Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 61


__ADS_3

" udahh kamu tenang aja yaaa..." ucap Deyon dengan menepuk- nepuk tangannya memberikan sebuah kode agar Dara percaya padanya.


"mmmm.." Dara pun mengangguk.


Mereka pun membuka pintu rumahnya untuk bertemu dengan orang tua Deyon.


Belum mengumpulkan keberanian sepenuhnya, namun orang tua Dara sudah menunggu di ruang tamu dengan tatapan yang begitu tajam seperti tidak suka dengannya.


" mahh... Pahhh..." ucap Deyon menyapa orang tuanya.


" Duduk " jawab ibunya dengan begitu juteknya.


Melihatnya wajahnya dan tatapannya yang begitu masam membuat Dara menjadi sangat gugup dan sedikit gemetar.


Mereka pun duduk di sofa dekat orang tuanya.


" hallo tante...om..." ucap Dara yang memberi salam dengan hormat kepada mereka dan juga sedikit gugup.


Namun ibunya mengabaikannya dan menggeliatkan matanya seperi sangat tidak menyukainya, namun ayahnya masih terlihat lebih baik sedikit jika di bandingkan dengan ibunya.


Dara pun menelan semua itu hanya karena menghormati Deyon dan berfikir mungkin karena ini pertama kalinya mereka bertemu jadi masih belum menyukainya.


" jadi kamu Dara..?" Tanya ibunya dengan begitu galak kepada Dara dan tatapanya yang begitu mematikan.


" iyaa nante..." sahut Dara dengan sopan.


" tidak terlalau cantik... masih cantikan juga Dea..." ucap ibunya yang begitu kejam sehingga membuat Dara tidak bisa berkata- kata lagi dan hatinya pun sangat sedih.


" mahh... jangan ngomong gitu dong.." ucap Deyon yang membela Dara di hadapan orang tuanya.


" kanapa..? orang mamah ngomong kenyataan.." ucap ibunya lagi dengan berteriak hingga berdiri.


" mahh..." bentak Deyon kepada ibunya.


ibunya pun duduk kembali untuk mendengarkan perkataan Deyon hari ini.


" mahh... mahh.. maksud kedatangan aku bersama Dara hari ini adalah untuk meminta restu kalian bahwa aku ingin menikah dengan Dara.." ucap Deyon dengan begitu tegas dan percaya diri di hadapan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Semua yang ada di rumah itu pun menjadi sangat terkejut begitu pula dengan Dara yang ikut terkejut mendengar perkataan Deyon itu.


Dara tidak menyangka bahwa Deyon ingin menikahinya dan yang ia tau bahwa ia hanya ingin memperkenalkannya kepadanya orang tuanya saja dan tidak ada pernikahan di dalamnya.


Dara pun seketika langsung menatap Deyon dengan sangat terkejut.


Deyon pun seketika langsung menggenggam tangan Dara dan berkata ingin menikahinya.


" apaa..? menikah..?" ucap ibu Deyon dengan sangat terkejut dan juga marah.


" gakkk.. mamah pokoknya gak setuju.."ucap ibunya lagi dengan begitu kesal.


" lalu bagaimana perjodohan kamu dengan Dea .." ucap Ibunya lagi dengan menegaskan kepada Deyon tentang perjodohanya itu.


" mahh... aku itu gak pernah setuju untuk do jodohkan dengan Dea mahh... aku cuma mau menikah dengan Dara dan tidak ada yang bisa merubah semua itu.." Jawab Deyon yang membantah semua perkataan ibunya itu yang selalu ingik menjodohkannya dengan Dea.


ibunya pun menjadi semakin marah sehingga darah tingginya kambuh lagi dan hampir saja pingsan.


namun beruntungnya ayahnya berusaha menenangkan ibunya agar tidak marah- marah lagi


" mahh.. udahh yaa mahh..." ucap Ayah Deyon yang menenangkan ibunya terlebih dahulu.


" baik pahhh.." ucap Deyon yang setuju dengan perkataan ayahnya itu


Dan langsung mengajak Dara keluar terlebih dahulu untuk meredakan suasana.


" kenapa tadi kamu bilang menikah di hadapan orang tua kamu... bahkan aku sendiri gak tauu.." ucap Dara yang masih terkejut dengan perkataan Deyon yang ingin menikahinya itu.


"kenapa..? apa kamu gak mau menikah denganku.." jawab Deyon begitu lembut sambil memegang kedua tangannya.


"iyaa bukannya gak mauu tapi apa kamu gak ngerasa ini terlalu cepat.." ucap Dara yang menjelaskan kegelisahan hatinya.


" tapi aku benar- benar ingin menikah denganmu dengan begini tidak ada lagi keraguan di antara kita karena kita sudah menikah.." ucap Deyon yang tidak mau terjadi salah paham lagi di antara mereka.


" tapi gimana dengan ibumu.." ucap Dara yang masih takut karena tidak ada restu dari orang tua Deyon


" dan juga bagaimana dengan orang tuaku mereka tidak ada di sini dan mereka pasti akan terkejut mendengar semua ini.." ucapnya lagi yang juga merasa takut kalau orang tuanya juga tidak menyetujui hubungan ini.

__ADS_1


" kamu tenang aja yaa aku pasti akan berusaha ngomong sama orang tua aku dan juga orang tuamu.." ucap Deyon yang berusaha meyakinkan Dara dan akan bertanggung jawab atas semuanya.


" asalkan kamu setuju aku pasti bisa.." ucap Deyon lagi dengan penuh ketulusan.


" iyaa aku setuju.." jawab Dara yang langsung setuju dan percaya sepenuhnya dengan Deyon.


Mereka pun saling berpelukan dengan begitu senang dan mendalam dan juga saling percara satu sama lain dan akan menghadapi semua kesulitan bersama- sama.


Setelah itu Deyon pun kembali mengantar Dara untuk pulang ke rumahnya dan membicarakan semua itu di lain waktu ketika keadaan sudah membaik.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di depan rumah Dara.


" yaa udahhh aku balik dulu yaa.." ucap Dara dengan lembut namun masih sedikit gugup atas kejadian barusan.


Deyon pun mengangguk lembut


" kamu gak mau masuk dulu ..." ucap Dara yang memberikan tawaran mampir ke rumahnya terlebih dulu.


" gakk usahhh... aku masih ada urusan.." Jawab Deyon dengan lembut sambil memegang kepala Dara.


" yaa udahhh kalau gitu kamu hati- hati yaaa.." ucap Dara


Deyon pun mengangguk lalu kemudian ia mencium kening Dara ketika ia akan pergi, adegan yang begitu romantis dan kebahagian tersirat di wajah mereka meskipun rintangan belum terselesaikan namun mereka percaya akan ada jalannya.


" yaa udahhh kamu masuk gihhh.." ucap Deyon yang menyuruh Dara masuk ke rumahnya karena Deyon tidak akan pergi sebelum Dara masuk ke dalam rumahnya dengan aman.


Karena ia takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan jadi sebelum Dara selamat sampai dalam rumahnya Deyon tidak akan merasa tenang.


"yaa udahh aku masuk yaa... kamu hati- hati yaa.." jawab Dara yang langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Deyon pun langsung pergi ketika Dara sudah masuk ke dalam rumahnya, dia terlihat begitu terburu- buru seperti akan melakukan sesuatu yang sangat penting.


di dalam hatinya terdapat begitu banyak kegelisan dan beban yang berat yang ia tanggung seorang diri.


tidak ada yang tau hal apa yang ia pikirkan dan hal apa yang ingin lakukan.


Di sisi lain Dara yang langsung masuk de dalam kamarnya dengan begitu bahagia karena Deyon akan menikahinya.

__ADS_1


Dari sorot matanya ia terlihat sangat bahagia dan juga masih ada kegelisahan dalam hatinya di karenakan orang tuanya yang belum mengetahui masalah ini dan di tambah lagi orang tua Deyon yang tidak setuju dengan hubungan mereka terumana ibunya Deyon yang terlihat sangat menentang hubungan mereka.


...****************...


__ADS_2