
keesokan harinya Dara kembali menjalani harinya seperti biasanya
menghadapadi hari- harinya tanpa ada semangat dalam hidupnya.
entah apa yang selalu ada dalam pikirannya sehingga dia tidak pernah terlihat bahagia selama bersekolah disana.
menjalani harinya yanh begitu membosankan ia pun memutuskan menyendiri di atap kampus.
disana ia bisa merasakan ketenangan dan bisa melihat betapa luas dan indahnya dunia ini.
Duduk bersandar di sebuah tembok besar dinding dari sebuah atap, sambil membaca buku dan menikmati angin yang berhembus.
akan tetapi semua ketenangan itu tidak berlangsung lama karena lagi-lagi si penggangu datang mengacaukan hidupnya.
datang tanpa di undang itulah dan suka mengejutkan orang itulah kebiasaannya, untung saja Dara tidak punya penyakit jantung kalau tidak bisa- bisa cepat di panggil oleh sang pencipta nihh.
" ka... kamu kenapa bisa disini" ucap Dara kepada Deyon yang sedikit terkejut dan juga heran kanapa dia selalu muncul dimana saja.
" harusnya aku yang nanyak kayak gitu... kamu yang ngapain disini" jawab Deyon yang memutar balikan keadaan.
" eee aku .. aku cuma cari suasana ketenangan aja" jawab Dara dengan sedikit panik dan mulai salting lagi.
" terus kalo kamu ngapain kesisni" tanya Dara lagi pada Dengan sok berani yang padahal dalam hatinya sudah dag dig dug
" yaa aku emang sering kesini , ini kan tempat pavorit aku untuk menenangkan pikiran dan juga untuk melalukan analisa juga biar gak ada yang mengganggu" jawab Deyon dengan menghadap ke luar tembok dan menghirup hembusan angin yang menyapanya.
" tapi kan aku duluan yang ada disini" ucap Dara yang memberanikan diri menghadapinya.
" yaa tapi ini bukan kamu yang punya tempatnya" jawab Deyon dengan santai.
" tetap saja aku duluan yang disini" ucap Dara lagi dengan memberanikan diri mengeluarkan suara yang keras.
Deyon yang tidak menjawab apapun hanya menatapnya dengan dalam dan sedikit tersenyum.
" ka.. kamu ke.. kenapa menatap aku seperti itu" ucapnya dengan gugup karena di tatap dengan tatapan yang mematikan namun menghanyutkan.
" gakk papa pengen lihat aja" jawabnya lagi dengan santainya.
" lebih baik kamu pergi aja dehh karena aku duluan yang disini" ucap Dara dan menunjuknya.
__ADS_1
Dara yang mulai berani memerahinya dengan nada yang ketus karena sudah sangat emosi sehingga menjadi tidak terkendali.
" kamu kenapa siihh selalu muncul dimana- mana" ucapnya lagi dengan wajah yang masam dan kesal.
" kalo aku gak mau pergi gimana ?" jawabnya lagi dengan wajah yang masih saja santai bahkan tetika dimarahi sekalipun.
" kamu ini yaa bener- bener..." ucap Dara dengan menunjuknya lagi.
" kenapa... ? " tanyanya yang mulai menghampirinya dan mendekatinya selangakah demi selangkah.
Dara yang reflek berjalan mundur ketika Deyon terus mendekatinya, Dara yang mudur selangkah demi selangkah kemudian di susul oleh deyon yang terus maju mendekat ke arahnya.
karena tidak melihat kebelakang tanpa sadar Dara bejalan mundur sudah mentok sampai tembok tetapi Deyon terus saja maju dan mendekatinya.
Dara pun sudah mulai panik dan merasa sidikit sesak nafas, Deyon yang mudah tepat berada didepan matanya dan mendepakkan tangannya di samping kepalanya dan menatapnya dengan sangat amat dalam seperti sedang jatuh cinta.
Dara yang begitu panik rasanya seperti tidak bisa bernafas dan sekujur tubuhnya menjadi kaku dan berkeringat dingin, wajah yang sudah memerah dan mata yang tidak bisa berkedip.
Dalam keadaan seperti ini Dara tidak tau berbuat apa pikirannya kacau dan juga seperti melayang.
" kalo aku gak mau pergi gimana" ucap Deyon dengan suara yang menggoda dan halus.
" kenapa gak kita berdua aja disini" ucapnya lagi yang bersisik di samping telinganya dan terus menggodanya.
Dara yang begitu tercengang mendengar perkataan itu seketika mendorongnya dan langsung lari meninggalkan tempat itu dengan panik dan perasaan yanh tidak karuan, perasaan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata- kata.
Deyon yang tersenyum senang melihat ekspresi Dara saat panik, begitu lucu namun juga sangat imut.
membuat Deyon selalu ingin terus mengganggunya.
Dara yang terus berlari dengan ekspresi wajah seperti ketakutan membuat orang -orang di sekitanya mengangapnya aneh dan juga heran.
Dara yang sudah sampai di kelasnya kemudian mengelus-ngelus dadnya yang berdebar sangat kencang dan juga menghela nafas dalam-dalam.
"tadi dia mau apa yaa..." ucapnya Dara dengan membayangkan kejadian tadi di atap dan pikiranya pun menjadi kemana- mana,membayangkan hal yang tidak-tidak.
mengetuk kepalanya sebanyak tiga kali ketika menyadarinya.
" aduhhh Daraa kamu ini kenapa siiihhh" ucap Dara pada dirinya sendiri yang sedang menghalu.
__ADS_1
" jangan - jangan tapi dia mau macem- macem in aku lagi" ucap Dara yang lagi- lagi pikirannya mengarah ke hal yang negatif.
kaget sendiri dengan menutup mulutnya dan ekspresi panik tak karuan membayangkan hal- hal yang belum terjadi.
" aaahhhh kamu kenapa sii Darrrr" ucapnya lagi dengan mengacak- acak rambutnya kemudian menghembuskan nafas yang begitu panjang.
Pertama kalinya ada orang yanh bisa membuatnya menjadi orang yang berdeba, merasakan perasaan yang belum pernah di rasakan sebelumnya.
Mulai berani berkata keras pada orang lain, mulai bisa berkomunikasi dengan lawan jenis meskipun tidak semua orang.
Sedikit demi sedikit kehidupan dan kepribadiannya mulai berubah, mulai tumbuh keberanian dalam dirinya juga mulai da benih- benih kehidupan yang lebih berwarna meski tidak sepenuhnya.
*
*
Tidak lama kemudian Jam kelas pun di mulai. Dosen pun datang dan mulai mengajar menerangkan materi dengan panjang lebar, semua murid duduk tenang pemperhatikan penerangan sang dosen
tetapi tidak dengan Dara untuk pertama kalinya ia tidak memperhatikan pelajaran dan malah melamun di dalam kelas .
selalu membayangkan kejadian- kejadian sebelumnya bersama pria itu.
pikirannya benar -benar memenuhi otaknya entah sihir apa yang di miliki pria itu sehingga bisa membuat gadis pemalu ini menjadi sedikit tergerak.
Meskipun raganya berada di dalam kelas namun hati dan pikirannya sedang berada di luar bermain- main dengan liar memikirkan hal uang lain.
Dosen pun mulai menyadari bahwa muridnya itu sedang tidak fokus, untuk mengujinya dosen itu pun bertanya.
" Dara coba kamu jelaskan apa yang tadi babak katakan" ucap dosen itu dengan dengan dan menunjuk Dara.
Dara yang terkejut mendengar dosen itu memanggilnya seketika ia langsung berdiri, bingung dan terdiam tidak bisa menjawab apapun karena ia memang tidak memperhatikan materi yang diterangkan.
" yaa coba kamu jelaskan " ucap dosen itu lagi.
" Eeee... eee sa.. ya gak bisa pak, maaf pak saya kurang fokus" ucap Dara yang bingung dan juga murung karena hal yang begitu mengecewakan baginya.
"sudahlahh duduk" ucap sang dosen
Dara yang kembali duduk dengan wajah yang cemberut dan merasa malu akan dirinya yang sekarang.
__ADS_1
***********