
Hari- hari berikutnya masih sama seperti biasanya mereka masih saja tidak mau menyapa satu sama lain.
Gengsinya yang begitu tinggi mengalahkan rasa sayangnya
akan tetapi semua itu justru tidak akan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi tapi justru membuat hubungan mereka semakin renggang dan menjauh.
hari demi hari sudah berlalu, itu artinya hari dimana Deyon akan pergi keluar negeri pun akan segera tiba akan tetapi hubungan mereka masih tidak baik- baik saja
hal tersebut membuat Deyon semakin gelisah dan gundah keputusan apakah yang harus dihadapinya.
untuk pertama kalinya Deyon terlihat begitu murung dan tidak bersemangat seperti biasanya.
disisi lain Dara yang juga merasakan hal yang sama hingga tidak bersemangat menjalani hari- harinya.
*
*
*
Suatu hari di cafe tempat biasa Dara dan sahabatnya itu menghabiskan waktu untuk berbincang- bincang dan tempat dimana mereka mengeluarkan keluh kesahnya satu sama lain.
lagi- lagi Dara yang selalu saja punya banyak masalah dalam hidupnya yang sudah tidak mampu di pendamnya sendiri harus mengububgi sahabatnya itu untuk mencurahkan semua kegelisahan dalam hatinya.
" lo kenapa lagi sihh Daarr?" tanya Masya yang kebingungan dengan sahabatnya itu
" lo berantem sama Deyon? emang dia ngapain lo sii , berani- benarinya dia buat sabahat gue ini sedih, biar gue samperin dia itu" ucap Masya lagi dengan lantang dan penuh dengan emosi karena melihat sahabatnya yang tengah sedih.
" eehhh udah- udahh jangan emosi Deyon gak ngapa- ngapain aku kok" jawab Dara dengan menghetikan sahabatnya.
" yaa terus kenapa lo sedihh?" tanyanya lagi dengan penasaran.
" hhmmm" dengan menghela nafas dalam.
" Jadi gini Sya.............(menceritakan kejadian dengan detail)" jawabnya dengan raut wajah yang sedih.
" aku harus gimana Syaa.." ucapnya lagi dengan amat sedihh.
" aduhhh gue juga jadi bingung ni kalo gini,,,, lo yang sabar yaa Darr" jawabnya dengan menenangkan sahabatnya itu.
" Dia pergi kan juga buat meraih impiannya lagian dia disana kan gak selamanya Darrr... lo masih bisa telpunan, masih bisa video call..." ucap Masya lagi dengan menghiburnya berharap suasana hatinya membaik.
__ADS_1
" iyaaa sii Syaa tapi aku juga takut akan hubungan ini apalagi hubungan jarak jauh" jawabnya dengan wajah yang murung.
" intinya lo harus percaya sama pasangan lo Darr kalo dia gak akan macem- macem disana" ucap Masya dengan tutur katanya yang sedikit bijak.
Setelah berbincang- bincang suasana hati Dara pun menjadi membaik
Setelah beberapa lama Dara pun kembali ke kampusnya yang jaraknya cukup dekat dengan tempat itu.
bejalan beberapa waktu dengan tidak sengaja Dara bertemu lagi dengan Deyon pria yang belum siap untuk ditemuinya.
tersentak ia berhenti dan saling bertatap- tatapan dengan penuh perasaan yang masih saling menyayangi.
dalam beberapa detik Dara dengan seketika memalingkan pandangannya dan segera pergi dari hadapannya.
melewatinya dengan pandangan yang kosong dan hembusan angin yang menyertainya.
akan tetapi lagi- lagi ia terhenti,,, tangannya yang di genggam dan di tahan oleh sii Deyon membuatnya menjadi terdiam.
" tunggu aku mau ngomong bentar" ucap Deyon sembari berbalik dan berdiri tepat di hadapannya sambil memegang tangannya.
" kita harus bicara Darrr" ucapnya lagi dengan tatapan yang dalam
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengobrol bersama dan menjelaskan keluhan hati mereka.
Duduk termenung beberapa saat di taman kampus yang dimana saling merenungi diri masing- masing yang sama- sama egois dan mementingkan diri- sendiri.
setelah beberapa saat mereka setelah menjelaskan semua permasalahan dan yang mengganggu pikirannya telah terselesaikan.
Dengan wajah yang sedih dan air mata yang ikut serta menyaksikan kisah pilu mereka, begitu deras membasahi pipi Dara yang sudah memerah.
Deyon yang menjulurkan tangannya dan mengajak Dara kembali ke dalam kelasnya, sembari tersenyum Dara mengambil tangan Deyon dan langsung berdiri saling menatap dengan perasaan yang lega dan terharu senang.
Mengusap air mata yang membasahi pipi si Dara dengan lembut dan penuh kasih sayang.
" udahhh jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang lohh" ucap Deyon dengan senyum dan tatapan yang membuat orang yang melihatnya langsung luluh.
Dara hanya menatapnya dengan senyumnya.'
" kenapa kamu liatnya gitu banget" ucap Deyon lagi yang masih menatapnya
" gimana gak ngeliat kalo kamunya semanis ini" jawab Dara yang sembari menggodanya dengan pujian manisnya.
__ADS_1
" kamu inii udahh pinter ngegombal yaa sekarang"jawabnya yang merasa tersipu yang juga sedikit gemas melihatnya.
Sambil memegang pipinya dengan kedua tanganya dan mengkerutkannya sehingga bibirnya menjadi manyun.
terlihat sangat gemas dan manis sikap mereka berdua kembali membuat suasana kampus menjadi berwarna dan seperti hidup kembali.
setelah hubungan mereka mulai membaik dan terlihat wajah mereka yang mulai berseri- seri kembali seperti sebelumnya.
bergandengan tangan kesana kemari seperti tidak ada masalah apapun lagi dalam diri mereka, akan tetapi di balik semua sekesangan itu masih terbedam beban pikiran yang begitu mengganggu satu sama lain.
Deyon yang masih cemas dengan pelihannya, rasa ragu di hatinya bercampur aduk dengan kegelisahan akan kekasihnya yang harus ia tinggalkan.
Disisi lain Dara yang juga gelisah dengan semua yang terjadi beberapa hari halu akankan ia benar- benar siap di tinggal oleh kekasihnya itu dan bernakah ia mampu merelakannya pergi.
meski Dara tau dia pergi demi masa depannya dan juga impiannya akan tetapi entah kenapa hatinya masih belum juga bisa tenang.
Dara merasa dirinya sangatlah egois dan juga masih kekanak- kanakan.
" haaahhhh" menghela nafas dalam...
" aku haruss bagaimana tuhannn..." ucapnya dengan lantang di dalam kamarnya sambil menatap keluar arah jendela dengan tirai yang terbuka dan juga jendela yanh sedikit terbuka di sertai dengan hembusan angin yang menyejukkan.
membaringakan kepalanya di atas meja belajarnya dengan pikiran yang kalut dan juga sebuah buku di bawah kepalanya dan juga sebuah pulpen di tangannya yang tak henti- henti memainkan pulpen tersebut.
Dengan wajah yang sedih dan juga bingung apa yang harus di lakukannya, kenapa pikirannya benar- benar kosong.
Dirinya sangat sedih dan kacau akan tetapi ketika ia melihat kearah luar ia melihat dunia yang begitu cerah, suara- suara burung berkicauan, angin berhembus tenang, daun- daun sedikit berterbangan.
Seakan dunia tidak tau bahwanya sedang bersedih dan juga kacau, ia merasa dunia tidak mendukungnya dan sedang mentertawakan kemalangan hidupnya.
" sungguh menyebaaallkaan..." teriaknya dengan lantang pada burung- burung yang berkicauan.
Dara menjadi sangat sensitif bahkan hanya pada alam dan juga makhluk hidup yang riang gembira, dia cemburu pada apa yang di lihatnya berbahagia.
" jangan bermesraan didepankuu.." teriaknya lagi pada sepasang burung yang tengah hinggap di atas pohon tepat di depan jendelanya.
" aaaarrhhhh" gemuruhnya kesal sambil mengucel- ucel rambutnya dengan kasar.
sepertinya dia menjadi setress belakangan ini.
************
__ADS_1