
Dara merasa ada sesuatu yang di lupakannya tetapi entah apa itu, dia pun tidak mau ambil pusing dan berfikir mungkin nanti juga akan ingat kembali.
Dara pun memutusakan untuk istirahat saja karena besok ia akan memulai hari baru dan mengerjakan tugas yang lebih penting meskipun hatinya sangat sedih dan juga sakit.
Apapaun yang terjadi dia harus tetap tegar dan juga sabar meskipun tidak bisa bertemu Deyon untuk yang terakhir kalinya namun ia percaya Deyon akan selalu ada di hatinya dan menjadi penyemangat dalam hidupnya.
Dara juga tau Deyon melakukan semua ini pasti karena terpaksa dan sangatlah mendesak.
Namun Dara masih merasa sedikit bersalah jika saja dirinya tidak mandi dengan lama waktu itu pastu ia sempat menjawab panggilan dari Deyon dan masih sempat bertemu dengannya.
Namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur dan hal yang sudah terjadi tidak mungkin di rubah kembali, ini sudah takdir dari tuhan dan harus menerimanya dengan iklas.
Karena sudah sangat lelah Dara memutuskan untuk tidur saja dan mencuci muka terlebih dahulu karena matanya yang masih sembab sehabis menangis.
Ketika ia akan mencuci mukak di makar mandinya Dara pun terkejut ketika melihat ke arah cermin.
Di situ dia menyadari bahwa ia lupa mengembalikan jaket yang di pinjamnya dari Jayson, pastas saja sejak tadi ia merasa tubuhnya sangat hangat akan tetapi karena pikirannya yang kosong jadi tidak menyadari kalau jaketnya masih melekat di tubuhnya.
" astagaa aku lupa lagi ngembaliin jaketnya.." ucap Dara pada dirinya sendiri yang berada di cermin.
" diaa juga sii yang gak minta dan langsung pergi gitu aja kayak di kejar setan" ucapnya lagi yang terus ngedumel kesal.
" yaaa udahh besok aja aku balikin gakk usahh di cuci juga" ucapnya lagi sambil tertawa usil.
Setelah selesai mencuci muka Dara pun langsung berbaring di tempat tidur dan berusaha untuk tidur dengan tenang.
Namun sekeras apapun berusaha tetap saja matanya tidak mau terpejam dan kepalanya di penuhi dengan pikiran- pikiran yang negatif yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.
hal itu membuat Dara sangat kesal dan juga uring- uringan di tempat tidurnya, kedua kakinya yang memberontak dan juga kedua tangannya yang mengusik- usik kepalanya karena sangat kesal dan juga stress.
" aahhh kenapa aku gak bisa tidur..." ucapnya dengan kesal.
*
__ADS_1
*
*
Keesokan harinya Dara pun terbangun dengan wajah yang kusut dan mata yang menghitam karena tidak bisa tidur semalaman.
Dengan mata yang sembab ia memcuci muka dan bersiap- siap ke kampus terlebih dahulu sebelum menuju rumah sakit yang di rekomendasikan oleh kampusnya.
Setelah beberapa saat ia pun selesai bersiap- siap dan berangkat menuju kampus dengan semua perlengkapan yang di bawanya.
Sesampainya di kampus semua siswa yang akan di tugaskan terjun langsung ke rumah sakit di kumpulkan di sebuah aula terlebih dahulu dan membentuk sebuah kelompok.
Semua siswa berkumpul di sebuah aula dan di dampingi seorang dosen pembimbing.
Setelah beberapa lama memberikan pengarahan kepada semua siswa yang berada di dalam aula akhirnya mereka sumua pun pergi ke rumah sakit tujuan masing- masing dengan kelompok yang telah di tentukan.
mereka pun pergi dengan kelompoknya masing- masing dengan transportasi yang telah di sediakan oleh kampus.
karena rumah sakit yang di tuju sangatlah berada jauh dari rumahnya Dara memutuskan untuk menyewa rumah yang berada dekat di sana saja agar tidak membuang-buang waktu.
Setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang dan masing- masing kelompok mendapat tempat yang berbeda.
Akan tetapi di kelompok kali ini Dara merasa sangat sial karena ia berada satu kelompok dengan Jayson cowok yang paling tidak di sukainya.
Setelah beberapa jam menempuh penjalanan yang jauh mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuannya.
Dara pun turun dengan sebuah koper yang di bawanya dan juga merasa sangat kagum dengan rumah sakit besar yang di lihatnya.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah sakit yang sudah di tunggu oleh seorang dokter yang akan mendampinginya.
Sebelum mereka semua menjalankan tugas yang akan di berikannya, terlebih dahulu mereka akan di bagi menjadi beberapa kelompok lagi dan setiap kelompok akan terdiri dari dua orang saja.
Dara sangatlah berharap tidak satu kelompok dengan pria kaku dan menyebalkan itu.dia terus berdoa memohon kepada tuhan agar tidak sekelompok dengan orang aneh itu.
__ADS_1
tanganya terus menggeram ketika pembagian kelompok di pilihnya, namun apalah daya tuhan berkehendak lain karena nyatanya Dara malah satu kelompok dengan Jayson.
Dara sangat kesal ketika mendengar pembagian kelompok itu namun raut wajah Jayson terlihat datar saja tanpa ada reaksi apapun akan tetapi terlihat suatu hal yang mengejutkan yaitu terlihat sedikit senyuman di sudut bibirnya yang tidak terlalu jelas apakah Jayson merasa senang sekelompok dengan Dara ataukah dia punya rencana lain untuk menindasnya.
Apalagi dia merupakan salah satu siswa yang pintar karena dia pernah sekolah di luar negeri, siapa yang tau watak aslinya seperti apa dan juga pergaulannya seperti apa.
Setelah beberapa arahan tersebut mereka di ijinkan untuk berkeling- keliling terlebih dahulu sebelum memulai tugasnya di keesokan harinya.
Mereka semua pun akhirnya di bubarkan dan melihat- lihat lingkungan sekitar agar bisa melihat situasi sebelum memulai bertugas.
Mereka melihat- lihat dengan kelompoknya masing- masing dengan sangat kompak dan juga begitu serius dan semangat namun beda halnya dengan Dara dan juga Jayson yang hanya saling berdiam diri dan juga saling membuang muka tanpa membahas apapun.
" kenapa siihh aku harus satu kelompok sama kamu.." ucap Dara dengan kesal karena sudah tidak tahan bersamanya berlama- lama.
" awass aja yaa kalau kamu nyusahin... oohh jangan lupa jaga jarak dari aku karena aku bisa naik darah kalau deket- deket sama kamu.. tauu gakk..." ucap Dara lagi dengan nada tinggi dan juga menunjuknya memberikan sebuah peringatan keras.
Si Jayson dengan mukak songongnya itu tanpa menjawab apapun hanya menggeliat heran dengan orang pendek yang suka mengoceh di sampingnya itu.
" kamu denger gak siihh aku ngomong.." ucap Dara lagi yang kesal karena di abaikannya.
" heii denger gak sii..." ucap Dara lagi yang mulai marah dan mendorong Jasyon dengan tangan kecilnya itu.
Jayson yang mulai geram dengan ocehannya itupun menghentikan langkahnya dan langsung berbalik ke arahnya dengan terus menghampirinya dan menatapnya dengan tajam sehingga membuat Dara menjadi ketakutan.
Karena ketakutan Dara pun ingin melarikan diri namun dia menariknya dan menahannya di tembok dengan kedua tanganya.
Hal itu membuat Dara semakin ketakutan dengan sikapnya yang sudah seperti seorang psycopat.
" ka.. kamu.. mau apa?" tanya Dara dengan terbata- bata karena ketakutan.
Jasyon pun hanya mengeluarkan senyuman iblisnya yang mematikan itu, membuat Dara semakin takut dengannya namun juga tidak bisa berkutik lagi.
************
__ADS_1