
Setelah jam belajar telah usai Dara pun pergi ke perpustakaan untuk menenangkan dirinya dan juga sekalian bisa menghindari Deyon.
dia berpikir dengan dia tidak berkeliaran di kampus pasti dia tidak akan sering- sering bertemu dengan Deyon.
Seharian Dara hanya membaca buku di dalam perpustakann dan juga mengerjakan beberapa tugasnya.
Hingga pada akhirnya hari pun sudah sore dan ia harus pulang, ia merapikan beberapa bukunya dan langsung bergegas untuk pulang.
ia berdiri di depan pagar untuk menunggu jemputannya.
namun lagi- lagi ia bertemu dengan Deyon padahal ia sudah berusaha menghindarinya.
" kamu belum pulang..?" tanya Deyon yang sengaja menghampirinya dengan maksud tertentu.
" iyaa lagi nunggu supir" jawab Dara yang berusaha acuh kepadanya.
" pulang bareng aku aja.." ucap Deyon lagi yang memberikan tawaran agar bisa pulang bersama.
" gakk usahhh ... bentar lagi juga datang.." jawab Dara yang langsung menolak ajakannya.
" gakk papa aku anterin ajaa.." ucap Deyon yang terus membujuknya agar mau pulang bersama.
Dara pun menjadi bingung harus bagaimana karena Deyon terus saja memaksanya pulang bersama sedangkan Dara tidak ingin dekat dengannya untuk saat ini.
namun beruntungnya ketika perdebatan itu supir Dara pun tiba tepat pada waktunya sehingga Dara tidak usahh merasa bingung lagi.
" gakk usahhh lagian supir aku juga udah datang.." Jawab Dara yang langsung pergi masuk ke dalam mobilnya.
mobil Dara pun segera mejalu dan Dara pun merasa lega karena telah berhasil mengindari Deyon, meskipun ia merasa kasihan namun ia harus tetap melakukannya.
Deyon yang masih di sana pun menjadi merasa bingung mengapa Dara tidak mau pulang bersamanya yang padahal beberapa hari lalu mereka sangatlah dekat dan selalu pulang bersama.
Hal itu pun sudah terjadi selama beberapa hari Dara terus menerus menghindari Deyon bahkan menyapanya pun tidak pernah sama sekali.
Hal itu membuat Deyon terus menerus berpikir mengapa akhir- akhir ini Dara selalu menghindarinya apakah ia marah padanya atau apa.
Deyon merasa tidak melakukan kesalahan apapun bahkan beberapa hari lalu mereka sangat dekat dan hubungannya masih baik - baik saja.
__ADS_1
" mengapa Dara menjauh yaa akhir- akhir ini.." pikir Deyon dalam hatinya yang melihatnya terus menghindar ketika menemuinya.
" pasti ada yang gak beres " ucap Deyon yang merasa ada yang janggal dengan perubahan sikap Dara.
Deyon pun kembali kelasnya karena ada beberapa hal sambil ia mencari tauu sumber masalah dari kejadian ini.
ketika ia duduk di mejanya tiba- tiba Dea datang menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"nanti mau makan siang bareng gakk.." tanya Dea dengan suara lembut yang di buat- buatnya untuk menggoda Deyon.
" gakk bisaa aku sibuk.." jawab Deyon dengan cueknya.
"gimana kalau makan malam.." tanya Dea lagi yang memberikan saran lain.
" gakk bisa juga nanti malam aku sibuk.." jawabnya lagi yang menolak dengan nada yang ketus.
Dea pun langsunh kesal mendengar semua jawaban dari Deyon namun ia tidak bisa marah karena ia harus menjaga imagenya agar tetap terlihat lembut.
Dea yang merasa kesal langsung kembali ke tempat duduknya dan terus meliriknya dengan tatapan yang penuh dendam.
Namun Dea tetap berusaha sabar agar terlihat anggun dan lembut agar Deyon tidak terus bersikap cuek kepadanya.
" oohhh yaa Deyon sebentar lagi kan acara kelulusan kita dan pak dosen nyuruh kita untuk mempersiapkan acaranya." ucap Dea yang langsung menghampirinya ketika ia teringat akan tugas yang di berikan oleh dosen sehingga ia punya alasan untuk lebih dekat dengan Deyon.
" oohhh yaa udahh kamu atur ajaaa nanti kita siapkan semuanya.." jawab Deyon dengan nada yanh datar.
" iyaaa.." ucap Dea lagi yang merasa senang akhirnya Deyon setuju dengannya tanpa ada perlawanan.
hal itu membuat Dea sangat senang karena rencaranya telah berhasil dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk merebut hati Deyon.
jika selalu berduan dengan Deyon pasti hati Deyon bisa luluh dengannya di tambah lagi dengan perhatian yang di berikan pasti bisa membuatnya jatuh cinta pikir Dea yang sudah di rencanakan.
Mereka pun akhirnya mengerjakan semua persiapan wisuda mulai dari dekorasi hingga persiapan lainnya.
Meskipun mereka sudah berduan dalam waktu yang cukup lama namun Deyon masih nersikap tak acuh kepada Dea.
sehingga Dea merasa kesal karena dirinya tidak di perhatikan olehnya,oleh karena itu Dea pun melakukan rencaranya untuk bisa semakin dekat dengan Deyon dan juga lebih perhatian terhadapnya.
__ADS_1
Dea pun berjalan mendekat ke arah Deyon untuk menanyakan suatu hal namun ketika ia tepat di sebelahnya ia berpura- pura keseleo dan hampir terjatuh.
Sehingga dengan tanggap Deyon akan menangkapnya karena ia jatuh tetap di hadapannya.
" aduuhhh.." rintih Dea yang kesakitan karena kakinya tidak sengaja terpleset.
Dengan tanggap Deyon langsung menangkapnya, alhasil yang di rencanakanya telah berhasil.
" kamu gakk papa.." tanya Deyon yang masih memegangnya.
" aduuhhh kaki aku sakitt bangett dehhh... kayaknya keseleo dehhh.." jawabnya dengan begitu sok imutnya dan terlalu berlebihan.
Deyon pun bingung harus bagaimana dia tidak ingij dekat dengannya namun ia juga tidak tega melihanya kesakitan begitu.
" kayaknya aku gak bisa jalan dehh.." ucap Dea lagi yang berpura- pura begitu kesakitan agar Deyon mau menggendongnya.
Karena melihatnya begitu dengan terpaksa ia harus membawanya ke ruang kesehatan dan juga menggendongnya karena ia tidak bisa bergalan lagi.
namun ketika Deyon hendak membawa Dea ke ruang kesehatan tiba- tiba Dara melihatnya dari kejauhan semua adegan tersebut.
seketika hatinya langsung hancur, matanya menjadi berkaca- kaca karena merasa cemburu dengan kemesraan mereka.
meskipun semua itu tidak benar namun apa yang telah di pikirkan oleh Dara tentu saja berbeda dari apa yang sebenarnya terjadi.
Merskipun Dara telah menjauhi Deyon namun ia masih sangat mencintainya dan ketika melihatnya dengan orang lain tentu saja ia merasa cemburu dan tidak terima.
namun Dara juga tidak bisa berbuat apa- apa lagi karena yang sudah membuat keputusan jadi ia juga harus menerima konsekuensinya.
Tidak hanya Dara yang melihat mereka namun Dea juga melihat Dara yang sedang di perhatikannya.
Dea pun menjadi punya ide yang bagus untuk membuat Dara semakin sakit dan juga sadar bahwa Deyon itu miliknya.
Dengan sengaja ketika ia di gendong oleh Deyon Dea langsung saja memeluknya dengan begitu erat agar mereka terlihat sangat mesra dan juga serasi.
" maaf yaa aku harus peluk kamu takutnya aku jatuhh.." ucap Dara dengan nada lembutnya yang berpura- pura sok polos di depan Deyon.
" terserah kamu ajaa.." jawab Deyon yang tidak menanggapinya dengan serius karena ia melakukan ini juga karena rasa kemanusiaan saja tidak lebih.
__ADS_1
Dara pun menjadi semakin sakit melihat kemesraan mereka sehingga air matanya tidak bisa di tahan lebih lama lagi dan akhirnya ia memutusakn untuk pergi dengan kondisi terpuruk dan sambil menangis.
...****************...