Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 43


__ADS_3

Mereka pun menjadi saling adu mulut sama- sama tidak ada yang mau di salahkan.


" yaa udahh kamu tinggal cuci aja di rumah sendiri" ucap Dara dengan nada tinggi membela dirinya sendiri.


" kamu ini bener- bener gakk bertanggung jawab yaa.. pokoknya aku gak mau terima baju ini sebelum baju ini bersih" jawab Jayson dengan nada yanb tegas juga kekeh dengan pendiriannya.


" nihh ambil..dan aku mau baju ini sudah bersih besok pagi " ucap Deyon lagi dengan memberikan baju itu dengan paksa yang kemudian langsung pergi dari ruangan itu dengan wajah kesal.


" iisshh apaan sii.. dasar manusia berdarah dingin, gak punya hati" ucap Dara yang berani ketika dia sudah pergi.


" tapi yaa emang bauu siihh" ucap Dara lagi yang ketika ikut mencium aroma baju itu.'


Dengan terpaksa Dara membawa baju itu kembali untuk di cucinya terlebih dahulu sebelum di kembalikan agar pemiliknya tidak marah- marah lagi.


Namun kali ini dia juga merasa bingung bagaimana cara mencuci baju itu karena sebelumnya ia tidak pernah melakukan semua itu dan si bibinya lah yang mengerjakan segala sesuatunya.


Kali ini karena ia tinggal sendirian dengan terpaksa ia harus mencucinya sendiri dan juga membuatnya bingung dan juga kesal.


" aduuhh ini gimana nyucinyaa.." keluh sii Dara


" lagian masalah baju doang juga... ribet banget sihh..." ucap Dara lagi dengan kesal dan terus mengucek- ngucek baju itu dan dia harus mencucinya dengab tangan karena tidak ada mesin cuci di rumahnya dan biasanya ia memcuci bajunya ke laundry.


Tapi karena Jayson minta bajunya kembali besok Dara tidak bisa membawa bajunya ke tukang laundry dan harus mencucinya sendiri.


Setelah beberapa menit akhirnya Dara pun selesai mencuci, namun karena sudah malam Dara tidak bisa menjemur baju itu di luar dan menjemurnya di balkon rumahnya.


" aduuhh ini gak mungkin bisa kering besok pagi.." ucap Dara yang kebingungan dengan jaket itu.


" haa setelah airnya kering aku keringin lagi aja pakek hairdrayer " ucapnya dengan sebuah ide yang tiba- tiba muncul di benaknya.


Setelah menemukan ide yanb cemerlang Dara pun akhirnya bisa tidur dengan tenang tanpa di ganggu dengan masalah jaket itu.


Keesokan paginya Dara harus bangus pagi- pagi buta untuk mengeringkan baju itu. dengan terpaksa berdiri berjam- jam di kamar mandi dengan sebuah hairdrayer dan juga jaket itu di tanganya.


Dengan matanya yang masih setengah mengantuk.

__ADS_1


" hhaaaahhh... akhirnya selesai juga... baju ini kering juga dehh... dasar baju nyusahin.." ucapnya dengan cermin di depannya dengan ekspresi yang campur aduk.


Setelah itu Dara pun pergi ke rumah sakit seperti biasanya dengan menemui Jayson terlebih dahulu untuk mengembalikan jaketnya agar tidak ada urusan lagi dengannya.


" nihh... udah di cuciin.." ucapnya dengan sangat jutek memberikan jaketnya dengan sebuah paper bag yang baru lagi karena yang kemarin sudah rusak.


Dengan mata yang sedikit merah karena masih mengantuk karena bangun pagi- pagi buta karena jaket itu.


Jayson pun mengambil jaket itu dan memeriksanya dan juga mencium aromanya apakah benar sudah di cuci atau belum.


" bersih juga... yaa udahh makasii yaa.." ucap Deyon yang merasa puas dengannya hari ini.


" yaa.. yaa udahh sekarang aku sama kamu udahh gak ada urusan lagi.. aku pergi dulu.." jawab Dara dengan wajah yang masih sedikit mengantuk.


" eehh tunggu.." tahan Jayson yang menghentikannya dan menarik tanganya.


" eehh apaan siii.." jawab Dara yang terkejut ketika di pegangnya karena masih trauma dengan kejadian beberapa hari lalu.


Dia pun langsung melepaskan genggamanya ketika Dara menggeliat tidak nyaman.


Dara yang merasa heran mengapa tiba- tiba dia baik dan perhatian kepadanya, hal itu membuatnya merasa aneh dan juga curiga terhadapnya, namun karena ia merasa membutuhkan kopi itu Dara pun mengambilnya dengan raut wajah yang penuh kecurigaan.


" eee... makasii yaa.." jawan Dara dengan mengambil segelas kopi itu dan langsung pergi karena takut akan ada hal lainnya yang terjadi jika ia tetap berada di sana.


Jayson yang melihatnya bertingkah seperti itu pun tersenyum puas karena berhasil mengerjainya dan membuatnya ketakutan.


Karena semua yang di lakukannya selama ini adalah hanya untuk mengerjainya dan juga menarik perhatianya.


Tidak lama kemudian setelah itu mereka pun bertugas seperti biasanya dengan kelompok masing- masing untuk mendapat hasil yang terbaik.


Entah mengapa di saat Mereka melaksanakan tugasnya mereka terlihat begitu akur dan juga kompak sangat serius dan juga penuh tanggung jawab.


Tidak seperti di luar ruangan yang kerjaanya selalu bertengkar sertiap hari sehingga membuat orang sakit mata ketika melihatnya.


Di saat jam pulang Dara yang merasa begitu kelelahan dengan tugas hari ini membuatnya memijat - mijat lehar dan juga pundaknya sambil berjalan pulang.

__ADS_1


Ketika ia sedang mengeluh lelah tiba- tiba saja cowok nyebelin si Jayson muncul di sampingnya tanpa di undang.


Hal itu sontak membuat Dara terkejut akan tetapi si Jayson malah senang dengan semua itu,


" iihh apaan sii resek banget... bikin kaget aja.." ucap Dara dengan kesal yanh sambil memegang dadanya karena terkejut.


" lagian bengong aja sendirian gak takut apa nanti di gangguin.." ucapnya dengan usil.


" siapa juga yang bengong.." jawabnya mengelak.


" niihh buat kamu..." ucap Jayson dengan memberikan sebuah minuman dingin untuk meredakan rasa lelahnya.


Dara pun lagi- lagi terheran dengan anak itu, kenapa tiba- tiba dia bisa berubah menjadi baik hari ini, tidak seperti biasanya hari ini dia bersikap sangat aneh sehingga membuat Dara semakin curiga dengannya.


" tumbenn.." jawan Dara dengan terheran namun tetap saja mengambil minuman itu lalu meminumnya karena itu sangat menyegarkan.


" yaa kebetulan aja lebih..." jawabnya dengan mengalihkan pandangannya.


"tidak mungkin..." jawabnya dengan tidak percaya dengan apa yang di katakannya.


" Tapi kok kamu tiba- tiba bisa ada disini?" tanyanya dengan curiga dan penasaran.


" jangan- jangan kamu ngikutin aku yaa..." ucapnya lagi dengan menjatuhkan tuduhan kepadanya.


"ngikutin kamu... jangan mimpi dehh... orang aku tinggal di sekitar sini.." jawabnya dengan tegas membantah semua tuduhan itu.


" jadi jangan gr dehh..." ucapnya sekali lagi menegaskan.


Dara pun merasa malu dengan kata- katanya yang tidak masuk akan barusan dan menuduhnya yang tidak - tidak.


Karena sudah terlanjur berkata begitu Dara pun menjadi tidak berani berkata- kata lagi dan langsung pergi begitu saja meninggalkannya karena sudah merasa sangat malu.


" aduuhhh bodoh banget sihh kamu..." ucap Dara ketika sampai di rumahnya dengan mengetuk- ngetuk kepalanya karena masih merasa malu atas kejadian barusan itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2