Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 11


__ADS_3

Keesokan harinya Dara berangkat ke kampus ini adalah hari kedua ia nenjalani harinya sebagai seorang mahasiswi berharap hari ini lebih baik dari kemarin.


berjalan dengan memegangi tas kecil yang dibawanya sambil melihat di sekeliling memastikan tidak ada pria itu di sekitarnya.


kemudian salah seorang dosen memanggilnya untuk masuk ke ruang dosen itu.


" ada apa yaa pak" ucapnya pelan dan sedikit gugup


" kamu Dara kan, bapak lihat dari hasil nilai kamu semasa sekolah menengah kamu anak yang pintar dan selalu juara tapi sekarang kamu sudah menginjak bangku kuliah jadi kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh tidak hanya itu kamu harus tekuni semua ini karena kamu akan menjadi seorang dokter nantinya dan membantu setipa nyawa orang jadi jangan sekolah ini kamu anggap main-main, papah kamu sudah menitipkan kamu kepada bapak untuk mengawasi kamu selama di kampus " ucap dosen itu dengan panjang lembar memberi pengarahan kepada Dara.


" jadi bapak mengenal papah saya" ucapnya dengan sedikit terkejut ternyata papahnya sudah mengatur semuanya dengan sangat matang.


" iyaa beliau adalah salah satu petinggi di kampus ini jadi kamu jangan kecewakan beliau" ucap dosen itu


" baik pak" jawabnya dengan pasrah.


ketika sedang berbincang dengan pak dosen mucuk sosok pria yang muncul dari balik pintu dan menghampiri dosen itu


" bapak mememanggil saya" ucapnya memberi salam dengan sopan dan sangat berkarisma kepada dosen itu beda halnya ketika bersamanya


" iyaa kenalin ini Dara dan Dara ini Deyon dia adalah murid yang sangat pintar dan juga rajin dia adalah salah satu calon dokter terbaik saat ini" ucap dosen itu saling memperkenalkan mereka berdua.


" ee iyaaa " jawab Dara mengangguk dengan sedikit senyum terpaksa padahal dalam hatinya tidak ingin bertemu lagi dengan pria itu dan tidak ingin terlibat hal apapun terhadapnya.


Deyon yang tersenyum tipis dan sedikit seperti mengdipkan matanya seolah menggodanya Dara yang sebenarnya sudah merasa jijik dan risih melihatnya prilakunya itu.


" kepana bisa ada orang seperti dia di dunia ini yang di luar terlihat seperti seorang pemimpin yang berkarisma yang sangat disegani banyak orang sedangkan disisi lain dia seperti perayu watina profesional" ucapnya dalam hati dengan sedikit geram tetapi tidak mampu melontarkannya karena itu bukanlah sifatnya, hanya berani marah dan berkata buruk dalam hati dan menerima semua perlakuan di luar itulah sifat Dara.


" jadi Deyon akan membantu kamu selama kamu disini dan jika ada kesulitan kamu bisa minta bantuan Deyon kamu harus belajar banyak dari Deyon yaa" ucap dosen itu pada Dara.

__ADS_1


Dara yang hanya bisa mengangguk atas ucapan itu tanpa bisa menolaknya.


kemudian mereka berdua bersalaman untuk perkenalan dan persetujuan hal yang dikatakan dosen itu, Dara yang dalam hati sudah sangat geram dan kesal tetapi dengan terpaksa memperlihatkan senyum keterpaksaan beda halnya dengan Deyon yang malah senang dengan semua itu.


setelah itu mereka berdua pun keluar dari ruangan itu Dara yang berjalan di depan Deyon merasa tidak nyaman dan canggung kerena dia terus saja berjalan di belakangnya dan terus mengikutinya.


Dara yang terus melirik-lirik pria itu dan mulai merasa takut apakah dia memiliki niat jahat dapanya apalagi dia hanyalah seorang gadis yang polos dan lugu, jangan-jangan dia inginn.... pikirikan yang sudah kemana mana akhirnya memnutusakn untuk menghentikan langkah kakinya untuk memastikan apakah dia benar-benar mengikuti atau hanya cuma kebetulan searah saja.


ketika Dara menghentikan langkah kakinya dia pun ikut berhenti, ini sudah jelas bahwa dia memang mengikutinya.


Dara memberanikan diri untuk menghampirinya meskipun dalam hatinya sangat takut dan gemetar tapi juga tidak ingin diikuti terus menerus seperti penguntit.


" ka..kamu kenapa terus ngukitin aku sihh" tanyanya dengan sedikit gugup


" gakk papa cuma pengen jalan sini aja" jawabnya mengelak dan sok cool padahal di dalam ruang dosen dia tidak seperti itu


" yaaa udah kalo gak nyaman aku di belakang kamu jalannya di samping kamu aja" jawabnya dengan pedenya dan tidak tau malunya itu


" haaahhh" Dara yang kaget mendengar kata yang keluar dari kulut pria yang memiliki dua kepribadian itu.


" apaan siii pokoknya kamu jangan ikutin aku" ucap Dara lagi dengan salting dan pergi begitu saja.


***


hari ini kelas dimulai dan dosen pun memberikan beberapa materi, semua orang duduk berpasangan tetapi hanya Dara yang duduk sendirian karena tidak ada yang mau bersamanya, yaa siapa juga yang mau duduk dengan orang aneh, culun dan tidak suka bergaul itu.


tapi hal itu sudah biasa bagi Dara,sendirian adalah bagian dari hidupnya tapi itu bukanlah masalah besar baginya dia bisa melewatinya dengan biasa saja.


beberapa jam kemudian kelas pun telah usai semua orang pergi menginggalkan kelas bersama teman-temannya tatapi hanya Dara yang tinggal sedirian tanpa ada orang yang mengajaknya pergi.

__ADS_1


Dengan menghela nafas dara pergi sendirian meninggalkan kelas dengan membawa beberapa buku ditangannya.


lagi-lagi mengunjungi perpustakaan karena hanya tempat itu yang bisa membuatnya merasa nyaman dan tenang,


menghabisakn waktu disana jauh lebih baik daripada berkeliaran diluar baginya tidak seperti anak-anak lain yang lebih memilih menghabiskan wakti di luar dengan tebar pesona dengan cowok-cowok di luar sana.


tetapi duduk sendirian disana dan membaca buku lama kelamaan sedikit bosan juga dan membuatnya menjadi merindukan sahabatnya itu kareba biasanya dia selalu ada menemaninya yang membuatnya merasa tidak terlalu kesepian lagi.


kebiasananya yang receh selalu bisa membuatnya tersenyum dan bahagia, karena merindukannya akhinya Dara pun menghubunginya dengan mengirim pesan melalui ponselnya dan mengajaknya untuk ketemu di kafe dekat kampusnya itu lagi usai jam kuliahnya berakhir.


*


*


beberapa jam kemudian mereka pun bertemu di tempat biasanya sedang suka ria mereka berpelukan untuk melepas kerinduan karena tidak bisa selalu bersama lagi seperti dulu.


" yuukk duduk aku udah pesenin minum dan makanan kesukaan kamu nihh" ucap Dara dengan mengakak Masya duduk di meja yang telah dipesannya.


" hhhmmm tauu aja sii kalo gue udah laper" jawabnya sambil tersenyum cengengesan.


" ngomong-ngomong tumben lo ngajak ketemuan ada apa ni" tanya Masya penasaran sambil nyeruput minunan diatas meja itu.


" gak papa pengen ngobrol aja sama sahabat aku yang paling baik dan pengertian ini" jawab Dara dengan kata manisnya yang memuji.


" hhmmm masakk! pasti ada apa- apanya nihh kalo udahh ngeluarin kata- kata manis kayak gini" balas Masnya yang masih tidak yakin.


" hnmmm sebenarnya...." jawab Dara yang sedikit tidak enak hati untuk mengatakannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2