
" Beneran kamu gak papa..?" tanya Jayson lagi
" iyaaa gak papa kok.." jawab Dara yang berusaha tegar.
" yaaa udahh dari pada kamu sedihh mendiangan kamu bantuin aku.." ucap Jayson yang berusaha menghibur kesedihan Dara meskipun Dara tidak mau mengakuinya bahwa ia tengah bersedih.
" bantu apa..?" tanya Dara penasaran.
" bawa buku ini ke perpustakaan ...nanti kamu juga bisa bantu- bantu disana .." ucap Jayson yang hanya ingin membuat Dara sibuk agar ia bisa melupakan kesedihannya.
" boleh dehh.." jawab Dara yang langsunh setuju karena hari ini ia juga sedang senggang dari pada tidak ada kegiatan lebih baik menyibukan diri.
apalagi ia juga sangat menyukai buku-buku mungkin ini bisa mengurangi kesedihannya untuk sementara waktu.
Mereka pun langsung membawa buku- buku itu ke dalam perpustakann untuk di letakkan sesuai tempatnya.
Dara pun dengan senang hati melakukan semua pekerjaan itu.ia terlihat begitu menikmatinya tanpa ada beban sedikit pun.
Jayson pun ikut senang melihatnya yang begitu bersemangat karena dirinya telah berhasil membuatnya tersenyum.
ketika ia merapikan semua pajangan buku tiba- tiba tidak sengaja salah satu dari buku tersebut terjatuh dan hampir mengenai kepalanya.
Dengan refleks Dara pun berteriak dan menutupi kepalanya, namun untungnya buku itu tidak jadi mengenainya karena seseorang telah menolongnya.
Jayson, pria yang selau melonong Dara di setiap ia mendapat kesulitan.
" kamu gak papa.." ucap Jayson dengan nada seraknya yang sangat menggoda bertanya pada Dara dengan tatapan yang tajam.
Dara pun langsung memutar badannya dan melihat Jayson yang begitu tingggi hingga menutupi dirinya.
hal itu pun membuat mereka mengingat kejadian waktu pertama kali mereka bertemu.
dimana dia terlihat sangat gagah dan tampan namun sangat anggkuh dan sombong.
tetapi siapa sangka sekarang mereka malah menjadi teman dekat dan saling melindungi satu sama lain.
"haaaa iyaa aku gak papa kok..." jawab Dara dengan sedikit terbata- bata karena melihatnya yang begitu menawan sangat lah membuatnya terpaku padanya.
__ADS_1
wajahnya sangat simetris seperti tokoh utama di dalam buku komik, namun sifatnya tentu saja sangat berbeda.
" lain kali hati- hati yaaa..." ucap Jayson lagi dengan nada lembutnya yang sangat mempesona itu sehingga membuat Dara kebingungan apa yang sedang terjadi pada anak itu.
mengapa ia tidak seperti biasanya yang sangat konyol namun mengapa sekarang ia berlagak begitu.
siapapun yanb melihat sikapnya itu tentu saja akan merasa aneh.
Jayson pun tersenyum dan mengelus- elus kepala Dara setelah itu ia langsung pergi dengan gayanya yang sok cool itu.
" haaah dia itu kenapa.." ucap Dara yang terheran melihat tingkah anehnya..
" apa dia salah makan obat.." ucapnya lagi yang benar- benar tidak habis pikir dan menggeleng- gelengkan kepalanya.
Dara pun langsung segera bergegas merapikan buku- bukunya dan setelah itu langsung pergi dari tempat itu karena merasa merinding setelah melihat sikap aneh Jayson.
" lebih baik aku kembali ke kelas sebelum ketularan aneh kayak dia.." ucap Dara yang langsung pergi meninggalkan perpustakaan.
Dara pun kembali ke kelas dengan berlari namun sebelum ia sampai kelas ia malah bertemu dengan Deyon.
Seketika ia langsung panik dan tegang tidak tau harus berbuat apa mau menghindar tapi ia sudah di depan mata.
namun tidak di sangka Deyon tidak memperdulikanya dia berjalan dan melewatinta begitu saja.
tatapanya sangat sadis dan cuek mukaknya begitu masan auranya begitu ganas bagaikan aura membunuh.
angin yang menyertainya pun begitu besar sehingga Dara bisa merasakannya dengan begitu kuat.
Dara pun merasa kecewa karena Deyon telah mengabaikannya dalam hatinya berpikir apakah dia benar- benar akan melupakannya.
meskipun ini yang Dara mau ia ingin menjauh dari Deyon akan ia tidak menderita lagi namun hati dan pikirannya berbeda.
pikirannya ingin menjauhinya namun hatinya masih terikat olehnya.
melihatnya yang pergi begitu saja membuat hati Dara sangat sesak hingga matanya pun menjadi merah karena menahan air matanya.
Dengan kesedihannya Dara pun kembali ke kelasnya dan melamun sepanjang pelajaran ia tidak bisa fokus dan pikiriannya di penuhi oleh Deyon.
__ADS_1
Dari dan pelajaran, makan siang, hingga pulang dari kampus ia masih saja melamun.
dalam hidupnya seperti tidak ada semangat lagi bahkan berjalan pun sudah seperti zombie.
Sampai di kamarnya pun ia melempar badannya di atas kasur, begitu merasa sangat lelah dan juga perasaanya yang begitu tidak enak sehingga membuat dirinya tidak punya semangat hidup.
" mengapa hari ini ketika Deyon mengabaikanku rasanya sangat sakit sekali padahal ini yang aku mau..." ucap Dara yang terus mengeluh di dalam kamarnya.
" aku yang menginginkan semua ini tapi mengapa sekarang aku tidak bisa menerimanya.." ucapnya lagi yang sambil bersedih.
" haahhhhh...... apa yang harus aku lakukan sekarang... jika setiap hari bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini bagaimana aku akan bertahan.." ucapnya lagi yang terus menerus mengeluh pada dirinya dan juga pada keadaan yang sekarang.
Dara pun berbaring di atas tempat tidurnya sambil merenungkam kejadian yang baru saja di alamaminya, semua itu selalu terngiang- ngiang di dalam pikirannya.
karena pikirannya terlalu penuh dengan hal- hal yanh membuatnya merasa lelah sehingga tanpa ia sadar ia pun tertidur dengan lelap selama seharian itu.
Matahari pun sudah mulai terbenam, sinar mentari pun telah tergantikan oleh sinar rembulan dan juga sinar bintang yang begitu terang di atas langit sana.
Ketika itu Dara pun terbangun dari tidurnya, merenggangkam kedua tangannya dan mulutnya yang masih menguap.
" haahhh ternyata sudah malam... hmmm aku tidur seharian sangat lelah..." ucapnya yang langsung terkejut ketika melihat hari sudah gelap.
Dara pun membuka tirai jendela dan melihat ke arah keluar, ia melihat pemandangan yang begitu indah bintang- bintang begitu tampak jelas di langit di tambah lagi dengan sinar rembulan yang amar terang
Sehingga membuat malam ini sangat indah tidak ada kebisingan dan hanya terdengar suara angin serta serangga- serangga kecil yang saling bersautan.
" wahhh langit malam ini sangat indah.." ucap Dara yang terpesona dengan keindahan langit malam ini.
Dara pun menatap langit sambil mengagumi keindahannya di setai dengan hembusan angin yang sejuk membuat hatinya tenang dan damai.
sejuknya hembusan angin membelai pipinya, ia pun menjadi terhanyut dan memejamkan kedua matanya menikmatinya dengan begitu dalam
membuat suasana hatinya sangat nyaman dan tenang.
namun di tengah- tengah semua itu tiba - tiba suara dering handphone terdengar, membuat Dara dengan segera membuka matanya dan menghancurkan kenikmatan itu
Dara pun mengangkat telepon dan berbicara benerapa saat dengan orang itu, namun ketika selesai menelpon tiba- tiba raut wajah Dara menjadi berubah
__ADS_1
ia terlihat tidak senang, ia menghela nafas dalam dengan wajah yang sedikit lesu ia pun segera keluar dari rumah yang entah pergi mau kemana.
...****************...