Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 42


__ADS_3

Dara pun menatapnya dengan penuh kebahagian dan juga terharu melihanya yang bisa dekat dan juga terus bersama ibunya.


Selain itu ia juga rindu dengan kehangatan keluarga yang lengkap, ia merasa iri ketika melihat orang lain begitu dekat dengan orang tuanya sementara Dara selalu di tinggal pergi sejak kecil oleh kedua orang tuanya.


Namun dia juga sudah terbiasa dia mengela nafas dengan dengan tersenyum tegar mengambil kompernya untuk pergi ke rumah yang telah ia sewa tempo hari.


Setelah berjalan beberapa menit akhinya Dara pun sampai di rumah itu karena jaraknya yang sangat dekat daru rumah sakit itu jadi dia tidak perlu transportasi lagi hanya cukup dengan jalan kaki saja.


Setelah melihat- lihat rumah itu yang lumayan cukup nyaman dan juga luas Dara pun memutuskan untuk istirah sejenak di dalam kamarnya yang masih sangat bersih dan juga sapi tanpa harus ia membersihkannya.


Dia pun berbaring dengan tenang menikmati kenyamanan yang tiada tara selain berbaring di tempat tidur, apalagi dengan perjalanan yang amat jauh dan juga beberapa peristiwa yang tidak mengenakkan membuatnya sangat lelah.


Ini adalah pertama kalinya Dara tinggal sendirian tanpa ada yang membantunya menyiapkan apapun itu dan mulai ini dia juga harus belajar mandiri menyiapkan segala sesuatunya sendir termasuk juga menyiapkan sarapannya sendiri.


Dan mulai haru ini juga hidup baru Dara akan di mulai dia harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.


Setelah beristirahat sejenak Dara pun bangkit kembali merapikan barang- barang yang di bawanya setelah itu ia langsung mandi karena sangat berkeringat dan juga bau matahari.


Setelah beberapa lama ia merapikan barang- barangnya dan juga sudah selesai mandi hari pun sudah mulai gelap dan ia berusaha membuat makan malamnya sendiri dengan seadaanya.


Setelah itu ia pun kembali ke dalam kamarnya untuk belajar dan juga menyiapkan hal- hal yang di perlukannya besok,


Karena hari sudah mulai gelap dan dia juga sedang senggang Dara pun mencoba untuk menghubungi pacarnya si Deyon.


Mereka pun berkomunikasi beberapa saat, karena Deyon sangat merindukan kekasihnya itu ia pun memutuskan untuk melakukan panggilan vidio agar bisa bertatap muka.


Dara pun sangat senang saat Deyon menghubunginya.


" gimana kabar kamu? " tanya Deyon lewat panggilan vidio dengan mengenakan pakaian dokter dia terlihat sangat tampan.


" iyaa aku baik kok ... kalau kamu gimana disana?" jawab Dara yang juga kembali menanyakan kabarnya.


" aku baik juga kok... mm maafin aku yaa Darr yang pergi gitu aja tanpa sempat bertemu kamu" ucap Deyon yang merasa bersalah atas kejadian sebelumnya.

__ADS_1


" iyaa gak papa kok ... aku tau kamu juga terpaksa.. aku ngerti kok..." jawab Dara dengan penuh pengertian.


" kamu udahh makan..." tanya Deyon dengan tersenyum lega.


" udahh... kalo kamu..?" tanyanya balik.


" udahh juga..oohh yaa kamu tinggal sendiran?" tanya Deyon yang khawatir dengannya karena menyewa rumah sendirian.


" iyaa aku sendirian.." jawan Dara dengan mengangguk lugu.


" jaga diri baik- baik yaa... jangan makan makanan yang gak sehat .." ucap Deyon yang perhatian.


" udahh malem istirahat gihh... aku masih sibuk niihh ada pasien yang harus di tangani" ucapnya lagi yang terlihat sangat sibuk dan juga ada yang memanggilnya.


Mereka pun akhirnya menutup telpunya, Dara pun merasa sedih dengan hubungan ini dan juga merasa kasihan melihat Deyon begitu kelelahan terlihat dari raut wajahnya.


Setelah semua itu Dara pun beristirahat dengan tenang setelah melepas kerinduan dengan Deyon yang berada jauh di sana, meskipun hanya sebentar itu pun sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa rindunya.


akan tetapi ketika ia hendak tertidur tiba- tiba ia melihat hal yang janggal di samping tempat tidurnya yaitu jaket milik Jayson masig berada bersamanya dan lagi- lagi ia lupa mengembalikannya.


" jaket sama orangnya sama- sama ngeselin... muncul dimana- mana.. huhh..." ucapnya lagi dengan kesal memelototi jaket itu dan berkata- kata kejam kepada jaketnya karena dia tidak berani berkata demikian kepada orangnya langsung.


Dara pun menggeliatkan wajahnya dengan kesal dan langsung naik ke tempat tidur dengan membanting selimut dengan wajah yang kesal.


*


*


*


Keesokan harinya Dara bangun dengan pagi- pagi sekali untuk datang ke rumah sakit tersebut menjalankan tugasnya dan berusaha melakukan yang terbaik.


ketika ia hendak berangkat lagi- lagi jaket itu menghalangi pandangannya dengan terpaksa ia mengambil jaket itu dan menempatkannya di sebuah paper bag untuk di kembalikan ke pemiliknya.

__ADS_1


" jaket ini lagi... lebih baik aku kembaliin aja daripada disini terus mengganggu pandanganku aja.." ucapnya dengan langsung mengambil jaket itu.


Dara pun berangkat menuju rumah sakit dengan berjalan kaki dan sesampainya di sana ia langsung menuju ruangan yang telah di sediakan oleh rumah sakit tersebut.


Mereka semua pun melaksanakan tugasnya dengan baik dan juga sesuai dengan apa yang di arahnya pemimpin yang ada di sana, karena ini baru hari pertama jadi tidak terlalu ada banyak tugas yang harus di kerjakannya.


hanya membantu mengecek beberapa pasien yang tentunya di dampingi pemimpin yang ada disana dan juga mecatat beberapa hal saja.


karene mereka sangat menikmati tugas tersebut tanpa terasa jam kerja pun telah usai dan mereka bisa di persilahkan pulang ke rumah masing- masing.


Ketika di dalam ruangan yang sama Dengan Jayson untuk mengabil tasnya yang berada di sana Dara pun teringat akan jaket yang di bawanya untuk di kembalikan ke pemiliknya.


" eehh tunggu.." ucap Dara yang menghentikan Jaysen ketika ia hendak pergi.


" kenapa?" tanyanya singkat.


" niihhh jaketnya... makasii.." ucap Dara dengan memberikan jaket itu dengan memalingkan wajahnya karena gengsinya.


Jaysen pun mengambil tas tersebut dan mengeluarkan jaket dari dalam tas itu, Jasyon langsung terheran melihat jaket miliknya menjadi kucel dan juga sangat buluk, dia pun mencium aroma jaket itu yang sedikit berbau keringat.


" kamu cuci gakk sihhh..." tanyanya dengan heran melihat jaket itu.


" lupa!" jawabnya singkat tanpa ada rasa bersalah.


" pantesan bauu... nyesel aku minjemin jaket ke kamu.." ucap Jayson dengan kesal.


" aku juga gak minta buat kamu minjemin aku jaket.." jawabnya yang juga ikut kesal.


" Dasar kamu gakk tau terima kasihh yaa..." ucapnya dengan sangat kesal dan juga gregetan seperti ingin memukulnya namun ia tahan karena dia adalah seorang perempuan.


" kan tadi udahh bilang makasii gakk denger? dasar budek.." ucapnya dengan mengatainya.


Mereka pun menjadi berdebat karena sama- sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah.

__ADS_1


mereka sama- sama kekeh bahwa perkataan diri sendiri yang paling benar.


...****************...


__ADS_2