
Akhirnya Dara pun pulang dengan keadaan kecewa dan juga sedih,langsung turun dari mobil ketika baru sampai di rumah dan berlari menuju kamarnya dengan tetesan air matanya yang masih mengalir cukup deras.
Seharian tidak keluar kamar membuat orang- orang yang berada di rumahnya merasa sangat khawatir, takut hal- hal yang tidak di inginkan terjadi.
Menangis di dalam kamar dengan sangat tersedu- sedu tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana.
" kenapa ini terjadi lagi..." ucapnya sambil menangis meratapi nasibnya yang sungguh sial itu.
Sambil terus menangis Dara terus berusaha menghubungi Deyon yang tidak kunjung pulang itu.
berkali- kali mencoba menghubunginya namun hasilnya masih tetap sama nomornya masih saja tidak bisa di hubungi.
Di sisi lain dia juga khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya, hal itu sangatlah mengganggu suasana hatinya, rasa kecewa dan khawatir muncul dalam waktu bersamaan.
Hal itu terjadi selama beberapa hari, Dara selalu mengurung dirinya di dalam kamar tidak mau makan dan juga aktivitas lainnya.
Dara pun sudah tidak masuk kampus dalam beberapa hari ini sehingga mebuat teman- temannya merasa khawatir, tidak hanya teman- temannya tetapi Pembantu dan supirnya juga merasa khawatir terhadap nonanya.
Sudah murung dalam beberapa hari dan tidak keluae rumah beberapa hari takut nonanya itu akan jatuh sakit dan juga terjadi hal yang tidak inginkan
Hal itu membuat bibinya pun mencari sebuah solusi untuk nonanya itu agar ada yang menghiburnya,
Bibinya pun memutuskan untuk menghubungi non Masya, sahabat Dara yang selalu bisa menghiburnya di saat- saat susah.
Tidak lama kemudian Masya pun datang ke rumahnya untuk mencari Dara.
" bii Dara dimana...?" tanya Masya yang juga Khawatir dengan sahabatnya itu dan langsung menanyakan keadaanya.
" Non Dara ada di kamarnya sudah beberapa hari dia selalu mengurung dirinya.. bibi jadi khawatir mohon non Masya menghiburnya yaa.." jawab bibinya dengan nada khawatir dan juga berharap banyak pada Masya.
" iyaa bi kalau gitu aku ke kamar Dara dulu yaa..." ucap Masya yang langsung bergegas menuju kamar Dara.
Bergegas menuju kamar Dara yang ketika ia sampai di depan kamarnya dan tidak mendengar adanya tanda- tanda kehidupan membuatnya sangat khawatir.
__ADS_1
tok...tok...tok...
" Darrrr... ini gue Darrr gue boleh masuk yaa.." ucap Masya dengan nada yang lembut mengetuk pintu karena pintunya terkunci.
Setelah beberapa saat mengetuk pintu dan membujuknya Dara pun akhirnya membuka pintu kamarnya yang sudah beberapa hari tidak kunjung terbuka.
Masya yang melihat kondisi Dara begitu buruk dan juga kamar yang begitu berantakan sungguh merasa sangat khawatir dan juga kasihan melihat kondisinya yang tragis.
Setela membukakan pintu Dara tidak berkata apapun ia hanya membuka pintu dan kembali masuk ke dalam kamarnya seakan tidak ada semangat untuk bicara ataupun untuk bergerak.
" lo Kenapa siihh Darr... kenapa lo jadi kayak gini sihhh..." tanya Masya yang bingung dengan kondisinya.
" apa ini ada hubungannya dengan Deyon...apa dia yang udah buat lo kayak gini.." ucap Masya terus- menurus sampi ia menemukan sebuah jawaban.
" Dia harusnya udah pulang beberapa hari yang lalu Sya ... tapi dia gak datang juga hingga saat ini dan juga dia gak bisa di hubungin..." jawabnya dengan begitu sedih menceritakan kejadiannya dan membuatnya menjadi menangis lagi dengan begity keras.
" apaaa emang brengsek tu si Deyon.... jangan- jangan dia udah betah di sana lagi dan gak mau pulang..." jawab Masya dengan begitu marah karena sahabatnya di perlakukan kayak gini.
" gakk Syaa...Dia gak jahat pasti terjadi sesuatu yang besar sehingga membuatnya kayak gini" Jawab Dara yang masih membelanya dengan kata- kata polosnya itu.
" loo itu yaa masih aja belain diaaa... gak habis pikir dehh guee... awas aja yaa kalau Deyon itu pulang balakan gue pukul itu orang berani- beraninya nyakitin sahabat gue..." ucap Masya yang masih sangat kesal.
" udahh yaa lo jangan sedih lagi..." ucapnya lagi yang terus berusaha menghiburnya.
" Ohh yaa daripada lo murung di sini mendingan kita keluar ajaa yukk..." ucap Masya lagi yang ingin mengajak Dara keluar untuk menghiburnya.
" kemana...?" jawab Dara dengan begitu tidak bersemangat dan seperti tidak ingin pergi kemanapun.
" udahh ikut aja..." ucap Masya yang terus membujuknya dan menarik tangannya untuk segera pergi daripada mengurung diri di dalam kamar sehingga membuat semakin sedih dan bisa membuat penyakit.
" lo mau ngilangin kesedihan kan jadi lo harus keluar gak baik tau terus di rumah..." ucapnya lagi yang terus membujuknya.
Masya pun langsung menyeretnya untuk keluar rumah dan mebawanya ke keramaian agar bisa menghibur hatinya yang tengah sedih.
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi ke sebuah tempat pusat perbelanjaan karena shoping adalah tempat yang paling cocok untuk menghilangkan stress dan juga kesedihan.
Dengan begitu senang mereka mengelilingi tempat itu dengan mencoba semua yang ada di sana, mulai dari pakaian, aksesoris, hingga makanan mereka mencobanya satu per satu.
Sehingga tidak terasa hari pun sudah mulai gelap dan mereka memutuskan untuk pulang karena merasa suasana hati sudah membaik.
Dan mereka juga sudah seharian jalan- jalan dan sudah merasa sedikit lelah.
" gimana Darrrr... sudah merasa lebih baik..." ucap Masya yang mempertanyakan suasana hatinya.
" iyaa Syaaa... makasii yaa untuk semuanya.." jawab Dara yang sudah merasa lebih baik lagi setelah jalan- jalan.
" iyaa sama- sama.." ucap Masya dengan tersenyum karena merasa senang bisa membatu sahabatnya ketika sedang sedih.
Ketika mereka sedang berjalan- jalan saling menghirup udara segar tiba- tiba mereka tidak sengaja bertemu dengan Jayson teman kelas Dara yang juga sudah menjadi teman dekatnya.
" Eehh Dara... kebetulan kita ketemu disini.. kamu gak papa kan? udah beberapa hari kamu gak masuk.." ucap Jayson yang terlebih dahulu menyapanya karena dia perduli dengan kondisi Dara.
" iyaa aku baik- baik aja kok..." jawab Dara dengan tersenyum memberitaukan dirinya baik- baik saja.
" bagus dehh kalau kamu baik- baik saja ... aku juga jadi lega..." ucap Jayson lagi yang melihatnya dari atas hingga bawah memastikan dia benar- benar baik- baik saja.
" iyaa makasii yaa udah perduli sama aku... oohhh yaa kenalin ini sahabat aku Masya dan Masya ini Jayson temen aku.." jawab Dara yang langsung memperkenalkan kedua teman baiknya itu.'
Mereka pun berkenalan dengan berjabat tangan untuk lebih akrabnya dan memperkenalkan diri satu sama lain.
" yaaa udahh kalo gitu aku balik dulu yaaa.... jangan lupa besok masuk kampus..." ucap Jayson yang langsung pergi dengan tersenyum.
Dara pun menganggukan kepalanya dan sedikit tersenyum.
Setelah itu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah dengan suasana hati yanh sudah lebih baik dari sebelumnya.
...****************...
__ADS_1