Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 38


__ADS_3

Dara pun menanyakan apakah dirinya sudah sampai di rumah dengan selamat melalui pesan whatshap, mereka pun chatingan lewat whatshap beberapa menit saling menanyakam kabar, namun tetap saja masih tidak terbiasa karena mereka biasanya tidak selalu chatingan dan lebih sering mengobrol secara langsung.


Setelah selesau chatingan dengan Deyon Dara pun meletakan handphonya dengan menghela nafas dalam dan wajah yang sedikit lusuh.


setelah itu Dara pun memutuskan untuk mandi agar merasa lebih segar dan juga besih karena habis jalan- jalan seharian dan badanya pun sudah lengket dan berkeringat.


Beberapa menit kemudian akhirnya Dara pun selesai mandi dan setelah itu ia langsung mengecek handphonya apakah ada pesan atau tidak.


Namun ketika ia melihat handphonnya ia mendapati banyak sekali panggilan tak terjawab dari Deyon, Dara pun langsung menghubungi kembali Si Deyon namun handphone Deyon sudah tidak aktif lagi.


Dara pun langsung panik dan terus menerus menghubunginya berkali- kali, dan ia juga mendapat satu pesan dari Deyon yang belum di bacanya, Dara dengan segera membuka pesan itu dengan wajah yang panik.


Dara mendapat pesan bahwa Deyon akan pergi keluar negeri malam ini juga karena ada hal yang sangat mendesak yang mengharuskannya pergi malam ini juga.


Deyon juga meminta maaf karena dia sangat terburu- buru jadi tidak sempat berpamitan secara langsung dan hanya bisa menyampaikannya lewat pesan saja.


Dara yang sangat panik masih terus menghubunginya dengan harapan ia bisa menjawabnya walau hanya sebentar saja.


Karena Deyon masih tidak bisa di hubungi dan Dara yang melihat ke arah jarum jam dan berfikir masih sempat menemuinya di bandara.


Dengan sangat terburu- buru Dara langsung pergi menuju bandara dengan di antar pak supir, karena sudah panik dan terburu- buru Dara pergi dengan mengenakan baju tidur karena tidak sempat mengganti pakaian lagi.


Ketika sedang menuju bandara perjalanan saat itu sangatlah ramai dan juga macet, hal itu membuat Dara semakin tegang dan juga panik, menggigit jarinya terus- menerus dengan wajah yang kebingungan.


" pak ayoo dong pakk buruan pakk..." ucap Dara dengan panik kepada pak supirnya.


" maaf non tapi ini jalanannya sangat macet non.. tidak tau kapan akan bisa jalan ini non..." jawab Pak supir yang menjelaskan situasinya.

__ADS_1


Dara pun menjadi semakin bingung dengan apa yang harus di lakukannya, tidak bisa duduk dengan tenang dan terus menengok kekanan dan kekiri melihat apakah ada peluang untuk keluar.


karena sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan juga takut tidak sempat lagi untuk bertemu dengannya, Dara pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan berlari dengan sangat cepat dengan mengeluarkan semua tenaga yang ada menuju bandara.


Tidak perduli seberapa sulit dan jauhnya bahaya dan jarak yang di hadapinya ia maju dengan berani melawan semua rintangan yang ada.


Dengan semangat dan juga kerja keras yang di milikinya ia berfikir pasti ada jalan untuknya, namun di tengah perjuanganya itu ia tetap saja kelelahan dan sudah tidak sanggup berlari lagi.


Apalagi jarak yang harus di tempuhnya masih jauh, Dara yang sudah tidak kuat lagi dengan semua keringat yang sudah bercucuran dengan mengaliri tubuhnya itu.


berhenti sejenak untuk menghela nafas dalam- dalam sebelum melanjutkan lagi perjalanannya Dara pun melihat di sebuah ujung jalan sana ada sebuah pangkalam ojek, dengan senang Dara pun segera berlari menuju pangkalan ojek tersebut.


" pakk... tolong anterin saya ke bandara pak..." ucap Dara dengan ngos- ngosan kepada salah satu tukang ojek yanh ada di sana.


" baik neng... pake helmnya dulu neng..." jawab tukang ojek tersebut dengan memberikan sebuah helm.


" cepetan yaa pak...." ucap Dara lagi dengan wajah yang masih panik.


Ojek itu pun melaju dengan kecepatan di atas rata- rata agar segera sampi di tujuan yang di inginkan si Dara.


Di atas motor itu pun Dara tidak bisa duduk dengan tenang ia terus saja melihat kesana kemari dengan wajah yang panik dan terus saja memerintahkan tukang ojek itu agar lebih cepat lagi.


setelah beberapa menit kemudian mereka pun sampai di bandara tempat tujuannya.


Setelah sampai dengan segera Dara langsung turun dari motor dan langsung masuk ke bandara untuk mencari Deyon sampai- sampai ia lupa kalau belum membayar tukang ojek itu, sampai- sampai tukang ojek itu terus memanggilnya untuk membayar.


di sisi lain Dara terus saja berlarian menelusuri bandara yang besar itu namun masih juga tidak menemukannya, karena sudah tidak bisa menemukannya dengan mencarinya sendiri Dara pun bertanya kepada pegawai yang ada di sana apakah penerbangan yang akan du tuju Deyon sudah berangkat ataukah belum.

__ADS_1


pegawai yang ada di sana pun bilang bahwa penerbangan tersebut sudah berangkat 5 menit yang lalu.


Dara pun sangat sedih mengetahui hal tersebut dah sudah tidak bisa menahan air matanya lagi yang sedari tadi sudah membendung.


Air matanya pun mengalir dengan deras membasahi pipinya, menangis dengan tersedu- sedu dengan menjongkong dengan kedua tangannya yang menutupi wajahnya.


setelah beberapa saat menangis Dara pun bangkit kembali, karena orang yang di carinya telah pergi Dara pun memutuskan untuk pulang saja.


Dengan kekecewaan yang terpancar di wajahnya karena tidak berhasil untuk bertemu dengan Deyon untul berpamitan walau hanya sebentar saja.


Dengan wajah yang murung dan mata yang masih berkaca- kaca Dara berjalan dengan tak beraturan karena tidak memandang jalan dan matanya yang masih di penuhi air mata membuat pandangannya menjadi kabur.


Saat tepat di depan pintu masuk bandara tidak sengaja Dara bertabrakan dengan Jayson, pria yang sangat menyebalkan itu.


Akan tetapi hari ini Dara sangat tidak ingin meladininya karena suasana hatinya sedang buruk.


Tidak mengucap kata apapun Dara berjalan melewatinya begitu saja, si Jayson yang melihatnya merasa aneh dengan sikapnya karena biasanya dia selalu saja mencari ribut dengannya.


namun kali ini dia terlihat berbeda tidak seperti biasanya yang suka mencari masalah, melainkan haru ini dia terlihat seperti tidak bertenaga.


" eehh tunggu.." ucap Jayson yang terlebih dahulu menegornya, yang biasanya dia hanya diam saja dan bersikap sinis terhadapnya.


Dara yang tidak memperdulikan perkataan Jayson masih saja terus berjalan dengan sangat lemah seperti tidak ada tenaga sama sekali.


" eehh tunggu..." ucapnya sekali lagi dengan manarik salah satu tangannya untuk membuatnya berhenti.


Namun ketika Jayson menarik tanganya dan membuatnya memutar balikan badannya itu membuat Dara sedikit terseret, karena kondisi tubuhnya yang lemah dan juga tidak bertenaga membuatnya syok dan jatuh pingsan.

__ADS_1


*************


__ADS_2