
Tidak lama kemudian Dara pun tiba di kampusnya,turun dari mobil dan berjalan ke dalam kampus, karena tidak terlalu fokus tiba- tiba saja ia tidak sengaja menabrak seseorang.
perempuan yang berparas cantik, tinggi, putih dan juga langsing, dengan kakinya yang panjang dan juga ramping dan juga rambut yang panjang serta bergelombang membuat penampilannya sangat elegan.
dia merupakan seniornya Dara, satu kelas dengan Deyon, yaa bisa di bilang dia salah satu idola kampus, lebih tepatnya malaikat kampus.
" aahh maaf kak.. maaf aku gak sengaja" ucap Dara yang panik dan langsung meminta maaf.
" iyaa gak papa aku juga yang salah jalannya gak hati- hati" jawab wanita itu sopan dan lemah lembut.
" maaf kak sekali aku minta maaf aku bener- bener gak sengaja" ucap Dara lagi yang merasa bersalah dan juga sedikit takut.
yaa bagaimana tidak takut! dia telah melukai malaikat kampus jika orang- orang melihatnya pasti mereka akan menyalahkan Dara dan membelanya.
aahhhh itu adalah salah satu ketakutan terbesar dalam hidup Dara yaitu berurusan dengan orang populer dan banyak yang menyukainya.
" iyaa gak papa kok,, aku juga gak kenapa napa" ucap wanita itu sopan lagi.
"oohh yaa ngomong- ngomong kamu Dara kan pacanya Deyon?" tanya wanita itu yang tiba- tiba sok akrab.
" iyaa kok aku Dara.. kok kakak bisa tau yaa..." jawab Dara yang agak merasa canggung.
" oohh yaa kenalin aku Dea." ucap wanita itu lagi dengan menjulurkan tangannya memperkenalkan diri dengan berjabat tangan.
" iyaa kak.." jawab Dara yang meraih tanganya dengan ragu- ragu canggung.
" yaa siapa siihh yang gak tau kalian.. salah satu couple romantis yang selalu jadi pusat perbincangan kampus" ucap wanita itu lagi dengan nada yang seperti menyindir namun halus, dengan tatapan yang penuh tipu muslihat namun tetap terlihat kalem.
Dara pun tidak bisa berkat- kara dan hanya mengangguk tersenyum saja. perasaan yang sangat canggung dan juga tidak nyaman dengan sifatnya yang sangat aneh terlihat baik tetapi juga seperti tidak baik.
" kenapa? udahh gak usahh takut gitu... aku bisa kan jadi temen kamu?" tanya wanita itu lagi dengan sangat aneh. seperti punya niat yang tidak baik.
" haaa teman!" jawab Dara yang kaget mendengarnya.
" iyaa kita temenan.. kamu mau kan?" tanyanya lagi
__ADS_1
" ee.. ee iyaa kak" jawab Dara terbata- bata karena canggung dan gugup.
wanita itu pun tersenyum dengan manis seperti sangat senang akan berteman dengan Dara namun senyuman itu tidak terlihat tulus.
" yaa udah kalau giti aku ke kelas dulu yaa... byee..." ucap wanita itu dengan senyum manisnya itu.
Dara yang masih terdiam di tempat karena merasa bingung dengan situasi yang di hadapinya saat ini dan juga sedikit curiga dengan wanita itu.
yaa bagaimana tidak curiga karena di rumor- rumor yang beredar katanya si Dea itu sangat dekat dengan Deyon dan bahkan memiliki hubungan yang sangat dekat dan sering di beri julukan pasangan yang serasi karena sama- sama pintar dan juga berbakat.
tidak hanya itu mereka juga sering di sebut- sebut sebagai putra putri kampus, karena paras mereka yang cantik dan juga tampan.
Dengan keadaanya yang masih bingung Dara pun berjalan menuju kelasnya dengan raut wajah yang masih sedikit gugup.
tidak lama kemudian kelas telah di mulai mereka belajar seperti biasanya.
jam istirahat...
pada jam istirahat Dara pun makan siang di kantin kampus dengan beberapa menu di meja makannya, saat dia sedang asiknya makan tiba- tiba Dea datang dengan makanan di tangannya yang kemudian langsung duduk di meja makan yang Dara tempati.
" aaa.. ee iyaa boleh kak..." jawab Dara yang tiba- tiba menjadi canggung kembali.
" gakk usah panggil kak.. panggil Dea aja biar lebih akrab.." ucap Dea lagi dengan senyuman manis namun juga terlihat aneh.
" iyaa kak.. eehh Dea maksudnya.." jawab Dara yang membungkuk.
Dea pun tersenyum senang dan langsung menikmati makananya dengan sangat elegan dan anggun. Dara pun yang berada di depannya merasa sangat insecure dengan kepribadiaanya yang sangat berwibawa itu. jika di bandingkan dengannya dia masih lah sangat kalah jauh bagaikan seekor itik yang di bandingkan dengan seekor anggsa yang indah.
Dara menatap Dea dengan penuh kekaguman namun juga ada rasa iri karena dirinya tidak sebanding dengannya. makan dengan perlahan sambil terus menatapnya.
" oohh yaa bagaimana hubungan kamu sama Deyon?" tanya Dea yang tiba- tiba.
" haaa...." jawab Dara yang terkaget dan tersedak ketika mendengar pertanyaanya.
" kamu gak papa?" tanyanya lagi
__ADS_1
" haa ee iyaa gak papa kok... eee kamu nanya apa tadi " jawab Dara yang bertanya kembali apa yang di ucapkannya.
" aku nanya gimana hubungan kamu sama Deyon?" tanyanya lagi menegaskan.
" eee iyaa baik- baik aja kok... emngnya kenapa yaa..." tanya Dara dengan nada yang sedikit takut.
" oohhh soalnya kan Deyon mau berangkat ke luar negeri sebentar lagi... emngnya kamu gak papa gitu di tinggal dalam waktu yang lama" ucap Dea yang tiba- tiba berbicara hal yang sangat sensitif untuk orang yang baru di kenalnya.
" ee iyaa gak papa kok... aku percaya sama Deyon dia pasti akan jaga dirinya dengan baik" ucap Dara yang berusaha meyakinkan bahwa dirinya baik- baik saja di depan orang yang baru di kenalnya meskipun sebenarnya dia sedih dan sedikit merasa takut akan di tinggal pergi.
" bagus dehh kalau gitu... soalnya dari yang aku tau hubungan ldr itu gak akan bertahan lama.." ucap Dea yang sedikit menyirdir dan memprovokasi keadaan.
" aaa maksud kamu apa yaa?" tanya Dara yang mulai sedikit kesal dengan perkataanya.
" enggaakk maksud aku tuu.. bagus kalau kalian saling percaya gitu..." ucapnya lagi yang berusaha terlihat baik.
" oohhh gitu..." jawan Dara yang sudah malas meladeninya.
Dengan perasaan yanh sedikit kesal Dara pun mengaduk- aduk makanannya untuk melampiaskan kemarahannya.
" oohh yaa niihh buat kamu" ucap Dea lagi dengan memberikan ayam goreng miliknya untuk Dara sebagai tanda pertemanan.
" buat kamu aja soalnya aku gak makan daging terlalu banyak kalorinya..." ucapnya lagi yang sok paling sempurna.
Dara pun hanya diam saja dan tersemyum terpaksa.
Dengan sifatnya yang seperti itu mereka pun menjadi perhatian orang- orang yang berada di dalam kantin.
seorang dewi kampus mau berteman dengan siswa baru yang tidak seberapa itu membuat Dara menjadi sangat malu dan merasa tidak pantas berada di sana.
" wahhh itu kan dewi kampus kita... kok bisa yaa berteman dengan orang kayak gitu.." ucap salah satu orang yang berasa di kantin.
" iyaa.. yaa kok bisa sihh....memang benar yaa dia baik banget tidak membeda- bedakan orang dia mau berteman dengan siapa aja..." sahut yang lainnya lagi memujinya.
Dea pun terlihat senang ketika orang- orang tengah memujinya dan memojokan si Dara dengan perkataan yang menyakitkan.
__ADS_1
***********