
Setelah lama mencurahkan isi hatinya sambil menikmati hembusan udara yang menghempaskan helai- helai rambutnya.
akhirnya taksi pun muncul di hadapannya, dengan segera mereka menghentikan taksi itu dengan menjulurkan tangannya kemudian melambaikan memberi sebuah kode untuk taksi itu berhenti.
setelahnya taksi itu pun berhendi tepat di sampingnya, mereka berdua pun naik ke dalam taksi tersebut.
*
*
*
Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah masing- masing dengan mengantar Dara terlebih dahulu baru kemudian ke rumah Deyon.
Hari ini di lalui dengan senangnya karena merasakan hal- hal yang belum pernah di lakukan sebelumnya.
membuat dirinya menjadi kepribadian yang baru dan juga memdapat pengalaman yang baru.
apalagi ketika ada orang yang bersedia menemaninya de setiap keluh kesahnya, memdapat perhatian dari orang lain benar- benar membuat harinya menjadi lebih hidup daripada sebelumnya.
Dengan senang di tempat tidurnya Dara selalu membayangkan hari- harinya bersama pria yang selalu muncul dalam hidupnya itu.
entah kenapa setiap memikirkannya dia selalu saja bisa tersenyum girang namun juga merasa malu.entah yang merasuki dirinya sehingga menjadi tak terkendali seperti orang yang sedang di mabuk asmara.
*
*
*
Beberapa hari kemudian hal yang di tunggu- tunggu pun tiba, pertemuan praktik selanjutkan akan dilaksanakan hari ini.
Dara yang akan memulai terlebih dahulu pun mulai sedikit gugup dan berkeringat dingin tangannya gemetar jantungnya pun berdetak lebih kencang daripada biasanya.
dengan menghela nafas dalam mulai berjalan menuju ruang praktik yang telah lama di tunggu oleh yang lainnya.
sesampainya di depan pintu ruang praktik itu lagi- lagi ia menghela nafasnya saking gugupnya, dengan perlahan membuka pintu itu dan trus benjalan memberanikan diri dengan materi yang telah di siapkannya terlebih dahulu.
berhenti di tempat kelompoknya yang terdahulu dan meletakkan buku catatan yang dibawanya.
Setelah itu dosen pembimbing pun datang ke ruang tersebut dengan wajah yang datar dan juga sedikit menakutkan.
__ADS_1
Keadaan itu pun membuat Dara dan yang lainnya juga semakin tegang, suasanya berubah menjadi hening bahkan suara hembusan nafas pun tak terdengar.
sepertinya mereka semua menahan nafas dehh hahahhahaha.....,.
okee ke topik.
Dengan pembukaan seperti biasa dosen itu mulai menerangkan beberapa hal dan selanjutnya akan di serahkan kepada siswa lainnya.
" baik Dara apa kamu sudah siap..." ucap dosen itu yang menatap Dara dengan tatapan yang tajam.
" sudahh pak" jawab Dara dengan menghela nafas dan menganggukan kepalanya.
" baiklahh kalau begitu kamu silahkan perlihatkan apa yang telah kamu pelajari ke teman- teman kamu" ucap dokter itu dengan mempersilahkan waktu ke Dara.
Dara pun berjalan menuju ke ruang paling depan dan akan memulai apa yang akan de perkenalkan dalam praktik ini.
Di dampingi oleh asisten dosen itu atau yang disebut siswa unggulan yaitu Deyon.
Pertama- tama ia mulai memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan apa yang akan dibawakannya.
di dampingi dengan Deyon yang juga ikut memperkenalkan materinya untuk membuktikan kata- katanya kepada Dosen pembimbingnya.
" baiklah teman- teman jadi disini saya akan mulai memperlihatkan materi praktik tanpa harus membunuh seekor binatang yang tidak bersalah" Ucap Dara yang mulai memperkenalkan materinya.
Dia pun mulai mengeluarkan materi yang telah di catatnya dan sebuah benda kecil di dalam tasnya.
benda itu berupa manekin katak beserta organ- organ yang terdapat di dalamnya. dengan adanya benda itu mereka bisa mempelajari organ dalam pada seekor katak tanpa harus membunuhnya.
Mereka berdua pun memulai praktinya mulai dari membedah manekin itu hingga mempelajari organ yang ada di dalamnya.
Melengkapi kekurangan satu sama lain mereka terlihat seperti sepasang dokter yang sangat ahli dan juga serasi.
Setelah beberapa menit mereka pun menyelesaikan praktiknya dengan sangat sukses dan juga lancar.
Semua teman- temannya yang tadinya terdiam akhirnya memberi tepuk tangan yang luar biasa dan rasa takjub pun muncul di benak mereka.
Tidak hanya teman- temannya bahkan Dosen itu pun merasa takjub dan juga bangga pada mereka karena bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik dan juga mengubah rasa kecewanya menjadi sebuah kebanggaan.
Dosen itu pun memberi selamat dan berjabat tangan kepada mereka berdua kemudian setelah itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Disusul dengan teman- temannya yang lain memberi selamat dan pergi meninggalkan ruangan tersebut satu persatu.
__ADS_1
Ruangan itu pun sekarang hanya tinggal mereka berdua, saling menatap satu sama lain dan juga tersenyum tipis dengan rasa kebahagian.
" thank you banget yaa kamu udah bantu aku" ucap Dara dengan senyuman kepada Deyon
" iyaa ini juga hasil kerja keras kamu kok" balas Deyon yang juga tersenyum kepadanya.
" tapi tanpa bantuan kamu aku juga gak bakalan bisa sampai ke titik ini" ucap Dara lagi yang masih menatapnya dengan tulus berterima kasih.
" justru kamu yang paling berjasa dalam hal ini, karena kamu berhasil membuat orang - orang yang awalnya ragu menjadi berbalik mendukungmu" jawab Deyon yang terus meyakinkan Dara bahwa dirinya lah yang berperan penting dalam kegiatan kali ini.
" hmmm kalau gitu kita sama- sama punya peran penting dalam hal ini" ucap Dara yang tersenyum lebar kepadanya.
Ketika mereka salinh berterima kasih satu sama lain dan tidak ada yang mengalah tiba- tiba Dara teringat akan suatu hal yaitu
Undanga pertunjukan pameran kesenian yang diselenggarakan hari ini, Dara pun panik dan buru- buru pergi dari tempat itu.
" kami kenapa? mau kemana? " tanya Deyon yang bingung melihatnya panik dan juga terburu- buru.
" aku lupa hari ini ada acara pameran kesenian sahabat aku, aku harus dateng nanti di kecewa lagi, aku harus buru- buru sebelum terlambat" Ucap Dara yang akan segera pergi ke tempat itu.
" biat aku antar aja yaa" jawab Deyon dengan menawarkan diri.
" gakk usahh aku naik taxi aja" jawab Dara
" gakk papa daripada telat kasihan lo temen kamu nungguin pasti dis berharap kamu ada disana" ucap Deyon yang terus membujuknya agar ikut bersamanya.
bisa aja cari alasan biar bisa berduan sama sii Dara dasar yaa lelaki memang banyak akalnya.
" yaa udahh boleh dehhh takut telat juga nii" jawab Dara dengan menyetujui ajaknnya.
mereka berdua pun bergegas menuju tempat parkir dan langsung masuk ke dalam mobil si Deyon.
Deyon pun mulai memakai sabuk pengamannya dan memegang setirnya, akan tetapi disampingnya si Dara yang kesusahan menarik sabuk pengaman itu pun mengeluarkan ekspresi yang aneh namun juga sangat lucu dan imut.
Deyon pun mulai mendekatinya dan mengarahkan tangannya ke arah jendela mobil, Dara yang melihatnya tersentak kaget dan tercengang.
" apa yang akan dia lakukan kenapa sampai sedekat ini apa jangan.. jangan.." ucapnya dalam hati dan muncul pikiran yang aneh dalam benaknya.
Deyon menarikkan sabuk pengaman ditu dan memasangkannya dengan muncul senyum tipis di sudut bibirnya
" apa yang kamu pikirkan" ucap Deyon dengan nada yang menggodanya dan juga menjahilinya.
__ADS_1
" gak papa" jawab Dara yang sentak memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu dan juga gugup karena digoda oleh si Deyon.
********