
Dengan tatapannya yang semakin tajam dan juga jarak mereka yang semakin dekat membuat Dara semakin ketakutan, hal itu membuat Dara sangat sesak senghingga tidak bisa mengontrol pernafasannya dengan baik.
Karena jarak wajah mereka yang semakin dekat,Dara berpikir bahwa dia akan melakukan sesuatu yanh tidak di inginkan sehingga tanpa pikir panjang Dara langsung saja mendorongnya dan juga memukul kepalanya, tepatnya bagian samping matanya.
Jayson yang teriak kesakitan karena pukulan itu pun dengan refreks langsung memegang matanya dan seketika menjauh darinya.
Bukannya merasa bersalah karena telah memukulnya, Dara malah langsung pergi melarikan diri dengan sangat cepat karena telah berhasil lepas dari iblis yang mengerikan ini.
Di sisi lain Jayson yang di tinggalkan disana sendirian dengan tanganya yang memegangi matanya yang sakit karena pukulan itu.
Jayson yang melihanya lari begitu cepat membuatnya terheran dan tidak habis pikir mengapa bisa ada orang kecil seperti ini namun pukulannya sangat kuat dan menyakitkan.
Dia pun tersenyum senis melihatnya dan juga ada rasa penasaran terhadap Dara karena dia begitu unik dan juga sangat menarik.
Tidak seperti gadis- gadis lain yang suka mengerjarnya dan juga mencari perhatian terhadapnya, namun beda halnya dengan Dara yang selalu mencari ribut dan juga suka menentangnya.
Di sisi lain Dara yang terus berlari menghindari pria iblis itu akhirnya berhenti di luar gedung rumah sakit itu karena sudah merasa lelah dan sepertinya dia tidak mengikutinya lagi.
" Dasar pria mesum..." ucap Dara dengan geli hati ketika mengingat kejadian yang tadi.
Dengan nafas yang tidak beraturan dan juga memegangi kedua lutunya karena merasa sangat kelelahan sehabis berlari tadi.
Ketika ia sedang menenagkan dirinya tiba- tiba saja ia melihat seorang anak kecil yang terjatuh dari sepeda.
Dengan segera Dara menghampiri anak itu yang sedang menangis kesakitan.
" kamu gak papa dekk..." tanya Dara dengan langsung memegangi kedua tangnnya yang sedikit lecet itu.
Anak itu tidak menjawab apapun melainkan hanya terus menangis saja dengan keras.
Karena melihatnya menangis dan juga terluka Dara mesara sangat kasihan dan langsung menggendongnya membawanya ke pinggir jalan untuk di obatinya.
mendudukannya di sebuah tempat duduk yang berada di pinggir jalan sana dan mengeluarkan kotak p3k dari dalam kopernya,
__ADS_1
dengan segera membersihkan lukanya terlebih dahulu agar tidak ada kotoran yang menempel yang mengakibatkan lukanya terinfeksi.
" jangan nangis yaa dek... tahan sebentar yaa...nanti setelah di obati gak sakit lagi kok dan biar cepet sembuh..." ucap Dara yang berusaha menghibur anak itu.
Dara pun menuangkan alkohol ke luka tangan dan juga kaki anak itu, nanum anak itu terlihat kesakitan sekali.
karena nalurinya yang dalam Dara langsung meniup lukanya ketika memberikannya obat agar rasa sakitnya bisa berkurang.
Setelah beberapa menit akhirnya selesai juga mengobatinya, Dara pun tersenyum senang melihatnya sudah tidak menangis lagi.
" udaahh gak sakit lagi kan..." ucap Dara dengan mengelus- elus kepalanya dengan penuh kasih sayang.
" oohhh yaa nama kamu siapa?" tanya Dara dengan lembut.
anak itu masih terlihat takut dan tidaj menjawab apapun.Dengan sabar Dara terus berusaha menghiburnya agar dia tidak merasa takut lagi.
" oohh yaa kakak punya hadiah untuk kamu... karena kamu anak yang baik dan juga manis kakak akan memberikan kamu hadiah.." ucap Dara dengan senyuman yang terus berusaha menghiburnya.
anak itu masih diam saja melihanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,
Anak itu pun mengabilnya dengan ragu- ragu namun juga merasa cukup senang ketika di berikan sebuah hadiah.
" terima kasih kakak..." ucap anak itu tersenyum dengan memainkan boneka yang di berikannyadan juga sudah mulai mau berbicara dengan Dara.
"iyaa sama- masa..." jawab Dara dengan tersenyum pula karena senang dia sudah tidak takut lagi dan mau berbicara dengannya.
" nama aku Kanaya..." ucap anak itu yang menjawab pertanyaan awal Dara tadi.
" oohh Kanaya yaa... wahh nama yang cantik sama kayak kamu yang cantik..." ucap Dara yang menyanjungnya.
Mereka pun terlihat mulai akrab dan berbincang dengan riang gembira.
" oohhh yaa ngomong- ngomong rumah kamu dimana? biar kakak antar yaa.." ucap Dara yang ingin mengantarkannya pulanh karena tidak tega membiarkannya sendirian di sini apalagi dia sedang terluka.
__ADS_1
" gakk papa kak... aku sama mamah kok... nanti juga dia datang.." jawab anak itu dengan polosnya terlihat sangat manis ketika berbicara.
" yaa udahh kakak temenin nunggu mamah kamu disini yaa.." ucap Dara lagi yang langsung duduk di sampingnya dan mengelus- elus kepalanya dengan lembut.
" iyaa makasii yaa kak.." ucap anak itu dengan menatapnya dan tersenyum senang.
Meraka pun bercanda dan juga berbincang riang gembira sembari menunggu ibu anak itu menjemputnya.
Di sisi lain Jayson yang sudah memperhatikannya sejak tadi tindakan yang di lakukan Dara itu membuatnya merasa kagum dan juga terharu melihat sikap baik dan juga rendah hatinya itu.
Namun ia juga merasa heran mengapa kepadanta sikapanya begitu galak namun kepada orang lain sangatlah baik.
Melihatnya begitu bahagia dan bisa tertawa lepas seperti itu membuat Jayson merasa ikut bahagia, entah mengapa ketika Dara tersenyun dia terlihat sangat cantik dan juga manis.
Hal itu membuat perasaan aneh timbul dalam diri Jayson, perasaan yang ingin selalu melihatnya bahagia setiap hari dan juga perasaan yang ingin selalu berada dekat dengannya.
" iihhh apa- apaan siihh ini kenapa juga aku senyum- senyum lihat dia.." ucapnya dengan geli hati dan menggeleng- gelengkan kepalanya.
" gak... gakk.. gaak mungkin aku suka sama cewek resek kayak dia" ucapnya lagi dengan menggeliat dan langsung pergi dari tempt itu.
Di sisi lain Dara yang masih asik bermain dengan anak itu tiba- tiba sang ibu pun datang mengahampirinya dan juga memanggilnya dengan panik karena anaknya yang tiba- tiba hilang dari pandangannya.
" Kanayaa... kamu kemana aja.. kamu gak papa kn.." ucap yang ibu yang langsung memegang dan juga memeluk anaknya.
" aku gak papa kok mahh.. tadi aku jatuh dari sepeda untuk ada kakak baik ini yang nolongin aku mahh..." ucap anak itu dengan polosnya menjelaskan kejadian yang terjadi.
" terima kasih yaa nak sudah nolongin anak saya.." ucap ibu itu sambil memengang kedua tangan Dara mengucap terima kasih dengan tulus.
" iyaa buk sama- sama...lagian saya juga senang bisa ketemu anak yang baik dan pinter kayak Kanaya ini" ucap Dara dengan rendah hati.
" yaa udahh kalau gitu ibu pamit dulu yaa... sekali lagi terima kasih..." ucap sang ibu dan langsung membawa anaknya pergi.
" terima kasih yaa kak..aku pulang dulu.. kapan- kapan kakak main ke rumah aku yaa gak jauh dari sini kok" ucap anak itu yang pergi bersama ibunya dan melambaikan tangan tanda perpisahan.
__ADS_1
" iyaa hati- hati yaa... lain kali kita main lagi yaa... daa.. daa.." ucap Dara dengan tersenyum serta melambaiakn tangannya juga.
...****************...