
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan mereka pun sampai di sebuah klinik yang belum pernah di lihatnya selama ini.
Dara pun turun dari mobil dan melihat- lihat ke sekeliling dengan udara yang sejuk dan juga sangat bersih.
" klinik...?" tanya Dara penasaran.
" mengapa kita ke sini..." ucap Dara lagi yang masih bingung mengapa Deyon membawanya ke tempat ini.
" udahh nanti kamu juga tau.." jawabnya dengan begitu santai dan juga misterius.
" yukk masuk...." ucap Deyon lagi yang mengajaknya untuk masuk kedalam klinik itu.
Dara pun menuruti perkataaan Deyon untuk masuk ke dalam klinik itu.
namun ia tidak melihat hal yang aneh ataupun istimewa dari tempat itu, bahkan tempat itu masih kosong dan ada alat- alat rumah sakit dan juga beberapa orang yang bertigas saja.
" kenapa tempat ini masih kosong...?" tanya Dara yang begitu penasaran dan mengetahui apa tujuan Deyon membawanya ke sini.
" iyaa itu karena tempat ini belum resmi di buka..." jawab Deyon dengan lugas dan santai.
" bagaimana kamu bisa tau.." tanya Dara lagi.
" tentu saja aku tau..." jawabnya tanpa menjelaskan apapun.
Dara pun terus berjalan menelusuri tempat itu dengan rasa penasaran yang tinggi, hingga pada suatu ketika ia tiba di sebuah ruangan yang terlihat berbeda dari yang lainnya.
" ini tempat apa?... kenapa sangat berbeda dari yang lainnya?.." tanyanya lagi yang di buat bingung dengan suasana ini.
Begitu penasaran dengan ruangan yang begitu besar namun sangat gelap di saat semua ruangan di terangi oleh lampu yang besar dan hanya ruangan itu yang tidak ada cahaya lampu.
karena sangat ingin tau Dara pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu dengan di ikuti oleh Deyon di belakangnya.
Berjalan dengan perlahan dan jantungnya sudah berdetak begitu kencang karena merasa sedikit takut dengan tempat yang gelap gulita itu.
" kenapa tempatnya gelap sekali..." gumanya yang tidak bisa melihat apa- apa.
__ADS_1
namun ketika ia berada di tengah- tengah ruangan itu tiba- tiba saja lampunya menyala, Dara pun terkejut dan memejamkan matanya karena terlalu silau.
Namun setalah itu ia membuka matanya dengan perlahan dan melihat rungan yang sudah terang itu.
betapa ia terkejut dan tidak menyangka ruangan itu di hiasi dengan balon warna- warni dan juga bunga- bunga yang cantik.
" tempat ini..." ucap Dara yang specless melihat pemandangan ini dan langsung melihat ke arah Deyon dengan terharu.
Deyon pun tersenyum dan mendekat ke arahnya
" kamu yang mempersiapkan ruangan ini..." ucap Dara yang begitu tersentuh dan sudah mau menangis karenanya.
" mmm.." Deyon pun menganggung dan semakin mendekat ke arahnya.
ketika Deyon tepat berdiri di hadapannya tiba- tiba saja ia langsung bersimpuh dengan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan cincin permata di dalamnya.
Dara pun langsung terkejut melihatnya tidak bisa berkata- kata saking senangnya.
" Dara aku tauu aku bukanlah lelaki yang sempura tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu... aku sudah mempersiapkan semuanya termasuk tempat ini yang akan menjadi saksi cinta kita... kedepannya tempat ini akan ku beri nama klinik Deyoda yaitu Deyon dan Dara..."'ucapnya dengan begitu romantis.
" Dara... bersediakah kamu menikah denganku dan menjadi pendamping hidupku untuk selamanya.." ucapnya lagi dengan sangat amat romantis dengan menyodorkan sebuah cincin di hadapannya.
menangis bahagia Dara yang tengah di pakaiakan cincin oleh Deyon.
Mereka pun saling berpelukan dan juga berciuman saling meluapkan rasa sayang masing- masing dan kebahagian yang mereka dapatkan setelah menempuh begitu banyak cobaan dalam hubungannya.
Setelah menunjukan rasa cintanya beberapa saat dengan meluapkan emosi dan perasan, rasa yang begitu dalam di tuangkan dalam sebuah pelukan yang hangat dan sentuhan yang lembut membelai pundak dan juga tangan dengan mesra.
" aku akan menikahimu setelah acara kelulusan nanti.." ucap Deyon dengan begitu antusias usai melamar Dara dengan begitu romantis.
" mmmm.." Dara pun mengangguk dengan begitu senang dengan kata- kata manis yang di ucapkan oleh Deyon.
Mereka pun saling pandang dan tersenyum dengan tatapan yang dalam dan penuh kebagaiaan.
Beberapa saat kemudian mereka pun keluar dari ruangan itu dengan raut wajah yang gembira dan mata yang berbinar- binar
__ADS_1
tidak lupa dengan bergandengan tangan yang romantis dan begitu erat seperti tidak ingin melepasnya .
suasana hati mereka seketika menjadi berubah dengan penuh kebahagiaan yang tersirat di wajah mereka.
"silahkan tuan putri..." ucap Deyon dengan begitu lembut membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Dara masuk ke dalamnya.
Dara pun masuk dengan tersenyum dan memandangnya dalam terhanyut dalam perlakuan manisnya.
Setelah itu di susul dengan Deyon yang masuk ke dalam mobil dengan wajah yang berseru- seri, mobil pun melaju dengan kecepatan yang sangat pelan sangat aneh tidak seperti biasanya.
Selama perjalanan Deyon terus saja menatap Dara tanpa pernah lepas dari pandangannya, bahkan ia tidak fukus dalam mengendarai.
" kenapa kamu liatin aku terus sihh.." ucap Dara yang merasa malu di tatapnya begitu.
" kamu liat ke depan dong nyetirnya nanti nabrak lo..." ucap Dara lagi yang menyuruhnya untuk fokus dan juga agar dia tidak terus menatapnya begitu karena itu membuatnya menjadi salah tingkah.
" kenapa.... aku kan mau lihat calon istri aku yang cantik.." jawab Deyon dengan penuh rayuan dan senyuman nakalnya itu.
" iiihh kan bisa liat nanti .. kamu fokus kedepan dehh.." ucap Dara yang sudah salah tingkah oleh ulah Deyon itu dan pipinya pun sudah memerah seperti tomat yang busuk.
" gakk mauu... aku mau lihat kamu aja di depan itu gak ada yang bagus sedangkan di samping aku itu ada yang sangat indah jadi aku mau lihat kesini aja..." jawab Deyon dengan manjanya yang terus saja menggoda Dara sehingga Dara tidak bisa berkata- kata lagi.
" ihhhh udahh dong...aku kan jadi malu.." ucap Dara yang merasa malu dan memalingkan wajahnya yang sudah memerah itu.
" kenapa harus malu sihh..." jawab Deyon yang terus menggodanya
" udahh dong... jangan gitu aahh.." ucap Dara lagi yang memegang kepala Deyon dengan kedua tangan kecilnya itu dan memutarnya untuk melihat ke arah depan.
" iyaa... iyaaa aku fukus dehh..." jawan Deyon dengan tertawa senang setelah berhasil menggoda Dara hingga begitu.
Deyon akhirnya berhenti untuk menggoda Dara dan fokus untuk menyetir dan kecepatan mobilnya sudah kembali normal tidak seperti sebelumnya yang berjalan sangat lambat sepeti seekor kura- kura saja.
Setelah beberapa menit menepuh perjalanan mereka pun akhirnya sampai di rumah Dara
Dara pun turun dari mobil dan berpamitan kepada Deyon untuk masuk ke rumah terlebih dahulu.
__ADS_1
dan setelah itu Deyon pun langsung pergi dan mobil melaju dengan kencang.
...****************...