
Seharian ini dia begitu sibuk tanpa sempat mengerjakan hal yang lain selain mengerus masalah yang satu ini.
hahh sungguh melelahkan menjalani hidup seperti uni (ujarnya dalam hati)
karena hari ini begitu melelahkan ia pun pulang dengan keadaan tak bersemangat, dengan wajah yang lesu dan kaki yang sudah tidak sanggup untuk berjalan lagi
menaiki ratusan anak tangga yang panjang dirumah besarnya itu membuatnya menghela nafas dalam bejalan dengan langkah yang tak beraturan, sudah seperti balita yang baru belajar jalan saja.
merangkak menaiki anak tangga satu per satu tanpa adanya tenaga sedikit pun, langsung melempar bandannya ke atas kasur yang empuk dan juga halus itu
berbaring dengan terlentang dan memejamkan mata untuk istirahat sejenak tapi siapa sangka masalah ini tidak mengijinkannya untuk istirahat dengan tenang, kepalanya selalu di isi dengan pikiran itu yang membuatnya menggila dan tak karuan.
dengan segera membali duduk dan mengambil laptop di dalam tasnya itu kembali membuka situs pencarian untuk mencari informasi lagi.
" Dara Dara apa sihhh yang ada di dalam otak kamu untuk apa coba mencari masalah seperti itu, apa kamu mau jadi pahlawan! sekarang kayak gini kan jadinya" ucapnya yang kesal pada dirinya sendiri.
mengambil resiko yang besar tapi tidak tau cara mengatasinya, kalau di pertemuan berikutnya dia tidak mendapatkan hasil apapun maka tamat lah riwayatnya.
hari pun sudah larut malam tetapi Dara masih saja sibuk dengan laptonya itu sepanjang saktu menatap layar laptop matanya pun sudah hampir mau keluar saking tegangnya.
di saat dia sedang sibuk-sibuknya tiba- tiba terdengar suara orang yang melempar sesuatu ke kaca jendelanya.
Dara pun sentak kaget dan juga takut apalagi dia sedang sendirian di rumahnya, takut akan adanya orang jahat ataupun pencuri yang datang kerumahnya.
memberanikan diri berjalan menuju arah balkon dengan perlahan tidak lupa membawa seember kecil air yang di ambil dari kamar mandinya.
antisipasi siapa tau beneran orang jahat dia bisa langsung menyiramnya dengan air itu.
dengan perlahan membuka tirai jendela dan membukanya, berjalan dengan sangat amat pelan dan juga gugup tanpa berani melihatnya,
dengan berteriak dan langsung melempar air sembarangan tanpa melihat kesekitarnya.
Terdengar dari bawah sana suara yang berteriak kaget juga seketika Dara langsung membuka matanya dan melihat siapa yang telah di siramnya.
Dengan mata yang melotot dan mulut terbuka lebar
kaget dengan apa yang dilihatnya.
Deyon si cowok tampan yang selalu mengganggunya sudah bayah kuyub di bawah sana dengan ekspresi yang kesal dan juga heran kenapa dirinya bisa disiram dengan seember air malam- malam begini.
__ADS_1
Dara yang terkejut dan juga merasa tidak enak hati langsung bergegas turun kebawah menghampirinya
" ma.. maaf aku gakk sengaja" ucapnya dengan wajah ketakutan
" kamu ini bener- bener yaa" jawab Deyon dengan wajah yang sedikit kesal
" aku.. aku benar- bener gak sengaja aku kira ada penjahat" ucap Dara lagi dengan perasaan bersalah atas apa yang terjadi.
" kamu gak liat aku jadi basah kuyub kayak gini mana malam- malam begini dingin lagi" balas Deyon dengan kesal dan mengeluh seperti ingin pertanggung jawaban.
" eee yaa udahh kamu masuk dulu aja nanti aku pinjemin handuk sambil ngeringin pakaian kamu" ucap Dara yang merasa bersalah terhadapnya dan memutuskan untuk memberi pertanggung jawaban.
tidak ada pilihan lain Dara pun membiarkan Deyon masuk kerumahnya karena kesalahannya, dengan santainya Deyon masuk kerumah itu sudah selayaknya rumah sendiri.
Dara pun memberinya sebuah handuk untuk mengeringkan rambutnya.
Deyon pun mengambil handuk itu kemudian mengusap- usap rambutnya yang telah basah kuyub.
Dara yang melihatnya dengan pakaian basah kuyub menjadi begitu terpesona dengan pewakannya yang begitu gagah dan seksi, perut yang sixpack yang terlihat jelas ketika bajunya yang tipis terkena air, kibasan rambutnya yang dahsyat yang membuat aura tampannya semakin terlihat jelas.
Air liurnya hampir saja keluar karena tetalu lama mulutnya terbuka lebar bahkan lalat pun hampir masuk ke mulutnya karena terbuka begitu lebar bagaikan sebuah goa.
Deyon pun mengembalikan handuk itu dengan sedikit senyuman di mulutnya.
Dara yang mengambilnya dengan gugup dan menyembunyikan akan dirinya yang terpesona dengannya.
" oohh yaa ngomong- ngomong kamu kenapa ke sini" tanya dara yang penasaran dengan dirinya yang tiba tiba ada di depan rumahnya.
"oohh jadi aku mau bahas masalah tetang pratik itu" jawab Deyon dengan serius.
" apa kamu udah ada solusinya" tanyanya lagi
" hmmm aku udah cari beberapa informasi tapi belum ada kesimpulan yang pas " jawab Dara dengan nada yanh sedikit kecewa.
" sepertinya aku akan gagal, spertinya yang mereka katakan memang benar, aku yang salah , gak seharusnya aku bersikap kayak gitu " ucapnya lagi dengan penuh kekecewaan.
" kamu gak usah nyalahin diri sendiri, semua orang punya penilaiannya sendiri dan berhak untuk menuangkan pendapatnya sendiri" ucap Deyon yang berusaha menenangkannya.
" yang terpenting bagaimana kita menghadapinya dan membuktikan apa yang kita katakan " ucap Deyon lagi.
__ADS_1
" iyaaa tapi sampai sekarang aku belum juga nemu solusinya, aku harus gimana" jawab Dara yang sudah hampir menyerah.
" kita cari sama- sama solusinya pasti selalu ada jalan di setiap masalah, kamu tenang aja aku pasti bantu kamu" ucap Deyon dengan penuh kewibawaanya.
" makasii yaa kamu udah bantu aku" jawab Dara dengan menghela nafas lega setelah detenagkan oleh Deyon.
" Daripada kamu sedih disini lebih baik kita keluar jalan - jalan yuk cari udara segar" ucap Deyon dengan penuh gairah mengajak Dara
" pergi kemana" jawab Dara yang penasaran
" udahh ikut aja yukk" balasnya dengan langsung menarik tangan Dara dan segera berlari keluar dengan besemangat.
Dara pun mengikutinya dengan senang hati
entah kenapa berlari bersamanya membuatnya merasa senang dan juga sangat nyaman.
entah apa yang terjadi padanya tidak biasanya dia begitu akrab dengan seorang lelaki, mungkin saja karena ia sudah mulai terbiasa dengan keharannya dalam hidupnya.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah taman yang indah dipenuhi dengan lampu jalanan yang terang.
" kamu kenapa ngajak aku ke sini?" tanya Dara yang sedikit kebingungan.
" coba deh kamu lihat ke atas" jawab Deyon sambil menunjuk ke arah langit.
Dara pun seketika melihat ke arah langit, begitu takjub dengan keindahan langit malam ini yang di penuhi dengan begitu banyak bintang- bintang yang bersinar.
" wahhh indah banget yaa" ucap Dara dengan terpukau melihat keindahan malam ini.
" iyaaa disini bisa melihat langit dengan jelas tanpa terhalang apapun" jawab Deyon yang senang ketika melihat Dara yang juga merasa senang.
" bener- bener indahh yaa" ucap Dara lagi yang masih mengagumi pemandangan yang indah itu.
" kamu suka?" tanya Deyon
" sukaa" jawab Dara dengan spontan.
" kalo aku suka gak? " tanya deyon lagi sambil memandang langit yang luas
Dara pun seketika terhenti melihat ke arah langit dan berpaling melihat ke arah Deyon dengan bingung mengartikan maksud perkataan Deyon barusan .
__ADS_1
******