
Keesokan harinya mereka menjalani kuliah dengan sebagaimana mestinya
melewati hari- harinya dengan penuh semangat karena telah ada yang memenerinya semangat untuk menjalani hari- hari kedepannya.
setiap hari mereka selalu bersama tanpa sehingga banyak yang membuat orang- orang iri melihat kemesraannya.
meskipun mereka menjadi sangat bucin tetapi mereka tidak pernah lupa akan tugas dan tanggung jawabnya.
mereka selalu menjadi panutan dan menjadi kebanggan para guru.
sewaktu jam istirahat Dara yang sudah menunggu di jemput sang pacar di depan kelasnya yang akan segera ke kantin.
" udah lama nunggunya? " tanya Deyon dengan lembut dan senyuman yang hangat
Dengan kangkah kaki yang lantang dan berkarisma membuat orang tertuju padanya.
Di tambah dengan karismanya yang begity kuat membuat para betina itu mejerit histeris.
Dengan menghampiri Dara dan langsung menggandeng tangannya dengan mesra.
" enggak kok" jawab Dara dengan membalas senyuman manisnya itu.
keromantisan mereka berdua benar- benar membuat orang iri dan juga merasa sedikit heran bagaimana bisa seorang seperti Deyon bisa mencintai gadis aneh seperti Dara itu.
tidak jarang juga orang- orang membicarakan dan menjelek- jelekan Dara di belakangnya.
akan tetapi Dara tidak mau ambil pusing dengan perkataan mereka, ia selalu berusaha menjadi yang terbaik dan menjalani hidup sesuai dengan keinginannya.
" yaa udah yukkk ke kantin" ucap Dara lagi dengan memegang erat tangan Deyon.
ingin menunjukan bahwa mereka pantas untuk bersama.
orang- orang menatapnya dengan tatapan yang sinis dan merasa kesal dengan apa yang mereka lihatnya.
setelah beberapa saat mereka pun sampi di kantin dan duduk di meka yang kosong
kantin hari ini cukup ramai dan mereka menjadi pusat perhatian di dalam kantin tersebut
" sepertinya orang- orang memperhatikan kita dehh" ucap Dara dengan suasana hati yang sedikit merasa risih
Dara pun sadar bahwa dia menjadi pusat perhatian semenjak dia menjalin hubungan dengan idola sekolah itu.
Dia tau bahwa banyak yang tidak suka dengan dirinya
" itu karena mereka iri kalo kamu itu cantik" ucap Deyon dengan gombalannya agar Dara merasa lebih baik
Deyon pun tau Dara merasa tidak nyaman dengan suasana ini.
__ADS_1
Apalagi ini merupakan hal yng baru untuknya bahkan untuk makan di kantin pun Dara sangat jarang jadi wajar saja dia merasa sedikit tidak nyaman.
" kamu iniii" jawabnya dengan tersenyum malu.
" tapi kayaknya mereka tidak suka sama aku, gak suka juga kalo aku deket sama kamu" ucap Dara lagi dengan wajah yang murung.
" udahhh kamu gak usah pikirin mereka lagian yang menjalin hubungan kan kita jadi kamu gak usah berpikir yang aneh- aneh lagi yaaa,... ada aku jadi kamu gak usah takut yaa" ucap Deyon dengan menenangkan hati Dara.
Dengan penuh perhatian Deyon selalu mejaga Dara dari keraguan hatinya yang selalu menggangu pikirannya.
Dengan memegang pundaknya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang yang membuat Dara menjadi lebih baik dan suasananya menjadi lebih damai.
"jadi kamu gak usah khawatir lagi yaa" ucapnya lagi dengan mengelus- elus kepalanya.
Dara pun dengan tersenyum menganggukan kepalanya dan berusaha menghiraukan semuanya.
Dengan perasaan yang sudah membaik mereka pun mulai memesan makanan dan mulai makan dengan tenang tanpa memikirkan apa yang di pikirkan orang- orang disana.
*
*
*
Hari- hari pun berlalu dengan begitu cepat mereka menjalani hari- harinya dengan bahagia, menjalani kehidupan sebagai sepasang kekasih yang romantis dan harmonis.
di tambah lagi Deyon yang amat begitu perhatian sama Dara dan memperlakukannya dengan sangat baik.
dia merupakan salah satu dari ratusan pria yang sangat peka tehadap perasaan wanita, dia bisa menjadi sandaran dan tempat untuk berteduh di setiap merasa lelah.
dia tau cara mengatasi setiap kesulitan yang dihadapinya, meskipun dia merasa lelah dan punya banyak masalah akan tetapi dia tidak pernah penunjukan keluhannya kepada orang lain.
dia benar- benar merupakan sosok pria yang hebat dan juga idaman semua orang.
Dara merasa sangat beruntung mimiliki Deyon dalam hidupnya.
Hari ini mereka jalan- jalan di sekitar kampus sekolah sambil melihat- lihat pemandangan sekitar dan menimati udara sore hari.
" gak kerasa yaa udah satu semester aja" ucap Dara dengan tiba- tiba
" iyaa waktu cepet banget berlalu,, hari- hari gak kerasa berlalu karena ada kamu di sampingku" jawab Deyon dengan rayuan manisnya.
"apaan sii gombal aja" balas Dara dengan senyum malu- malunya.
" mana ada gombal itu kenyataan tauu" jawab Deyon dengan mulut manisnya itu yang membuat Dara semakin senyum- senyum salting.
" berarti sebentar lagi kamu akan lulus dong" Ucap Dara dengan menghela nafasnya seperti tidak ingin Deyon pergi.
__ADS_1
" iyaaa beberapa bulan lagi" jawab Deyon dengan santai meski ia juga merasa sedikit sedih.
" terus rencana kamu kedepannya gimana?" tanya Dara yang sedikit penasaran.
" aku sii belum mutusin mungkin masuk salah satu rumah sakit di kota ini" ucap Deyon nada yang datar.
" kamu pasti berhasil rumah sakit manapun pasti mau nerima kamu" jawab Dara dengan memberi semangat.
" udahh ahh bahas yang lain aja lagian masih beberapa bulan lagi, biar waktu yang memutuskan" ucap Deyon dengan mengalihkan pembicaraan agar suasananya menjadi tidak sedih lagi.
" eehh itu ada tukang es krim ,,, kita beli es krim aja yukk" ucap Deyon lagi dengan menunjuk tukang es krik itu dan langsung menarik tangan Dara dan mengajaknya kesana.
Membeli dua buah es krim dan memberikan salah satunya untuk Dara agar suasanya hatinya membaik.
"kata orang kalo es krim itu bisa memperbaiki mood seseorang " ucap Deyon sembari memberikan es krim tersebut kepada Dara.
Dara pun tersenyum sambil menerima es krim tersebut kemudian memakannya.
kembali melanjutkan perjalanan mereka sambil menikmati manisnya es krim yang lembut di bawah sinar senja mentari.
Dara yang menikmati es krim tersebut sampai tidak berkata- kata sepanjang perjalanan.
Deyon pun memperhatikan setiap suapan yang di nikmatinya, dengan tersenyum menghentikan langkahnya da menatapnya.
" kenapa? " tanya Dara yang juga ikut terhenti karenanya.
Deyon hanya terdiam dan terus menatapnya sehingga membuat Dara menjadi agak gugup.
Deyon melangkah mendekat kearahnya dan menundukan kepalanya
Dara yang mulai berpikir aneh- aneh tiba- tiba memejamkan matanya
mengira dia akan menciumnya
tangan yang lembut tiba- tiba mengusap mulutnya Dara pun menjadi terkejut dan membuka matanya
"apa yang kamu pikirkan " ucap Deyon dengan tersenyum usil kepadanya.
Dara pun merasa sangat malu karena bepikir yang aneh- aneh terlebih dahulu.
ia langsung memalingkan wajahnya yang sudah mulai memerah
" apa kau ingin aku benar- benar melakukannya" ucap Deyon yang berbisik di telinganya
membuat Dara menjadi tercengang dan dengan refleks mendorongnya
ia pun menjadi panik dan langsung melarikan diri setelahnya.
__ADS_1
**********