Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 63


__ADS_3

Tidak lama kemudian mereka yang masih berdiam diri disana dan suasana menjadi sedikit tegang di karenakan ibunya Deyon yang masih memasang wajah masam dan ketus.


namun beberapa menit kemudian seseorang yang di tunggu- tunggu ibunya Deyun tiba, wanita yang berparas cantik dan anggun muncul dari pintu depan dengan sangat elegan.


orang itu tiada lain ialah Dea orang yang di jodohkan dengan Deyon oleh ibunya dan juga orang yang sangat di sukai oleh ibunya.


" halloo nantee..." ucap Dea yang memberi salam kepada ibunya Deyon dengan sangat ramah dan sedikit berlebihan.


" haiii Deaaa... kamu udahh datang cantiikkk..."jawab ibunya Deyon yang juga bersikap ramah kepadanya, seketika raut wajahnya langsung berubah yang tadinya sangat jutek menjadi sangat manis ketika Dea tiba.


Mereka sangatlah akrab dan langsung cipika cipiki ketika bertemu.


" jadi kamu orang yang di ajak mamah kesini.."ucap Deyon yang langsung ketus ketika mengetahui Dea orang yang di tunggu ibunya.


" iyaa gakk nyangka yaa ternyata ada kamu juga... tadi nante ngajak makan siang bareng terus aku langsung ke sini dehh.." jawab Dea dengan sok polos seolah- olah tidak tau semua ini


padahal mereka berdua lahh yang telah merencanakan semua ini.


Deyon pun hanya diam saja dan malas berdebat meskipun sebenarnya ia sudah tau bahwa ini pasti rencananya.


" oohhh ternya ada Dara juga... kebetulan banget yaa.." ucap Dea lagi yang sedikit nyinyir ketika melihat Dara ikut bersama Deyon.


Dara pun hanya mengangguk tersenyum.


Dea pun langsung duduk di dekat ibunya Deyon dan langsung berbicang- bincang dengan sangat senang layaknya seperti seorang ibu dan anak.


pemandangan itu sehingga membuat Dara merasa tidak enak hati dan merasa perlakuan yang sangat berbeda sehingga merasa dirinya tidak pantas berada di sana dan ibunya tidak akan pernah menyukainya.


beberapa menit kemudian mereka makan bersama dengan menu yang di pesan oleh ibunya Deyon itu.


makanan yang sangat banyak di hidangkan di meja makan dan juga termasuk makanan yang sangat mahal.


" Darr bisa tolong ambilin nante minum.." ucap Ibunya Deyon yanh tiba- bita meminta bantuan Dara untuk mengambil minum.

__ADS_1


" haaa ... iyaa nante.." jawab Dara yang sedikit terkejut karena untuk pertama kalinya ibunta Deyon memanggilnya.


" mahh... kan bisa panggil pelayan.." sahut Deyon yang tidak setuju untuk hal itu karena ia merasa sedikit curiga dengan ibunya itu.


" yaa kenapa sihh... orang mamah minta tolong lagian Dara juga gakk keberatan.." ucap ibunya Deyon yang dengan sengaja ingin mempersulit Dara.


" iyaa nante gakk keberatan kok.."jawab Dara yang langsunh setuju dan belum menyadari ada yang aneh.


" udahh gak papa kok.." ucap Dara lagi kepada Deyon yang memberikan kode untuk tenang.


Deyon pun mengijinkannya karena permintaan Dara sendiri.


"eehhh jangan lupa ambilin untuk Dea juga yaa.." ucap Ibunya lagi yang memberikan lebih banyak perintah.


" baik nante.." jawab Dara yang mengangguk setuju


Dara pun langsung pergi ke pelayan untuk mengambil minum yang di perintahkannya itu,


" Deyon kamu ambilin Dea lauknya yang itu dongg.." ucap ibunya Deyon yang sengaja agar Dea dan Deyon menjadi dekat dan sengaja agar Dara menjauh dari Deyon.


" kok kamu gitu sihh.." ucap Ibunya yang kesal dengan perkataan anaknya itu.


" udahh nante... gak papa kok aku bisa ambil sendiri.." sahut Dea yang berpura- pura baik dan pengertian di hadapan mereka.


" kamu memang anak yang baik.. pengertian cocok dehh sama Deyon .." ucap ibunya lagi yang memuji-muji Dea di hadapan Deyon.


namun Deyon masih tidak perduli dan memasang wajah yang dingin.


" nihh aku ambilin daging buat kamu.." ucap Dea yang mengambilkan lauk untuk Deyon agar mendapat perhatiannya.


Namun dengan cuek Deyon malah menyingkirkan daging itu dan melanjutkan makan dengan lauk yang lain.


Dea pun menjadi sangat kesal dengan sikap Deyon itu ia berusaha tetap sabar dan tenang di hadapan ibunya Deyon agar ia tetap menyukainya.

__ADS_1


tidak lama setelah itu Dara pun muncul dari kejauhan dengan membawa dua buah minuman dengan sangat baik, namun Dea yang melihatnya malah mendapatkan ide yang bagus untuk mempermalukannya.


ketika ia hampir tiba di meja makan itu untuk memberikan minuman itu kepada ibunya Deyon dengan sengaja Dea menyandung kaki Dara dan alhasil Dara tersandung dan terjatuh, semua minuman itu tumpah berantakan di dapapan mereka


dan juga mengenai pakaian Dea dan juga ibunya itu.


" maaf... maaf nante.. aku gak sengaja.." ucap Dara yang langsung panik dan merasa bersalah atas kecerobohannua.


" kamu ini apa- apaan sihhh bawa gitu aja gakk bisa.." jawab ibunya Deyon yang langsung marah tanpa henti.


" kamu lihat baju nante dan Dea jadi kotor kayak gini .. kamu tauu baju ini itu limited edition.." ucap Ibunya Deyon lagi dengan nada yang tinggi sehingga orang - orang di sekitarnya menjadi memperhatikannya.


" maaf.. maaf nante aku benar- benar gak sengaja.." jawab Dara yang merasa sangat bersalah dan benar- benar panik.


" udah.. udaahhh nante aku gak papa kok..." ucap Dea yang berusaha agar terlihat baik dan rendah hati di hadapan Deyon dan juga ibunya.


" kasihan Dara pasti dia sangatlah terkejut dengan semua ini lagian dia juga gak sengaja.." ucap Dea lagi yang berpura- pura membelah Dara yang padahal dialah yang melakukan semua ini.


" kamu beneran gak papa..... kamu baik banget siihh masih belain orang ini lagi.." jawan ibunya Deyon yang semakin menyalahkan Dara dan memuji- muni dirinya di hadapan semua orang.


" harusnya kamu itu cari perempuan itu yang kayak Dea ini jangan kayak Dara.." ucap Ibunya kepada Deyon dan membanding- bandingkan Dara dengan Dea.


" mahh.. mamah apa- apaan sihhh Dara kan udah minta maaf.." ucap Deyon yang membela Dara.


" yaa tapi apa kamu gak liat baju Dea jadi kotor kayak gitu kamu gak kasihan sama Dea.." jawab ibunya yang terus membela Dea dan merasa Dea lah orang yang paling tersakiti di antara semuanya dan terus menyudutkan Dara.


" yaa kan cuma baju doang bisa di cuci juga kenapa di besar- besarin sihh.." jawab Deyon yang juga membela Dara dengan fakta yang ada.


ibunya Deyon pun menjadi sangat kesal dengan perlawanan anaknya itu dan suasana menjadi semakin panas, semua orang menjadi memperhatikannya dan membicarakannya.


Dea yang masih berpura- pura menjadi korban agar Dara yang terlihat menjadi penjahat dan ia menpadat simpati dari semua orang.


" udaahh. .. nante aku benar- benar gakk papa kok.. " ucap Dea yang memelas sehingga ibunya Deyon semakin simpati kepadanya.

__ADS_1


dalam hatinya ia tersenyum senang dengan keadaan saat ini, semua orang menyudutkan Dara dan membicaraknnya sementara dia mendapat simpati dari semuanya.


...****************...


__ADS_2