Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 51


__ADS_3

penuh dengan harapan bahwa semua ini adakah bohong,Dara menatapnya dengan begitu dalam


" kamu pasti bohong kan... kamu pasti inget sama aku kann..." ucap Dara dengan begitu tidak percaya sambil menangis terus bertanya padanya sambil menggemgam tangannya.


" apaan sihhh .. buat apa juga bohong... denger yaaa aku itu gak kenal sama kamu jadi kamu jauh- jauh dehh... ganggu tau gakk.." jawab Deyon yang begitu kejam sehingga membuatnya semakin terpukul.


Dara pun merasa sangat terpukul dengan pengakuan itu dengan begitu pasrah dan tidak tau harus berbuat apa lagi Dara melepaskan genggamannya dan membiarkannya pergi.


Deyon pun akhirnya pergi bersama teman- temanya itu menuju ruang dosen, namun anehnya Deyon masih mengingat semua teman- temannya namun mengapa hanya Dara yang di lupakannya.


hal ini masih membuatnya bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi sehingga Dara berpikir bahwa Deyon sudah tidak ingin bersamanya lagi dan ingin mengakhiri hubungan ini.


Apalagi Dara melihatnya begitu dekat dengan Dea membuatnya semakin sakit dan terpuruk.


Hari demi hari ia lalui dengan begitu menyakitkan apalagi melihat kekasihnya yang selalu dengan wanita lain.


Dara pun ingin membuat keputusan yang nantinya tidak akan ia sesali ia ingin mencari tau kebenaran tentang kekasihnya sehingga kedepannya ia tau harus berbuat apa, haruskah ia bertahan dengan hubungan ini atau menyudahinya saja.


Dara pun memutuskan untuk mengejarkan kembali dan berusaha selalu dekat denganya meskipun Deyon tidak suka namun ia ingin berjuang untuk cintanya.


Dara pun selalu mengikuti kemana pun Deyon pergi berusaha lebih akrab dengannya berharap ia bisa mengingatnya kembali.


" aku duduk di sini yaa..." ucap Dara yang ketika melihatnya tengah makan siang di kantin dan dia sedang sendirian Dara berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengobrol denganya.


Deyon pun hanya diam saja melihatnya tanpa ada penolakan meskipun kelihatanya cuek dan dingin namun Dara cukup senang karena di ijinkannya duduk bersamanya dan makan bersama.


" oohh yaa ini tumis wortel... kamu kan suka wortel" ucap Dara lagi yang bersikap baik dan perhatian mengabilkan sayur kesukaanya dan menaruhnya di dalam piringnya berusaha mengingatkan tentang hal- hal kecil yang di sukainya waktu dulu dan berharap dia bisa mengingatnya.


Masih dengan wajah cueknya dia tidak menjawab apapun dia seperti mengabaikannya dan tidak perduli dengan keberadaanya.


dengan begitu acuh ia menyisihkan makanan yang di berikan oleh Dara dan tidak memakannya sama sekali.


Deyon pun langsung pergi dari hadapanya ketika ia selesai makan bahkan dia tidak menghabiskan makanannya, dia terlihat seperti tidak senang dengan keberadaan Dara yang selalu mengikutinya.

__ADS_1


Dara yang di tinggalkan sendirian di meja makan itu pun langsung merasa sedih matanya bahkan sudah berkaca-kaca dan tak kuasa menahan air matanya.


Merasa padahal dulu mereka selalu berbagi makanan saat makan siang bersama di kantin dan dia sangat senang, namun entah mengapa sekarang dia menjadi seperti ini.


Dara pun langsung kembali ke kelas pada saat itu dengan kesedihan yang di bawanya ia hanya termenung seorang diri di dalam kelasnya.


saat itu Jayson pun menghampirinya ketika melihatnya sedih begitu, di saat- saat seperti ini Jayson selalu menjadi orang yang di butuhkan oleh Dara.


" kalau mau nangis yaa nangis aja.. gak udak di tahan.... " ucap Deyon dengan memberikan jaketnya untuk menutupi dirinya agar tidak merasa malu ketika sedang menangis dan suaranya pun menjadi tidak terdengar keluar.


Dara pun langsung menengok kearah Jayson dengan penuh kesedihan dan matanya yang sudah merah dan sembab dengan punuh rasa terima kasih Dara mengabil jaket itu dan menutup dirinya.


Dara pun langsung menangis dengan begitu keras meluapkan kesedihan dalam dirinya.


Jayson pun menatapnya dengan rasa tidak tega ketika melihatnya begitu rasanya seperti ingin memeluknya untuk menenangkannya, namun semua itu tidak bisa ia lakukan.


Jayson hanya bisa menemani di sampinya agar Dara merasa lebih baik lagi.


setelah beberapa menit akhirnya Dara pun berhenti menangis dan membuka jaket yang menutupi dirinya.


" makasii yaaa..." jawab Dara dengan perasaan yang sudah lebih baik dan mengusap air mata yang membasahi pipinya itu.


" iyaa sama- sama.." sahut Jayson dengan penuh senyum ketulusan.


Dara pun langsung menarik nafas dalam dan tersenyum berterima kasih atas kebaikan yang di berikan oleh Jayson.


" oohhh yaa makasii jaketnyaa.." ucap Dara dengan wajah yang masih sembab.


" nanti aku cuciin dehhh..." ucapnya lagi yang mengingat kejadian masa lalunya ketika ia meminjam jaketnya dan harus mengembalikan setelah selesai mencucinya.


" iyaa sama- sama... gak usahhh lagian gak kamu pakek juga kok.." jawab Jayson yang merasa tidak enak hati ketika mengingatnya namun sekarang sudah berbeda mereka sudah menjadi teman baik dan tidak memperhitungkan apapun lagi.


Mereka pun jadi saling pandang dan langsung tertawa ketika mengingat masa lalunya itu,Dara yang tertawa dengan begitu lepas membuat Jayson ikut senang melihatnya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu Dara pun pergi ke perpustakaan untuk menenangkan dirinya karena membaca buku adalah salah satu hal yang bisa membuatnya tenang.


Ketika ia sedang membaca buku tiba-tiba Deyon muncul dan duduk di sampingnya, Dara pun langsung terkejut ketika melihatnya ia pun merasa tidak pantas berada di sana dan juga takut akan Deyon merasa risih jika berada dekat dengannya.


Dara pun langsung berdiri dan ingin segera pergi dari hadapannya sebelum di usir olehnya, merapikan semua bukunya dan ingin segera pergi.


" duduk..." tiba- tiba sebuah kata keluar dari mulutnya itu.


Dara pun kebingungan dengan maksudnya dia berhenti dan menoleh ke arahnya.


" haahhh..." jawabnya yang kebingungan.


" duduk aja.... " ucapnya lagi dengan begitu dingin namun masih sedikit di punya perasaan kelihatannya.


Dengan wajah bingungnya Dara pun duduk kembali di tempat itu dan kembali membaca bukunya sambil diam- diam melihatnya.


namun si Deyon masih dengan wajah cueknya begitu serius dengan bukunya,dia masih terlihat seperti dulu begitu serius ketika sedang belajar dan juga terlihat semakin tampan.


Diam- diam Dara terus memperhatikannya dengan tersenyum bahagia.


Ketika ia sedang menikmati pemandangan yang indah itu tiba- tiba bencana pun datang, hal yang tidak di harapkan malah menggangu kesenanganya itu.


" Haii Deyon aku duduk di sini yaa..." ucap Dea yang tiba- tiba muncul di hadapanya dan langsung duduk di samping Deyon.


" oohh yaa aku mau nanyain materi ini dong.." ucapnya lagi dengan begitu akrab dan senang.


Deyon pun terlihat meladininya dengan baik dia seperti senang dekat dengan Dea dan begitu pun sebaliknya.


mereka terlihat sangat dekat dan mesra, perlakuannya dengan Dea dan terhadapnya sangatlah berbeda.


hal itu membuatnya sangat merasa sedih dan juga tidak sanggup melihat semua ini, hatinya sangat sakit melihat orang yang di cintainya malah dekat dengan orang lain.


" eee aku pergi dulu yaaa..." ucap Dara yang meligat mereka sangat sibuk dan juga tidak ingin berada di tengah- tengah antara mereka.

__ADS_1


Dara pun langsung pergi dengan wajah penuh kesedihan dan juga kecewa merasa semua ini sepertinya telah berakhir.


...****************...


__ADS_2