengan ibunya siang ini.
Di siang hari...
Dara dan Deyon pun meninggalkan kampus pada waktu jam istirahat untuk bertemu dengan ibunya itu.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di restaurant yang di pesan oleh ibunya itu.
Dara turun dari mobil dengan keadaan yang gugup sekali hingga berkeringat dingin, namun Deyon berusaha menenangkannya dengan menggandeng tanganya untuk masuk ke dalam restaurant itu.
ketika mereka sampai di dalam ternya ibunya sudah berada di sana terlebih dahulu dan mukanya seketika menjadi masam ketika melihat Dara datang bersama anaknya itu.
" hallo nante..." ucap Dara dengan sopan memberi salam kepada ibunya Deyon.
Namun dengan mata yang menggeliat ibunya malah mengabaiakanya dan tidak berkata apapun.
" mahh.." ucap Deyon yang juga menyapa ibunya.
Setelah itu mereka pun duduk di meja makan yang telah di pesannya namun Dara masih tetap di abaikannya.
Namun untungnya Deyon selalu bersamanya untuk menguatkannya dengan terus meliriknya dan tersenyum kepadanya memberikan sebuah kode untuk lebih sabar.
" masih belum pesan makan mahh.." ucap Deyon yang masih melihat meja makan begitu kosong.
"iyaa manah masih menunggu seseorang.." jawabnya dengan sedikit ketus
" mamah masih mengajak orang lain.." ucap Deyon yang mengira bahwa hanya dirinya yang di ajak untuk makan siang.
" siapa mahh.." ucap Deyon yang penasaran dengan orang yang di tunggu ibunya itu.
begitu pula dengan Dara yang juga merasa penasaran dengan orang yang di ajak oleh ibunya Deyon itu.
...****************...
__ADS_1