Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 68


__ADS_3

Ibunya Deyon hanya bisa diam saja ketika Dara melontarkan kata- kata itu.


Dalam hatinya berfikir bahwa apa yang di ucapkan Dara itu ada benarnya juga, tidak seharusnya ia memaksakan kehendaknya hanya untuk kepentinganya sendiri.


" Jadi saya berharap tante bisa merestui hubungan kami dan kedepannya apapun yang terjadi saya tidak akan pernah meninggalkan Deyon.." ucap Dara yang menegaskan sekali lagi.


" Dan saya juga minta maaf karena tidak bisa memenuhi keiinginan tante.." ucapnya lagi


" kalau begitu saya pergi dulu dan terima kasih atas waktunya.." ucap Dara yang berpamitan setelah menyampaikan semua keluh kesahnya.


Dengan membawa barang- barangnya Dara berpamitan dengan sopan dan langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan supirnya yang telah menunggu di depan tempat itu.


Ibunya Deyon yang masih berada di tempat itu seorang diri itu pun merenung dengan semua perkataan Dara barusan.


di lihat dari raut wajahnya ia terlihat merasa bersalah kepada anaknya itu.


terlihat raut wajahnya yang memendam kesedihan dan juga penyelasan atas apa yang telah di lakukannya.


di sisi lain Dara yang masuk ke dalam mobil dengan wajah dan gayanya yang masih elegan dan pemberani.


namun ketika ia berada di dalam mobil ia menghela nafas dalam dan tanganya juga gemetar kerena berbicara begitu lancang kepada ibunya Deyon.


" aduhhhh apa tadi aku bicara kelewatan yaaa ..." ucap Dara pada dirinya yang merasa gugup setelah memberanikan diri menghadapi ibunya Deyon itu


" apa dia akan semakin membenciku setelah ini..." gumamnya lagi yang sambil mengusap- usap tanganya yang gemetar


dalam hatinya ia merasa sangat takut namun berusaha bersikap berani, sekujur tubuhnya sudah gemetar namun masih besikap seolah sangat berwibawa di hadapan ibunya Deyon.


" apa nona baik- baik saja non.." tanya pak supir yang melihatnya begitu panik dan gemetar.


" iyaa baik- baik saja pak..." jawabnya dengan nada yang sedikit lemas.


" kita berangkat sekarang ya pak.." ucapnya lagi yang ingin segera sampai di rumah dan menenangkan diri


" baik non..." jawab pak supir yang langsung menginjak gas mobil dan segera pergi.


Ibunya Deyon yang baru saja tiba di rumahnya dengan wajah yang terlihat sedikit murung setelah bertemu dengan Dara.


duduk di ruang tengah dengan wajah yang lelah dan juga tidak nafsu untuk beraktivitas.


merasa bersalah dengan anaknya namun juga tidak bisa membatalkan pertungan anaknya dengan Dea begitu saja karena takut saham di perusahaanya di cabut oleh ayahnya Dea.

__ADS_1


ketika ia sedang merenung di ruang tengah tiba- tiba terdengar suara langkah kaki Deyon yang baru saja turun dari lantai atas dan ingin keluar sebentar.


"mamah..." sapa Deyon


" tumben mamah udah di rumah.." ucapnya lagi.


" Deyon... mamah mau bicara sebentar sama kamu.." jawab ibunya yang berubah menjadi serius.


" ada apa mah...." ucap Deyon yang bingung dengan ibunya yang tiba-tiba begitu serius tidak seperti biasanya yanh suka marah- marah.


" sini... duduk sebentar.." jawab ibunya itu.


Deyon pun menghampirinya dan duduk di hadapannya yang merasa sedikit aneh dengan sikap ibunya itu.


" iyaa kenapa mah..." ucap Deyon dengan sedikit gugup.


" apa kamu merasa mamah terlalu kelewatan terhadap kamu.." ucap ibunya yang tiba- tiba berbicara dengan nada penyesalan.


" haa kenapa mamah berbicara seperti itu.." jawab Deyon yang masih bingung dengan sikap ibunya yang tiba- tiba berusah 180 derajat itu.


" apa kamu sangat mencintai Dara.." ucap ibunya lagi dengan pertanyaan aneh itu.


" jika kamu tidak mau bersama Dea mamah tidak akan memaksa kamu lagi.." ucap ibunya yang tidak menentang hubunganya lagi.


" haaaa mamah serius...?" tanya Deyon yang masih tidak percaya dengan perkataan ibunya itu namun di sisi lain ia juga merasa sangat senang mendengarnya.


" iyaa mamah serius... mamah minta maaf yaa selama ini mamah tidak ngertiin kamu dan sebagai ibu seharusnya mamah lebih mengerti kamu di bandingkan orang lain.." ucap ibunya dengan penuh penyesalan dan merasa bersalah kepada anaknya.


" aku juga minta maaf mah.. karena aku keras kepala dan selalu ngelawan mamah..." jawab Deyon yang juga meminta maaf atas sikapnya selama ini.


" makasi banget yaa mah.." ucap Deyon lagi yang merasa sangat senang dengan restu yang di berikan oleh ibunya.


Karena merasa sangat senang ia langsung memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang dan juga terharu atas perkataan ibunya hari ini.


Meskipun Deyon merasa masih bingung apa yang telah membuat ibunya itu berubah begini dan menjadi sangat memahaminya dan mendukung setiap keputusannya itu.


" iyaaa maafin mamah yaa..." ucap ibunya lagi yang terus mengucap kata maaf sambil menangis merasa bersalah atas tindakannya selama ini.


" makasi mah...makasii.." jawab Deyon juga senang dan terharu dengan semua ini.


Setelah beberapa menit suasana pun sudah mereda saling menghela nafas dalam untuk meredakan perasaanya.

__ADS_1


" yaa udahh kalau gitu aku pergi dulu yaa mah.." ucap Deyon yang berpamitan pergi yang segera ingin menemui Dara untuk memberitaukan kabar gembira itu.


" iyaa udahh kamu hati- hati yaa..." ucap ibunya dengan tersenyum.


Deyon pun segera pergi dengan mengendarai mobilnya itu.


Dengan terburu- buru ia menghampiri Dara ke rumahnya untuk menyampaikan kabar gembira.


Setelah beberapa menit Deyon pun tiba di depan rumah Dara


Deyon pun langsung menghubungi Dara dan bilanh bahwa dirinya telah menunggunya di depan gerbangnya agar dia segera keluar menemuinya.


" kamu kok gak bilang sih mau kesini.." ucap Dara yang senang ketika sang kekasihnya menghampirinya.


" iyaa kan mau ngasi kejutan.." jawab Deyon dengan senyuman.


" kejutan apa..?" tanya Dara penasaran.


" ada dehh pokonya... kamu ikut aja yaa.." ucap Deyon yang misterius dengan kejutannya itu.


" tapi aku belum siap- siap nih.." ucap Dara yang memperlihatkan dirinya belum ada persiapan untuk pergi.


" udahh kamu gitu ajaa udah cantik kok.." jawab Deyon dengan gombalannya itu yang membuat Dara tersipu malu.


" yaa udah kalo gitu aku ambil tas dulu yaa... gak lama kok.." ucap Dara yang tersenyum malu.


" yaa udahh aku tunggu di sini yaa.." jawab Deyon yang mengangguk.


Dara pun langsung berlari masuk ke dalam rumahnya untul mengambil tasnya itu dan tidak lama kemudian ia muncul dengan tersenyum bahagia.


" udahh yuk.." ucap Dara yang sudah dengan persiapannya.


Dara pun langsung masuk ke dalam mobil Deyon dengan di pasangkan sabuk pengaman oleh Deyon dan setelah itu mereka pun langsung berangkat ke tempat yang belum di ketahui oleh Dara.


Dengan rasa penasaran yang tinggi Dara pun bertanya kepada Deyon


" kita mau kemana sihh.." ucap Dara yang penasaran.


Seperti biasa Deyon hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2