
Keesokan harinya pagi- pagi sekali Deyon sudah berada di depan rumah si Dara yang datang menjemputnya untuk mengajaknya ke suatu tempat yang akan ia kunjungin.
Sesuai perkataannya kemarin malam ia ingin Dara menemaninya ke suatu tempat yang di rahasiakannya.
Disisi lain Dara yang baru bangun tidur dan hendak keluar rumahnya untuk berolahraga pagi di hari minggu yang indah dan cerah ini.
Ketika ia hendak membuka pintu gerbangya tiba saja sebuah mobil sudah berada tepat di depannya, ia menjadi terkejut.
Seketika menghentikan langkahnya dan melihat- lihat di sekelilingnya
"siapa yang datang pagi- pagi begini" pikirnya dalam hati.
Sebuah kaki yang panjang dengan celana chino dan juga sepatu pantofel keluar dengan sangat elegan dari mobil itu.
Seorang pria dengan pakaian yang begitu formal dengan jas yang dikenakannya membuatnya terlihat seperti seorang cio.
" hey..hey..." ucap pria itu dengan melambai- lambaikan tangannya tepat di depan matanya karena Dara melamun dan tercengang melihat pesona yang ditampilkan pria itu.
"kenapa kamu bengong" tanya pria itu lagi.
Dara yang menyadarinya segera menggelengkan kepalanya dan menyadarkan dirinya yang melamun sejak tadi.
" haahh Deyon." jawab Dara yang baru menyadari bahwa pria itu adalah Deyon dia hampir saja tidak mengenalinya karena penampilannya yang tidak seperti biasanya.
" kamu mau kemana? kenapa berpakaian seperti ini" tanya Dara denga penasaran.
" yaaa aku jemput kamu,,, kamu gak lupa kan sama janji kita kemarin" jawab Deyon dengan lembut.
" haahh pagi- pagi begini kamu yakin? aku kira kita perginya sore" ucap Dara lagi yang bingung dan juga sedikit terkejut dan terheran.
" tapi aku belum siap- siap" ucap Dara lagi yang memperlihatkan dirnya yang masih begitu lusuh.
" gakk papa gak siap-siap juga gak kenapa aku tetap suka kok" ucapnya lagi dengan begitu lembut dan memdekatkan kepalanya ke hadapannya dengan sedikit membukuk karena badannya yang lumayan tinggi.
Dara yang terkejut dengannya yang tiba- tiba menyodorkan kepalanya
ia langsung saja melangkah mundur karena sangat gugup dengan jarak yang begitu dekat.
akan tetapi ketika ia melangkahkan kalinya ke belakang tidak sengaja ia tersandung sebuah batu kecil tepat di pijakan kakinya.
Dia refleks ia pun berteriak kecil dan hampir terjatuh.
Belum sempat ia menyentuh sebuah tanah dengan badannya. Dara segera di tangkap oleh si Deyon yang melihatnya akan terjatuh.
__ADS_1
Dengan erat memeluk pinggangnya yang kecil dan juga memegang salah satu tanganya agar dia tidak terjatuh.
Benar- benar adegan yang romantis saling bertatapan dengan penuh perasaan yang dalam.
Berpegangan dengan cukup lama sepertinya mereka telah terhanyut dalam suasana yang hangat dan juga romantis.
Setelah beberapa saat mereka pun sadar,Dara yang kembali berdiri tegak dan Deyon pun melepaskan tangannya dari tubuh di Dara dengan cepat tapi juga sedikit merasa senang.
" kamu gak papa?" tanya Deyon yang sudah mulai merasa canggung.
" iyaa gakk papa.... makasii yaa" jawab Dara dengan lembut dan juga gugup.
" yaa udahh aku masuk dulu siap- siap kamu tunggu disini aja" ucap Dara lagi yang langsung masuk dengan wajah yang panik dan juga canggung.
Deyon yang melihatnya dari belakangpun tertawa kecil dan merasa cukup senang dan sedikit terhibur dengan suasana hari ini.
Setelah menunggu lumayan cukup lama akhirnya Dara pun muncul dengan dandanan yang juga tidak seperti biasanya.
dia menggunakan mini dress yang cantik dan rambut yang terurai. benar- benar tidak seperti biasanya.
Deyon pun yang melihat dari kejauhan memandang Dara dengan terpesona dan juga kagum akan dirinya.'
Dara pun datang memdekat padanya dan berdiri depat di hadapannya.
" makasii" jawab Dara dengan senyum malu- malu.
mereka pun terbengong disana beberapa saat Deyon yang berdiri tepat di depan pintu mobil seakan tidak mengijinkan Dara masuk ke dalam mobilnya saking terpesonanya.
Dara pun akhirnya memberikan isyarat bahwa dirinya akan masuk kedalam mobilnya.
Deyon yang akhirnya tersadar setelah diberikan kode dan segera membukan pintu untuknya
Dara pun masuk ke dalam mobil dengan senyuman tipis yang terpancar di wajahnya.
kemudian di susul oleh Deyon yang sangat senang dan karena berhasil mengajak Dara pergi hari ini.
Sepanjang perjalanan Deyon terus saja melirik Dara dengan kagum dan hampir tidak berkedip.
" jalannya ada disana kenapa kamu hadap sini terus" ucap Dara yang menunjuk ke arah jalan dengan sedikit merasa gugup karena Deyon terus memperhatikannya.
" bagusan hadep sini pemandangannya indah daripada di depan gak ada apa- apa" jawab Deyon dengan rayuan gombalnya dan mengeluarkan seyum tipisnya yang menghanyutkan.
" apaan sii" balas Dara dengan memalingkan wajahnya dan tersenyum malu- malu.
__ADS_1
" nanti nabrak lohh... kamu fukus gihhh nyetirnya" ucap Dara lagi yang sudah mulai salah tinggkah karena Deyon terus saja meliriknya.
" iyaa dehh iyaaa" jawab Deyon dengan lembut dan menuruti perkataan Dara dengan sukarela.
Setelah beberapa menit mengemudi mereka pun telah sampai di tempat tujuan.
dimana tempat tersebut adalah sebuah gedung yang besar dan juga megah.
Dara yang merasa kebingungan kenapa ia di ajak kesini dan apa tujuan mereka datang ke tempat tersebut.
" kenapa kita kesini? tanya Dara yang amat penasaran.
" nanti kamu juga tau .... yukk masuk" jawab Deyon dengan senyum misteriusnya.
Deyon pun mengulurkan tanganya dengan tatapan yang dalam menggandeng Dara masuk ke dalam gedung tersebut.
mereka menuju sebuah ruangan yang sedikit mistirius karena di luar banyak sekali orang- orang yang berdiri dengan pakaian serba hitam.
mungkin itu adalah penjaga gedung itu
Akan tetapi ketika sampai di depan pintu ruangan yang akan di tuju Dara menjadi semakin gugup dan panik
" kenapa kita kesini? " tanya Dara sekali lagi pada Deyon dengan menghentikan langkahnya dan menarik tangan Deyon dengan gugup.
" kalau kamu gak kasi tau aku gak bisa ikut kamu" ucap Dara lagi dengan mempertegas keadaan agar dia tidak terjebak dalam ketakutanya.
" pokoknya kamu ikut aja.. aku gak bakalan macem- macem kok... kamu percaya yaa sama aku" jawab Deyon dengan memegang pundak Dara untuk meyakinkanya agar percaya terhadapnya.
Dara pun menghela nafas dalam dan mempercayai perkataan si Deyon yang sedikit misterius itu.
Deyon pun mengeluarkan sehelai kain dari sakunya dan akan segera menutup matanya si Dara.
" haahhh kenapa mataku ditutup" ucap Dara yang kebingungan.
" udahhh kamu percaya aja" Jawab Deyon dengan begitu lembut.
Deyon menutup mata Dara dengan kain tersebut dan menuntunya berjalan menuju ruangan tersebut dengan langkah yang sangat hati-hati.
Dalam beberapa langkah pun mereka telah sampai di ruangan tersebut dan berhenti di tengah ruangan itu.
Deyon yang berjalan menuju arah belakang si Dara untuk membukakan kain yang menutup matanya.
Dengan perlahan Dara mulai membuka matanya dan langsung terkejut begitu melihat apa yang ada di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
*********