
Setelah membuang itu dengan penuh kesedihan di dalam hatinya berjalan menelusuri setiap jalanan yang di penuhi orang- orang yang berbahagia namun ia sendiri tengah sedih.
Ia merasa dirinya singguh sial dan setiap kekecewaan dan kesedihan selalu datang kepadanya, siapa sangka hal ini akan terjadi lagi yang padahal ia sudah mengira bahwa hari ini adalah hari kebahagiannya.
Karena semua masalah ini Dara pun berpikir yang tidak- tidak tenang Deyon, mungkinkah dia sebenarnya tidak ingin kembali ataukah dia sudah menemukan kehidupan baru di luar sana.
pemikiran seperti itu terus muncul di benaknya yang sudah tidak ada pemikiran positif lagi.
Dia pun akhirnya duduk di sebuah bangku taman yang berada tidak jauh dari tempat itu, ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu dengan duduk disana.
Namun ia menjadi semakin bersedih air matanya terus mengalir tanpa henti, menangis dengan begitu keras dan sudah tidak perduli lagi dengan orang- orang yang melihat ataupun mendengarnya.
dengan merunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tanganya agar tidak memperlihatkan wajahnya menjadi tidak enak di pandang ketika bersedih.
tiba- tiba sebuah sapu tangan muncul di hadapannya ketika ia sedang menangis keras, Dara pun merasa terkejut dan seketika berhenti menangis.
Dara berpikir bahwa itu adalah Deyon, pasti Deyon lahh yang sudah datang dan memberinya sapu tangan itu.
" kamu datang... kamuuu sudahh datang..." ucap Dara dengan nada yang bahagia dan penuh harapan menoleh dengan segera dan melihat orang yang memberikan sapu tangan itu.
Namun orang yang memberikan sapu tangan itu bukanlah Deyon melainkan Jayson orang yang selalu muncul di saat ia sedang kecewa dan terluka.
Harapannya pun menjadi sirna kembali wajahnya yang tadinya bersemangat malah murung dan bersedih kembali.
" ternyata kamu..." ucapnya dengan wajah berubah dan memalingkan pandanganya.
__ADS_1
" nihhh ambill..." ucap Jayson yang masih memberikan sapu tangan itu.
Dara pun mengambil sapu tangan itu dan langsung mengelap air matanya dan juga di gunakan untuk mengelap ingusnya yang juga ikut keluar ketika ia menangis.
" kenapa kamu bisa di sini..." tanya Dara yang merasa heran kenapa ia bisa tiba- tiba bisa ada di sini.
" yaa aku cuma mastiin aja kalau kamu baik- baik saja...mmm aku gak mau aja kejadian beberapa tahun lalu keulang lagi dan kamu malah pingsan di jalan..." jawab Jayson dengan gayanya yang sedikit angkuh namun tetap perhatian.
Dara pun menjadi menangis dengan lebih keras suasana hatinya menjadi lebih sedih dan terasa sakit sehingga tidak mampu untuk di ucapkan lagi dan hanya bisa menangis dengan keras.
" udah.. udaahhh yaa jangan nangis lagi..lagian kamu ngapaiin sihhh nangisin cowok kayak dia... dia itu gak pantes buat kamu..." ucapnya dengan tegas namun menjelekan orang lain tapi semua itu bermaksud untuk menghiburnya.
" maksud kamu apa.." jawab Dara dengan nada yang galak.
" eee gakkk maksud aku itu ... kamu gakk usah terlalu sedih masih banyak orang- orang yang sayang sama kamu dan juga masih banyak juga yang mau sama kamu dan juga jangan habisin waktu kamu cuma untuk hal ini.." ucap Jayson dengan raut wajah yang berubah panik kareba ia berpikir kalau ia salah bicara sehingga membuat Dara semakin sedih dan berusaha panjang lebar menjelaskan maksudnya dan terus memberinya dorongan agar tidak sedih lagi.
" makasii yaa kamu udaahh ngehibur aku.." ucap Dara yang berusaha tegar dan menghapus air matanya dan menghela nafas dalam.
" yaa udahhh aku antar pulang yaa.." ucap Jayson yang sangat khawatir dengan Dara.
" gakk udahh aku pulang sama supir aja.. makasii udah perhatian sama aku.." ucap Dara yang menolak sopan niat baik Jayson.
Namun karena suasana hati Dara yang masih sedih jadi dia ingin sendiri dulu untuk menenangkan pikirannya dan tidak mau di ganggu orang lain dulu.
" kamu yakin gak mau aku antar.." tanya Jayson sekali lagi untuk memastikannya.
__ADS_1
" iyaa... yaa udahh aku balik dulu yaa..." jawab Dara yang begitu lesu dan kesedihan yang masih terlihat jelas di wajahnya.
" yaa udahh kamu hati- hati yaa.." ucap Deyon dengan terus memandangnya.
Dara pun pergi dari tempat itu berjalan dengan begitu lemas dan tidak bertenaga dan juga air matanya yang masih tetap menetes meskipun ia sudah menahannya dan sudah berusaha tegar namun hatinya sudah tidak sanggup menahan semua kesedihan itu lagi sehingga di luapkan lewat tangisan yang deras.
berjalan dengan perlahan menuju pak supir yang masih mengunggu dengan setia di depan ruangan itu.
Jayson yang melihatnya begitu sedih sungguh ikut merasa sedih dan juga khawatir terhadapnya, ia tidak pernah melihat orang sampai segitunya mencintai orang lain dan bahkan ia sangat iri kepada pria itu karena bisa mendapat cinta yang tulus dari wanita sebaik Dara.
ikut merasakan kesedihan yang Dara rasakan namun juga tidak bisa membatunya berbuat apa merasa dirinya sungguh tidak berguna, namun juga merasa bahwa Dara itu sangalah bodoh karena mencintai orang sampai segitunya dan kenapa hanya melihat pada satu orang saja dan tidak melihat yang lain juga.
" Darr.. apa kamu gakk bisa peka dengan orang yang berada di sampingmu dan selalu menemanimu apa kamu tidak punya rasa terhadapku, apa aku masih bisa punya kesempatan itu?" ucap Jayson dalam hatinya yang mempertanyakan perasaannya.
Benar- benar cinta yang rumit, sebuah hubungan yang begitu rumit, namun hubungan hanyalah dua hati dan juga harus memilih dan ketika itu terjadi mungkin salah satunya akan tersakiti dan juga harus mengalah.
Namun setiap perasaan haruslah di ungkapkan dengan jelas agar orang yang kita sukai mengetahuinya dan kalau hanya di pendam sendiri siapa yang bisa tau yang di pikirkannya atau di rasakannya.
Apakah dia menyukai kita balik ataukah hanya perasaan yanb tidak terbalas, setiap cinta harus memiliki keberanian dan juga segungguhan kalau tidak itu hanya akan selamanya menjadi cinta yang terpendam.
Jayson pun yang ketika melihat Dara sudah pergi, ia pun ikut pergi meninggalkan tempat itu dengan rasa kesedihan yang juga tanpak di wajahnya.
Merekan pun sama- sama pergi dengan kesedihan sendiri yang juga kekecewaan sendiri, dengan masalah yang membebani setiap hidup mereka dan perasaan yang tidak seharusnya muncul dan menyebabkan luka untuk diri sendiri.
Dara yang masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sembab, di lihat oleh pak supir yang sangat menghawatirkannya namun juga tidak berani bertanya banyak karena takut membuatnya semakin sedih.
__ADS_1
Hanya bisa mengantarnya dengan selamat sampai rumah.
...****************...