
Keesokan harinya dimana hari yang di tunggu- tunggu akhirnya pun tiba dimana Dara akan bersiap menuju bandara untuk menjemput sang kekasihnya itu.
mempersiapkan diri dengan sangat baik dan juga berdandan dengan cantik untuk bertemu dengan sang pacar, tidak lupa dengan semua kejutan yang telah di siapkan.
berbicara di depan cermin dengan sangat senang, merasa diri sudah sangat cantik dan tidak sabar untuk segera bertemu dengannya.
setelah selesai bersiap- siap Dara segera keluar dan memanggil pak supir untuk segera mengantarnya ke bandara.
" pakk... ayokk pak anterin saya ke bandara..." ucao Dara sambil berteriak semangat.
" baik non.." jawab pak supir itu.
" wahhh non Dara cantik sekali pagi ini.." ucap si bibi yang menggodanya di pagi hari.
" aahh bibi bisa aja ... yaa udahh aku pergi dulu yaa bi.." jawab Dara dengan gembiranya.
" gak sarapan dulu non..." ucap si bibi.
" gak usahh bi... nanti aja.." jawabnya dengan wajah sumbringahnya..
" yaa udahh aku pergi yaa bi.." ucapnya lagi.
" iyaa hati- hati yaa non.." jawab si bibi yang juga ikut senang.
Sesampainya di depan rumahnya, tepatnya di garasi mobilnya sudah bersiap pak supir yang sudah menyiapkan mobil dan juga membukakan pintu untuk nonanya.
" silahkan non.." ucap pak supir yang membukakan pintu mobilnya.
Dara pun masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sangat senang sekali.
tidak lama kemudian mobil itu pun berangkat menuju tujuan yang telah di arahkan oleh Dara sejak tadi.
tidak seperti waktu beberapa tahun lalu dimana saat itu semua hal seperti tidak mendukungnya dan menghianatinya karena alam tidak bersahabat denganny.
jalanan yang sangat macet pada waktu itu membuatnya terlambat menemui Deyon, namun kali ini berbeda jalanannya sangatlah lancar tidak ada halangan apapun.
__ADS_1
Dara pun berharap rencananya hari ini berjalan dengan lancar, sama lancarnya dengan jalanan hari ini.
di sepanjang perjalanan Dara terus saja tersenyum senang, terlihat begitu bahagia dan matanya juga sangat berbinar- binar.
Tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di bandara, begitu cepat bahkan tempat itu pun masih sangat sepi.
dengan bersemangat Dara langsung turun dari mobil itu dan langsung masuk ke dalam untuk menunggunya kembali.
Karena pesawat yang di tunggu akan mendarat beberapa jam lagi Dara pun harus menunggu dengan sabar.
karena ia datang terlalu pagi di karenakan ia terlalu bersemangat dan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama berada di neraga asing sana.
menunggu beberapa jam bukanlah masalah yang sulit baginya di bandingkan dengan menunggunya selama bertahun- tahun ini.
Menunggu dengan sabar tanpa mengeluh apapun bahkan ia belum sempat sarapan sedikit pun namun ia tetap teguh menunggunya di sana sampai waktunya tiba.
hingga beberapa ham kemudian pun tiba pesawat yang di tunggu akan segera mendarat, dan orang - orang yang sedang menunggu kerabatnya pun sedang berantusial menunggu kemunculannya.
Satu persatu orang- orang yang di tunggunya muncul dengan wajah yang gembira dan juga terharu meluapkan kerinduan yang selama ini terpendam oleh jarak dan waktu.
melihat orang satu persatu telah meninggalkan bandara dengan orang yang di jemputnya, namun dari sekian orang yang muncul tidak ada tanda- tanda datangnya Deyon dari dalam pesawat.
bahkan tempatnya sudah hampir kosong hal itu membuat Dara sangat khawatir dan juga takut mengapa Deyon masih belum muncul sejak tadi.
hal itu sangat membuatnya takut dan juga timbul pesaraan yang tidak menentu kekhawatiran yang berlebihan bahkan ada rasa yang sulit untuk di jelaskan.
namun Dara tetap berusaha tenang dan berpikir positif agar menenangkan suasana hatinya.
" kenapa Deyon masih belum muncul juga.." ucap Dara dengan wajah yang mulai bersedih ketika melihat semua orang telah pergi akan tetapi Deyon masih belum datang juga.
" mungkin dia penumpang yang terakhir... sebentar lagi dia pasti muncul" ucap Dara lagi yang berusaha meyakinkan dirinya.
Dengan menghela nafas yang dalam Dara terus menunggu disana dengan sebuah kertas yang berisi tulisan sambutan untuk sang pacar.
Dengan terus melihat ke sekeliling apakah Deyon sudah muncul, dia terus mencari- cari kesana kemari yang berpikir ia melintasi jalan lain sehingga ia tidak melihatnya.
__ADS_1
namun sudah beberapa lama Deyon masih belum muncul juga sehingga membuatnya semakin bersedih dan juga khawatir yang berlebihan.
karena sudah terlalu lama menunggu di sana sehingga orang- orang yang berada di sana pun telah pergi semuanya, namun ia masih belum menemukan kemunculannya.
Dara pun memutuskan untuk bertanya pada karyawan yang bertugas di sana.
" pakk apakah semua penumpang pada pesawat yang pendarat pagi ini masih ada yang belum keluar pak..?" tanya Dara pada salah satu karyawan disana.
" maaf nona namun semua penumpang pada pagi ini sudah tidak ada lagi yang berada di sini semuanya sudang turun." jawab salah satu karyawannya.
" makasii yaa pak.."ucap Dara dengan raut wajah yang mulai berubah menjadi murung dan bersedih.
Dara pun memutuskan untuk pulang dengan harapan yang sia- sia.
Dara mengira hari ini adalah hari kebahagiannya dan juga hari yang paling di tunggu- tunggunya namun semua itu salah.
hal yang sama yang terjadi pada 2 tahun lalu pun terulang kembali dimana semua harapannya sia- sia.
kesedihan dan kekecewaan yang ia dapatkan terulang kembali,Dara tidak tau apa yang membuatnya tidak kembali pada hari ini, ataukah mungkin dia punya masalah disana atau yang lainya.
Dara terus berusaha menghubungi Deyon dab berharap kali ini ia menjawabnya, karena sudah beberapa hari Deyon tidak menjawab panggilan telpunnya.
Namun sudah mencoba beberapa kali menelpunnya dia masih tidak menjawabnya dan bahkan nomernya selalu sibuk selama beberapa hari terakhir ini.
Dara pun sudah putus asa karena sudah tidak bisa menghubunginya, ia pun tidak bisa menahan bendungan air mata yang sudah mau menerobos dan pada akhirnya air matanya pun membasahi pipinya dengan deras.
Lagi- lagi dengan kekecewaan Dara meninggalkan bandara dengan raut wajah yang sedih karena gagal bertemu dengan kekasihnya itu.
" kenapa dia bohongggg...." keluh Dara yang sambil menangis tersedu- sedu.
sambil terus menangis berjalan keluar dari bandara itu sambil membawa sebuah tulisan di tangannya yang sebelumnya akan di berikan untuk menyambut Deyon.
Namun karena dia tidak datang dan semua kejutannya menjadi sia- sia Dara pun membuang semua itu di tempat sampah yang berada tepat di luar ruangan itu,Dengan wajah masih sedih dengan terpaksa melepas semua itu dan meninggalkannya.
...****************...
__ADS_1