Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 65


__ADS_3

" apa kamu baik- baik saja.." tanya Jayson lagi yang sangat aneh melihatnya begitu senang.


" iyaa aku baik- baik aja kok... baik banget malah..." jawab Dara sambil tersenyum ceria.


" apa yang membuatmu begitu senang.." tanyanya lagi


" ada dehhh.. kepo banget sihh kamu.." jawabnya sambil cengengesan dan sedikit usil.


Jayson pun menjadi terdiam bingung melihatnya yang seperti itu namun menurutnya masih lebih baik di bandingkan ia terus menerus bersedih.


Di sisi lain Deyon dan Dea yang bertugas bersama untuk acara wisuda tersebut itu pun dengan bersungguh- sungguh untuk mempersiapakannya karena acaranya sangatlah mepet.


Namun di sela- sela kesibukan itu Dea sempat- sempatnya mencari kesempatan untuk mencari perhatian Deyon.


akan tetapi kali ini Deyon tidak akan termakan oleh rayuan dan tipuannya lagi.


karena semakin lama Deyon sudah semakin mengetahui sifat aslinya si Dea itu.


" aduhhh Deyon aku gak bisa ngangkat kotak ini.." ucap Dea dengan manjanya mencari perhatian Deyon dengan sebuah kotak yang berada di depannya.


berharap Deyon akan membantunya untuk membawanya, namun semua itu salah besar


Deyon sama sekali tidak perduli padanya dan malah memanggil orang lain untuk membantunya


" aku bantu..." ucap orang yang di panggil Deyon itu.


" gakk usahh aku bisa sendiri.." jawab Dea dengan kesal karen Deyon malah pergi dan tidak mau membantunya.


Dea mengangkat kotak itu sendirian tanpa rasa keberatan sedikit pun.


Sehingga orang yang ingin membantunya itu pun menjadi terheran- heran, yang padahal tadi ia bilang tidak kuat mengangkatnya tapi sekarang malah sanggup mengangkatnya seorang diri.


berkali- kali ia mencoba untuk dekat dengan Deyon namun tetap saja gagal, karena Deyon terus saja mengabaikannya.


pada saat akan hendak pulang tiba- tiba saja Dea berpura- pura tersandung di depan Deyon langsung memeluk Deyon dengan erat, karena ia sadar ada Dara di belakangnya yang datang untuk menjemput Deyon.


Deyon dengan segera ingin melepaskan pelukan itu, namun Dea memeluknya sangat erat di sulit untuk di lepaskan.


Wajah Dara sudah mulai berkerut kesal melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu di hadapannya


Dan ketika itu Deyon pun mulai sadar bahwa ada Dara di hadapannya, seketika ia menjadi terkejut dengan melepaskan pelukan itu dengan sangat kuat.

__ADS_1


" Daraaa .. ini gak seperti apa yang kamu lihat..." ucap Deyon dengan panik dan langsung menjelaskan karena ia tidak mau ada salah paham.


Dara pun tidak menjawab dan hanya memasang wajah yang kesal.


Dea pun dengan wajah tidak bersalah berbalik badan dan menghadap ke arahnya


dengan tampanh angkuh ia segera pergi dari tempat itu ketika Dara sudah melihat semua adegan itu


" tunggu..." ucap Dara yang ketika Dea hendak pergi.


Dea pun menghentikan langkah kakinya dan memutar arahnya.


" ini punya kamu kan.." ucap Dara lagi yang mengambil tas Dea yang ketinggalan disana.


Dengan sedikit tersenyum ia mengambil tas itu, namun Dara tidak melepas tas itu dan menatapnya dengan sangat tajam.


" kalau kamu mau tas ini ambil saja aku masih bisa membelinya lagi..." ucap Dea dengan sombongnya yang merasa paling punya segalanya.


" apa kamu pikir aku mau tas ini.." jawab Dara dengan berani dan juga tegas di hadapan Dea.


" aku tidak membutuhkan tas mu itu dan juga bisa memberikan yang lain untuk mu tapi tidak dengan lelakiku.." ucap Dara lagi yang memberikan kata- kata pedas untuk memperingakan Dea bahwa tidak ada yang bisa merebut pacarnya lagi.


Dengan wajah yang kesal Dea pergi dari tempat itu karena merasa kalah dari Dara


Deyon yang melihatnya meraga terkagum karena untuk pertama kalinya ia bersikap seperti itu, sangat berani dan juga berwibawa.


" mengapa kamu tersenyum begitu..." ucap Dara kepada Deyon dengan wajah yang masih cemberut kesal dan juga cemburu.


"tadi itu kamu sangat berani..." jawab Deyon yang memberikan dua jempolnya dengan tersenyum.


" kamu masih bisa tersenyum setelah bermesraan dengan dia..." ucap Dara yang masih marah..


" kamu harus percaya kalau semua ini salah paham.." ucap Deyon yang menjelaskan


Deyon pun menarik tangan Dara dan mau meletakannya di dadanya agar ia bisa merasakan detak jantungnya


" iiii kamu menyuruhku menyentuh bajunya yang habis terkena lipstik itu.." ucap Dara yang merasa geli hati dengan hal yang berhubungan dengan wanita itu.


Deyon pun terkejut ketika melihat noda lipstik itu mengenai kemaja putihnya itu dan ia tidak menyadarinya, mungkin itu terjadi sewaktu Dea terjatuh dan memeluknya tadi.


"aku benar- benar tidak tau akan hal ini.." jawab Deyon yang panik dan langsung mengusap- usap bekas lipstik itu.

__ADS_1


" kalau kamu tidak suka aku bisa menyingkirkannya..." ucap Deyon lagi yang dengan segera ingin melepaskan bajunya itu karena merasa Dara tidak menyukainya dan tanpa pikir panjang ia ingin segera membuka bajunya dan menyingkirkannya.


" eehhh apa kamu ingin membuka baju disini.." jawan Dara dengan cepat menghentikannya ketika Deyon akan membuka bajunya itu.


Deyon pun segera menghentikan tingkahnya itu dan langsung membawa Dara untuk duduk di panggung aula itu untuk meredakan amarahnya.


Dara pun duduk dengan wajah yang masih kesal dan juga cemberut.


menyilangkan kedua tanganya yang saling berlawanan dan memalingkan mukanya kepada Deyon.


Deyon pun langsung berbaring di panggung aula itu dan menyandarkan kepalanya di atas pangkuan Dara dan berpura- pura tertidur agar Dara tidak melakukan perlawanan.


Dara pun langsung terkejut ketika Deyon berbaring di atas pangkuannya dan tertidur.


Namun ia tidak menolaknya dan membiarkannya untuk istirahat sejenak di atas pangkuannya.


Melihatnya yang tertidur begitu membuat Dara terpesona, dia terlihat sangat tampan jika di lihat dari jarak yang dekat.


tanpa sadar Dara mengelus- elus kepanya dan juga memainkan alis hingga hidungnya yang sangat mancung itu.


namun ketika Dara mengelus wajah Deyon tiba- tiba saja tangan Deyon menggenggam tanganya.


Dara pun menjadi terkejut karena tidak di sangka Deyon tidak tidur.


" kamu..." ucap Dara yanb terkejut dan wajahnya pun sudah memerah.


" kalau kamu suka sentuhlah sepuasmu karena wajah ini adalah milikmu..." jawab Deyon yang dengan tersenyum.


" apaan sihh.." ucap Dara yang langsung melepaskan genggaman tangannya dengan rasa malu memalingkan wajahnya.


Deyon pun tersenyum melihat tingkahnya yang malu- malu dan lagi- lagi ia menggodanya dan mengambil kembali tangannya dan meletakannya ke pipinya dengan tatapan yang dalam.


" pegang aja lagii..." ucap Deyon dengan tatapannya yang dalam dan menggodanya.


Dara pun menjadi tidak bisa berkata- kata dan terhanyut dalam suasana yang romantis dan mendalam itu.


tanpa sadar ia tersenyum dengan sentuhan di pipinya yang halus dan juga hangat.


saling menatap dengan penuh perasaan dan kasih sayang yang mendalam, mata yang berbinar- binar terlihat jelas di raut wajah mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2