
Setelah memakaikan sabuk pengaman Deyon pun kembali ke tempat duduknya dengan memegang setir mengemudinya.
Masih dengan wajah yang tersenyum dan bersiap untuk melunjur ke acara pameran kesenian.
Di sampingnya Dara yang masih malu Dengan keadaan yang tadi sehingga berbicara pun tidak berani.
Hanya terus memandang ke arah depan dan sedikit merunduk dengan *******- ***** tangannya hingga menjadi merah dan berkeringat saking gugupnya.
Deyon pun tersenyum tipis sambil melirik wanita yang ada di sampingnya.
" kamu kenapa diam aja" tanyanya sambil melirik kearahnya.
" hahh eee gak papa" jawabnya dengan panik dan seketika wajahnya memerah
" kenapa wajahmu memerah" tanyanya lagi dengan nada yang sedikit menggoda.
" haahhh gakkk kok" jawabnya dengan seketika menutup wajahnya yang sudah memerah karena merasa malu dan juga gugup
Deyon yang melihat ekspresinya yang lucu itu tersenyum senang dan semakin ingin menggodanya lagi.
Setelah itu Deyon pun kembali fokus untuk menyetir agar segera sampai di tempat tujuan.
di samping itu Dara yang dengan rasa gugupnya sudah mereda dan mulai menurunkan tangannya secara perlahan dan membuka jari jemarinya yang masih menutup wajahnya seperti orang yang sedang mengintip.
Melihat ke arah samping dan memperhatikan pria yang ada sedang fokus menyetir.
menatapnya dengan terpesona dan begitu mengagumi ketampannya.
terlihat jelas dimatanya bahwa dia menyukainya tapi takut untuk mengakuinya.
"wahhh di lihat dari samping gini dia tampan juga yaa apalagi saat di sedang serius seperti ini" ucapnya dalam hati sambil berpikir sembarangan.
terus menatapnya dengan muncul senyuman manis di bibirnya yang kecil dan berwarna merah muda itu.
" kanapa kamu terus menatapku...?" tanya Deyon dengan tiba- tiba.
Ternyata sejak dari tadi Deyon sadar bahwa Dara sedang memperhatikannya, meskipun dia terlihat fokus memandang ke arah depan akan tetapi dia bisa melihat dengan jelas bahwa wanita yang ada di sampinya itu sedang memperhatikannya.
"haahhh" jawab Dara yang seketika memalingkan wajahnya dan berpura- pura memandang ke arah luar jendela.
__ADS_1
Terdengar suara tawa Deyon yang melihat sikap malu- malu si Dara.
**
Tidak lama setelah itu mereka pun sampai di acara pameran tersebut dengan segera Dara langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Deyon disana sendirian.
pergi dengan terburu- buru tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Deyon jangankan berpamitan bahkan mengucap terima kasih pun tidak.
ia langsung bergi begitu saja dan langsung mencari sahabtnya itu dengan segera karena waktu yang sudah mepet tempatnya sudah begitu ramai, takutnya ia tidak sempat bertemu dengan sahabatnya itu sebelum acaranya di mulai.
Berlari menuju tempat pameran dan mencari- cari sahabatnya itu, terus melihat sekeliling dan mencari- cari.
Tepat di seberang ia berdiri melihat sahabatnya yang sedang sibuk dan berbincang dengan yang lainnya.
" Masyaaa...." teriaknya dengan lantang dan melambaikan tangan dari kejauhan dengan penuh senyum bahagia.
Masya yang langsung berpaling menghadapnya yang juga ikut tersenyum senang karena akhirnya sahabatnya bisa datang juga.
Mereka pun saling menghampiri satu sama lain dengan begitu senang dan langsung berpegangan tangan dan dengan lompatan- lompatan kecil.
" Darrr akhirnya lo dateng juga, gue kira lo gak bakalan dateng tauu" ucap Masya yang langsung senang ketika Dara datang menghampirinya.
" mana mungkin sii aku gak dateng di acara penting sahabat aku ini" jawab Dara dengan senang dan masih memegang tangannya.
" janji yaa" ucap Dara
"ngomong- ngomong lo kesini sama siapa" tanya Masya dengan penasaran.
" oohh iyaa aku lupa" jawab Dara yang seketika teringat dengan Deyon yang mengantarnya masih tertinggal di belakang.
tidak tau akapah dia ingin ikut bersamanya melihat pameran ataukah tidak bahkan lupa mengucapkan terima kasih karena telah bersedia mengantarnya.
Dia benar- benar merasa tidak enak hati karena melupakannya ia pikir ia sedang naik taxi online karena sepanjang perjalanan dia tidak banyak bicara.
" lupa apa Darr.." tanya Masya lagi yang bingung dengannya.
" aku lupa kalauu..." jawab Dara dengan wajah yang panik.
Ketika Dara akan mengatakannya tiba- tiba wajah Masya berubah menjadi terpaku pada suatu hal, matanya terbuka lebar bahkan mulutnya juga terbuka lebar.
__ADS_1
" Daarrr coba lihat dehh siapa yanh dateng" ucap Masya dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.
" hahhh" jawab Dara yang bingung dan langsung menoleh kebelakangnya.
Deyon pun muncul Dari belakang dengan langkahnya yang panjang dan juga sangat berkarisma sehingga membuat gadis- gadis yang ada di sana menjadi terpesona kepadanya.
" kenapa kamu pergi begitu saja" tanyanya kepada Dara yang membuat semua orang terheran kenapa bisa orang seperti Dara bisa dekat dan kenal dengan orang yang seperti dia.
" eee anu aku lupaa" jawab Dara dengan gugup dan juga sedikit malu kerena diperhatikan banyak orang.
" tapi nanti kamu gak boleh lupa saat kita sudah bersama nanti" balas Deyon yang menggodanya dengan rayuan mautnya.
Dara pun menjadi sangat malu dengan perkataan Deyon di depan semua orang, tidak ingin orang- orang berpikir yang tidak- tidak tentangnya.
" yaa udahhh aku juga mau lihat pameran disini" ucap Deyon lagi dengan berkata yang keras yang melihat kesekelilingnya.
Masya yang masih bingung dengan keadaan yang ada dan menatap aneh terhadap orang yang ada di depannya itu.
" dia siapa" tanya Masya dengan berbisik di samping Dara.
" oohh yaa aku lupa ngenalin ini sahabat aku Masya, dan Masya ini Deyon temen kampus aku" ucap Dara yang memperkenalkan kedua temannya itu.
Mereka pun saling berkenalan dan berjabat tangan dengan sapaan yang ramah.
Ketika sedang berbincang- bincang santai antara mereka bertika yang menikmati pertemuannya itu tiba- tiba Masya di panggil oleh salah satu panitia acara pameran tersebut.
Karena ada suatu hal yang penting yang harus di kerjakan oleh Masya dia pun harus pergi dan tidak bisa menemani mereka mengobrol lagi.
" Sorry yaa guys gue harus pergi dulu masih ada urusan soalnya nanti gue kesini lagi, kalian berdua have fun yaa" ucap Masya yang harus pergi untuk pembukaan acara tersebut.
" yaa santai aja kamu lanjut aja dulu" jawab Dara
Sekarang Masya sudah pergi disana tinggal mereka berdua suasananya menjadi canggung kembali tidak seperti tadi yang lebih seru karena adanya Masya disana yang selalu bisa mencairkan suasana karena tinggkahnya blak- blakan dan juga seru.
mereka berdua menjadi tatap- tatapan satu sama lain dengan malu- malu dan juga canggung.
" yaa udahh kita kesana aja yukk" ucap Deyon yang berusaha membuat suasananya menjadi tidak canggung lagi.
" yaa udahh ayukkk" jawab Dara yang langsung mengikutinya.
__ADS_1
Mereka berdua pun bejalan ke arah yanh ditunjuknya untuk melihat- lihat pameran yang ada sambil mengobrol- ngobrol santai.
**********