Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 14


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling berbeda dari hari sebelumnya karena hari ini kampus fakultas kedokteran itu akan melakukan pratik untuk melatih mahasiswa baru.


semua siswa bersiap menuju ruang praktik dengan menggunakan seragam berwarna putih yang menabah karisma para siswa itu


berjalan dengan degap dan dan tatapan yang fokus ke depan selayaknya seorang dokter pada umumnya.


sesampainya di ruang pratik semua murid bergabung dengan kelompok yang telah di tentukam sebelumnya,


setiap kelompok terdiri dari empat samapi lima siswa untuk melakukan uji coba.


semua murid sudah menyiapkan mental dan fisik untuk melakuakan praktik ini, tetapi hanya Dara seorang yang begitu gugup saat berada di ruangan itu.


meskipun semua murid gugup tetapi tidak seburuk Dara, seketika ia gemetar dan wajahnya langsung pucat pasi.


teman sekelompoknya yang melihatnya merasa sangat kesal bukannya kasihan melainkan bersikap acuh dengannya, tidak suka satu kelompok dengannya karena mereka mengganggap dia tidak pantas berada disana.


" eehh lihat dehh dia panik gitu mukaknya" ucap salah satu teman kelompoknya dengan berbisik dan melirik ke arah Dara.


" iyaa eehh masak mau jadi dokter tapi takut sama yang kayak gini, benar- benar tidak berguna, dia itu tidak pantas ada disini" sahut yang lainnya dengan berbisik dan menyindirnya dengan sinis.


Dara yang memperhatikan teman- temannya itu hanya bisa diam saja meskipun dia tau bahwa mereka tidak menyukainya tetapi dia juga sadar diri bahwa apa yang di bilang teman - temannya itu adalah kenyataan.


Disisi lain seorang dosen sekaligur dokter yang akan mendampingi siswa pratik hari ini pun tiba dengan sorang asisten di sampinnya.


asisten itu tidak lain adalah Deyon siswa kebanggan kampus ini.


" baik selamat pagi anak- anak pratik hari ini selain bapak juga akan di dampingi oleh salah satu senior terbaik kita yaitu Deyon, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan Deyon" ucap dosen itu dengan ramah memperkenalnya asistennya itu.


" Deyon silahkan" ucap dosen itu pada Deyon dengan memberikan perintahnya.


Deyon yang menganggukan kepalanya untuk menerima perintah yang di berikan oleh sang dosen.


" baik karena kalian semua pasti sudah mengenal saya jadi saya tidak perlu memperkenalkan diri lagi" ucap Deyon kepada semua siswa yang ada disana.


" jadi langsung saja kita mulai praktinya, kalian lihat di depan kalian masing- masing sudah ada seekor katak yang akan kita bedah hari ini untuk mempelajari isi dari organ katak ini" ucap sang asisten dengan mahir memperkenalkan materi yang akan di mulai.

__ADS_1


Semua siswa memperhatikan dengan cermat dan juga fokus tetapi Dara yang begitu ketakutan terus berjalan mundur perlahan-lahan dan bersembunyi di belakang teman-temannya.


" baik untuk lebih jelasnya saya akan mencontohkannya terlebih dahulu agar kalian bisa memahaminya dengan baik cara membedah yang benar" ucap Deyon dengan lugas selayaknya seorang dosen.


Dengan mengambil semua peralatan dan tidak lupa juga memakai sarung tangan, kemudian mengambil sebuah pisau operasi dan mengambil katak yang akan di bedah, meletakannya di atar meja dan berasiap membedahnya.


Dara yang melihat seekor katak yang akan di bunuh sangat merasa ketakutan dan juga gemetar karena selama hidupnya ia tidak pernah membunuh seekor binatang, jangankan seekor katak seekor lalat pun dia tidak tega untuk membuhnya.


ketika ujung pisau itu akan mengenai tubuh si katak Dara pun berteriak


"hentikan.." ucap Dara dengan keras sehingga membuat satu ruangan terkejut dan terdiam.


Dengan refleks Deyon pun menghentikan tangannya dan langsung menoleh ke arahnya.


" ada apa? " ucap dengan dengan bingung dan terus memperhatikan wajahnya yang sudah memerah karena ketakutan.


" bisakah kita tidak membunuh hewan kecil ini" jawab Dara dengan polosnya dan juga sedikit gugup.


semua orang terheran dan langsung mengajukan tatapan sinis terhadapnya.


" saya Dara pak..." jawabnya dengan lembut.


" Dara kenapa kamu tidak mau membedah hewan ini" tanya sang dosen dengan nada yang santai namun mematikan.


" palingan juga dia gak berani melakukannya pak" jawab salah satu siswa yang mulai kesal dengannya.


" begini yaa kalo kamu tidak bisa melakukannya kenapa kamu ingin menjadi seorang dokter, ini merupakan tanggung jawab besar, bagaimana kamu akan mempelajarinya jika kamu tidak bisa melakukannya" ucap dosen itu sambil berjalan kesana kemari.


" tapi pak.. tidak bisa kahhh kita mempelajarinya tanpa harus membunuhnya, mungkin ada cara lain untuk melakukannya" ucap Dara yang mulai memberanikan dirinya mengeluarkan argumentnya sendiri.


" cara apa? apa kamu bisa menjelaskannya?" tanya sang dosem dengan penuh tatapan tajam padanya.


" eee...eee.." Dara pun bingung cara apa yang harus dilakukannya.


" kamu pun tidak tau caranya" ucap sang dosen itu.

__ADS_1


Siswa lain pun mulai kesal dengan semua yanh di katakan Dara, mereka merasa itu hanyalah sebuah alasan untuk menyembunyikan rasa takutnya.


Dia hanyalah membuang- buang waktu siswa yang lain.


Dara yang mulai kebingungan dan juga tidak tau harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini.


namun hal yang tidak terduga terjadi pria yang tadinya hanya diam saja menyaksikan perdebatan mereka pun mulai bertindak.


" saya rasa yang di bilang dia ada benarnya juga" ucap Deyon dengan tiba-tiba mengejutkan sang dosen dan juga siswa lainnya.


" lalu bagaimana melakukannya, kalau tidak membedahnya secara langsung bagaimana kita bisa tau apa saja yang ada dalam tubuh seekor katak ini" ucap salah satu siswa itu


" kalao kita hanya mempelajarinya lewat materi sama saja itu tidak efektif" sahut yang lainnya.


" yang kalian katakan memang benar tetapi yang di katakan Dara juga benar bagaimana kita bisa mengorbankan hewan yang masih hidup untuk percobaan" ucap Deyon kepada yang lainnya.


" lebih baik kita pikirkan cara selanjutnya"ucap Deyon lagi


percek cokan di ruangan praktik pun terjadi semua siswa menjadi berseteru dengan apa yang telah di mulai oleh Dara.


praktik menjadi di tunda semua siswa kehilangan waktu untuk belajar, suasana sudah menjadi kalut berantakan semuanya.


"karena suasananya sudah seperti ini dan tidak mungkin untuk melanjutkannya lagi maka kelas usai sampai disini praktik kita lanjutkan lain waktu" ucap Deyon yang tiba- tiba membubarkan kelasnya.


" apa kamu tau apa yang kamu katakan" ucap sang dosen kepada Deyon yang sedikit kesal dengan apa yang di lakukan Deyon, dia sebagai panutan di sekolah bagaimana bisa ia bertindak gegabah seperti ini.


" saya tau pak tapi keadaan ini sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pemblajaran,,,,saya minta maaf pak.." ucap Deyon dengan mengaku kesalahannya atas apa yang terjadi.


" kamu adalah panutan bagaimana bisa kamu bertindak sesuka hati tanpa mementingkan yang lainnya" ucap sang dosen yang mulai emosi.


" saya tau pak... mohon beri saya waktu untuk menyelesaikan semua ini, saya pasti cari solusinya" jawab Deyon dengan meyakinkan sang dosen yang sudah kesal dari tadi.


Dosen itu tidak tau harus berkata apa lagi hanya bisa menarik nafas dan langsung menyelegos mempercayakan semuanya kepada Deyon, yakin bahwa dia tidak akan mengecewakannya karena dia selalu menepati perkataannya"


Deyon yang merasa lega karena di beri kepercayaan oleh sang dosen pun tersenyum tipis dan menghela nafas lega.

__ADS_1


*********


__ADS_2