Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 60


__ADS_3

Deyon yang sangat penasaran apa yang sebenarnya maksud dari perkataan Dara yang tiba- tiba saja minta maaf padanya.


" aku benar- benar minta maaf karena selama ini aku terus menghidar dari kamu dan aku bukannya bermaksud untuk menyakitimu aku hanya merasa ini yang terbaik untuk kita.." ucap Dara yang merasa menyesal dengan perbuatannya selama ini.


"untuk kebaikan kita... apa maksud kamu.." jawab Deyon yang masih tidak mengerti dengan semuanya.


" aku tauu kamu selama ini salalu menderita bersamaku jadi aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini saja.." ucap Dara yang sangat dengan terpakasa harus berkata demikian.


" mengakhiri..? apa kamu pikir dengan mengakhiri semua ini akan baik- baik saja..." jawab Deyon yang dengan tegas membantah semua yang di inginkan Dara.


" aku capek Yonn... aku capekk.." ucap Dara lagi yang sambil menangis..


" capek kenapa... maksud kamu gimana aku benar- benar tidak mengerti.." jawab Deyon yang masih bingung dengan apa yang di bicarakan Dara karena semua ini terlalu berbelit- belit.


" kamu ingatt saat kita di cafe waktu itu kamu selalu kesakitan setiap mengingat hal- hal yang berhubungan dengan kita dan aku gak mau jadi beban buat kamu dan malah memparah sakit kamu.." ucap Dara yang menjelaskan maksudnya dengan rinci agar Deyon lebih mengerti inti permasalahannya.


" di tambah lagi dengan tunangan kamu yang selalu mempengaruhi hidpuku,, aku juga gak mau menjadi penghalang di antara hubungan kalian apalagi kalian sudah di jodohkan sejak kecil.." ucap Dara lagi yang mengeluarkan semua keluhan di dalam hatinya yang selama ini telah menumpuk.


" Tunangan..? apa maksud kamu tunangan..? " Balas Deyon langsunh terkejut dengan perkataan Dara


" iyaa aku udahh tau semuanya kalau kamu telah di jodohkan sama Dea oleh orang tua kamu.." ucap Dara yanh menjelaskan maksdunya itu.


"iyaa tapi aku gak cinta sama Dea dan aku juga gak pernah setuju dengan perjodohan itu.." jawab Deyon yang membantah semua itu bahwa ia tidak ada hubungan apapun dengan Dea.


" yaa tapi tetap saja itu benar kan... kamu di jodohkan sama Dea.." ucap Dara lagi dengan nada yang keras bahwa semua itu adalah fakta.


" yaa tapi semua itu cuma angan-angan orang tua kita aja dan aku juga belum setuju.." jawab Deyon lagi yang menegaskan.


" tapi pada intinya kamu sudah di jodohkan dan disini aku yang terlihat seperti parasit di hidup kamu dan aku juga yang menjadi perusak hubungan kalian ... dan aku juga yang terlihat kejam di mata orang- orang.." ucap Dara dengan nada yang dengan begitu sedih meluapkan isi hatinya.


" lebih baik kita akhiri saja semua ini..." ucap Dara dengan terpaksa mengucapkan kata yang menyakitkan itu.


Dengan menahan tangis Dara pun segera ingin pergi dari tempat itu sebelum kesedihannya menjadi lebih Dalam lagi.


Segera berdiri ingin pergi dengan nafas yang sesak, namun ketika ia hendak pergi Deyon menahannya

__ADS_1


" tunggu.." ucap Deyon yang menghentikannya.


" lepas... lepasin aku Yonn.." jawab Dara yang berusaha melepaskan genggaman tanganya.


" gakk.. aku gakk mau masalah ini semakin dalam..kamu harus dengerin aku.. aku itu gak suka sama Dea yang aku suka itu kamu..." ucap Deyon yang memberi penjelasan agar tidak ada salah paham lagi di antara mereka.


" aku tauu aku salah tapi kamu harus tauu bahwa aku menyukai mu bukan Dea dan meskipun aku belum mengingat semuanya tapi tetap menyukaimu tidak perduli itu dulu, sekarang, atau pun di masa depan.." ucap Deyon yang menyampaikan isi hatinya dengan begitu tulus sambil menggenggam kedua bahu Dara dan menatapnya dengan begitu dalam.


Dara pun menjadi tersentuh dan luluh dengan kata- kata yang di ucapkan olehnya.


" aku mohon kali ini kamu percaya yaaa dan aku akan buktiin kata- kata aku.." ucap Deyon lagi tang terlihat sangat bersungguh- sungguh.


" hmmm" Dara pun mengangguk dan setuju dengan kesepatan itu.


Dara yang mulai luluh dengan semua ucapan dan janji yang di berikan oleh Deyon sehingga memberinta satu kesempatan lagi untul memperbaiki hubungannya.


Dan apakah Deyon bisa membujuk orang tuanya untuk membatalkan pertunangan itu dan dan menyetujui hubungan ini.


Semua itu tergantung sikap Deyon nantinya dan usaha yang ia lakukan.


Namun di sisi lain masih ada Dea yang selalu ingin menghancurkan hubungan mereka.


di kala mereka bepelukan lagi- lagi si Dea melihatnya dari kejauhan, dia begitu kesal melihat mereka masih saja tidak terpisahkan.


Tanganya pun menggeram kesal dan juga marah dia pun langsung mendecak meninggalkan tempat itu dengan keadaan marah.


"bagaimana caramu membuktikan semua ucapanmu tadi.." ucap Dara yang menguji keseriusanya.


" kamu mau bukti..?" tanya Deyon dengan tersenyum nakalnya.


"mmm" Dara pun mengangguk semangat.


" yaa udaahh kamu ikut aku yaa.." ucap Deyon dengan tersenyum dan menarik tangannya dan berlari menuju parkiran kampus.


" kita mau kemana..?" tanya Dara yang melepaskan genggamannya ketika sampai di tempat parkiran itu.

__ADS_1


" udahhh nanti kamu juga tauu.." ucap Deyon dengan begitu misterius.


Deyon pun langsung membukakan pintu mobi dan Dara langsung masuk ke dalamnya.


Dengan begitu bersemangat Deyon pun menyusul masuk ke dalam mobil dan mengendarainya dengan lumayan cepat seperti sedang terburu- buru.


" kita mau kemana sebenarnya.." tanya Dara yang masih penasaran kemana ia akan di bawanya.


Deyon hanya tersenyum dan tidak mau menjawabnya


" Dasarrr yaa.." ucap Dara yang sedikit tersenyum


Melihat jalan sekitar Dara seperti belum pernah melihat jalan yang di lewatinya itu sehingga ia menjadi semakin penasaran kemana ia akan pergi.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang sangat mewah, Dara dan Deyon pun turun dari mobil itu.


"rumah siapa ini..?" tanya Dara yang penasaran mengapa Deyon mengajaknya ke rumah besar ini.


" ini adalah rumah orang tua ku.." jawab Deyon yang memberitaukan bahwa itu rumahnya.


" haaaa jadi ini rumahmu..." ucap Dara dengan sangat terkejut karena ia di bawa kerumahnya oleh Deyon.


" iyaaa... dan aku mau kenalin kamu ke orang tuaku.." Jawab Deyon dengan santai ingin memperkenalkan Dara kepada orang tuanya.


" apaaa... kenapa kamu gak bilang dari awal kan aku gak ada persiapan dan gak bawa apa- apa lagi.." ucap Dara yang seketika langsung panik ketika ingin di kenalkan ke orang tua Deyon.


" gak papa kok... kamu tenang aja yaa.. ada aku.." jawab Deyon yang menenangkannya agar tidak gugup dengan memegang kedua bahunya dan menatapnya tulus.


" kayak gini aja kamu udahh cantik kok.." ucap Deyon lagi yang menggodanya agar Dara tidak terlalu gugup.


" apa ini gak terlalu cepat.." ucap Dara lagi yang merasa ragu dan sangat gugup.


" kamu tenang aja yaaa...." jawab Deyon yang langsung menggandeng tangannya untuk berjalan bersama agar Dara merasa lebih tenang.


Dara pun langsung menatapnya dengan penuh keyakinan dan menghela nafas dalam untuk mesuk ke dalam rumah itu bersama Deyon.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2