
Meskipun sebenarnya sedih akan tetapi Dara berusaha menguatkan dirinya dan selalu mendukung kekasihnya itu.
" kamu yakin mau aku pergi" jawab Deyon yang meyakinkannya sekali lagi.
" iyaa aku yakin,, dan aku akan selalu mendung kamu meski kita tidak selalu bersama" ucap Dara lagi dengan menatapnya penuh keyakinan.
" kalau kamu maunya gitu aku akan pergi dan akan melakukan yang terbaik" jawabnya dengan penuh kepercayaan dan tidak ingin mengecewakan dukungan yang telah di berikan kekasihnya itu.
Dara pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, setelah itu mereka pun kembali berjalan arah pulang.
tidak lama kemudian mereka pun sampi di rumah Dara.
" makasii yaa udah anterin aku" ucap Dara sambil tersenyum.
" mmm iyaa sama- sama" balas Deyon lembut.
" yaa udahh kalau gitu aku balik dulu yaa..." ucap Deyon lagi.
" yaa udahh kamu hati- hati yaaa..." jawab Dara dengan melambaikan tangannya.
Dara pun masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan yang sedikit lebih tenang.
setelah sampai di kamarnya Dara menyadari ada yang kelupaan, Dara lupa mengembalikan jas Deyon yang di kenakannya.
" oohh iyaa aku lupa ngembaliin jas nya" gumamnya dalam kamar.
" yaa udahh dehh aku simpen aja dulu" gumanya lagi.
Dara pun menyimpan jas itu untuk sementara dan akan mengembalikannya lain waktu.
Keesokan harinya...
Dara yang menjalani rutinitas seperti biasanya, pagi- pagi sekali sudah datang ke kampus.
akan tetapi hari ini dia tidak bersama Deyon karena Deyon sedang sibuk dengan urusannya dan mempersiapkan keberangkatannya.
Dara yang tiba di kelanya begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya.
ia melihat pria kemarin yang sangat menyebalkan yang di temuinya di perpustakaan itu tiba- tiba saja ada di dalam kelasnya dan duduk tepat di samping tempat duduk si Dara.
Dara yang masih kesal atas kejadian kemarin langsung saja menghampirinya.
" kamu.... sedang apa kamu disini" ucap Dara sambil menunjuknya dengan wajah yang ketus.
" kanapa? emang ini kelas punya kamu " sahut pria itu cuek.
__ADS_1
" oohh jangan- jangan kamu ngikutin aku yaa.." ucap Dara lagi yang makin kesal.
" kzzz... ngikutin kamu? lucu sekali.." jawabnya dengan tawa bengisnya.
benar- benar terlihat seperti iblis, cara bicaranya yang angkuh dan juga sangat sombong.
" kalau bukan ngikutin apa lagi coba! terus ngapain kamu ada di kelas ini " ucap Dara lagi yang semakin kesal dan geram dengan sikapnya.
Setelah berdebat panjang lebar, jam pelajaran pun di mulai. Dosen yang biasanya mengajar di kelas ini pun telah datang dengan diikuti para siswa yang lainnya.
Suara riuh para siswa dan hentak kaki Dosen pembimbing yang masuk ke dalam kelas itu tidak bisa menghentikan Dara untuk terus berdebat dengan pria yang menyebalkan itu.
" selamat pagi anak- anak" ucap Dosen itu dan di sertai dengan jawaban para siswa.
akan tetapi Dara masih saja berdiri di sana.
" Dara kenapa kamu berdiri disana" ucap Dosen itu dengan nada yang keras.
Dara pun langsunb terkejut ketika Dosen meneriakinya.
" haaa maaf pak..." jawab Dara yang panik dan langsung duduk di tempatnya.
" jayson kamu sudah datang?" ucap Dosen itu dengan melihat pria itu dari kejauhan.
begitu juga dengan siswa yang lainnya pandangannya menjadi tertuju padanya.
" anak- anak kenalin ini jayson, dia adalah siswa baru pindahan dari luar negeri" ucap Dosen itu memperkenalkan pria itu pada siswa yang lainnya.
Tidak seperti siswa pada umumnya dia malah tidak memperkenalkan dirinya melainkan hanya membungkuk sekedarnya saja dan kembali duduk di tempatnya tanpa sepatah kata pun.
Dara yang melirik ke arahnya merasa sangat kesal dan juga geram melihat tingkahnya yang dingin itu.
" iiss sombong sekali" gumamnya dalam hati.
Dosen pun menjelaskan beberapa materi yang akan di bahasnya dan juga persiapan untuk magang di sebuah rumah sakit bergengsi.'
" baik jadi minggu depan kita akan mulai terjun ke dunia medis secara langsung jadi persiapkan diri dengan baik" ucap dosen itu pada para siswanya.
" baik pakk..." sontak jawab semua murid.
setelah beberapa lama.
" baik pembelajaran hari ini sampai disini kita lanjutkan lain waktu, ingat persiapkan diri dengan baik untuk minggu depan" ucap dosen itu dengan mengakhiri pembelajaran kali ini.
akhirnya semua orang meninggalkan kelas itu dan hanya tinggal Dara dan siswa baru itu.
__ADS_1
" eehhh urusan kita belum selesai yaa..." ucap Dara pada jayson karena masih marah dan kesal denganya.
Tanpa menjawab sepatah kata pun pria itu langsung pergi meninggalkan Dara sendirian di dalam kelas dengan ocehannya yang tidak jelas itu.
" eehh... eehhh mau kemana kamu.." ucap Dara lagi yang semakin kesal karena di tinggal pergi begitu saja.
Rasanya seperti ingin memukul kepala bagian belakangnya agar dia menjadi lebih waras karena pesertinya dia sakit jiwa, bagaimana mungkin ada orang seperti itu benar- benar menyebalkan.
( pikirnya dalam hati).
Dara yang kesal langsung duduk kembali ke tempat duduknya dan menghela nafas dalam untuk meredakan emosinya itu.
Akan tetapi ketika ia termenung tiba- tiba ia memikirkan Deyon yang akan segera pergi keluar negeri karena impiannya itu.
disisi lain Dara pun akan segera melakukan tugas magangnya dan dia pun akan menjadi sangat sibuk.
Dara khawatir tidak bisa tidak bisa berkominikasi dengan baik karena mereka pasti akan sama- sama sibuk .
waktu untuk berkomunikasi pun pasti sangat jarang.
tetapi dia juga tidak boleh ogois, dia harus merelakannya pergi.
hhuuuhhh...
menghela nafas dalam lagi
" aku gak boleh ogois, aku pasti bisa, cuma 2 tahun saja kok, pasti bisa!" gumamnya sendiri dan meyakinkan dirinya untuk semangat.
meskipun di mulut berucap kuat namun dalam hati tetap saja merasa sedih.
karena merasa terlalu sedih dan juga sedikit lelah Dara pun memutuskan untuk tidur sebentar di dalam kelas dan juga menenangkan pikirannya.
Disisi lain Deyon yang tengah sibuk mempersiapkan beberapa proposal untuk keberangkatannya yanb sebentar lagi akan tiba.
mendapat banyak suport dari para dosen pembimbinya Deyon merasa lebih mudah untuk mengurus segala sesuatunya.
Tidak hanya Dara yang sedih akan kepergiannya, Deyon pun sedih akan pergi meninggakkan tempat ini, Dia selalu melamun di setiap kesibukannya itu.
merasa tidak rela, meskipun raganya akan segera pergi namun jiwanya masih tetap ada di sini.
ketika ia mengambil sebuah dokumen ia menemukan sebuah foto dirinya dan Dara di dalam dokumen tersebut.
Deyon terus saja merasa sedih namun ia tetap harus pergi demi masa depannya agar kelak bisa menjadi lelaki yang bisa membangkan keluarga dan juga orang- orang yang di sayanginya.
Deyon pun menyimpan kembali foto itu dan kembali menyiapkan dokumen yanb perlu di bawanya.
__ADS_1
***********