
Masih di tempat yang sama menikmati makanan dengan perlahan- lahan dan menatap kosong satu sama lain.
Beberapa menit setelahnya jam istirahatpun akan segera usai, mereka yang telah usai makan siang dan akan segera meninggalkan kantin itu.
Seperti biasa Deyon yang mengantar Dara kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Berjalan dengan perlahan dan santi sambil menikmati waktu bersama yang hanya sebentar ini karena kelas sebentar lagi akan segera di mulai.
Sambil berbincang- bincang ringan dan tidak lupa bergandengan tangan mesra.
Hingga tidak terasa mereka pun telah sampai tepat di depan kelasnya si Dara dan mereka pun menatap satu sama lain.
" aku udahh sampai nii..." ucap Dara dengan lembut sambil menatapnya.
" iyaa udahhh kamu masuk giihh.." jawab Deyon yang juga menatapnya dan juga yang masih memegang kedua tangannya.
" yaa udahh kalau gitu aku masuk dulu yaa.." ucap Dara dengan senyum perpisahan dan melepaskan genggaman Deyon.
Deyon pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Dara pun meninggalkan Deyon dan masuk ke dalam kelasnya, akan tetapi dalam perjalanannya Dara selalu menatap keluar memperhatikan si Deyon.
Begitu pula dengan Deyon yang meninggalkan kelas Dara dengan terus menerus menatapnya menelusuru setiap sedut jendela.
Seperti sepasang kekasih yang tidak ingin berpisah walau hanya semenit saja.
padahal mereka berada dalam kampus yang sama dan berpisah hanya dalam jarak beberapa meter saja akan tetapi mereka seperti akan berpisah beda negara saja, begitu berat merelakan pergi satu sama lain.
Mungkin dalam hati mereka tau bahwa hari - hari mereka bersama lagi hanya tinggal sebentar, itu lah mengapa mereka sangat mengharai waktu- waktu bersamanya.
Tidak lama setelah itu kelas pun di mulai seperti biasanya, akan tetapi dalam pelajaran kali ini ada hal yang sedikit berbeda yaitu dimana mereka semua akan terjun ke lapangan.
Yang artinya dimana mereka akan prantik langsung dengan salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan kampus tersebut.
Dalam situasi seperti ini ada kalanya siswa yang senang dan ada juga yang sedikit tidak senang, karena langsung terjun ke rumah sakit merupakan hal yang sedikit berbeda dari praktik- praktik di dalam kampus.
" baiklah anak- anak magang kalian akan di mulai minggu depan jadi persiapkan diri dengan baik dan jaga kesehatan kalian" ucap dosen itu dengan mengakhiri pertemuan hari ini.
" baik pak.." jawab semua murid.
Dosen itu pun meninggalkan kelas dengan semua perlengkapannya, dengan suara decitan sepatu pantofelnya yang nyaring ketika menginjak lantai.
Begitu juga di sertai riuhnya suara murid yang juga hendak meninggalkan kelasnya.
__ADS_1
Tidak seperti biasanya Dara yang biasanya langsung mencari sang pujaan hatinya, tetapi kali ini ia tidak mencarinya ia datang ke perpustakaan, mengeluarkan beberapa buku dan juga laptopnya. membaca beberapa buku dan juga mengerjakan tugasnya yang sudah menumpuk.
Meskipun ia terbilang cukup pintar akan tetapi ia masih kalah jauh dari sang kekasihnya itu.
ia merasa harus mengejar ketertinggalannya itu agar bisa melampauinya.
Ketika hendak mengerjakan tugasnya Dara merasa ada yang kurang sehingga ia memutuskan untuk mencari beberapa reveresi lagi.
Dara pun berkeliling menelusuri setiap rak untuk mencari buku yang di inginkannya.
ketika ia melihat setiap baris buku dari samping kanan ke keri dan juga dari bawah ke atas.
tiba- tiba tangannya terhenti di baris paling atas dan menemukan apa yang di carinya.
akan tetapi Dara kesulitan ketika hendak mengambil buku tersebut, di karenakannya tempatnya yang terlalu tinggi dan tinggi badannya yang juga tidak mendukungnya.
Tanpa putus asa ia terus berusaha menjangkau buku itu dengan menjinjit hingga melompat- lompat kecil.
Meskipun sudah berusaha Dara tetap saja tidak bisa menjangkaunya.
Sehingga ia menjinjit dengan sekuat tenaga agar tanganya bisa sampai di buku itu.
Sedikit lagi ia sudah hampir meraihnya, tiba- tiba muncul seseorang tepat di belakangnya dan menjulurkan tangannya mengambil buku itu.
Dara yang terkejut dengan sosok yang besar tiba- tiba menutupi sekejur tubuhnya.
Tanpa bisa berkata- kata Dara hanya bisa tercengang dan terus menatapnya tanpa bisa berkedip.
Pria itu pun tanpa memperdulikannya dan langsung saja mengambil buku tersebut.
Dara yang sudah gr duluan, merasa pria itu akan mengambilkan buku itu untuknya.
Dengan percaya dirinya ia menjulurkan tangannya dan hendak mengambil buku yang ada di tangan pria itu.
akan tetapi dengan wajah dinginnya pria itu pun pergi dari hadapannya tanpa memperhatikannya.
dia merasa seperti tidak ada orang di sekitarnya, melewatinya begitu saja disertai hembusan angin yang dingin yang di tinggalkan oleh tubuhnya itu.
pergi begitu saja dan mengambil buku yang diinginkannya sejak tadi membuat Dara sangat kesal dan juga marah.
mengepalkan tangannya dan juga menggeram seperti ingin menerkamnya.
" heeehh tunggu" ucap Dara dengan kesal kepada pria itu.
__ADS_1
akan tetapi pria itu tidak memperdulikannya sama sekali.
" heehh tunggu" ucap Dara sekali lagi sambil mengejarkan dan berhenti tepat di hadapannya.
" kamu ngomong sama aku" jawab pria itu kaku
" iyaa lahh sama kamu sama siapa lagi coba..." ucap Dara ketus
" kenapa?" tanya pria itu singkat.
" kembalikan buku aku sekarang.." ucap Dara dengan tegas
" maksudmu buku ini" jawab pria itu dengan memperlihatkan buku itu disertai dengan wajahnya yang sok cool itu.
" sejak kapan ini jadi buku kamu, karena aku yang ngambil duluan jadi buku ini milik aku" ucap pria itu lagi dengan wajahnya yang kaku dan juga sadis.
" tadi aku yang nemuin duluan tapi malah kamu merebutnya" ucap Dara dengan gugup dan juga geram.
" kamu yang nemuin duluan tapi aku yang ambil duluan" jawab pria itu dengan senyum jahatnya.
" gak bisa gitu dong.... kembalikan buku itu sekarang juga" ucap Dara dengan sangat kesal.
" kembalikan? lucu sekali " jawab pria itu dengan suara tawa kecilnya yang bengis.
benar- benar seperti pria iblis yang tidak tau cara menghormati orang lain.
" cepat kembalikan atauu gakk..." ucap Dara dengan berpura- pura berani menggertak dan mengancamnya.
yang sebernarnya dalam hatinya ia juga merasa takut dengan pria itu apalagi dengan tatapannya yang terlihat sedikit sadis.
" kalau aku gak mau kenapa? siapa suruh kamu gak ambil duluan" jawab pria itu dengan angkuhnya dan sama sekali tidak takut dengan ancamannya.
" yaa itu... itu karena aku gak sampek menjangkaunya dan aku sedang berusaha tapi kamu malah merebutnya" ucap Dara dengan terbata- bata.
" yaa itu salah sendiri siapa siruh..... pendek" jawab pria itu dengan melihatnya dari atas hingga bawah dan menghinanya dengan sifat iblisnya itu.
Dara yang kesal dengan ucapannya langsung menggeram dan tanpa sadar mengarahkan kepalan tangannya ke wajahnya dan hampir memukulnya.
Pria itu dengan tawa sadisnya menghiraukan Dara dan meninggalkanya begitu saja.
" buang- buang waktu saja" terdengar samar suara pria itu yang langsung pergi dari hadapan Dara.
memang benar- benar pria yang angkuh dan sangat tidak berperikemanusiaan.
__ADS_1
Dara yang di tinggalkan begitu tanpa mendapatkan kembali buku yang dicarinya itu membuatnya sangat kesal dan juga marahh.
*************