Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 54


__ADS_3

Jayson pergi dengan begitu terburu- buru untuk menemui Deyon dan meminta penjelasan.


Datang dengan begitu marah Jayson langsung saja memukul Deyon tanpa basa basi sedikit pun.


" apa- apaan nihh..." ucap Deyon yang sangat terkejut dengan orang yang tiba- tiba datang memukulnya tanpa tau penyebabnya apa.


" kamu emang pantas dapetin semua ini.." jawab Jayson dengan nada yang sangat emosional hingga menunjuknya dengan berkali- kali.


" maksudnya apa.. kamu siapa kenapa datang- datang main mukul orang aja.." jawabnya yang juga menjadi ikut emosi dengan Jayson.


" kamu masih mikir salah kamu apa.. haahhh.." ucap Jayson lagi yang sangat marah dan mencengkram kerah baju Deyon dan lagi- lagi memukulnya untuk yang kedua kalinya.


Deyon pun tidak tinggal diam dengan tindakannya itu Deyon langsung membalasnya dengan hal yang sama.


alhasil mereka pun menjadi saling pukul dan saling mengadu kekuatan otot mereka.


tidak lama setelah itu mereka pun duduk diam karena sudah sama- sama lelah dan akhirnya memutuskan untuk berbincang saja.


Dengan wajahnya yang sudah sama- sama lebam karena pukulan tetapi mereka masih saja bisa tertawa setelahnya.


"aku peringatin jangan sekali- kali kamu sakitin Dara ataupun buat dia nangis.." ucap Jayson yang memberikan sebuah peringatan ketat terhadap Deyon.


"kamu pikir aku bakalan nyakitin dia.." jawab Deyon yang percaya diri tidak akan melakukan semua itu.


" kalau sampai kamu nyakitin dia kamu tauu sendiri akibatnya..." ucapnya lagi yang mengancamnya.


" kamu suka sama Dara..?" tanya Deyon yang tiba- tiba karena melihatnya dia sangatlah perduli kepada Dara.


" iyaa aku suka sama Dara tapi aku juga mau dia bahagia meskipun sama orang lain,asalkan dia bisa habagia itu udah cukup.." jawab Jayson yang mengutarakan isi hatinya dengan jujur.


" dan aku tau kebahagian Dara adalah kamu jadi aku peringatin sekali lagi jangan sampai kamu sakitin dia dan kalau sampai kamu sia- sia in dia aku akan ambil dia kembali.." ucap Jayson lagi yang sangat memberikan peringatan tegas kepadanya dan juga memberikan kepercayaan kepadanya.


" kamu tenang aja aku gak akan nyakitin Dara.." Jawab Deyon dengan begitu meyakinkan bahwa dirinya akan menjaga Dara dengan baik.


" okee aku pegang kata- kata kamu.." ucap Jayson yang sudah memberikan kepercayaannya sepenuhnya.

__ADS_1


Setelah itu Mereka pun langsung kembali ke kelasnya masing- masing dengan perasaan yang sudah di luapkan sehingga membuat Jayson menjadi sedikit lebih tenang.


Saat Jayson kembali ke kelas dan Dara melihatnya dengan wajah yang lebam- lebam begitu membuatnya curiga dan bertanya- tanya.


" kamu kenapa? kenapa wajah kamu begini? kamu pasti abis berantem yaa.." tanya Dara yang tanpa henti dan terus menerus melihat dan membolak balikan wajahnya yang sudah bonyok itu.


" gakk.. aku gak papa kok.. cuma luka kecil aja.." jawab Jayson yang langsung memalingkan wajahnya seakan tidak terjadi apa- apa.


" kamu cari masalah sama siapa lagi sihh.." ucap Dara yang sedikit merasa kesal karena sahabat baiknya itu malah mencari masalah begini dan merugikan dirinya sendiri.


" aku gak papa... beneran dehh.." jawab Jayson lagi yang tidak mau membuat Dara khawatir karena dirinya.


" beneran gak papa.." ucap Dara lagi yang memastikannya tidak terjadi masalah yanh besar.


" iyaaa.." jawab Jayson dengan tersenyum ketulusan dan juga merasa senanh karena Dara perhatian terhadapnya.


ketika mereka masih berbincang- bincang tiba- tiba dosen pun muncul dan pelajaran pun di mulai, semua siswa kembali ke tempat duduknya masing- masing dan belajar dengan tekun.


beberapa jam kemudian akhirnya kelas pun telah usai dan bagi siswa yang sudah tidak ada keperluan di kampus lagi mereka sudah bisa meninggalkan kampus.


"mau pulang bareng gakk.." ucap Deyon yang tiba - tiba mengajaknya pulang bersama dari dalam mobil itu.


"gakk usahh aku lagi nunggu supir bentar lagi juga datanh kayaknya.." jawab Dara yang malu- malu menolak ajakak Deyon yang sebenarnya di dalam hatinya ia sangat ingin pulang bersamanya.


" yakinn kamu gakk mauu..... udahh aku antar ajaaa sebelum aku berubah pikiran loo.." ucap Deyon lagi yang sambil menggodanya dengan trik kecilnya itu.


Dara pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk pulang bersama Deyon dan langsung segera masuk ke dalam mobilnya.


Deyon pun tersenyum ketika itu dan juga memasangkan sabuk pengaman untuknya.


hal itu benar- benar membuat detak jantung data berdetak sangat cepat, wajah mereka yang begitu dekat membuat Dara merasa berdebar, matanya melotot dan wajahnya juga memerah.


Setelah memakaikan sabuk pengaman itu Deyon lagi-lagi tersenyum ketika melihat ekspresi Dara yang begitu lucu.


mobil pun akhirnya melaju dengan kecepatan yang normal, ketika di pertengahan jalan tiba- tiba terdengar suara gemuruh perut Dara yang lapar.

__ADS_1


Dara pun merasa sangat malu ketika perutnya berbunyi dan tidak bisa menahannya lagi wajahnya menjadi semakin memerah dan juga merasa canggung.


" kamu laper..?" tanya Deyon langsung menoleh ke arahnya ketika mendengar suara itu.


" mau cari makan dulu gakk.." ucapnya lagi yang menawarkan untuk makan dulu.


" mmmm bolehh.." jawab Dara dengan nada yang kecil karena merasa sedikit malu.


" yaa udahh kita cari makan dulu yaa... mmm tapi dimana yaa.." ucap Deyon lagi yang masih bingung untuk makan di mana.


Dara pun berpikir untuk mengajaknya ke sebuah cafe dimana itu adalah tempat pertama kali mereka bertemu.


Dara berpikir siapa tau dengan mengajaknya ke tempat itu bisa membuatnya mengingat kembali.


" oohhh yaa gimana kalau kita makan di cafe yang ada di sana itu... tempatnya bagus loo... makanannya juga enak- enak." jawab Dara yang memberikan sebuah saran yang baik.


" oohhh yaa yanh di sana itu... boleh juga dehh." ucap Deyon yang langsung setuju dengan saran dari Dara.


Mereka pun akhirnya menuju ke tempat itu dan tidak sampai beberapa menit akhirnya mereka pun telah sampai di tempat itu.


Merela langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam cafe itu untuk memesan beberapa makanan dan juga minuman.


" kamu ngerasa familiar gakk dengan tempat ini.."tanya Dara yang berusaha mengingatkan Deyon akan tempat ini.


" emangnya mengapa..? apa dulu kita juga pernah ke sini.." jawab Deyon yang masih bingung dan juga tidak mengingat apapun.


Dara pun merasa sedikit merasa kecewa dengan semua ini namun ia tetap berusaha dan tidak menyerah.


"eee gakk... gakkk papa kok.." jawab Dara yang juga tidak mau memaksanya mengingat semuanya.


Deyon langsung duduk dan melihat- lihat ke sekeliling cafe itu dan berusaha mengingat apakah ada yang familiar dengan cafe ini.


Ketika ia sedang melihat- lihat tiba -tiba ia melihat sebuah adengan seorang wanita yang tidak sengaja menabrak seorang pria dan pria akhirnya marah denganya.


adengan tersebut sedikit mirip dengan adegan pas mereka bertemu di cafe itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2