
Mereka yanh masih mengobrol di cafe itu.
" sebenarnya apa Dar" tanyanya lagi penasaran.
" sebenarnya aku mau curhat sama kamu Sya, perasaan sama pikiran aku lagi kacau ni " jawabnya dengan sedikit lesu
" emangnya ada apa Darr" tanyanya lagi yang masih bingung dengan maksud Dara
" aku benar- benar ngerasa tidak betah lagi dengan semua ini Sya ini benar- benar bukan hal yang aku mau " jawabnya lagi dengan perasaan sedih dan sedikit emosi.
" aku pengen dehh kayak yang lain punya kehidupan yang bebas, kamu tau kan hidup aku ini semuanya sudah direncanakan dari aku bangun tidur sampai aku tidur lagi semuanya juga sudah di atur" ucapnya lagi dengan sedih
" aku benar-benar capek kayak gini terus apalagi di kampusku sekarang aku benar-benar sendirian " ucapnya lagi dengan menghelus nafas dalam.
" hmmm kamu yang sabar yaa Darr aku yakin kamu pasti bisa ngelewatin semua ini " jawab Masya yang menenangkan suasana hatinya Dara.
" kami harus inget apapun kesulitan yang kamu hadepin kamu tidak boleh putus asa,kamu juga harus sering-sering sharing Dar jangan pendam semua masalah itu sendirian" ucap Masya lagi yang memberikan suport pada sahabatnya yang lagi bersedih.
" kamu kan tau aku sendirian mau sharing sama siapa coba, kamu juga gak bisa selalu ada disamping aku, kamu juga punya kehidupan kamu sendiri gakk mungkin aku selalu ngerepotin kamu dan selalu nempel sama kamu" balas Dara dengan nada yang tertekan akam keadaan dirinya.
" aku juga gak mau ngerepotin kamu terus Sya" ucapnya lagi
" kamu jangan ngomong gitu dong, gue seneng kok direpotin sama sahabat kesayangan gue ini" jawab Masya yang lagi-lagi menenangkan perasaan Dara yang sudah kacau dan tertekan.
" coba aja aku bisa menjalani hidup sesuai keinginan aku " ucap Dara yang menyesali keadaan.
" kalo kamu emang gakk suka disini kenapa kamu gak coba aja lakuin apapun yang kamu suka"jawab Masya
" tapi bagaimana dengan papah aku,aku pengen ngejalanin hidup sesuai keinginan aku tapi aku juga gak bisa ngecewain papah aku" ucapnya denan nada yang penuh emosi
" aduhhh kalo gitu gue juga ikutan bingung jadinya" jawab Masya yang menjadi ikut bingung dibuatnya
" coba lo jalanin aja dulu beberapa bulan siapa tau lo jadi suka kalo emang udahhh bisa yaa jangan dipaksaain" ucapnya lagi dengan memberi saran.
" hmmm mungkin kayak gitu aja yaa" jawabnya dengan menghela nafas dan menenangkan perasaannya.
" thank you yaa Syaa kamu emang selalu bisa buat perasaan aku jadi lebih baik" ucap Dara sambil memeluk sahabatnya.
__ADS_1
Merekapun saling berpelukan saling menenangkan emosi masing-masing.
ditengah kehangatan persahabatan itu, Masya yang mulai membuka pembicaraan yang baru dan lagi-lagi membahas pria yang bisa membuat Dara salah tingkah itu.
" eehh ngomong-ngomong lo gimana sama cowok itu" ucapnya dengan jahil dan menggodanya.
" gimana apanya" jawab Dara yang mulai salah tingkah lagi
" perkembangannya gimana" ucapnya dengan ngeledek
" gakk gimana gimana kok" jawabnya dengan membantahnya
" gak gimana-gimana kok salting sihhh" balasnya dengan menggodanya lagi den terawa puas melihat tingkah sahabatnya yang lucu ketika ditanya soal pria.
" iihh enggak apaan sii" jawabnya lagi dengan membatah malu-malu
" tapi kamu tau gakk masak dosen nyuruh aku belajar dari dia dan harus sering-sering bertanya sama dia sihhh" ucapnya Dara dengan sedikit kesal tapi malu-malu
" oohh yaa bagus dong lo jadi sering- sering dehh ketemu sama dia" jawab masya masih terus menggodanya.
" gue lancar-lancar aja kok gue juga ambil kerja paruh waktu buat nambah-nambah keperluan kampus" jawabnya dengan datar
" oohh yaa kamu kerja kok gakk bilang-bilang, kerja dimana? nanti kapan - kapan aku mampir kesana dehh" ucap Dara yang sedikit terkejut
" adaa di cage deket kampus juga, yaa next time lo main-main lahh kesana" jawabnya dengan gayanya yang sok asik.
" okee dehhh" ucapnya dengan senang
Setelah bercerita panjang lebar mereka pun dari cage itu untuk kembali ke kampusnya, Masya yang mengantar Dara kembali ke kampusnya sambil melihat-lihat karena jaraknya yang juga dekat .
berjalan dengan santai dan sambil berbincang- bincang menikmati angin segar yang sayup-sayup menghanyutkan.
tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di kampus Dara yang begitu besar dan megah.
karena sudah sampai dan Masya sudah mengantar Dara dengan selamat sampai tujuan
Masya pun berpamitan untuk kembali ke kampusnya lagi karena masih ada jam kuliahnya.
__ADS_1
sebelum berpisah mereka pun berpelukan lagi dengan sangat erat seperti tidak ingin berpisah tetapi keadaan tidak mengizinkan.
" yaa udahh gue balik dulu yaa Dar gue masih ada kampus nihh" ucap Masya dengan melepas pelukannya.
" yaa udahh kamu hati-hati yaa" jawab Dara yang juga melepaskan pelukannya.
" gue duluan yaa byee" ucap Masya dengan melambaikan tangan dan pergi
Dara pun membalas lambaian tanganya juga pergi kembali ke kampusnya.
Dengan tersenyum lega karena beban hatinya sudah berkurang walaupun hanya sedikit tetapi itu sangat berarti baginya dan bisa membuatnya lebih tenang.
benjalan dengan santai dan senang dengan membawa tas kecil yang tergantung di pundaknya, kembali ke kelasnya untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.
ketika akan memasuki kelasnya tanpa sengaja ia bepapasan dengan Deyon sii anak paling pintar di kampus ini.
berhadapan secara langsung dan bertatap- tatapan lagi - lagi membuat jantungnya tidak stabil, berdebar dengan sangat kencang rasanya seperti mau keluar wajahnya yang sudah mulai panik dan memerah segera menundukan kepalanya untuk menghindari kontak mata denganya.
karena sudah tidak bisa menahannya lagi Dara pun segera menghindar dan masuk ke dalam kelasnya, tetapi karena panik dia pun menabrak pintu yang belum terbuka itu.
dia pun berteriak kesakitan dan langsung memegangi kepalanya.
"kamu gak papa" ucap Deyon dengan ekspresi wajah seperti ikut merasakan sakit yang di alami Dara.
" ee gak papa " jawab Dara dengan cepat dan segera membuka pintu itu lalu berlari menuju kelasnya.
Deyon yang merasa heran melihatnya pun menggeleng-ngeleng kepalanya dan sedikit ada senyuman di mulutnya.
Dara yang berlari menuju kelasnya itu pun langsung duduk dan menutup dirinya dengan sebuah buku karena merasa sakit dan juga malu.
menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghentak- hentakkan kakinya kelantai dan muncul ******* kecil dari mulutnya atas apa yang terjadi barusan .
" aaaaa kenapa aku bisa ceroboh dan sebodoh ini kalo ketemu sama dia sii" ucap dara dengan suara kecil tapi penuh dengan emisi
hal yang memalukan terjadi barusan itu sungguh tidak dapat dilupakn olehnya.
********
__ADS_1